Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Monday, 26 October 2026 |
KALBARONLINE.com – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menyelimuti Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Di tengah kondisi tersebut, posko rumah aman asap menjadi tempat warga mencari udara yang lebih nyaman.
Salah satunya Kakek Atif, lansia berusia 80 tahun yang mengayuh sepeda menuju posko rumah aman asap di belakang Masjid Al Ikhlas, Desa Sungai Putri, Kabupaten Ketapang, untuk mendapatkan bantuan oksigen.
Momen kedatangan Kakek Atif ke posko tersebut dibagikan relawan bernama Anya melalui akun Instagram @anyaksosan pada Senin (25/10/2026).
Saat dihubungi, Anya mengatakan Kakek Atif bukan satu-satunya lansia yang datang ke posko. Sekitar 10 orang lanjut usia juga mendatangi lokasi untuk mendapatkan bantuan oksigen.
“Ramai per hari ini, lebih dari 10 orang,” ujar Anya.
Posko rumah aman asap yang didukung BRI Peduli tersebut menjadi tempat warga mencari udara yang lebih nyaman ketika kualitas udara di sekitar tempat tinggal mereka terganggu kabut asap karhutla.
Anya mengatakan, selain mengalami sesak napas, warga Desa Sungai Putri juga menghadapi sejumlah kendala, mulai dari keterbatasan air bersih hingga jauhnya akses ke fasilitas kesehatan. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi warga lanjut usia.
“Warga juga mengeluhkan batuk-batuk, diare, hingga mata terasa perih,” ujarnya.
Menurut Anya, kabut asap pada hari itu tidak terlalu pekat dibandingkan sehari sebelumnya. Namun, hujan yang turun belum menjangkau Desa Sungai Putri sehingga warga masih harus menghadapi dampak kabut asap.
Kedatangan Kakek Atif menjadi gambaran perjuangan warga, khususnya kelompok lanjut usia, untuk mencari tempat yang lebih nyaman di tengah gangguan kualitas udara akibat karhutla. (Lid)
KALBARONLINE.com – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menyelimuti Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Di tengah kondisi tersebut, posko rumah aman asap menjadi tempat warga mencari udara yang lebih nyaman.
Salah satunya Kakek Atif, lansia berusia 80 tahun yang mengayuh sepeda menuju posko rumah aman asap di belakang Masjid Al Ikhlas, Desa Sungai Putri, Kabupaten Ketapang, untuk mendapatkan bantuan oksigen.
Momen kedatangan Kakek Atif ke posko tersebut dibagikan relawan bernama Anya melalui akun Instagram @anyaksosan pada Senin (25/10/2026).
Saat dihubungi, Anya mengatakan Kakek Atif bukan satu-satunya lansia yang datang ke posko. Sekitar 10 orang lanjut usia juga mendatangi lokasi untuk mendapatkan bantuan oksigen.
“Ramai per hari ini, lebih dari 10 orang,” ujar Anya.
Posko rumah aman asap yang didukung BRI Peduli tersebut menjadi tempat warga mencari udara yang lebih nyaman ketika kualitas udara di sekitar tempat tinggal mereka terganggu kabut asap karhutla.
Anya mengatakan, selain mengalami sesak napas, warga Desa Sungai Putri juga menghadapi sejumlah kendala, mulai dari keterbatasan air bersih hingga jauhnya akses ke fasilitas kesehatan. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi warga lanjut usia.
“Warga juga mengeluhkan batuk-batuk, diare, hingga mata terasa perih,” ujarnya.
Menurut Anya, kabut asap pada hari itu tidak terlalu pekat dibandingkan sehari sebelumnya. Namun, hujan yang turun belum menjangkau Desa Sungai Putri sehingga warga masih harus menghadapi dampak kabut asap.
Kedatangan Kakek Atif menjadi gambaran perjuangan warga, khususnya kelompok lanjut usia, untuk mencari tempat yang lebih nyaman di tengah gangguan kualitas udara akibat karhutla. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini