Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
kapolres ketapang
Pimpin Upacara Hari Santri 2026, Kapolres Ketapang Tekankan Ilmu dan Akhlak
Pimpin Upacara Hari Santri 2026, Kapolres Ketapang Tekankan Ilmu dan Akhlak
Thursday, 22/10/2026

KALBARONLINE.com – Kapolres Ketapang AKBP Putra Pratama mengajak para santri untuk terus menuntut ilmu, menjaga akhlak, serta menjadi generasi yang bermanfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Pesan tersebut disampaikan saat dirinya bertindak sebagai inspektur upacara peringatan Hari Santri Nasional 2026 di halaman Pondok Pesantren Hidayaturrahman, Jalan Gajah Mada, Desa Kalinilam, Kecamatan Delta Pawan, Kabupaten Ketapang, Kamis (22/10/2026).

Dalam amanatnya, AKBP Putra Pratama menyampaikan ucapan selamat Hari Santri Nasional kepada seluruh santri dan keluarga besar pondok pesantren, khususnya di Kabupaten Ketapang.

Ia mengingatkan para santri agar bangga dengan identitasnya, terus meningkatkan pengetahuan, dan memperkuat nilai-nilai keagamaan.

“Jadilah santri yang mandiri, terus belajar, serta mampu membawa manfaat bagi keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara,” pesannya.

Kapolres menegaskan, pendidikan pesantren tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga berperan penting dalam membentuk karakter, kedisiplinan, dan budi pekerti.

Karena itu, para santri diharapkan senantiasa menghormati guru dan orang tua serta memanfaatkan kesempatan belajar dengan sebaik-baiknya.

Ia berharap peringatan Hari Santri Nasional menjadi momentum untuk memperkuat keimanan, meningkatkan prestasi, dan menjaga persatuan di tengah masyarakat.

“Teruslah berprestasi, jaga nama baik pesantren, dan jadilah generasi yang berakhlak mulia serta mampu berkontribusi positif bagi masyarakat,” ujarnya.

Upacara tersebut dihadiri Pengasuh Pondok Pesantren Hidayaturrahman KH Jema’ie Makmur, perwakilan Bupati Ketapang, unsur TNI, perwakilan Kejaksaan Negeri Ketapang, Camat Delta Pawan, Kepala KUA Delta Pawan, Kepala Desa Kalinilam, para guru, serta santriwan dan santriwati.

Kehadiran unsur pemerintah daerah, TNI-Polri, dan masyarakat menjadi bentuk dukungan terhadap pendidikan pesantren sekaligus peringatan Hari Santri Nasional di Kabupaten Ketapang.

Kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar. Melalui momentum ini, Polres Ketapang berharap sinergi dengan kalangan pesantren dan masyarakat terus terjalin untuk menciptakan lingkungan yang aman dan damai, sekaligus mendukung pembentukan generasi muda yang berkualitas dan berakhlak mulia. (Adi LC)

Kapolres dan Bupati Ketapang Turun Langsung Pantau Pelayanan SPBU
Kapolres dan Bupati Ketapang Turun Langsung Pantau Pelayanan SPBU
Monday, 19/10/2026

KALBARONLINE.com – Kapolres Ketapang AKBP Putra Pratama bersama Bupati Ketapang Alexander Wilyo meninjau sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Kota Ketapang, Senin (19/10/2026) pagi.

Peninjauan tersebut dilakukan untuk memantau pelayanan kepada masyarakat sekaligus memastikan situasi di lapangan tetap aman dan kondusif di tengah kebutuhan masyarakat terhadap bahan bakar minyak (BBM).

Kapolres Ketapang AKBP Putra Pratama mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk sinergi antara Polri dan pemerintah daerah dalam memastikan pelayanan SPBU berjalan dengan baik.

“Kami bersama pemerintah daerah turun langsung untuk melihat kondisi di lapangan, memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan sebagaimana mestinya, serta mengantisipasi potensi permasalahan yang dapat mengganggu kebutuhan masyarakat terhadap BBM,” ujarnya.

Dalam peninjauan itu, Kapolres dan Bupati melihat langsung aktivitas pelayanan di SPBU serta kondisi yang dihadapi masyarakat. Kegiatan tersebut juga menjadi sarana koordinasi untuk mengetahui situasi terkini sekaligus mendorong pengelola SPBU agar memberikan pelayanan secara tertib, aman, dan sesuai ketentuan.

Putra Pratama menegaskan, Polres Ketapang siap mendukung pemerintah daerah dalam menjaga kelancaran pelayanan publik, termasuk memantau situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di lingkungan SPBU.

Ia juga mengajak masyarakat dan seluruh pihak terkait untuk bersama-sama menjaga ketertiban serta menghindari tindakan yang berpotensi menimbulkan keresahan.

“Sinergi antara Polri, pemerintah daerah, dan pengelola SPBU sangat penting untuk menjaga situasi tetap kondusif. Kami mengimbau seluruh pihak agar bersama-sama menjaga ketertiban dan segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan dugaan pelanggaran atau gangguan dalam pelayanan BBM,” katanya.

Melalui peninjauan tersebut, Polres Ketapang bersama Pemerintah Kabupaten Ketapang menegaskan komitmennya untuk terus berkoordinasi dalam menjaga keamanan dan mendukung kelancaran pelayanan BBM bagi masyarakat di Kabupaten Ketapang. (Adi LC)

BBM Subsidi Bersubsidi Langka di Ketapang, Polisi Tangkap Sejumlah Terduga Penimbun
BBM Subsidi Bersubsidi Langka di Ketapang, Polisi Tangkap Sejumlah Terduga Penimbun
Sunday, 11/10/2026

KALBARONLINE.com – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, kian dikeluhkan masyarakat. Antrean kendaraan mengular di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), sementara Pertalite semakin sulit diperoleh.

Di tengah kondisi tersebut, Polres Ketapang mengungkapkan telah menangkap sejumlah orang yang diduga terlibat dalam penyimpangan BBM bersubsidi selama sepekan terakhir.

Kapolres Ketapang AKBP Putra Pratama mengatakan, pihaknya tengah menangani sejumlah kasus dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi.

“Beberapa penyimpangan BBM subsidi sudah ditangkap Polres Ketapang dalam satu minggu terakhir,” kata Putra saat dikonfirmasi wartawan, Minggu (11/10/2026) petang.

Meski demikian, Putra belum membeberkan jumlah orang yang diamankan, modus penyimpangan, maupun peran masing-masing pihak dalam kasus tersebut.

“Personel Polres Ketapang masih terus bekerja di lapangan,” ujarnya.

Sementara itu, berdasarkan pantauan di lapangan, masyarakat harus mengantre berjam-jam untuk mendapatkan Pertalite di sejumlah SPBU. Kesulitan memperoleh BBM juga dirasakan di tingkat pengecer, sehingga semakin membatasi akses masyarakat terhadap bahan bakar untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Kabupaten Ketapang, Riza, mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan di tengah kondisi tersebut.

“Kami juga mengimbau ke masyarakat jangan panic buying, gunakan BBM sesuai kebutuhan, jangan menimbun,” tegasnya.

Riza juga menyatakan dukungannya terhadap langkah kepolisian dalam menindak dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi. Penindakan tersebut diharapkan dapat membantu menjaga penyaluran BBM agar sesuai ketentuan.

Di sisi lain, masyarakat berharap pengungkapan kasus tersebut tidak berhenti pada penangkapan, tetapi juga diikuti perbaikan distribusi BBM di lapangan.

Ahmad (34), salah seorang warga Ketapang, menilai penindakan tegas diperlukan untuk mencegah praktik penyimpangan yang berpotensi memperburuk kesulitan masyarakat mendapatkan BBM.

“Yang begini-begini memang harus ada tindakan tegas dari polisi, biar ada rasa takut dan efek jera bagi ‘pemain’ BBM subsidi,” ucapnya.

Menurut Ahmad, pengawasan terhadap distribusi BBM bersubsidi perlu diperketat agar penyalurannya tepat sasaran dan tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang mencari keuntungan dengan melanggar aturan.

Masyarakat pun berharap langkah penegakan hukum yang dilakukan Polres Ketapang dapat berjalan beriringan dengan pengawasan distribusi dan ketersediaan pasokan, sehingga BBM bersubsidi benar-benar dapat diakses oleh warga yang membutuhkan. (Adi LC)

KAWAN Ketapang Temui Kapolres, Bahas Penguatan Komunikasi dengan Wartawan
KAWAN Ketapang Temui Kapolres, Bahas Penguatan Komunikasi dengan Wartawan
Thursday, 01/10/2026

KALBARONLINE.com – Koalisi Wartawan (KAWAN) Ketapang menemui Kapolres Ketapang AKBP Putra Pratama di ruang kerjanya, Selasa (29/9/2026) siang.

Pertemuan tersebut menjadi momentum silaturahmi sekaligus perkenalan KAWAN Ketapang dengan AKBP Putra Pratama yang baru menjabat sebagai Kapolres Ketapang.

Selain bersilaturahmi, kedua pihak membahas pentingnya membangun komunikasi dan sinergi antara kepolisian dengan insan pers, khususnya dalam mendukung pelaksanaan tugas jurnalistik.

Ketua KAWAN Ketapang Agustiandi mengatakan, kepolisian merupakan salah satu institusi yang cukup sering menjadi sumber informasi dalam pemberitaan media.

“Pertemuan ini sekaligus kami manfaatkan untuk mengenalkan KAWAN kepada Kapolres yang baru. Kami ingin membangun komunikasi dan sinergi yang baik, terutama dalam kepentingan tugas jurnalistik, baik untuk konfirmasi maupun peliputan,” kata Agustiandi.

Ia menyebut berbagai persoalan yang berkaitan dengan kepolisian menjadi perhatian publik dan media, mulai dari penanganan tindak kriminal, pengungkapan kasus hingga persoalan hukum yang terjadi di masyarakat.

Menurutnya, komunikasi yang terbuka diperlukan agar wartawan memperoleh informasi yang jelas sehingga pemberitaan kepada masyarakat dapat disajikan secara akurat dan berimbang.

“Kami berharap hubungan baik yang selama ini sudah terbangun dapat terus dilanjutkan. Setelah bertemu langsung dengan Kapolres, saya melihat ada ruang komunikasi yang baik untuk itu,” ujarnya.

Agustiandi menegaskan, hubungan baik antara wartawan dan kepolisian tidak berarti menghilangkan independensi pers dalam menjalankan tugas jurnalistik.

“Hubungan baik bukan berarti menghilangkan sikap kritis wartawan. Kami tetap menjalankan tugas jurnalistik sesuai kode etik, melakukan konfirmasi dan menyampaikan informasi kepada publik secara berimbang,” tegasnya.

Sementara itu, Kapolres Ketapang AKBP Putra Pratama menyambut baik silaturahmi tersebut. Ia menilai komunikasi dengan wartawan perlu terus dibangun selama menjalankan tugas di Kabupaten Ketapang.

Putra mengatakan, jabatan dan profesi seseorang dapat berubah seiring waktu. Namun, hubungan komunikasi dan pertemanan yang baik tetap dapat dijaga.

“Jabatan itu ada batasnya, profesi juga bisa berganti. Tapi kalau pertemanan, tidak. Jadi kita jalin komunikasi yang baik,” kata Putra.

Ia juga memastikan akan berupaya merespons kebutuhan konfirmasi dari wartawan terkait berbagai persoalan yang menjadi perhatian publik.

“Kalau ada konfirmasi dari wartawan, saya akan layani. Paling tidak jawaban saya bisa dikutip. Walaupun mungkin belum bisa menjawab secara detail,” ujarnya.

Menurut Putra, komunikasi yang baik penting agar wartawan memperoleh informasi yang dapat digunakan dalam pemberitaan. Di sisi lain, komunikasi tersebut juga memberikan kesempatan kepada kepolisian untuk menyampaikan penjelasan kepada masyarakat.

Ia menilai pers memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi kepada publik. Karena itu, komunikasi antara kepolisian dan media perlu terus dijaga agar informasi yang disampaikan memiliki dasar yang jelas dan tidak menimbulkan kesalahpahaman.

Pertemuan KAWAN Ketapang dan Kapolres Ketapang tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya memperkuat komunikasi antara kepolisian dan insan pers dalam menjalankan tugas masing-masing secara profesional. (Adi LC)

Kapolres Ketapang Tegaskan Penegakan Hukum Karhutla Terus Berjalan
Kapolres Ketapang Tegaskan Penegakan Hukum Karhutla Terus Berjalan
Wednesday, 23/09/2026

KALBARONLINE.com – Polres Ketapang bersama Polda Kalimantan Barat terus memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), baik melalui pemadaman di lapangan maupun penegakan hukum terhadap dugaan pembakaran.

Hal tersebut disampaikan Kapolres Ketapang AKBP Putra Pramtama dalam Rapat Koordinasi Tanggap Darurat Kekeringan dan Bencana Asap Akibat Karhutla di Ruang Rapat Utama Kantor Bupati Ketapang, Selasa (22/9/2026).

Rakor dipimpin Bupati Ketapang Alexander Wilyo dan dihadiri unsur Forkopimda, jajaran pemerintah daerah, BPBD, Manggala Agni, BMKG, perwakilan perusahaan, serta para camat se-Kabupaten Ketapang.

Kapolres mengatakan, jajaran kepolisian telah melakukan penyelidikan terhadap laporan Karhutla yang terjadi di sejumlah wilayah Ketapang.

“Polres Ketapang sudah melaksanakan penyelidikan terkait laporan Karhutla dan sampai saat ini tim dari Polda Kalbar dan dibantu oleh Polres Ketapang terus-menerus melaksanakan penegakan hukum terhadap Karhutla ini,” ujar Putra Pramtama.

Menurutnya, penanganan Karhutla tidak hanya dilakukan melalui proses hukum. Personel kepolisian bersama TNI, BPBD, dan Manggala Agni juga turun langsung ke sejumlah titik untuk membantu pemadaman.

Selain pemadaman, kepolisian turut mendorong penguatan ketersediaan sumber air, salah satunya melalui pembuatan sumur bor. Fasilitas tersebut dapat mendukung kebutuhan air bersih masyarakat sekaligus membantu proses pemadaman Karhutla.

Penanganan Karhutla dilakukan di tengah kondisi kekeringan ekstrem yang melanda Ketapang. Dalam rakor tersebut, Bupati Alexander Wilyo menyebut wilayah Ketapang telah mengalami periode tanpa hujan hingga 83 hari.

Kondisi tersebut meningkatkan potensi Karhutla dan membutuhkan keterlibatan seluruh unsur, termasuk perusahaan yang beroperasi di wilayah Ketapang.

Dari sisi penegakan hukum, Kajari Ketapang Ricky Febriandi mengungkapkan adanya perkara Karhutla yang telah ditangani aparat penegak hukum.

“Dari aparat penegak hukum, dari pelaporan yang sudah masuk ke kantor kami, pelaku pembakaran sudah ada sembilan orang dan untuk korporasi sebanyak 18,” ungkap Ricky.

Ia menegaskan proses hukum terhadap perkara Karhutla akan terus berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, Bupati Alexander Wilyo meminta seluruh unsur, mulai dari TNI-Polri, BPBD, Manggala Agni hingga perusahaan, bersama-sama turun menangani Karhutla.

“Saya harapkan kepada seluruh unsur untuk terjun bersama dan menanggulangi bersama bencana ini, baik itu TNI-Polri, BPBD, Manggala Agni dan juga perusahaan yang ada di Kabupaten Ketapang,” tegas Alexander.

Alexander juga meminta masyarakat, camat, dan kepala desa meningkatkan upaya pencegahan dengan tidak melakukan aktivitas pembakaran yang berpotensi memicu meluasnya Karhutla. (Adi LC)

10 Hektare HCV PT KALE Terbakar, Kapolres Ketapang Turun Langsung Jinakkan Karhutla
10 Hektare HCV PT KALE Terbakar, Kapolres Ketapang Turun Langsung Jinakkan Karhutla
Monday, 21/09/2026

KALBARONLINE.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di Kabupaten Ketapang. Kali ini, api membakar sekitar 10 hektare kawasan High Conservation Value (HCV) seluas 1.323 hektare milik PT KALE, anak perusahaan First Resources Group, di Dusun 2, Desa Kuala Tolak, Kecamatan Matan Hilir Utara, Sabtu (19/9/2026).

Kondisi cuaca panas, angin kencang, serta minimnya sumber air membuat proses pemadaman berlangsung cukup berat.

Kapolres Ketapang AKBP Putra Pratama turun langsung memimpin penanganan kebakaran bersama personel TNI, Polri, BKO Brimob Polda Bali, serta tim pemadam kebakaran perusahaan.

“Begitu menerima informasi kebakaran, kami langsung bergerak bersama TNI, personel BKO Brimob Polda Bali, Polsek Matan Hilir Utara dan tim pemadam perusahaan untuk melakukan penanganan di titik-titik api,” kata Putra Pratama.

Pemadaman dimulai sekitar pukul 14.30 WIB. Sejumlah personel dan peralatan dikerahkan untuk mencegah api meluas, di antaranya satu unit mobil Damkar PT KALE, dua mobil tangki PT KALE, satu unit mobil Damkar TNI, dua mesin Damkar Polsek Matan Hilir Utara, 40 gulung selang, dan lima nosel.

Personel yang terlibat terdiri dari Kabag Ops Polres Ketapang, Kapolsek Matan Hilir Utara bersama enam personel, Danramil Matan Hilir Utara bersama personel Yon TP, tiga personel BKO Brimob Polda Bali, serta tim Damkar PT KALE.

Kapolres menegaskan, penanganan tidak berhenti setelah kobaran api berhasil dijinakkan. Pendinginan dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan tidak ada bara yang kembali memicu kebakaran.

“Kami tidak hanya mengejar padamnya api. Setelah api berhasil dipadamkan, personel tetap melakukan pendinginan dan pengecekan ulang terhadap setiap titik yang berpotensi menyimpan bara. Jangan sampai api kembali muncul dan meluas,” tegasnya.

Berdasarkan pengecekan di lokasi, vegetasi yang terbakar meliputi pohon paku, dedaunan, dan pepohonan. Kondisi lahan terdiri dari tanah mineral dengan lapisan gambut tipis.

Dari hasil penanganan sementara, sumber api diduga berasal dari area yang sebelumnya telah terbakar. Api kemudian kembali membesar akibat tiupan angin kencang dan kondisi vegetasi yang kering.

Polsek Matan Hilir Utara bersama tim pemadam perusahaan masih melakukan groundcheck, pemadaman, dan pendinginan untuk memastikan kawasan tersebut benar-benar aman.

“Kami mengingatkan seluruh pihak agar tidak lengah. Dalam kondisi panas, kering dan angin kencang seperti sekarang, api kecil dapat dengan cepat menjadi kebakaran besar. Karena itu, setiap titik api harus segera ditangani dan dipastikan benar-benar aman,” pungkas Putra Pratama. (Adi LC)

Kapolres Baru Ketapang Langsung Hadapi Karhutla, Putra Pratama Siap Inventarisasi Lahan Terbakar
Kapolres Baru Ketapang Langsung Hadapi Karhutla, Putra Pratama Siap Inventarisasi Lahan Terbakar
Saturday, 12/09/2026

KALBARONLINE.com – AKBP Putra Pratama, S.H., S.I.K., M.H. resmi kembali bertugas di Kabupaten Ketapang. Kali ini, perwira lulusan Akpol 2008 tersebut dipercaya mengemban amanah sebagai Kapolres Ketapang menggantikan AKBP Muhammad Harris, S.H., S.I.K., M.I.K., CPHR.

Pergantian kepemimpinan tersebut diperkenalkan dalam acara Malam Kenal Pamit Kapolres Ketapang yang digelar di salah satu hotel di Ketapang, Jumat (11/9/2026) malam.

Putra bukan sosok baru bagi masyarakat Ketapang. Ia pernah menjabat sebagai Kasat Reskrim Polres Ketapang pada 2016-2017.

Setelah itu, ia menjalani sejumlah penugasan, termasuk di Bareskrim Polri dan sebagai Kapolsek Tambora.

Kini, setelah kembali ke Ketapang dengan jabatan sebagai Kapolres, Putra langsung dihadapkan pada sejumlah persoalan, salah satunya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di sejumlah wilayah.

Dalam jangka pendek, ia menyatakan akan fokus pada pemadaman api sekaligus menginventarisasi lahan yang terbakar, termasuk menelusuri kepemilikannya.

“Dalam jangka pendek, bagaimana memadamkan api dan menginventarisasi lahan, siapa pemiliknya, termasuk HGU siapa,” kata Putra.

Menurutnya, penanganan karhutla tidak hanya berfokus pada pemadaman api, tetapi juga perlu dilakukan pendataan terhadap lokasi dan kepemilikan lahan yang terbakar.

Putra mengakui jabatan Kapolres Ketapang merupakan pengalaman pertamanya sebagai pimpinan kewilayahan. Meski demikian, pengalaman sebelumnya bertugas di Ketapang menjadi bekal untuk menjalankan tugas barunya.

Ia mengatakan tidak pernah bermimpi akan menjadi Kapolres Ketapang. Namun, setelah mendapat amanah tersebut, dirinya memastikan siap mengabdikan diri untuk masyarakat.

Putra juga menyatakan akan melanjutkan berbagai program yang telah dijalankan pada masa kepemimpinan AKBP Muhammad Harris.

“Saya akan melanjutkan program-program abang saya, Bang Muhammad Harris,” ujarnya.

Ia turut membuka ruang komunikasi dengan masyarakat dan meminta warga tidak ragu menghubunginya apabila membutuhkan komunikasi maupun koordinasi dengan jajaran Polres Ketapang.

Sementara itu, AKBP Muhammad Harris menyampaikan bahwa selama sekitar 14 bulan memimpin Polres Ketapang, berbagai persoalan dapat ditangani melalui kerja sama dengan pemerintah daerah, Forkopimda, tokoh adat hingga pemerintah desa.

Menurut Harris, hubungan tersebut dibangun bukan dalam semangat kompetisi, melainkan melalui sinergi.

“Bukan kompetisi, tetapi saling bersinergi,” kata Harris.

Harris berharap pola kerja sama tersebut tetap dilanjutkan oleh Kapolres yang baru, terutama dalam menghadapi persoalan karhutla yang hingga kini masih menjadi tantangan di Kabupaten Ketapang.

Ia juga berpesan kepada Putra agar tidak ragu melibatkan dan meminta dukungan berbagai pihak ketika menghadapi persoalan di lapangan.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Ketapang Alexander Wilyo menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas pengabdian Muhammad Harris selama memimpin Polres Ketapang.

Kepada Putra, Bupati menyambut baik kembalinya perwira tersebut ke Ketapang. Menurut Alexander, pengalaman Putra sebagai Kasat Reskrim menjadi modal penting karena sudah mengenal wilayah dan karakter masyarakat Ketapang.

“Kami senang. Bapak sudah tahu Ketapang karena pernah bertugas di sini,” ujar Alexander.

Bupati berharap sinergi antara Polres Ketapang, pemerintah daerah, Forkopimda dan seluruh elemen masyarakat dapat terus diperkuat dalam menghadapi berbagai persoalan daerah.

“Kita bangun semangat kekeluargaan. Ketapang rumah besar kita semua,” katanya. (Adi LC)

Api Membara di Lahan Gambut Pelang, Kapolres Ketapang Pimpin Pemadaman
Api Membara di Lahan Gambut Pelang, Kapolres Ketapang Pimpin Pemadaman
Wednesday, 02/09/2026

KALBARONLINE.com – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali terjadi di kawasan Km 6 Jalan Pelang, Desa Pelang, Kecamatan Matan Hilir Selatan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.

Kobaran api terlihat membara pada Rabu (2/9/2026) malam. Menindaklanjuti informasi kebakaran yang sebelumnya beredar di media sosial, Kapolres Ketapang AKBP Muhammad Harris bersama sejumlah pejabat utama Polres Ketapang langsung turun ke lokasi.

Kapolres melihat langsung kondisi lahan yang terbakar dan diduga merupakan kawasan gambut. Personel gabungan kemudian melakukan pemadaman sekaligus pembasahan untuk memastikan bara api tidak kembali muncul dari dalam tanah.

Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 2 hektare.

Proses pemadaman dilakukan menggunakan dua unit mesin pompa air Honda 2 HP lengkap dengan selang dan nosel serta satu unit mesin pompa air Robin.

Kapolres Ketapang AKBP Muhammad Harris turut turun langsung bersama personel gabungan melakukan penyemprotan dan pembasahan di area yang terbakar.

"Pemadaman sekaligus pembasahan dilakukan untuk memastikan bara api di dalam tanah, khususnya pada lahan gambut dan semak belukar, benar-benar padam serta mencegah munculnya kembali titik api," ujar AKBP Harris.

Pemadaman di lokasi tersebut tidak mudah. Angin yang cukup kencang berpotensi mempercepat penjalaran api, sementara titik kebakaran berada sekitar 100 hingga 200 meter dari jalan poros dan cukup jauh dari sumber air.

Kondisi lahan gambut juga menjadi perhatian karena bara api dapat bertahan di bawah permukaan tanah meskipun kobaran api di atas permukaan telah berhasil dipadamkan.

"Dengan kondisi angin yang cukup kencang dan karakteristik lahan gambut, kami tetap mengantisipasi agar api tidak kembali muncul dan meluas," katanya.

Dalam penanganan tersebut, personel gabungan yang terlibat berasal dari Polres Ketapang, Polsek Matan Hilir Selatan, Brimob, TNI AD/Babinsa, BPBD, dan Basarnas.

Setelah dilakukan pemadaman dan pembasahan secara menyeluruh, api berhasil dipadamkan. Meski demikian, petugas masih melakukan pemantauan di sekitar lokasi guna mengantisipasi munculnya kembali titik api.

Sementara itu, penyebab kebakaran masih dalam tahap penyelidikan. Unit Intelkam Polres Ketapang bersama Polsek Matan Hilir Selatan masih melakukan pengumpulan bahan keterangan terkait peristiwa tersebut.

Kapolres Ketapang AKBP Muhammad Harris juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan, terlebih di tengah kondisi cuaca panas dan angin kencang.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan. Apabila menemukan titik api, segera laporkan agar dapat ditangani sedini mungkin sebelum meluas," tegasnya.

Selain itu, pengguna jalan yang melintas di kawasan Jalan Pelang diminta meningkatkan kewaspadaan karena asap Karhutla berpotensi mengganggu jarak pandang.

Pengendara juga disarankan menggunakan masker dan mengurangi kecepatan apabila kondisi jalan mulai terganggu akibat kepulan asap. (Adi LC)

Kapolres Ketapang Ikut Padamkan Karhutla, Perkuat Sinergi Tim Gabungan
Kapolres Ketapang Ikut Padamkan Karhutla, Perkuat Sinergi Tim Gabungan
Monday, 24/08/2026

KALBARONLINE.com – Kapolres Ketapang AKBP Muhammad Harris turun langsung ke lapangan bersama tim gabungan untuk melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kecamatan Muara Pawan, Kabupaten Ketapang, Minggu (23/8/2026).

Dalam penanganan tersebut, Kapolres didampingi Kabag Ops Polres Ketapang dan Kapolsek Muara Pawan. Pemadaman melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI-Polri, Manggala Agni, PT MPK, PT SKM, YIARI hingga masyarakat sekitar.

Tim gabungan bekerja bersama memadamkan sejumlah titik api sekaligus mencegah kobaran api meluas ke wilayah lainnya. Peralatan yang tersedia juga dimanfaatkan secara maksimal untuk mengendalikan kebakaran di lapangan.

Kapolres Ketapang mengatakan, penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan dan kepedulian seluruh pihak. Sinergi antara aparat, pemerintah, perusahaan dan masyarakat dinilai menjadi kunci dalam mempercepat penanganan kebakaran.

“Penanganan Karhutla tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan sinergi dan kepedulian bersama. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat ditangani sedini mungkin,” ujar Muhammad Harris.

Ia menegaskan, Polres Ketapang bersama jajaran akan terus melakukan pemantauan serta langkah pencegahan dan penanganan karhutla di wilayah hukum Polres Ketapang.

Upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen kepolisian bersama seluruh unsur terkait untuk melindungi masyarakat dari dampak karhutla sekaligus menjaga lingkungan di Kabupaten Ketapang.

Kapolres juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan selama kondisi cuaca kering. Masyarakat diminta segera melaporkan apabila menemukan adanya kebakaran maupun aktivitas pembakaran lahan. (Adi LC)

Pelabuhan Sukabangun Ketapang Terbakar, Puntung Rokok Diduga Jadi Biang Api
Pelabuhan Sukabangun Ketapang Terbakar, Puntung Rokok Diduga Jadi Biang Api
Friday, 07/08/2026

KALBARONLINE.com – Kebakaran terjadi di kawasan Pelabuhan Sukabangun, Kecamatan Delta Pawan, Kabupaten Ketapang, Jumat (7/8/2026) sekitar pukul 12.15 WIB.

Api membakar area rumput kering di sekitar kawasan pelabuhan. Dugaan sementara, kebakaran dipicu puntung rokok yang dibuang sembarangan oleh seorang pengemudi truk.

Kapolres Ketapang AKBP Muhammad Harris melalui Kapolsek Kawasan Pelabuhan IPDA Erwin Kolai membenarkan peristiwa tersebut.

"Benar telah terjadi kebakaran di kawasan Pelabuhan Sukabangun Ketapang sekitar pukul 12.15 WIB," ujar Erwin saat dikonfirmasi.

Menurutnya, api diduga berasal dari puntung rokok yang dibuang ke area rumput kering oleh sopir truk yang tengah menunggu keberangkatan KM Dharma Ferry 2 dengan rute Ketapang-Semarang.

Kondisi cuaca panas disertai angin kencang membuat api dengan cepat merambat dan membakar rumput kering di sekitar lokasi.

"Dugaan sementara penyebab kebakaran yakni adanya puntung rokok yang dibuang sembarangan oleh sopir truk yang sedang menunggu keberangkatan KM Dharma Ferry 2 rute Ketapang-Semarang," katanya.

Petugas bersama berbagai pihak kemudian bergerak melakukan pemadaman. Proses pemadaman berlangsung sekitar 30 menit dengan melibatkan personel Polsek Kawasan Pelabuhan, petugas keamanan pelabuhan, stakeholder pelabuhan, hingga para sopir truk.

"Alhamdulillah api berhasil kami padamkan secara bersama-sama. Tidak ada korban jiwa dan hanya rumput di area pelabuhan yang terbakar," jelas Erwin.

Kepolisian mengimbau seluruh masyarakat yang beraktivitas di kawasan pelabuhan untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di tengah cuaca panas dan banyaknya vegetasi kering yang mudah terbakar.

Imbauan tersebut ditujukan kepada sopir truk, buruh pelabuhan, penumpang, serta masyarakat yang mengantar maupun menjemput penumpang kapal.

"Kami imbau kepada seluruh warga yang melakukan aktivitas di area pelabuhan agar tidak membuang puntung rokok sembarangan agar kebakaran serupa tidak terulang kembali," pungkasnya. (Adi LC)