Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Monday, 26 October 2026 |
KALBARONLINE.com – Hujan deras yang mengguyur Desa Air Hitam, Kecamatan Kendawangan, dan Kecamatan Manis Mata, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, Minggu (25/10/2026) sore, membawa harapan baru dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Jumlah titik panas di Ketapang dilaporkan turun drastis setelah hujan turun.
Bupati Ketapang Alexander Wilyo menyambut baik turunnya hujan, terutama di Kecamatan Kendawangan yang sebelumnya menjadi salah satu wilayah dengan sebaran titik panas cukup banyak.
Berdasarkan data BMKG Kalimantan Barat yang diolah pada Sabtu (24/10/2026), terdeteksi 55 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi di Kabupaten Ketapang. Sebagian besar titik tersebut berada di Kecamatan Kendawangan.
Namun, setelah hujan mengguyur sejumlah wilayah pada Minggu sore, jumlah titik panas mengalami penurunan tajam. Berdasarkan pantauan melalui aplikasi SiPongi pukul 16.40 WIB, titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi di Ketapang tersisa satu titik.
"Puji Tuhan, Alhamdulillah, hujan sore ini turun di lokasi titik hotspot, Kendawangan dan Manis Mata. Kita juga berharap hujan turun merata, tidak hanya di Ketapang, tetapi juga di Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara," ujar Alexander Wilyo, Minggu (25/10/2026) petang.
Meski jumlah titik panas menurun, Alex mengungkapkan kabut asap di Ketapang masih pekat. Kondisi tersebut diduga dipengaruhi kebakaran hutan dan lahan yang masih terjadi di luar wilayah Ketapang serta arah pergerakan angin.
"Arah angin yang menyebabkan kabut di kita ini masih pekat. Angin bergerak dari arah timur ke Barat, kemudian dari Selatan ke Utara," paparnya.
Di tengah upaya penanganan karhutla yang telah berlangsung selama berbulan-bulan, Alex juga menyampaikan semangat kepada petugas gabungan yang terus berjibaku melakukan pemadaman.
Ia mengajak masyarakat tetap optimistis menghadapi situasi tersebut, tidak saling menyalahkan, serta memperkuat upaya bersama untuk mengatasi karhutla.
Alex juga menegaskan pentingnya menghentikan praktik pembakaran lahan dalam bentuk dan tujuan apa pun guna mencegah munculnya titik api baru.
"Kita tetap optimistis. Kita tidak boleh membakar dulu. Jangan bakar lahan dalam bentuk dan tujuan apa pun," tegasnya.
Ia berharap hujan terus mengguyur Ketapang dan wilayah lain di Kalimantan sehingga dapat membantu meredakan kebakaran serta mengurangi kabut asap yang masih menyelimuti sejumlah daerah.
"Kita berdoa bersama, tidak usah saling menyalahkan, berikhtiar bersama. Semoga di seluruh Tanah Kayong dan wilayah Kalimantan segera turun hujan," tutup Alex. (Adi LC)
KALBARONLINE.com – Hujan deras yang mengguyur Desa Air Hitam, Kecamatan Kendawangan, dan Kecamatan Manis Mata, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, Minggu (25/10/2026) sore, membawa harapan baru dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Jumlah titik panas di Ketapang dilaporkan turun drastis setelah hujan turun.
Bupati Ketapang Alexander Wilyo menyambut baik turunnya hujan, terutama di Kecamatan Kendawangan yang sebelumnya menjadi salah satu wilayah dengan sebaran titik panas cukup banyak.
Berdasarkan data BMKG Kalimantan Barat yang diolah pada Sabtu (24/10/2026), terdeteksi 55 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi di Kabupaten Ketapang. Sebagian besar titik tersebut berada di Kecamatan Kendawangan.
Namun, setelah hujan mengguyur sejumlah wilayah pada Minggu sore, jumlah titik panas mengalami penurunan tajam. Berdasarkan pantauan melalui aplikasi SiPongi pukul 16.40 WIB, titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi di Ketapang tersisa satu titik.
"Puji Tuhan, Alhamdulillah, hujan sore ini turun di lokasi titik hotspot, Kendawangan dan Manis Mata. Kita juga berharap hujan turun merata, tidak hanya di Ketapang, tetapi juga di Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara," ujar Alexander Wilyo, Minggu (25/10/2026) petang.
Meski jumlah titik panas menurun, Alex mengungkapkan kabut asap di Ketapang masih pekat. Kondisi tersebut diduga dipengaruhi kebakaran hutan dan lahan yang masih terjadi di luar wilayah Ketapang serta arah pergerakan angin.
"Arah angin yang menyebabkan kabut di kita ini masih pekat. Angin bergerak dari arah timur ke Barat, kemudian dari Selatan ke Utara," paparnya.
Di tengah upaya penanganan karhutla yang telah berlangsung selama berbulan-bulan, Alex juga menyampaikan semangat kepada petugas gabungan yang terus berjibaku melakukan pemadaman.
Ia mengajak masyarakat tetap optimistis menghadapi situasi tersebut, tidak saling menyalahkan, serta memperkuat upaya bersama untuk mengatasi karhutla.
Alex juga menegaskan pentingnya menghentikan praktik pembakaran lahan dalam bentuk dan tujuan apa pun guna mencegah munculnya titik api baru.
"Kita tetap optimistis. Kita tidak boleh membakar dulu. Jangan bakar lahan dalam bentuk dan tujuan apa pun," tegasnya.
Ia berharap hujan terus mengguyur Ketapang dan wilayah lain di Kalimantan sehingga dapat membantu meredakan kebakaran serta mengurangi kabut asap yang masih menyelimuti sejumlah daerah.
"Kita berdoa bersama, tidak usah saling menyalahkan, berikhtiar bersama. Semoga di seluruh Tanah Kayong dan wilayah Kalimantan segera turun hujan," tutup Alex. (Adi LC)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini