Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
Kasus ISPA di Kayong Utara Tembus 1.127, Dinkes Gencarkan Edukasi dan Bagi Masker
Home > Berita > Politik > Kasus ISPA di Kayong Utara Tembus 1.127,...
Kayong Utara

Kasus ISPA di Kayong Utara Tembus 1.127, Dinkes Gencarkan Edukasi dan Bagi Masker

Redaksi KalbarOnline
Redaksi KalbarOnline
Thursday, 27 August 2026 - 16:00 WIB
Kasus ISPA di Kayong Utara Tembus 1.127, Dinkes Gencarkan Edukasi dan Bagi Masker
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp kalbaronline.com
+ Gabung
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com - Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kabupaten Kayong Utara mengalami peningkatan cukup signifikan sejak Juni 2026. Hingga Kamis (27/8/2026), Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kayong Utara mencatat akumulasi kasus ISPA telah mencapai 1.127 kasus.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan dan KB Kayong Utara, Fransiska Wardiani, mengatakan peningkatan kasus mulai terlihat sejak Juni dan terus mengalami kenaikan hingga Agustus.

“Kalau kita melihat kenaikan kasus dari bulan Juni, terdapat peningkatan yang cukup signifikan di bulan Agustus ini. Per hari ini data per bulan Agustus sudah mencapai 1.127 kasus,” ujar Fransiska kepada awak media di ruang kerjanya, Kamis (27/8/2026).

Menurut Fransiska, terdapat tiga kecamatan di Kayong Utara yang mencatat angka kasus ISPA tertinggi. Ketiganya yakni Kecamatan Sukadana, Teluk Batang dan Simpang Hilir.

Mengantisipasi peningkatan kasus, Dinas Kesehatan dan KB Kayong Utara telah meminta seluruh fasilitas pelayanan kesehatan (faskes) meningkatkan kewaspadaan dini.

Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi potensi bertambahnya kasus sekaligus memastikan masyarakat mendapatkan edukasi mengenai pencegahan ISPA.

“Untuk penanggulangan yang saat ini dilakukan, kami sudah meminta seluruh faskes melakukan kewaspadaan dini terhadap kasus kenaikan ISPA. Penanggulangan di tingkat faskes dilakukan melalui pembagian masker gratis serta edukasi pencegahan kepada masyarakat,” pungkasnya.

Dengan meningkatnya kasus ISPA hingga pertengahan Agustus, masyarakat diimbau untuk tetap memperhatikan upaya pencegahan dan memanfaatkan edukasi kesehatan yang diberikan oleh fasilitas pelayanan kesehatan di wilayah masing-masing. (Sans)