Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Friday, 23 October 2026 |
KALBARONLINE.com – Masyarakat yang terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, dapat memanfaatkan fasilitas Rumah Aman Asap yang dikelola Kwartir Cabang (Kwarcab) Ketapang.
Berlokasi di Jalan KH Mansyur, Kelurahan Sampit, Kecamatan Delta Pawan, Rumah Aman Asap ini menyediakan tempat beristirahat dengan udara yang lebih bersih serta layanan kesehatan gratis bagi masyarakat.
Sejumlah fasilitas tersedia di lokasi tersebut, di antaranya alat pembersih udara, pendingin ruangan, tabung oksigen, nebulizer, dan obat-obatan. Fasilitas pendukung, termasuk mainan anak-anak, juga disediakan untuk memberikan kenyamanan bagi masyarakat selama berada di dalam ruangan.
Relawan yang bertugas sebagai Kepala Bidang Mitigasi Bencana, Eka Tri Prastiya, mengatakan penyediaan berbagai fasilitas tersebut mendapat dukungan dari tim Ranu Welum yang bekerja sama dengan Kita Bisa dalam menghadirkan Rumah Aman Asap di sejumlah wilayah Indonesia.
"Intinya hampir mayoritas keperluan rumah aman asap itu diakomodir oleh mereka," ujar Eka saat dikonfirmasi, Jumat (23/10/2026).
Selain menyediakan tempat berlindung dari paparan kabut asap, Rumah Aman Asap Kwarcab Ketapang juga memberikan layanan kesehatan berupa pemasangan oksigen, penggunaan nebulizer, serta penyediaan obat-obatan. Pelayanan medis tersebut berada di bawah pengawasan tenaga medis.
Eka mengatakan, pihaknya baru-baru ini kembali mengajukan dukungan untuk penyediaan infus vitamin bagi masyarakat yang terdampak kabut asap.
Ia menegaskan, seluruh fasilitas yang tersedia dapat dimanfaatkan masyarakat tanpa dipungut biaya.
"Rumah aman asap ini bisa digunakan untuk siapa saja, apa pun fasilitas di dalamnya itu gratis, obat-obatan dan sebagainya itu gratis semua," katanya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun pihaknya, terdapat empat Rumah Aman Asap swasta di Kabupaten Ketapang yang telah siap dimanfaatkan masyarakat.
Selain di Kwarcab Ketapang, fasilitas serupa tersedia di Klinik Aisyah, posko Relawan Indonesia (Relindo) di kawasan Palem Vista, serta satu lokasi di Arus Kualan, Kecamatan Jelai Hulu.
Pihaknya juga memperoleh informasi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang bahwa sejumlah puskesmas telah membuka layanan rumah oksigen. Namun, informasi mengenai fasilitas tersebut dinilai masih perlu disosialisasikan secara lebih luas agar masyarakat mengetahui keberadaannya.
"Kemarin kami menggali informasi dari Dinas Kesehatan, ternyata hampir semua puskesmas membuka rumah oksigen. Hanya mungkin kurang terpromosikan saja," ungkapnya.
Rumah Aman Asap Kwarcab Ketapang diperkirakan mampu menampung sekitar lima orang dalam satu waktu. Masyarakat dapat memanfaatkan fasilitas tersebut secara bergantian setelah kondisi kesehatannya membaik dan memungkinkan untuk kembali beraktivitas.
Meski beroperasi selama 24 jam, masyarakat yang membutuhkan penanganan medis pada malam hari disarankan menghubungi pengelola terlebih dahulu. Hal ini karena jumlah tenaga medis yang tersedia masih terbatas.
"Untuk jadwal bukanya kita buka 24 jam, namun untuk jam malam itu karena kita tenaga medisnya terbatas, artinya harus mengonfirmasi terlebih dahulu," jelas Eka.
Menurutnya, sejauh ini operasional Rumah Aman Asap belum menghadapi kendala berarti. Namun, ketika kabut asap semakin tebal dan jumlah masyarakat yang membutuhkan tempat perlindungan meningkat, kapasitas ruangan terkadang belum mampu menampung seluruh kebutuhan.
Rumah Aman Asap Kwarcab Ketapang mulai dipersiapkan dan direnovasi sekitar satu bulan terakhir setelah pihaknya menerima bantuan perlengkapan.
Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh tempat beristirahat dengan udara yang lebih bersih sekaligus mengakses layanan kesehatan gratis selama kabut asap akibat karhutla masih berdampak terhadap aktivitas warga di Kabupaten Ketapang. (Adi LC)
KALBARONLINE.com – Masyarakat yang terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, dapat memanfaatkan fasilitas Rumah Aman Asap yang dikelola Kwartir Cabang (Kwarcab) Ketapang.
Berlokasi di Jalan KH Mansyur, Kelurahan Sampit, Kecamatan Delta Pawan, Rumah Aman Asap ini menyediakan tempat beristirahat dengan udara yang lebih bersih serta layanan kesehatan gratis bagi masyarakat.
Sejumlah fasilitas tersedia di lokasi tersebut, di antaranya alat pembersih udara, pendingin ruangan, tabung oksigen, nebulizer, dan obat-obatan. Fasilitas pendukung, termasuk mainan anak-anak, juga disediakan untuk memberikan kenyamanan bagi masyarakat selama berada di dalam ruangan.
Relawan yang bertugas sebagai Kepala Bidang Mitigasi Bencana, Eka Tri Prastiya, mengatakan penyediaan berbagai fasilitas tersebut mendapat dukungan dari tim Ranu Welum yang bekerja sama dengan Kita Bisa dalam menghadirkan Rumah Aman Asap di sejumlah wilayah Indonesia.
"Intinya hampir mayoritas keperluan rumah aman asap itu diakomodir oleh mereka," ujar Eka saat dikonfirmasi, Jumat (23/10/2026).
Selain menyediakan tempat berlindung dari paparan kabut asap, Rumah Aman Asap Kwarcab Ketapang juga memberikan layanan kesehatan berupa pemasangan oksigen, penggunaan nebulizer, serta penyediaan obat-obatan. Pelayanan medis tersebut berada di bawah pengawasan tenaga medis.
Eka mengatakan, pihaknya baru-baru ini kembali mengajukan dukungan untuk penyediaan infus vitamin bagi masyarakat yang terdampak kabut asap.
Ia menegaskan, seluruh fasilitas yang tersedia dapat dimanfaatkan masyarakat tanpa dipungut biaya.
"Rumah aman asap ini bisa digunakan untuk siapa saja, apa pun fasilitas di dalamnya itu gratis, obat-obatan dan sebagainya itu gratis semua," katanya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun pihaknya, terdapat empat Rumah Aman Asap swasta di Kabupaten Ketapang yang telah siap dimanfaatkan masyarakat.
Selain di Kwarcab Ketapang, fasilitas serupa tersedia di Klinik Aisyah, posko Relawan Indonesia (Relindo) di kawasan Palem Vista, serta satu lokasi di Arus Kualan, Kecamatan Jelai Hulu.
Pihaknya juga memperoleh informasi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang bahwa sejumlah puskesmas telah membuka layanan rumah oksigen. Namun, informasi mengenai fasilitas tersebut dinilai masih perlu disosialisasikan secara lebih luas agar masyarakat mengetahui keberadaannya.
"Kemarin kami menggali informasi dari Dinas Kesehatan, ternyata hampir semua puskesmas membuka rumah oksigen. Hanya mungkin kurang terpromosikan saja," ungkapnya.
Rumah Aman Asap Kwarcab Ketapang diperkirakan mampu menampung sekitar lima orang dalam satu waktu. Masyarakat dapat memanfaatkan fasilitas tersebut secara bergantian setelah kondisi kesehatannya membaik dan memungkinkan untuk kembali beraktivitas.
Meski beroperasi selama 24 jam, masyarakat yang membutuhkan penanganan medis pada malam hari disarankan menghubungi pengelola terlebih dahulu. Hal ini karena jumlah tenaga medis yang tersedia masih terbatas.
"Untuk jadwal bukanya kita buka 24 jam, namun untuk jam malam itu karena kita tenaga medisnya terbatas, artinya harus mengonfirmasi terlebih dahulu," jelas Eka.
Menurutnya, sejauh ini operasional Rumah Aman Asap belum menghadapi kendala berarti. Namun, ketika kabut asap semakin tebal dan jumlah masyarakat yang membutuhkan tempat perlindungan meningkat, kapasitas ruangan terkadang belum mampu menampung seluruh kebutuhan.
Rumah Aman Asap Kwarcab Ketapang mulai dipersiapkan dan direnovasi sekitar satu bulan terakhir setelah pihaknya menerima bantuan perlengkapan.
Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh tempat beristirahat dengan udara yang lebih bersih sekaligus mengakses layanan kesehatan gratis selama kabut asap akibat karhutla masih berdampak terhadap aktivitas warga di Kabupaten Ketapang. (Adi LC)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini