Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
istisqa
Karhutla Mengancam, TNI-Polri dan Warga Kapuas Hulu Gelar Sholat Istisqa
Karhutla Mengancam, TNI-Polri dan Warga Kapuas Hulu Gelar Sholat Istisqa
Thursday, 03/09/2026

KALBARONLINE.com – Di tengah kondisi kemarau dan meningkatnya ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Kapuas Hulu, ikhtiar untuk memohon turunnya hujan dilakukan melalui Sholat Istisqa berjemaah di Masjid Agung Darunnajah Putussibau, Kamis (3/9/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Tim Penyuluh Karhutla dari Mabes TNI, Brigjen TNI Sain Mustain dan Brigjen TNI Firman, Kapolres Kapuas Hulu AKBP Wisnu Perdana Putra, Danyonif TP 927/UK Letkol Inf Jamrizal, Kasdim 1206/Putussibau Mayor Inf Eriyadi Esnurdin, Wakapolres Kapuas Hulu Kompol Muslimin, Wadanyonif TP 927/UK Kapten Inf Wahyu Agung Purbinantoro, Kepala Kemenag Kapuas Hulu H. Syahrul S.Ag., serta jajaran TNI-Polri, Forkopimda Kabupaten Kapuas Hulu dan masyarakat.

Sholat Istisqa menjadi momentum spiritual sekaligus refleksi bersama untuk memohon pertolongan Allah SWT agar segera diturunkan hujan yang membawa keberkahan bagi masyarakat, sekaligus membantu mengurangi kondisi kering yang berpotensi memicu Karhutla.

Suasana khusyuk terlihat sejak rangkaian kegiatan dimulai. Para peserta dengan penuh kerendahan hati memanjatkan doa, memohon ampunan dan pertolongan Allah SWT agar Kapuas Hulu segera mendapatkan curahan hujan.

Kehadiran Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI dalam kegiatan tersebut juga menjadi wujud sinergi antara upaya spiritual dan langkah nyata dalam penanggulangan Karhutla.

Di lapangan, TNI bersama Polri, pemerintah daerah, dan seluruh komponen masyarakat terus berupaya melakukan pencegahan, sosialisasi, serta penanganan Karhutla.

Kasdim 1206/Putussibau Mayor Inf Eriyadi Esnurdin menegaskan Sholat Istisqa bukan hanya menjadi sarana untuk memohon turunnya hujan, tetapi juga momentum untuk mengajak seluruh elemen masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.

“Selain berdoa dan memohon kepada Allah SWT agar diberikan hujan, kita juga harus terus berikhtiar. Pencegahan Karhutla merupakan tanggung jawab bersama. Mari kita jaga lingkungan dan tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan,” ungkapnya.

Sementara itu, kehadiran Brigjen TNI Sain Mustain dan Brigjen TNI Firman bersama Forkopimda Kapuas Hulu menunjukkan kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi tantangan Karhutla.

Sinergi tersebut diharapkan mampu memperkuat langkah pencegahan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu terjadinya kebakaran.

Melalui Sholat Istisqa ini, seluruh peserta berharap hujan segera turun di wilayah Kapuas Hulu. Namun lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa doa harus berjalan beriringan dengan ikhtiar dan kepedulian terhadap alam. (Haq)

Kemenag Kapuas Hulu Ajak Warga Salat Istisqa di Tengah Kepungan Karhutla
Kemenag Kapuas Hulu Ajak Warga Salat Istisqa di Tengah Kepungan Karhutla
Tuesday, 01/09/2026

KALBARONLINE.com - Di tengah kepungan asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta kemarau yang masih terjadi, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kapuas Hulu mengajak masyarakat bersama-sama melaksanakan salat istisqa.

Salat istisqa tersebut menjadi ikhtiar bersama untuk berdoa dan memohon kepada Allah SWT agar segera menurunkan hujan sekaligus membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kapuas Hulu, Syahrul, S.Ag., mengatakan ajakan tersebut disampaikan melihat kondisi Karhutla dan kemarau yang masih terjadi di Kabupaten Kapuas Hulu khususnya dan Kalimantan Barat pada umumnya.

Kemenag Kapuas Hulu Ajak Warga Salat Istisqa di Tengah Kepungan Karhutlaa
​

Kemenag Kapuas Hulu Ajak Warga Salat Istisqa di Tengah Kepungan Karhutlaa
​


“Shalat istisqa adalah sebagai ikhtiar bersama untuk berdo'a serta memohon kepada Allah SWT agar segera menurunkan hujan serta membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat,” ungkap Syahrul ketika dikonfirmasi KALBARONLINE.com, Senin (31/8/2026).

Syahrul menyampaikan, masyarakat Putussibau maupun Kabupaten Kapuas Hulu dari berbagai kalangan diharapkan dapat bersama-sama melaksanakan salat istisqa.

“Dengan kondisi saat ini, dimana Kabupaten Kapuas Hulu dan Kalimantan Barat pada umumnya karhutla dan kemarau masih terjadi. Untuk itu kita mengajak masyarakat Putussibau maupun masyarakat Kabupaten Kapuas Hulu dari berbagai kalangan untuk bersama-sama melaksanakan shalat istisqa', memohon serta bermunajad kepada Allah SWT agar segera diturunkan hujan dan membawa keberkahan,” tuturnya.

Menurut Syahrul, salat istisqa akan dilaksanakan di halaman Masjid Agung Darunnajah Putussibau pada Kamis, 3 September 2026 atau 21 Rabiul Awal 1448 Hijriah. Pelaksanaan dimulai pukul 07.30 WIB.

Sedangkan imam salat istisqa adalah Mahfud Laba, S.Sos.I., sementara khatib adalah Zainuddin, S.Ag., S.Pd.I.

“Kita sama-sama berharap, mudah-mudahan semua do'a dan ampunan dikabulkan Allah SWT,” ungkapnya. (Haq)

Absen Saat Warga Bermunajat Memohon Hujan, Ria Norsan Pilih Buka Gema Membangun Desa
Absen Saat Warga Bermunajat Memohon Hujan, Ria Norsan Pilih Buka Gema Membangun Desa
Saturday, 29/08/2026

KALBARONLINE.com - Di saat ribuan warga berkumpul di halaman Masjid Raya Mujahidin Pontianak untuk melaksanakan Salat Istisqa dan memohon turunnya hujan di tengah kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan justru berada di Kabupaten Landak.

Ria Norsan diketahui membuka kegiatan Gema Membangun Desa (GMD) ke-4 di Desa Serimbu, Kecamatan Air Besar, Kabupaten Landak, Sabtu (29/8/2026). Ia didampingi istrinya, Ketua TP PKK Provinsi Kalimantan Barat Hj. Erlina Ria Norsan, serta Bupati Landak Karolin Margret Natasa.

Agenda tersebut berlangsung pada hari yang sama dengan Salat Istisqa yang digelar MUI Kalimantan Barat bersama Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kalbar, Rektor IAIN Pontianak, Kanwil Kementerian Agama Kalbar, serta Imam Besar Masjid Raya Mujahidin Pontianak.

Ribuan masyarakat mengikuti Salat Istisqa sebagai ikhtiar memohon turunnya hujan setelah kemarau panjang yang turut memperburuk kondisi kabut asap di Kalimantan Barat.

Sejumlah jemaah bahkan terlihat mengenakan masker saat mengikuti rangkaian ibadah karena kualitas udara di Pontianak masih dipenuhi kabut asap.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyebut kondisi kabut asap di Kota Pontianak telah memasuki kondisi darurat. Berdasarkan pemantauan pemerintah kota, kualitas udara disebut berada pada kategori berbahaya selama beberapa hari terakhir.

Di tengah situasi tersebut, Ria Norsan memilih menjalankan agenda GMD di Desa Serimbu. Dalam kegiatan itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menghadirkan sejumlah layanan publik, mulai dari pemeriksaan kesehatan gratis, pelayanan pajak kendaraan, administrasi kependudukan, sunatan massal, pasar murah hingga layanan bagi pelaku UMKM.

Ria Norsan menyebut GMD sebagai upaya mendekatkan pelayanan pemerintah kepada masyarakat sekaligus mendengarkan kebutuhan warga secara langsung.

“Jadi, Bapak dan Ibu sekalian, rangkaian kegiatan Gema Membangun Desa ini meliputi pelayanan publik, kunjungan lapangan, dialog pembangunan, hingga pemberdayaan masyarakat,” kata Ria Norsan.

Namun, pelaksanaan GMD di tingkat desa dengan melibatkan rombongan besar dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat juga menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas dan efisiensi kegiatan.

Dalam agenda tersebut, Ria Norsan tidak hanya didampingi istrinya selaku Ketua TP PKK Kalbar yang juga Bupati Mempawah, tetapi juga dihadiri para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat.

GMD memang merupakan program yang digagas pemerintahan Ria Norsan. Namun, ketika kegiatan pelayanan pemerintah provinsi dilaksanakan di tingkat desa dengan cakupan masyarakat yang relatif terbatas, muncul pertanyaan apakah pengerahan rombongan besar pejabat provinsi sebanding dengan manfaat pelayanan yang diterima masyarakat.

Terlebih, mobilisasi gubernur, Ketua TP PKK, serta para kepala OPD tentu berkaitan dengan kebutuhan perjalanan dan operasional kegiatan. Karena itu, aspek efektivitas dan efisiensi penggunaan anggaran menjadi relevan untuk dipertanyakan, terutama ketika Kalimantan Barat sedang menghadapi situasi karhutla dan kabut asap. Belum lagi bicara efisiensi anggaran.

Secara kewenangan, pemerintahan desa berada dalam lingkup pemerintah kabupaten. Sementara pemerintah provinsi memiliki cakupan pelayanan yang lebih luas. Karena itu, pelaksanaan program pelayanan provinsi di tingkat kabupaten dengan cakupan masyarakat yang lebih besar juga menjadi hal yang layak dipertimbangkan.

Di sisi lain, ketidakhadiran Ria Norsan dalam Salat Istisqa menjadi perhatian karena kegiatan tersebut berlangsung di tengah kondisi kabut asap yang semakin memburuk.

Salat Istisqa bukan sekadar kegiatan seremonial. Ribuan warga datang untuk bermunajat dan memohon hujan setelah kemarau panjang yang turut memperparah kabut asap akibat karhutla.

Kehadiran Gubernur Kalbar dalam momentum tersebut sejatinya dapat menjadi simbol empati pemerintah provinsi terhadap masyarakat yang sedang menghadapi dampak kabut asap. Apalagi Gubernur merupakan salah satu pemimpin daerah yang memiliki peran penting dalam penanganan kondisi darurat di Kalimantan Barat.

KALBARONLINE.com telah mencoba mengonfirmasi alasan ketidakhadiran Ria Norsan dalam Salat Istisqa kepada Kepala Biro Administrasi Pimpinan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat. Namun, hingga berita ini diterbitkan, belum mendapatkan respons.

Bukan hanya pada Salat Istisqa, sehari sebelumnya, Jumat (28/8/2026), Ria Norsan juga tidak terlihat dalam Rapat Koordinasi Penanganan Darurat Bencana Karhutla yang berlangsung di Ruang VIP Pemda Bandara Supadio Pontianak.

Rakor tersebut dihadiri Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, Pangdam XII/Tanjungpura, Komandan Kodaeral XII Pontianak, Komandan Lanud Supadio, serta sejumlah pejabat terkait penanganan karhutla.

Dalam rapat tersebut dibahas evaluasi situasi terkini karhutla serta kebutuhan sarana dan prasarana di lapangan, terutama untuk wilayah Ketapang dan sejumlah kabupaten terdampak lainnya.

Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB menyatakan kesiapan memperkuat penanganan darurat dan memenuhi kebutuhan sarana prasarana mendesak yang diajukan daerah, termasuk pompa air, sarana komunikasi, serta alat pelindung diri.

Rakor juga membahas dukungan internasional. Pemerintah Jepang disebut berencana mengirimkan pesawat atau helikopter berkemampuan water-bombing untuk memperkuat operasi pemadaman karhutla di Kalimantan Barat.

Rangkaian agenda tersebut menempatkan ketidakhadiran Ria Norsan di tengah warga yang melaksanakan Salat Istisqa sebagai sorotan. Ketika masyarakat bermunajat memohon hujan di tengah kabut asap, Gubernur Kalbar justru menjalankan agenda GMD di Kabupaten Landak.

Di tengah kondisi karhutla dan kabut asap yang membutuhkan perhatian bersama, pilihan agenda tersebut menjadi pertanyaan tersendiri mengenai prioritas pemerintah provinsi. (*)

Ribuan Warga Salat Istisqa Memohon Hujan di Tengah Kabut Asap, Gubernur Ria Norsan Tak Terlihat Hadir
Ribuan Warga Salat Istisqa Memohon Hujan di Tengah Kabut Asap, Gubernur Ria Norsan Tak Terlihat Hadir
Saturday, 29/08/2026

KALBARONLINE.com - Ribuan masyarakat mengikuti Salat Istisqa yang digelar Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalimantan Barat bersama sejumlah pihak di halaman Masjid Raya Mujahidin Pontianak, Sabtu (29/8/2026) pagi.

Salat Istisqa digelar sebagai ikhtiar memohon turunnya hujan di tengah kemarau panjang dan kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah Kalimantan Barat.

Salat dimulai sekitar pukul 07.00 WIB. Sejumlah jemaah terlihat mengenakan masker saat mengikuti rangkaian ibadah karena kondisi udara di Pontianak masih dipenuhi kabut asap.

Kegiatan tersebut melibatkan sejumlah unsur, di antaranya Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kalimantan Barat, Rektor IAIN Pontianak, Kantor Wilayah Kementerian Agama Kalimantan Barat, serta Imam Besar Masjid Raya Mujahidin Pontianak.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono turut hadir bersama masyarakat. Ia mengatakan Salat Istisqa menjadi salah satu bentuk ikhtiar di tengah kondisi kemarau dan kualitas udara yang memburuk.

“Hari ini kita baru saja melaksanakan Salat Istisqa di halaman Masjid Raya Mujahidin. Salat ini diikuti oleh ribuan masyarakat Kota Pontianak untuk memohon turunnya hujan yang membawa keberkahan,” kata Edi.

Menurut Edi, Pontianak telah lebih dari dua bulan tidak mendapatkan hujan. Kondisi tersebut turut memperburuk kabut asap dalam beberapa hari terakhir. Berdasarkan hasil pemantauan, kualitas udara bahkan disebut telah berada pada kategori berbahaya selama empat hari terakhir.

“Yang penting, saat ini kita sudah berada dalam kondisi darurat asap,” ujarnya.

Ribuan Warga Salat Istisqa di Tengah Kabut Asap, Gubernur Ria Norsan Tak Terlihat Hadir
Ribuan warga Salat Istisqa di Kalbar memohon hujan di tengah kabut asap. Gubernur Ria Norsan tak terlihat hadir (Foto: Lid/KALBARONLINE.com)​

Di tengah kondisi karhutla dan kabut asap yang melanda Kalimantan Barat, Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan tidak terlihat hadir dalam Salat Istisqa tersebut.

Kehadiran Gubernur dalam momentum seperti ini sebenarnya bukan sekadar soal mengikuti rangkaian ibadah. Sebagai kepala daerah, kehadiran orang nomor satu di Kalimantan Barat dapat menjadi simbol empati dan kepedulian pemerintah terhadap masyarakat yang sedang menghadapi dampak kemarau, karhutla, dan kabut asap.

Terlebih, Salat Istisqa kali ini berlangsung ketika masyarakat secara langsung merasakan dampak kondisi tersebut. Sejumlah jemaah bahkan harus mengenakan masker saat berkumpul dan menjalankan ibadah untuk memohon turunnya hujan.

Kehadiran Gubernur juga dapat menjadi bentuk keteladanan bagi masyarakat dan para pemangku kebijakan lainnya bahwa persoalan karhutla dan kabut asap merupakan persoalan serius yang membutuhkan perhatian bersama.

Ketidakhadiran Ria Norsan dalam Salat Istisqa tersebut menjadi semakin menarik karena sehari sebelumnya, Jumat (28/8/2026), digelar Rapat Koordinasi Penanganan Darurat Bencana Karhutla di Ruang VIP Pemda Bandara Supadio Pontianak.

Rapat tersebut dihadiri Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, Pangdam XII/Tanjungpura, Komandan Kodaeral 12 Pontianak, Komandan Lanud Supadio, serta sejumlah unsur pemerintah daerah dan instansi terkait.

Dalam rapat itu dibahas evaluasi situasi terkini karhutla serta kebutuhan dukungan sarana dan prasarana di lapangan, terutama untuk wilayah Ketapang dan sejumlah daerah lain yang terdampak.

Deputi Penanganan Darurat BNPB menyatakan kesiapan memperkuat penanganan darurat dan memenuhi kebutuhan sarana prasarana mendesak yang diajukan daerah. Di antaranya pompa air, sarana komunikasi, serta alat pelindung diri (APD).

Rapat tersebut juga membahas dukungan internasional. Pemerintah Jepang disebut berencana mengirimkan pesawat atau helikopter berkemampuan water-bombing untuk memperkuat operasi pemadaman karhutla di Kalimantan Barat.

Namun, Ria Norsan juga tidak terlihat hadir dalam rapat koordinasi penanganan darurat tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, belum diketahui alasan ketidakhadiran Gubernur Kalbar dalam Salat Istisqa maupun rapat koordinasi penanganan darurat karhutla tersebut.

KALBARONLINE.com juga telah berupaya mengonfirmasi alasan ketidakhadiran Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan dalam Salat Istisqa tersebut kepada Kepala Biro Administrasi Pimpinan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat. Namun, hingga berita ini diterbitkan, upaya konfirmasi tersebut belum mendapatkan respons.

Redaksi membuka ruang klarifikasi dan hak jawab bagi Ria Norsan maupun Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat untuk memberikan penjelasan terkait ketidakhadiran tersebut. (*)

Ribuan Warga Salat Istisqa, Kasus ISPA di Pontianak Tembus 300 Lebih Per Hari
Ribuan Warga Salat Istisqa, Kasus ISPA di Pontianak Tembus 300 Lebih Per Hari
Saturday, 29/08/2026

KALBARONLINE.com - Ribuan umat Islam melaksanakan Salat Istisqa di halaman Masjid Raya Mujahidin Pontianak, Sabtu (29/8/2026) pagi. Salat meminta hujan tersebut digelar sebagai ikhtiar bersama di tengah kemarau panjang dan kabut asap yang menyelimuti Kota Pontianak.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan, Salat Istisqa diikuti masyarakat dari berbagai kalangan. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bentuk permohonan kepada Allah SWT agar hujan segera turun dan membawa keberkahan.

“Hari ini kita melaksanakan salat istisqa di halaman Masjid Raya Mujahidin, diikuti ribuan masyarakat Kota Pontianak. Kita meminta hujan yang berkah karena sudah dua bulan lebih tidak hujan,” ujarnya.

Edi menjelaskan, Salat Istisqa dilaksanakan bersama Dewan Masjid Indonesia (DMI), Masjid Raya Mujahidin, Majelis Ulama Indonesia (MUI), serta masyarakat.

“Mudah-mudahan semua ampunan dan doa masyarakat Kota Pontianak serta Kalimantan Barat dikabulkan,” katanya.

Menurut Edi, kemarau panjang juga berdampak terhadap kualitas udara di Kota Pontianak. Dalam empat hari terakhir, hasil pemantauan menunjukkan kualitas udara berada pada kategori berbahaya akibat kabut asap.

Karena itu, masyarakat diimbau menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah. Warga juga diminta mengurangi aktivitas luar ruangan apabila tidak mendesak, terutama anak-anak, lansia, ibu hamil, dan warga yang memiliki gangguan pernapasan.

“Kita mengimbau masyarakat menggunakan masker dan mengurangi aktivitas di luar,” pesannya.

Untuk sektor pendidikan, Edi memastikan pembelajaran tatap muka masih dihentikan sementara hingga kondisi udara membaik. Kebijakan tersebut diambil untuk melindungi kesehatan peserta didik dari paparan asap.

“Untuk pendidikan masih kita liburkan sampai cuaca membaik. Kita tidak ingin asap mengganggu kesehatan anak-anak,” ujarnya.

Meski demikian, pelayanan Pemerintah Kota Pontianak tetap berjalan. Aktivitas perkantoran masih dilaksanakan dengan penyesuaian, terutama bagi pegawai yang mengalami gangguan kesehatan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak Saptiko mengungkapkan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) mengalami peningkatan dalam sepekan terakhir seiring memburuknya kualitas udara akibat kabut asap.

“Kasus ISPA kita hariannya sudah 300 lebih setiap hari. Biasanya kalau normal sekitar 100 sampai 200, sekarang sudah 300 lebih per hari,” ujarnya.

Saptiko memperkirakan kenaikan kasus ISPA harian mencapai sekitar 10 persen. Peningkatan tersebut mulai terlihat pada Agustus, bersamaan dengan semakin tebalnya kabut asap yang dirasakan masyarakat.

Secara akumulatif, Dinas Kesehatan mencatat kasus ISPA sepanjang tahun ini sudah berada pada kisaran 36 ribu kasus. Namun, menurut Saptiko, kasus sebelum Agustus umumnya merupakan infeksi saluran pernapasan biasa, sementara peningkatan yang berkaitan dengan kabut asap mulai terlihat pada bulan ini.

“Sekarang sekitar 36 ribu, tetapi asap mulai Agustus. Jadi sebelum Agustus itu infeksi saluran pernapasan biasa,” jelasnya.

Untuk mengantisipasi dampak kabut asap terhadap kesehatan masyarakat, Dinas Kesehatan melakukan sejumlah langkah, termasuk mengedukasi masyarakat agar mengurangi aktivitas di luar rumah dan menggunakan masker saat harus beraktivitas di luar.

Dinas Kesehatan juga menyiapkan logistik untuk penanganan ISPA. Selain itu, logistik diare turut disiapkan karena kondisi air bersih yang berkurang dinilai berpotensi memengaruhi kesehatan masyarakat.

“Kita menyiapkan logistik untuk ISPA. Sekarang kita juga menyiapkan logistik diare karena kondisi air juga berkurang,” ujarnya.

Selain itu, Dinas Kesehatan menyiapkan ruang oksigen di seluruh puskesmas, rumah sakit, dan Dinas Kesehatan. Layanan tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat yang mengalami sesak napas akibat paparan asap.

“Bagi masyarakat yang mengalami sesak bisa datang untuk mendapatkan oksigen secara gratis,” jelasnya.

Saptiko mengatakan kasus pneumonia dari kelompok ISPA masih tergolong kecil, yakni sekitar satu persen. Untuk kasus berat, pihaknya belum melihat lonjakan signifikan dan jumlah pasien yang membutuhkan perawatan masih relatif terkendali.

“Pneumonia dari ISPA sekitar satu persen. Yang terparah belum ada, yang perawatan juga kita pantau tidak terlalu banyak,” katanya.

Ia menambahkan, kasus ISPA paling banyak terjadi pada rentang usia 9 hingga 60 tahun. Karena itu, masyarakat diminta tetap menjaga daya tahan tubuh, memperbanyak minum air putih, mengurangi paparan asap, dan segera memeriksakan diri apabila mengalami batuk, sesak napas, atau keluhan pernapasan lainnya.

“Yang paling penting kurangi aktivitas di luar rumah dan gunakan masker. Kalau mengalami sesak, silakan datang ke puskesmas atau rumah sakit untuk mendapatkan penanganan,” pungkasnya. (*)

Memohon Turun Hujan, Ribuan Warga Pontianak Salat Istisqa di Tengah Kabut Asap
Memohon Turun Hujan, Ribuan Warga Pontianak Salat Istisqa di Tengah Kabut Asap
Saturday, 29/08/2026

KALBARONLINE.com - Ribuan warga Kota Pontianak mengikuti Salat Istisqa di halaman Masjid Raya Mujahidin, Sabtu (29/8/2026) pagi. Salat memohon turunnya hujan tersebut digelar sebagai ikhtiar bersama di tengah kemarau panjang dan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Salat dimulai sekitar pukul 07.00 WIB. Sejumlah jemaah terlihat mengenakan masker selama mengikuti rangkaian ibadah karena kondisi udara Pontianak dipenuhi kabut asap.

Pelaksanaan Salat Istisqa digelar Dewan Masjid Indonesia (DMI) bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalimantan Barat dengan melibatkan sejumlah unsur, termasuk Rektor IAIN Pontianak, Kanwil Kementerian Agama Kalbar, serta Imam Besar Masjid Raya Mujahidin.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan, Salat Istisqa digelar untuk memohon kepada Allah SWT agar hujan segera turun dan membawa keberkahan bagi masyarakat.

“Hari ini kita baru saja melaksanakan Salat Istisqa di halaman Masjid Raya Mujahidin. Salat ini diikuti oleh ribuan masyarakat Kota Pontianak untuk memohon turunnya hujan yang membawa keberkahan,” kata Edi.

Menurut Edi, Pontianak telah lebih dari dua bulan tidak mendapatkan hujan. Kondisi tersebut turut memperburuk persoalan kabut asap yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

Edi mengatakan, berdasarkan hasil pemantauan, kualitas udara Pontianak telah berada pada kategori berbahaya selama empat hari terakhir.

“Yang penting, saat ini kita sudah berada dalam kondisi darurat asap,” ujarnya.

Pemkot Pontianak pun mengimbau masyarakat menggunakan masker dan mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kondisi udara belum membaik.

Edi berharap angin yang membawa asap dari wilayah lain ke Pontianak segera berkurang. Pemerintah kota juga telah menyiapkan posko penanganan darurat di puskesmas dan rumah sakit untuk mengantisipasi dampak kabut asap terhadap kesehatan masyarakat.

“Mudah-mudahan semua ampunan dan doa dari masyarakat Kota Pontianak dan Kalimantan Barat dikabulkan,” kata Edi. (Lid)

Ribuan Warga Ketapang Salat Istisqa, Bupati Ajak Bersama Cegah Karhutla
Ribuan Warga Ketapang Salat Istisqa, Bupati Ajak Bersama Cegah Karhutla
Friday, 28/08/2026

KALBARONLINE.com - Ribuan warga Kabupaten Ketapang memadati halaman Masjid Agung Al-Ikhlas Ketapang untuk melaksanakan Salat Istisqa, Kamis (27/8/2026) pagi.

Salat untuk memohon turunnya hujan itu digelar sebagai ikhtiar bersama di tengah musim kemarau panjang yang melanda wilayah Ketapang.

Salat Istisqa dimulai sekitar pukul 08.00 WIB. Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Ketapang Alexander Wilyo, Wakil Bupati Ketapang Jamhuri Amir, Ketua DPRD Ketapang, Ketua MUI Kabupaten Ketapang beserta jajaran, pengurus Masjid Agung Al-Ikhlas, unsur Forkopimda, Polres Ketapang, Kodim 1203/Ketapang, Kementerian Agama Kabupaten Ketapang, serta perwakilan Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah.

Ustaz H. Ismail Zainullah bertindak sebagai imam, sementara khutbah disampaikan KH. Muhammad Dudung Basuni.

Dalam khutbahnya, KH. Muhammad Dudung Basuni mengingatkan jamaah mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Menurutnya, menjaga dan merawat alam merupakan bagian dari tanggung jawab manusia sekaligus sejalan dengan nilai-nilai keagamaan.

Usai Salat Istisqa, Bupati Ketapang Alexander Wilyo mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk ikhtiar bersama antara pemerintah dan masyarakat untuk memohon rahmat serta pertolongan Allah SWT.

“Kita bersama-sama berikhtiar dan berdoa memohon kepada Allah SWT agar diberikan hujan, keselamatan, serta kemudahan dalam menghadapi musim kemarau ini,” ujar Alexander Wilyo.

Ia berharap musim kemarau yang berlangsung dapat segera berakhir sehingga risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Ketapang dapat diminimalkan.

Alexander juga menyampaikan apresiasi kepada MUI Kabupaten Ketapang, jajaran ulama, serta Pengurus Masjid Agung Al-Ikhlas yang telah mendukung pelaksanaan Salat Istisqa secara serentak di wilayah Kabupaten Ketapang.

“Terima kasih dan apresiasi kepada Ketua MUI, jajaran ulama, serta pengurus Masjid Al-Ikhlas atas penyelenggaraan Sholat Istisqa gabungan yang dilaksanakan secara serentak di seluruh wilayah Kabupaten Ketapang,” katanya.

Menurut Alexander, menghadapi musim kemarau sekaligus mencegah karhutla tidak bisa hanya mengandalkan aparat maupun petugas di lapangan. Keterlibatan seluruh elemen masyarakat dinilai sangat dibutuhkan untuk menjaga lingkungan.

“Pencegahan karhutla merupakan tanggung jawab kita bersama. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Dibutuhkan keterlibatan seluruh masyarakat untuk menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya kebakaran,” tegasnya.

Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Ketapang terus melakukan berbagai upaya pencegahan dan penanganan potensi karhutla melalui sinergi dengan BPBD, Polres Ketapang, Kodim 1203/Ketapang, Manggala Agni, relawan, serta berbagai elemen masyarakat.

Sementara itu, pelaksanaan Salat Istisqa berlangsung lancar. Antusiasme masyarakat terlihat dari ribuan jamaah yang memadati halaman Masjid Agung Al-Ikhlas sejak pagi.

Panitia penyelenggara dari Pengurus Masjid Agung Al-Ikhlas Ketapang yang ditunjuk MUI Kabupaten Ketapang juga mendapat apresiasi. Persiapan kegiatan dilakukan secara intensif sejak tiga hari sebelum pelaksanaan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib dan lancar.

Salat Istisqa diharapkan tidak hanya menjadi momentum untuk memanjatkan doa agar hujan segera turun, tetapi juga menjadi pengingat bagi masyarakat untuk semakin peduli terhadap kelestarian lingkungan serta meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman karhutla selama musim kemarau. (Adi LC)

Wali Kota Pontianak Ajak Warga Salat Istisqa, Doakan Hujan Turun di Tengah Kabut Asap
Wali Kota Pontianak Ajak Warga Salat Istisqa, Doakan Hujan Turun di Tengah Kabut Asap
Friday, 28/08/2026

KALBARONLINE.com - Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengajak umat Islam di Kota Pontianak mengikuti Salat Istisqa dan doa bersama untuk memohon turunnya hujan di tengah kemarau, kabut asap, dan menurunnya kualitas udara di Kalimantan Barat.

Salat Istisqa akan digelar di halaman Masjid Raya Mujahidin Pontianak, Sabtu (29/8/2026) pukul 07.00 WIB.

Edi mengatakan, kondisi cuaca panas dalam beberapa waktu terakhir berdampak pada meningkatnya potensi kebakaran, baik kebakaran lahan maupun bangunan. Karena itu, selain melakukan langkah teknis di lapangan, pemerintah juga mengajak masyarakat memperkuat ikhtiar melalui doa.

“Hari Sabtu, umat Islam kita imbau untuk melaksanakan salat istisqa. Jam 7 pagi di halaman Masjid Raya Mujahidin, kita bersama-sama berdoa meminta hujan,” ujarnya, Jumat (28/8/2026).

Ajakan tersebut sejalan dengan imbauan bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Kalimantan Barat, Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kalbar, Rektor IAIN Pontianak, Kakanwil Kementerian Agama Kalbar, dan Imam Besar Masjid Raya Mujahidin Pontianak.

“Ini ikhtiar dari pemerintah, dari MUI, dari Dewan Masjid Indonesia. Kita tidak hanya berupaya di lapangan, tetapi juga meminta doa agar segera diturunkan hujan yang berkah,” katanya.

Edi berharap hujan yang turun nantinya dapat membantu memadamkan kebakaran hutan dan lahan, menurunkan intensitas kabut asap, serta memperbaiki kualitas udara di Kalimantan Barat, termasuk Kota Pontianak.

Menurutnya, suhu udara yang tinggi saat ini membuat potensi kebakaran semakin besar. Ancaman tersebut tidak hanya terjadi di lahan gambut, tetapi juga pada bangunan rumah dan ruko.

Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap jaringan listrik dan aktivitas yang berpotensi menimbulkan api. Edi menyebut sebagian besar kebakaran bangunan dipicu korsleting listrik, sementara cuaca panas membuat api lebih cepat membesar dan merambat.

“Saya mengimbau warga lebih waspada, terutama jaringan listrik. Kalau ditinggal, peralatan listrik harus dimatikan atau dicabut. Sebagian besar penyebabnya korsleting,” katanya.

Untuk mengantisipasi kebakaran lahan, Edi menyebut BPBD Kota Pontianak telah melakukan patroli setiap hari. Petugas juga terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak membakar sampah maupun membuka lahan dengan cara dibakar.

“Kita setiap hari sudah patroli dan sosialisasi. Tapi yang paling penting, masyarakat saling menjaga, jangan membakar sampah. Di lahan gambut, api kecil kalau tidak benar-benar padam bisa melebar,” tegasnya.

Selain mengimbau pelaksanaan Salat Istisqa, Pemkot Pontianak juga telah menerbitkan imbauan kepada seluruh pemangku kepentingan, rumah ibadah, kantor-kantor, dan masyarakat untuk mengurangi atau menunda kegiatan luar ruangan selama kondisi udara belum membaik.

Sekolah juga telah mengikuti kebijakan pembelajaran daring selama kualitas udara tidak sehat. Sementara masyarakat yang tetap harus beraktivitas di luar rumah diminta menggunakan masker, terutama bagi kelompok yang rentan terhadap gangguan pernapasan.

“Puskesmas dan rumah sakit sudah saya perintahkan siaga 24 jam, terutama layanan kesehatan bagi warga yang terdampak,” katanya.

Selain itu, Posko Segar Karang Taruna di kawasan PMI juga disiapkan untuk membantu masyarakat. Posko tersebut menyediakan layanan oksigen gratis, pemeriksaan kesehatan, serta bantuan bagi petugas dan warga yang membutuhkan. (*)

MUI Kalbar Ajak Warga Salat Istisqa, Mohon Hujan di Tengah Kemarau dan Kabut Asap
MUI Kalbar Ajak Warga Salat Istisqa, Mohon Hujan di Tengah Kemarau dan Kabut Asap
Friday, 28/08/2026

KALBARONLINE.com - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Kalimantan Barat mengajak masyarakat bersama-sama melaksanakan Salat Istisqa untuk memohon turunnya hujan di tengah kondisi kemarau dan kabut asap yang melanda sejumlah wilayah Kalbar.

Salat Istisqa tersebut akan digelar di halaman Masjid Raya Mujahidin Pontianak, Sabtu (29/8/2026), mulai pukul 07.00 WIB.

Kegiatan ini menjadi ikhtiar bersama untuk memohon kepada Allah SWT agar menurunkan hujan yang membawa keberkahan bagi masyarakat.

MUI Kalbar Ajak Warga Salat Istisqa, Mohon Hujan di Tengah Kemarau dan Kabut Asap
null​

Salat akan diimami Ustaz Ahmad Sima Hanip Rahman, Lc., M.Ag., yang merupakan Imam Tetap Masjid Raya Mujahidin Kalbar.

Sementara khotbah akan disampaikan KH Ahmad Zamroni Hasan, S.Ag., MA, Ketua MUI Kabupaten Kubu Raya. Adapun pembimbing Salat Istisqa yakni Ustaz Sumardi Al-Hafiz, Imam Tetap Masjid Raya Mujahidin Kalbar.

Masyarakat Kalbar juga diajak untuk hadir dan mengikuti pelaksanaan salat tersebut. Tidak hanya salat, jemaah nantinya akan diajak memperbanyak istighfar serta memohon ampunan kepada Allah SWT.

“Mari hadir bersama, memperbanyak istighfar, memohon ampunan, serta mengetuk pintu langit dengan doa agar Allah SWT menurunkan hujan yang penuh keberkahan bagi kita semua,” demikian ajakan panitia.

Salat Istisqa sendiri merupakan salah satu bentuk ikhtiar umat Islam ketika terjadi kekeringan dengan memohon kepada Allah SWT agar diberikan hujan yang membawa keberkahan. (Lid)

Maulid Nabi di Melawi Dirangkaikan Shalat Istisqa, Bupati Ajak Warga Cegah Karhutla
Maulid Nabi di Melawi Dirangkaikan Shalat Istisqa, Bupati Ajak Warga Cegah Karhutla
Wednesday, 26/08/2026

KALBARONLINE.com - Pemerintah Kabupaten Melawi menggelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H yang dirangkaikan dengan Shalat Istisqa di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Melawi, Rabu (26/8/2026).

Kegiatan tersebut diisi tausiyah agama oleh Syekh Fitrah Aulia Rachman, S.H., S.Pd., M.Pd., penceramah asal Pontianak.

Peringatan tersebut dihadiri Bupati Melawi H. Dadi Sunarya Usfa Yursa, unsur Forkopimda, para kepala perangkat daerah, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Melawi, pimpinan instansi vertikal, pimpinan BUMN/BUMD, organisasi keagamaan dan kemasyarakatan, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta ASN dan pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Melawi.

Dalam sambutannya, Bupati Melawi H. Dadi Sunarya Usfa Yursa mengatakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW hendaknya tidak sekadar dimaknai sebagai kegiatan seremonial tahunan.

Menurutnya, Maulid Nabi menjadi momentum untuk kembali mengenang, memahami dan meneladani perjalanan hidup serta kemuliaan akhlak Rasulullah SAW.

Nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW, kata Bupati, harus terus dihidupkan dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, masyarakat maupun dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab.

“Bagi kita yang diberikan amanah dalam penyelenggaraan pemerintahan, keteladanan Rasulullah SAW memberikan pelajaran yang sangat penting bahwa setiap amanah harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab, kejujuran, keadilan dan semangat melayani,” ujarnya.

Bupati secara khusus mengajak seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Melawi menjadikan momentum Maulid Nabi sebagai penguat komitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

ASN, lanjutnya, dituntut bekerja dengan ikhlas, disiplin, profesional dan berintegritas serta menjadikan pekerjaan sebagai bagian dari ibadah dan pengabdian kepada masyarakat, daerah, bangsa dan negara.

Selain memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, kegiatan tersebut dirangkaikan dengan pelaksanaan Shalat Istisqa sebagai bentuk ikhtiar dan doa bersama agar Allah SWT menurunkan hujan yang membawa rahmat dan keberkahan bagi Kabupaten Melawi.

Bupati mengatakan, di samping berbagai ikhtiar yang dilakukan pemerintah bersama masyarakat, manusia tetap memiliki keterbatasan dan senantiasa membutuhkan pertolongan Allah SWT.

Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat memperbanyak istighfar, memperbaiki diri serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama.

“Kita berdoa semoga Allah SWT segera menurunkan hujan yang cukup, merata dan membawa keberkahan, menyuburkan tanah dan tanaman, mencukupi kebutuhan air masyarakat, serta memberikan manfaat bagi seluruh makhluk-Nya,” harapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, khususnya dalam upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Masyarakat diajak bersama-sama menjaga hutan dan lahan, tidak melakukan pembakaran secara sembarangan serta berperan aktif dalam pencegahan karhutla.

Bupati berharap peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dapat semakin mempererat tali silaturahmi, meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT serta membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Melawi.

Ia juga mengajak seluruh jamaah menyimak tausiyah yang disampaikan Syekh Fitrah Aulia Rachman. Bupati berharap ilmu dan nasihat yang disampaikan dapat menjadi bekal serta memberikan manfaat dalam kehidupan sehari-hari.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW kemudian dilanjutkan dengan tausiyah oleh Syekh Fitrah Aulia Rachman dari Pontianak yang memberikan pesan-pesan keagamaan kepada seluruh jamaah yang hadir.