Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Monday, 26 October 2026 |
KALBARONLINE.com – Polda Kalimantan Barat mengapresiasi keberanian seorang bocah berusia 12 tahun bersama adiknya yang berjalan kaki sekitar dua kilometer ke kantor polisi untuk melaporkan dugaan penganiayaan terhadap ibu mereka oleh ayah kandungnya.
Kisah kedua anak tersebut sempat viral di media sosial dan menarik perhatian publik. Mereka mencari pertolongan polisi setelah melihat ibu mereka mengalami dugaan kekerasan.
Mengetahui kejadian itu, Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes Pol Bambang Suharyono, mendatangi Novi dan kedua anaknya. Saat ditemui, mereka sedang berada di rumah seorang sahabat untuk menenangkan diri.
Bambang mengapresiasi keberanian sang anak yang berinisiatif melapor demi mendapatkan perlindungan bagi ibunya.
Sebagai bentuk perhatian, Bambang bersama sejumlah anggota memberikan hadiah berupa sepeda kepada sang anak. Mereka juga menyerahkan bantuan sembako kepada keluarga tersebut.
Novi mengaku tidak menyangka anaknya rela berjalan kaki sejauh dua kilometer bersama adiknya untuk mendatangi kantor polisi.
Menurut Novi, tidak lama setelah laporan disampaikan, polisi datang untuk memeriksa lokasi kejadian.
Kasus dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) tersebut kini ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polda Kalbar untuk diproses sesuai ketentuan hukum.
Novi juga mengungkapkan bahwa suaminya pernah menjalani penahanan selama empat bulan beberapa tahun lalu dalam kasus kekerasan terhadap dirinya.
Penanganan perkara ini diharapkan dapat memastikan perlindungan bagi Novi dan kedua anaknya. Keberanian kedua anak tersebut juga menjadi pengingat pentingnya akses pertolongan yang aman bagi korban kekerasan dalam rumah tangga. (Lid)
KALBARONLINE.com – Polda Kalimantan Barat mengapresiasi keberanian seorang bocah berusia 12 tahun bersama adiknya yang berjalan kaki sekitar dua kilometer ke kantor polisi untuk melaporkan dugaan penganiayaan terhadap ibu mereka oleh ayah kandungnya.
Kisah kedua anak tersebut sempat viral di media sosial dan menarik perhatian publik. Mereka mencari pertolongan polisi setelah melihat ibu mereka mengalami dugaan kekerasan.
Mengetahui kejadian itu, Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes Pol Bambang Suharyono, mendatangi Novi dan kedua anaknya. Saat ditemui, mereka sedang berada di rumah seorang sahabat untuk menenangkan diri.
Bambang mengapresiasi keberanian sang anak yang berinisiatif melapor demi mendapatkan perlindungan bagi ibunya.
Sebagai bentuk perhatian, Bambang bersama sejumlah anggota memberikan hadiah berupa sepeda kepada sang anak. Mereka juga menyerahkan bantuan sembako kepada keluarga tersebut.
Novi mengaku tidak menyangka anaknya rela berjalan kaki sejauh dua kilometer bersama adiknya untuk mendatangi kantor polisi.
Menurut Novi, tidak lama setelah laporan disampaikan, polisi datang untuk memeriksa lokasi kejadian.
Kasus dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) tersebut kini ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polda Kalbar untuk diproses sesuai ketentuan hukum.
Novi juga mengungkapkan bahwa suaminya pernah menjalani penahanan selama empat bulan beberapa tahun lalu dalam kasus kekerasan terhadap dirinya.
Penanganan perkara ini diharapkan dapat memastikan perlindungan bagi Novi dan kedua anaknya. Keberanian kedua anak tersebut juga menjadi pengingat pentingnya akses pertolongan yang aman bagi korban kekerasan dalam rumah tangga. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini