Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
Kabut Asap Mulai Mereda, SMPN 2 Pontianak Kembali Belajar Tatap Muka, Aktivitas Luar Ruangan Masih Dibatasi
Home > Berita > Politik > Kabut Asap Mulai Mereda, SMPN 2 Pontiana...
Pontianak

Kabut Asap Mulai Mereda, SMPN 2 Pontianak Kembali Belajar Tatap Muka, Aktivitas Luar Ruangan Masih Dibatasi

Redaksi KalbarOnline
Redaksi KalbarOnline
Monday, 28 September 2026 - 15:00 WIB
Kabut Asap Mulai Mereda, SMPN 2 Pontianak Kembali Belajar Tatap Muka, Aktivitas Luar Ruangan Masih Dibatasi
Kabut asap mulai mereda, SMPN 2 Pontianak kembali belajar tatap muka dengan jam belajar dan aktivitas luar ruangan masih dibatasi (Foto: Lid/KALBARONLINE.com)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp kalbaronline.com
+ Gabung
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com – Sejumlah sekolah di Pontianak, Kalimantan Barat, mulai kembali menggelar pembelajaran tatap muka setelah kondisi udara mulai membaik di tengah kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Senin (28/9/2026). Salah satunya SMP Negeri 2 Pontianak.

Meski kembali masuk sekolah, kegiatan belajar mengajar belum sepenuhnya berjalan seperti kondisi normal. Sejumlah aktivitas di luar ruangan masih dibatasi untuk menjaga kesehatan siswa dan guru.

Kepala SMP Negeri 2 Pontianak, Rahmat Putra Yudha, mengatakan pembelajaran tatap muka kembali dimulai setelah sebelumnya sekolah menerapkan pembelajaran jarak jauh.

“Hari ini kita memulai pembelajaran tatap muka. Memang sudah terlalu lama kemarin kita melakukan pembelajaran jarak jauh. Kondisi cuaca juga sudah mulai membaik, walaupun memang belum sepenuhnya baik,” kata Rahmat.

Sebelum kembali menerapkan pembelajaran tatap muka, pihak sekolah telah berkoordinasi dengan sejumlah kepala sekolah melalui Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS).

Menurut Rahmat, pembelajaran saat ini belum diterapkan 100 persen seperti biasanya. Jam masuk sekolah yang sebelumnya pukul 06.50 WIB diubah menjadi pukul 07.00 WIB.

Sementara itu, kegiatan belajar selesai pukul 12.00 WIB. Durasi pembelajaran juga dipangkas menjadi 30 menit untuk setiap jam pelajaran.

“Ada perubahan sedikit karena melihat kondisi yang belum normal. Namun, harapannya dalam beberapa hari ke depan, jika kondisi cuaca kembali normal, kita juga akan kembali melaksanakan pembelajaran seperti biasa,” ujarnya.

Selain penyesuaian jam belajar, sekolah juga meniadakan sementara sejumlah aktivitas yang dilakukan di luar kelas.

Kegiatan olahraga, ekstrakurikuler hingga upacara sekolah ditiadakan karena kondisi udara dinilai belum sepenuhnya normal.

“Selama pembelajaran yang kita laksanakan mulai hari ini, kegiatan di luar kelas seperti olahraga dan kegiatan lainnya ditiadakan untuk sementara waktu,” jelas Rahmat.

Untuk menjaga kesehatan siswa, pihak sekolah juga telah menyampaikan sejumlah imbauan kepada orang tua melalui grup wali kelas.

Siswa diwajibkan menggunakan masker dan membawa air putih dari rumah. Pihak sekolah juga terus memantau kondisi kesehatan siswa selama pembelajaran berlangsung.

“Anak-anak yang hari ini masuk sudah dalam keadaan siap menghadapi kondisi ini. Pembelajaran tetap terlaksana, sementara kesehatan juga kita pantau semaksimal mungkin agar tetap terjaga,” katanya.

Rahmat mengatakan, hari pertama pembelajaran tatap muka berjalan tanpa kendala berarti bagi para guru. Namun, aktivitas siswa sebelum masuk kelas juga dibatasi.

Siswa diminta langsung masuk ke ruang kelas dan tidak berkumpul di sejumlah titik yang biasanya menjadi tempat berkumpul sebelum pembelajaran.

“Anak-anak langsung masuk ke kelas. Termasuk titik-titik tempat mereka biasanya berkumpul sebelum masuk kelas, semuanya kita batasi hari ini,” ujarnya.

Ia menambahkan, seluruh kegiatan yang dilakukan di luar ruangan, termasuk upacara, untuk sementara ditiadakan hingga kondisi kembali normal.

“Termasuk upacara, jadi aktivitas apa pun yang dilakukan di luar ruangan, termasuk upacara, hari ini kita tiadakan,” pungkasnya. (Lid)