Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Monday, 26 October 2026 |
KALBARONLINE.com – Sebanyak 300 personel Polda Kalimantan Barat (Kalbar) dikerahkan ke Kabupaten Ketapang untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kecamatan Kendawangan menjadi prioritas penempatan personel karena masih ditemukan titik api di wilayah tersebut.
Pengerahan personel Bantuan Kendali Operasi (BKO) ditandai dengan apel di halaman Mapolres Ketapang, Minggu (25/10/2026) siang. Apel dipimpin Kapolres Ketapang AKBP Putra Pratama, didampingi Bupati Ketapang Alexander Wilyo.
Dari total 300 personel yang diterjunkan, sebanyak 200 merupakan anggota Brimob Polda Kalbar dan 100 lainnya anggota Direktorat Samapta Polda Kalbar. Mereka tiba setelah menempuh perjalanan darat dari Pontianak menggunakan truk milik Brimob.
Usai apel dan makan siang bersama, seluruh personel langsung bergerak menuju wilayah penugasan masing-masing. Mereka akan disiagakan maksimal selama 20 hari untuk membantu mempercepat penanganan karhutla.
Kapolres Ketapang AKBP Putra Pratama mengatakan, pengerahan tersebut merupakan gelombang ketiga bantuan personel Polri dari luar Kabupaten Ketapang.
“Bantuan 300 personel Polda Kalbar ini merupakan gelombang ketiga pengerahan personel Polri dari luar Kabupaten Ketapang,” ujar Putra usai apel.
Ia menjelaskan, pada gelombang pertama sebanyak 60 personel Brimob dari Polda Bali telah diperbantukan, disusul 30 personel Brimob dari Polda Kalimantan Timur pada gelombang kedua.
Sementara itu, kekuatan personel Satgas dari Polres Ketapang dan Polsek jajaran mencapai 252 orang. Penanganan di lapangan juga didukung delapan personel Brimobda Kalbar yang bertugas sebagai operator mobil water treatment.
Menurut Putra, upaya penanganan karhutla turut melibatkan TNI, BPBD, Manggala Agni, serta unsur masyarakat. Namun, keterbatasan sumber air masih menjadi salah satu kendala utama bagi petugas dalam melakukan pemadaman melalui jalur darat.
Ia pun mengingatkan masyarakat agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar.
“Saya minta kepada seluruh masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran,” tegasnya.
Bupati Ketapang Alexander Wilyo menyambut baik tambahan kekuatan personel dari Polda Kalbar. Ia menilai dukungan tersebut penting untuk mempercepat penanganan karhutla yang masih terjadi di sejumlah wilayah.
“Saya ucapkan terima kasih kepada Kapolda dan Kapolres yang sudah membantu dan menambah kekuatan dalam percepatan penanganan karhutla di Ketapang,” kata Alexander.
Ia mengungkapkan, meskipun jumlah titik api telah jauh berkurang, kebakaran masih ditemukan di Kecamatan Kendawangan, Matan Hilir Selatan, serta sejumlah wilayah lainnya. Kondisi tersebut turut menyebabkan kabut asap masih menyelimuti Kabupaten Ketapang.
Karena itu, sebagian besar personel bantuan akan difokuskan ke Kecamatan Kendawangan, yang berdasarkan pemantauan masih memiliki titik api terbanyak di wilayah Ketapang.
“Sekarang ini kenapa ada asap, karena ada api. Kenapa ada api, pasti ada yang membakar. Untuk di Ketapang, titik terbanyak ada di Kecamatan Kendawangan,” ujarnya.
Alexander kembali mengimbau masyarakat untuk tidak membakar lahan dengan alasan apa pun. Ia juga berharap hujan segera turun agar dapat membantu proses pemadaman dan mengurangi dampak kabut asap yang dirasakan masyarakat. (Adi LC)
KALBARONLINE.com – Sebanyak 300 personel Polda Kalimantan Barat (Kalbar) dikerahkan ke Kabupaten Ketapang untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kecamatan Kendawangan menjadi prioritas penempatan personel karena masih ditemukan titik api di wilayah tersebut.
Pengerahan personel Bantuan Kendali Operasi (BKO) ditandai dengan apel di halaman Mapolres Ketapang, Minggu (25/10/2026) siang. Apel dipimpin Kapolres Ketapang AKBP Putra Pratama, didampingi Bupati Ketapang Alexander Wilyo.
Dari total 300 personel yang diterjunkan, sebanyak 200 merupakan anggota Brimob Polda Kalbar dan 100 lainnya anggota Direktorat Samapta Polda Kalbar. Mereka tiba setelah menempuh perjalanan darat dari Pontianak menggunakan truk milik Brimob.
Usai apel dan makan siang bersama, seluruh personel langsung bergerak menuju wilayah penugasan masing-masing. Mereka akan disiagakan maksimal selama 20 hari untuk membantu mempercepat penanganan karhutla.
Kapolres Ketapang AKBP Putra Pratama mengatakan, pengerahan tersebut merupakan gelombang ketiga bantuan personel Polri dari luar Kabupaten Ketapang.
“Bantuan 300 personel Polda Kalbar ini merupakan gelombang ketiga pengerahan personel Polri dari luar Kabupaten Ketapang,” ujar Putra usai apel.
Ia menjelaskan, pada gelombang pertama sebanyak 60 personel Brimob dari Polda Bali telah diperbantukan, disusul 30 personel Brimob dari Polda Kalimantan Timur pada gelombang kedua.
Sementara itu, kekuatan personel Satgas dari Polres Ketapang dan Polsek jajaran mencapai 252 orang. Penanganan di lapangan juga didukung delapan personel Brimobda Kalbar yang bertugas sebagai operator mobil water treatment.
Menurut Putra, upaya penanganan karhutla turut melibatkan TNI, BPBD, Manggala Agni, serta unsur masyarakat. Namun, keterbatasan sumber air masih menjadi salah satu kendala utama bagi petugas dalam melakukan pemadaman melalui jalur darat.
Ia pun mengingatkan masyarakat agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar.
“Saya minta kepada seluruh masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran,” tegasnya.
Bupati Ketapang Alexander Wilyo menyambut baik tambahan kekuatan personel dari Polda Kalbar. Ia menilai dukungan tersebut penting untuk mempercepat penanganan karhutla yang masih terjadi di sejumlah wilayah.
“Saya ucapkan terima kasih kepada Kapolda dan Kapolres yang sudah membantu dan menambah kekuatan dalam percepatan penanganan karhutla di Ketapang,” kata Alexander.
Ia mengungkapkan, meskipun jumlah titik api telah jauh berkurang, kebakaran masih ditemukan di Kecamatan Kendawangan, Matan Hilir Selatan, serta sejumlah wilayah lainnya. Kondisi tersebut turut menyebabkan kabut asap masih menyelimuti Kabupaten Ketapang.
Karena itu, sebagian besar personel bantuan akan difokuskan ke Kecamatan Kendawangan, yang berdasarkan pemantauan masih memiliki titik api terbanyak di wilayah Ketapang.
“Sekarang ini kenapa ada asap, karena ada api. Kenapa ada api, pasti ada yang membakar. Untuk di Ketapang, titik terbanyak ada di Kecamatan Kendawangan,” ujarnya.
Alexander kembali mengimbau masyarakat untuk tidak membakar lahan dengan alasan apa pun. Ia juga berharap hujan segera turun agar dapat membantu proses pemadaman dan mengurangi dampak kabut asap yang dirasakan masyarakat. (Adi LC)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini