Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Monday, 26 October 2026 |
KALBARONLINE.com – Pemerintah Kota Pontianak terus menggelar pasar murah untuk membantu menjaga stabilitas harga bahan pokok sekaligus meringankan beban masyarakat, terutama keluarga menengah ke bawah.
Setelah menyasar Kecamatan Pontianak Tenggara, Pontianak Selatan, dan Pontianak Kota, operasi pasar kini berlangsung di Kantor Camat Pontianak Barat, Senin (26/10/2026). Selanjutnya, kegiatan serupa dijadwalkan di Kantor Camat Pontianak Utara pada Selasa (27/10/2026) dan Kantor Camat Pontianak Timur pada Rabu (28/10/2026).
Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan, mengatakan antusiasme masyarakat terhadap pelaksanaan pasar murah cukup tinggi. Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan intervensi harga melalui operasi pasar masih dibutuhkan masyarakat.
“Alhamdulillah antusias masyarakat cukup luar biasa. Pasar murah ini memang kita hadirkan untuk membantu meringankan masyarakat, terutama keluarga menengah ke bawah,” ujarnya.
Bahasan menjelaskan, sejumlah komoditas pangan belakangan mengalami pergerakan harga. Kondisi cuaca, fenomena El Nino, kabut asap, hingga persoalan distribusi menjadi faktor yang perlu terus diantisipasi pemerintah.
“Beberapa komoditas mengalami kenaikan. Karena itu kita harus siaga, bagaimana menekan harga-harga bahan pokok yang ada di Kota Pontianak,” katanya.
Ia menambahkan, kewaspadaan perlu ditingkatkan menjelang November, terutama jika terjadi gangguan distribusi maupun ketersediaan bahan bakar yang berpotensi memengaruhi biaya angkut dan harga barang.
Namun, pasar murah bukan satu-satunya langkah yang dilakukan Pemkot Pontianak. Pemerintah juga menyiapkan bantuan cadangan pangan untuk menjaga daya beli dan ketahanan pangan masyarakat.
“Selain pasar murah, ada juga bantuan beras cadangan pangan,” jelasnya.
Selain dukungan pemerintah daerah, Bahasan menyebut terdapat program bantuan pangan dari pemerintah pusat yang menjangkau puluhan ribu penerima. Bantuan tersebut berupa beras sebanyak 10 kilogram untuk masing-masing penerima.
“Ada juga program pemerintah pusat, bantuan beras masing-masing 10 kilogram,” katanya.
Menurut Bahasan, kombinasi pasar murah, bantuan pangan, dan pengendalian distribusi penting dilakukan secara berkelanjutan agar gejolak harga tidak terlalu membebani masyarakat.
“Yang kita jaga bukan hanya inflasi secara angka, tetapi bagaimana masyarakat tetap bisa membeli kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau,” ujarnya.
Bahasan berharap sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, distributor, dan seluruh pemangku kepentingan terus diperkuat untuk menjaga ketersediaan pasokan.
“Kalau pasokan terjaga dan distribusi lancar, harga juga lebih mudah kita kendalikan. Ini yang akan terus kita lakukan,” pungkasnya. (*)
KALBARONLINE.com – Pemerintah Kota Pontianak terus menggelar pasar murah untuk membantu menjaga stabilitas harga bahan pokok sekaligus meringankan beban masyarakat, terutama keluarga menengah ke bawah.
Setelah menyasar Kecamatan Pontianak Tenggara, Pontianak Selatan, dan Pontianak Kota, operasi pasar kini berlangsung di Kantor Camat Pontianak Barat, Senin (26/10/2026). Selanjutnya, kegiatan serupa dijadwalkan di Kantor Camat Pontianak Utara pada Selasa (27/10/2026) dan Kantor Camat Pontianak Timur pada Rabu (28/10/2026).
Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan, mengatakan antusiasme masyarakat terhadap pelaksanaan pasar murah cukup tinggi. Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan intervensi harga melalui operasi pasar masih dibutuhkan masyarakat.
“Alhamdulillah antusias masyarakat cukup luar biasa. Pasar murah ini memang kita hadirkan untuk membantu meringankan masyarakat, terutama keluarga menengah ke bawah,” ujarnya.
Bahasan menjelaskan, sejumlah komoditas pangan belakangan mengalami pergerakan harga. Kondisi cuaca, fenomena El Nino, kabut asap, hingga persoalan distribusi menjadi faktor yang perlu terus diantisipasi pemerintah.
“Beberapa komoditas mengalami kenaikan. Karena itu kita harus siaga, bagaimana menekan harga-harga bahan pokok yang ada di Kota Pontianak,” katanya.
Ia menambahkan, kewaspadaan perlu ditingkatkan menjelang November, terutama jika terjadi gangguan distribusi maupun ketersediaan bahan bakar yang berpotensi memengaruhi biaya angkut dan harga barang.
Namun, pasar murah bukan satu-satunya langkah yang dilakukan Pemkot Pontianak. Pemerintah juga menyiapkan bantuan cadangan pangan untuk menjaga daya beli dan ketahanan pangan masyarakat.
“Selain pasar murah, ada juga bantuan beras cadangan pangan,” jelasnya.
Selain dukungan pemerintah daerah, Bahasan menyebut terdapat program bantuan pangan dari pemerintah pusat yang menjangkau puluhan ribu penerima. Bantuan tersebut berupa beras sebanyak 10 kilogram untuk masing-masing penerima.
“Ada juga program pemerintah pusat, bantuan beras masing-masing 10 kilogram,” katanya.
Menurut Bahasan, kombinasi pasar murah, bantuan pangan, dan pengendalian distribusi penting dilakukan secara berkelanjutan agar gejolak harga tidak terlalu membebani masyarakat.
“Yang kita jaga bukan hanya inflasi secara angka, tetapi bagaimana masyarakat tetap bisa membeli kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau,” ujarnya.
Bahasan berharap sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, distributor, dan seluruh pemangku kepentingan terus diperkuat untuk menjaga ketersediaan pasokan.
“Kalau pasokan terjaga dan distribusi lancar, harga juga lebih mudah kita kendalikan. Ini yang akan terus kita lakukan,” pungkasnya. (*)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini