Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Sunday, 08 November 2026 |
KALBARONLINE.com – Pontianak Dragon Boat Race 2026 resmi berakhir setelah berlangsung pada 6–8 November 2026 di Sungai Kapuas. Kejuaraan perahu naga yang mempertandingkan tiga kategori ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak mengembangkan olahraga dayung sekaligus memperkuat potensi wisata olahraga atau sport tourism.
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menyampaikan apresiasi kepada para atlet, panitia, sponsor, serta Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral) XII yang telah mendukung penyelenggaraan kejuaraan tersebut.
Ia berharap kompetisi ini terus menjadi wadah pembinaan atlet dayung, baik dari Kota Pontianak maupun daerah lainnya di Kalimantan Barat.
"Atas nama Pemerintah Kota Pontianak, saya menyampaikan apresiasi kepada seluruh atlet. Terus semangat berlatih untuk menjadi atlet-atlet yang mampu mengharumkan nama daerah, tidak hanya di Kalimantan Barat, tetapi juga di tingkat nasional," ujarnya saat menutup kejuaraan, Minggu (8/11/2026).
Berdasarkan hasil pertandingan, kategori 12 pendayung open yang memperebutkan Piala Wali Kota Pontianak dimenangkan tim Indomarine 69 B. Posisi kedua diraih tim Ketapang, sedangkan LPM Kota Pontianak menempati peringkat ketiga.
Pada kategori 22 pendayung antarkabupaten/kota se-Kalimantan Barat yang memperebutkan Piala Komandan Kodaeral XII, tim Indomarine 69 meraih juara pertama, disusul GP Indonesia di posisi kedua. Sementara peringkat ketiga ditempati tim gabungan LPM Kota Pontianak dan RJ KKR.
Adapun kategori 12 pendayung antaryayasan, perkumpulan, dan organisasi masyarakat dimenangkan Insok Water Way B. Tim Insok Water Way A meraih juara kedua, sedangkan PSPS Kota Pontianak menempati posisi ketiga.
Edi mengatakan, penyelenggaraan Dragon Boat Race merupakan bagian dari agenda rutin pemerintah kota untuk mengoptimalkan potensi Sungai Kapuas sebagai ruang aktivitas olahraga, rekreasi, dan pengembangan ekonomi masyarakat.
Kejuaraan tersebut juga diharapkan memberikan peluang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui meningkatnya aktivitas masyarakat dan pengunjung di sekitar lokasi kegiatan.
"Dragon Boat Race ini memang menjadi agenda tetap Pemerintah Kota Pontianak dalam rangka mengoptimalkan potensi Sungai Kapuas dan meningkatkan perekonomian UMKM. Insya Allah tahun depan akan terus kita laksanakan," katanya.
Menurut Edi, penyelenggaraan tahun ini menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas kompetisi pada masa mendatang. Salah satu perhatian adalah penentuan waktu dan lokasi pertandingan agar lebih mendukung kenyamanan atlet maupun penonton.
Ia menjelaskan, kejuaraan tersebut sebelumnya sempat mengalami penundaan akibat kondisi kabut asap. Selain faktor cuaca, karakteristik arus Sungai Kapuas yang cukup deras di lokasi pertandingan juga menjadi pertimbangan dalam menentukan tempat penyelenggaraan berikutnya.
"Untuk tahun depan kita akan mencari waktu yang lebih tepat, termasuk mempertimbangkan beberapa alternatif lokasi. Di sini arusnya cukup deras, sehingga kita perlu melihat juga dari sisi pertandingan dan kenyamanan penonton," terangnya.
Edi berharap keberlanjutan Dragon Boat Race dapat memperkuat pembinaan olahraga dayung sekaligus meningkatkan daya tarik Pontianak sebagai tujuan wisata olahraga.
Menurutnya, keberadaan Sungai Kapuas merupakan potensi yang perlu terus dikembangkan melalui berbagai kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
"Kita akan terus berupaya bagaimana atlet-atlet dayung Kalimantan Barat bisa berprestasi, sekaligus kegiatan ini memberikan dampak positif bagi pariwisata, sport tourism, dan perekonomian," ungkapnya.
Menutup kejuaraan, Edi kembali menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat. Ia berharap pelaksanaan Dragon Boat Race berikutnya semakin berkualitas dan mampu menarik partisipasi yang lebih luas.
"Mudah-mudahan cuaca tidak lagi menghambat aktivitas kita dan penyelenggaraannya bisa terus ditingkatkan setiap tahun," pungkasnya. (*)
KALBARONLINE.com – Pontianak Dragon Boat Race 2026 resmi berakhir setelah berlangsung pada 6–8 November 2026 di Sungai Kapuas. Kejuaraan perahu naga yang mempertandingkan tiga kategori ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak mengembangkan olahraga dayung sekaligus memperkuat potensi wisata olahraga atau sport tourism.
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menyampaikan apresiasi kepada para atlet, panitia, sponsor, serta Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral) XII yang telah mendukung penyelenggaraan kejuaraan tersebut.
Ia berharap kompetisi ini terus menjadi wadah pembinaan atlet dayung, baik dari Kota Pontianak maupun daerah lainnya di Kalimantan Barat.
"Atas nama Pemerintah Kota Pontianak, saya menyampaikan apresiasi kepada seluruh atlet. Terus semangat berlatih untuk menjadi atlet-atlet yang mampu mengharumkan nama daerah, tidak hanya di Kalimantan Barat, tetapi juga di tingkat nasional," ujarnya saat menutup kejuaraan, Minggu (8/11/2026).
Berdasarkan hasil pertandingan, kategori 12 pendayung open yang memperebutkan Piala Wali Kota Pontianak dimenangkan tim Indomarine 69 B. Posisi kedua diraih tim Ketapang, sedangkan LPM Kota Pontianak menempati peringkat ketiga.
Pada kategori 22 pendayung antarkabupaten/kota se-Kalimantan Barat yang memperebutkan Piala Komandan Kodaeral XII, tim Indomarine 69 meraih juara pertama, disusul GP Indonesia di posisi kedua. Sementara peringkat ketiga ditempati tim gabungan LPM Kota Pontianak dan RJ KKR.
Adapun kategori 12 pendayung antaryayasan, perkumpulan, dan organisasi masyarakat dimenangkan Insok Water Way B. Tim Insok Water Way A meraih juara kedua, sedangkan PSPS Kota Pontianak menempati posisi ketiga.
Edi mengatakan, penyelenggaraan Dragon Boat Race merupakan bagian dari agenda rutin pemerintah kota untuk mengoptimalkan potensi Sungai Kapuas sebagai ruang aktivitas olahraga, rekreasi, dan pengembangan ekonomi masyarakat.
Kejuaraan tersebut juga diharapkan memberikan peluang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui meningkatnya aktivitas masyarakat dan pengunjung di sekitar lokasi kegiatan.
"Dragon Boat Race ini memang menjadi agenda tetap Pemerintah Kota Pontianak dalam rangka mengoptimalkan potensi Sungai Kapuas dan meningkatkan perekonomian UMKM. Insya Allah tahun depan akan terus kita laksanakan," katanya.
Menurut Edi, penyelenggaraan tahun ini menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas kompetisi pada masa mendatang. Salah satu perhatian adalah penentuan waktu dan lokasi pertandingan agar lebih mendukung kenyamanan atlet maupun penonton.
Ia menjelaskan, kejuaraan tersebut sebelumnya sempat mengalami penundaan akibat kondisi kabut asap. Selain faktor cuaca, karakteristik arus Sungai Kapuas yang cukup deras di lokasi pertandingan juga menjadi pertimbangan dalam menentukan tempat penyelenggaraan berikutnya.
"Untuk tahun depan kita akan mencari waktu yang lebih tepat, termasuk mempertimbangkan beberapa alternatif lokasi. Di sini arusnya cukup deras, sehingga kita perlu melihat juga dari sisi pertandingan dan kenyamanan penonton," terangnya.
Edi berharap keberlanjutan Dragon Boat Race dapat memperkuat pembinaan olahraga dayung sekaligus meningkatkan daya tarik Pontianak sebagai tujuan wisata olahraga.
Menurutnya, keberadaan Sungai Kapuas merupakan potensi yang perlu terus dikembangkan melalui berbagai kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
"Kita akan terus berupaya bagaimana atlet-atlet dayung Kalimantan Barat bisa berprestasi, sekaligus kegiatan ini memberikan dampak positif bagi pariwisata, sport tourism, dan perekonomian," ungkapnya.
Menutup kejuaraan, Edi kembali menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat. Ia berharap pelaksanaan Dragon Boat Race berikutnya semakin berkualitas dan mampu menarik partisipasi yang lebih luas.
"Mudah-mudahan cuaca tidak lagi menghambat aktivitas kita dan penyelenggaraannya bisa terus ditingkatkan setiap tahun," pungkasnya. (*)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini