Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
mpls
Edi Tinjau MPLS Sekolah Rakyat Pontianak, 270 Siswa Mulai Menempuh Pendidikan
Edi Tinjau MPLS Sekolah Rakyat Pontianak, 270 Siswa Mulai Menempuh Pendidikan
Thursday, 30/07/2026

KALBARONLINE.com – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono meninjau pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat yang berlokasi di Jalan Flora, Kelurahan Batu Layang, Kecamatan Pontianak Utara, Kamis (30/7/2026).

Sebanyak 270 siswa dari jenjang SD, SMP, dan SMA mulai mengikuti kegiatan MPLS sebagai tahap awal mengenal lingkungan sekolah sebelum mengikuti proses pembelajaran.

Edi mengatakan, kunjungannya dilakukan untuk memastikan pelaksanaan MPLS berjalan baik sekaligus melihat kesiapan fasilitas sekolah yang merupakan bagian dari program pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial.

"Hari ini kita melihat langsung masa perkenalan lingkungan sekolah terhadap siswa dan orang tua. Di sini ada sekolah dasar 90 siswa, SMP 90 siswa, dan SMA 90 siswa. Kita juga meninjau kondisi bangunan, mulai dari aula, rumah ibadah, ruang kelas hingga asrama," kata Edi.

Dari hasil peninjauan, Edi menyebut sebagian besar fasilitas sekolah sudah dapat digunakan. Namun, masih terdapat sejumlah pekerjaan penyempurnaan yang sedang dilakukan.

Beberapa pekerjaan tersebut meliputi perbaikan drainase, akses jalan, kelengkapan fasilitas pendukung, penghijauan kawasan sekolah, serta uji fungsi utilitas seperti toilet dan fasilitas lainnya.

"Secara umum bangunan sudah bisa digunakan sebagian, tetapi masih ada beberapa pekerjaan penyempurnaan. Mudah-mudahan dalam satu bulan ke depan semuanya bisa tuntas dan berfungsi secara optimal," ujarnya.

Edi menjelaskan, seluruh siswa yang diterima di Sekolah Rakyat Pontianak berasal dari Kota Pontianak.

Mereka telah melalui proses seleksi yang dilakukan beberapa bulan sebelumnya oleh Kementerian Sosial bersama Dinas Sosial dan Dinas Pendidikan Kota Pontianak.

"Tahun ini ada 270 siswa, masing-masing 90 siswa SD, SMP, dan SMA. Semuanya dari Kota Pontianak. Mereka diseleksi oleh Kementerian Sosial bersama Dinas Sosial dan Dinas Pendidikan, dan merupakan anak-anak yang masuk kategori desil 1 dan desil 2," jelasnya.

Menurut Edi, Sekolah Rakyat memberikan fasilitas yang lengkap bagi para siswa, mulai dari kebutuhan makan, minum, pakaian, hingga tempat tinggal di asrama.

Ia berharap para siswa dapat beradaptasi dengan lingkungan baru dan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk belajar dengan baik.

"Kita berharap mereka betah, karena mungkin sebelumnya belum pernah merasakan sekolah dengan fasilitas yang representatif. Di sini semuanya disediakan pemerintah, mulai dari makan, minum, pakaian, hingga tempat tinggal. Mereka tinggal fokus belajar dan beristirahat," katanya.

Edi juga meminta dukungan para orang tua, khususnya bagi siswa jenjang SD, agar proses adaptasi selama tinggal di asrama dapat berjalan dengan baik.

Terkait tenaga pendidik, Edi mengatakan kebutuhan guru di Sekolah Rakyat Pontianak masih terus dilengkapi.

Sebagian tenaga pengajar telah direkrut melalui proses seleksi oleh Kementerian Sosial, sementara kebutuhan lainnya akan dipenuhi secara bertahap sesuai perkembangan sekolah.

"Untuk guru sementara direkrut, ada guru kontrak dan tenaga tetap yang didatangkan melalui seleksi Kementerian Sosial. Saat ini ada sekitar 34 guru dan nantinya akan terus dilengkapi sesuai kebutuhan," pungkasnya. (Lid)

MPLS Sekolah Cerlang Pontianak Libatkan Orang Tua, Perkuat Sinergi Pendidikan Anak
MPLS Sekolah Cerlang Pontianak Libatkan Orang Tua, Perkuat Sinergi Pendidikan Anak
Sunday, 19/07/2026

KALBARONLINE.com – Sekolah Alam Terpadu Cerlang Pontianak menghadirkan konsep berbeda dalam pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Kegiatan ini tidak hanya ditujukan bagi peserta didik baru, tetapi juga melibatkan orang tua secara aktif sebagai bagian dari upaya membangun sinergi antara keluarga dan sekolah.

Pada Minggu (19/7/2026) pagi, para orang tua bersama anak-anak berkumpul di lingkungan sekolah untuk saling berkenalan dan mengikuti rangkaian kegiatan yang telah disiapkan.

Setelah sesi perkenalan, peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok dengan tugas berbeda. Para ayah bertugas menyiapkan makan siang bersama menggunakan bahan makanan yang dibawa masing-masing anak dari rumah.

Sementara itu, para ibu membantu menata perlengkapan belajar di ruang kelas, mulai dari buku, alat tulis, hingga kebutuhan belajar lainnya agar siap digunakan. Di waktu yang sama, anak-anak diberi ruang untuk bermain, berinteraksi, dan mengekspresikan kreativitas mereka.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan makan saprahan bersama. Seluruh peserta menikmati hidangan yang dimasak oleh para ayah, seperti telur goreng, tahu, tempe, dan tumis sayuran.

Anak-anak dari jenjang PAUD, TK, hingga SD juga turut berpartisipasi dengan menyiapkan buah-buahan, seperti semangka dan langsat, sebagai hidangan penutup.

Suasana kebersamaan tampak terjalin sepanjang kegiatan. Guru, siswa, dan orang tua saling berinteraksi, berbincang, serta bekerja sama tanpa sekat.

Usai makan bersama, para orang tua mengikuti pertemuan dengan pihak sekolah untuk membahas program pembelajaran yang akan dijalankan selama satu semester.

Pendiri Sekolah Alam Terpadu Cerlang, Sri Wartati, mengatakan MPLS di sekolah tersebut memang dirancang dengan pendekatan kekeluargaan. Menurutnya, pengenalan lingkungan sekolah tidak hanya penting bagi anak, tetapi juga bagi orang tua.

"Di Cerlang, MPLS tidak hanya diperuntukkan bagi anak. Justru sebagian besar kegiatannya melibatkan orang tua. Selain memperkenalkan program sekolah, kegiatan ini juga menjadi sarana silaturahmi agar para orang tua saling mengenal," ujarnya.

Sri menjelaskan, seluruh peserta terlebih dahulu dipertemukan dalam kelompok yang sama tanpa dibedakan berdasarkan jenjang pendidikan. Setelah kegiatan bersama selesai, anak-anak kemudian diarahkan ke kelompok kelas masing-masing.

Ia menegaskan, keterlibatan keluarga merupakan salah satu prinsip utama dalam sistem pendidikan yang diterapkan di Sekolah Alam Terpadu Cerlang.

"Guru pertama dan utama bagi anak adalah orang tua dan keluarganya. Sekolah berperan sebagai mitra yang membantu proses pendidikan tersebut. Karena itu, kami mendorong orang tua untuk terlibat dalam setiap tahapan perkembangan anak," katanya.

Menurut Sri, anak menghabiskan lebih banyak waktu di rumah dibandingkan di sekolah. Karena itu, keluarga memiliki peran besar dalam membentuk karakter, kebiasaan, dan cara anak menghadapi lingkungan sekitarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa pesatnya perkembangan teknologi membuat anak menerima berbagai pengaruh dari luar. Oleh sebab itu, keluarga harus menjadi fondasi yang kuat sekaligus tempat yang memberikan rasa aman bagi anak.

"Rumah harus tetap menjadi tempat anak kembali, sedangkan orang tua menjadi pegangan utamanya. Di tengah arus teknologi dan informasi yang begitu cepat, anak membutuhkan jangkar yang kokoh. Tanpa keterlibatan orang tua, anak akan lebih mudah terbawa berbagai pengaruh dari luar," pungkasnya. (Lid)

Tinjau MPLS di Tiga Sekolah, Bunda PAUD Pontianak Tekankan Sekolah Ramah Anak dan Bebas Bullying
Tinjau MPLS di Tiga Sekolah, Bunda PAUD Pontianak Tekankan Sekolah Ramah Anak dan Bebas Bullying
Wednesday, 15/07/2026

KALBARONLINE.com – Bunda PAUD Kota Pontianak, Yanieta Arbiastutie, meninjau pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di tiga sekolah di Kota Pontianak, Rabu (15/7/2026).

Ketiga sekolah yang dikunjungi yakni SDN 34 Pontianak Kota, TK Adicita Mulia, dan SDN 31 Pontianak Barat.

Dalam kunjungannya, Yanieta menegaskan bahwa Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) merupakan tahap awal yang sangat penting bagi peserta didik untuk beradaptasi dengan lingkungan sekolah, mengenal guru, teman, serta suasana belajar yang baru.

"Banyak manfaat dari kegiatan masa pengenalan lingkungan sekolah. Peserta didik dapat mengenal lingkungan sekolah, teman, dan guru-gurunya. Sekolah ini merupakan rumah kedua bagi mereka," ujarnya.

Menurut Yanieta, kesan pertama yang menyenangkan akan membuat anak lebih nyaman dan bersemangat mengikuti proses belajar. Karena itu, ia mengajak guru maupun orang tua mendampingi anak dengan penuh kesabaran dan keramahan.

"Lakukan prosesnya dengan senyum dan ramah. Kesan pertama masuk sekolah akan menjadi awal tumbuhnya simpati dan kenyamanan anak," tegasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan inklusif. Yanieta berharap tidak ada praktik diskriminasi maupun perundungan (bullying) yang dialami peserta didik.

"Banyak hal baru yang akan ditemui di sekolah, guru baru, teman baru. Saya berharap tidak ada diskriminasi dan perundungan. Ajarkan anak dengan kasih sayang, kejujuran, tanggung jawab, menghormati guru dan orang tua, sopan santun, disiplin, serta menjaga kebersihan lingkungan sekolah," pesannya.

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, SDN 31 Pontianak Barat juga menggelar pelayanan pembuatan Kartu Identitas Anak (KIA) bagi para siswa.

Yanieta mengatakan KIA merupakan bagian dari pemenuhan hak dasar anak sekaligus dokumen penting yang memberikan berbagai kemudahan dalam mengakses layanan publik.

"Kartu Identitas Anak ini sangat penting. Bukan hanya sekadar kartu, tetapi ini adalah pemenuhan hak anak," katanya.

Ia menjelaskan, KIA dapat dimanfaatkan sebagai persyaratan pendaftaran sekolah, akses layanan kesehatan, pembukaan rekening tabungan anak, hingga memperoleh berbagai fasilitas dan potongan harga di tempat rekreasi maupun toko buku yang bekerja sama dengan pemerintah.

"Dengan KIA, anak akan mendapatkan haknya dalam pelayanan publik, seperti pendidikan dan kesehatan. Bagi orang tua yang anaknya belum memiliki Kartu Identitas Anak, segera diurus," pungkasnya. (*)

Hari Pertama Sekolah di Pontianak, Para Ayah Luangkan Waktu Dampingi Anak Ikuti MPLS
Hari Pertama Sekolah di Pontianak, Para Ayah Luangkan Waktu Dampingi Anak Ikuti MPLS
Monday, 13/07/2026

KALBARONLINE.com – Hari pertama masuk sekolah pada Senin (13/7/2026) menjadi momen spesial bagi anak, orang tua, dan sekolah. Di Kota Pontianak, kehadiran para orang tua, khususnya ayah, mewarnai pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi peserta didik baru.

Salah satu yang merasakan momen tersebut adalah Indra, orang tua siswa kelas 1 SDN 05 Pontianak. Di tengah kesibukannya bekerja sebagai sopir, ia tetap menyempatkan diri mengantar anaknya pada hari pertama sekolah.

"Senang sih bisa. Karena biasanya saya sibuk, kurang sempat mengantar anak sekolah. Cuma di momen ini alhamdulillah bisa disempatkan," ujarnya.

Indra mengatakan, putrinya sangat antusias menyambut hari pertama sekolah. Sejak pagi, sang anak sudah bangun lebih awal dan tampak bersemangat memasuki lingkungan belajar yang baru.

"Anak saya bahagia sekali, senang. Bangun pun awal, semangat di hari pertama sekolah," katanya.

Hal serupa dilakukan Efprizan, ayah dari Abi yang baru masuk kelas VII SMPN 1 Pontianak. Bersama istrinya, ia berbagi tugas mengantar anak-anak mereka yang sama-sama memulai aktivitas sekolah.

"Yang satu baru masuk TK, itu istri yang mengantar. Yang ini, Abi, baru masuk SMP, saya yang mengantar. Jadi berbagi lah," ujarnya.

Menurut Efprizan, Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah menjadi pengingat bahwa peran ayah tidak hanya sebatas mencari nafkah, tetapi juga hadir dalam setiap momen penting tumbuh kembang anak.

Ia mengaku tidak merasa terbebani karena memiliki waktu kerja yang cukup fleksibel. Baginya, mengantar anak ke sekolah merupakan salah satu cara membangun kedekatan sekaligus memberikan dukungan emosional.

"Kalau saya kebetulan fleksibel waktunya, jadi tidak masalah untuk mengantar anak. Karena setiap hari juga saya mengantar anak," ungkapnya.

Sementara itu, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menilai kehadiran ayah pada hari pertama sekolah merupakan bagian penting dari keterlibatan orang tua dalam pengasuhan anak.

"Hari ini bukan hanya imbauan, tapi juga bagian dari kehadiran ayah dalam pengasuhan," tuturnya.

Menurut Edi, kehadiran orang tua memberi kesempatan untuk melihat langsung lingkungan belajar anak, mulai dari ruang kelas, fasilitas sekolah, hingga suasana pendidikan yang akan dijalani.

"Orang tua bisa melihat langsung lingkungan sekolah, kondisi kelasnya seperti apa, fasilitasnya seperti apa, dan suasana belajarnya seperti apa," katanya.

Ia berharap keterlibatan orang tua dapat memperkuat sinergi antara keluarga dan sekolah sehingga proses pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab guru, tetapi juga mendapat dukungan penuh dari rumah.

"Harapan kita ada sinergisitas dan kolaborasi dalam proses belajar mengajar," jelasnya.

Berdasarkan pantauan di hari pertama sekolah, Edi menyebut hampir seluruh orang tua mengantar langsung anak-anak mereka ke sekolah. Menurutnya, hal itu menjadi awal yang baik dalam membangun kedekatan antara orang tua, anak, dan satuan pendidikan.

"Sudah disampaikan kepada orang tua murid semuanya. Hari ini hampir 100 persen orang tua murid mengantar anak langsung ke sekolah," ungkapnya.

Kepala SDN 05 Kecamatan Pontianak Kota, Titi Falah, juga mengapresiasi antusiasme para orang tua yang menyambut baik ajakan tersebut. Sejak pagi, sekolah dipenuhi orang tua yang mengantar anak, termasuk para ayah yang menyempatkan hadir sebelum bekerja.

"Alhamdulillah, mereka menanggapi baik. Mereka mau bekerja sama dengan sekolah. Tadi pagi ramai yang mengantar, termasuk papa. Walaupun bekerja, mereka tetap siap mengantar," ucapnya.

Titi menjelaskan, kegiatan MPLS berlangsung selama lima hari, mulai Senin hingga Jumat. Berbagai aktivitas telah disiapkan, seperti pagi ceria, permainan edukatif, pengenalan lingkungan sekolah, hingga unjuk minat dan bakat peserta didik.

"MPLS dilaksanakan lima hari. Pagi-pagi mereka ada kegiatan pagi ceria, permainan, dan edukasi juga. Hari Jumat ada unjuk minat bakat," tutupnya. (*)

Polsek Badau Edukasi Bahaya Kenakalan Remaja kepada Siswa Baru Saat MPLS
Polsek Badau Edukasi Bahaya Kenakalan Remaja kepada Siswa Baru Saat MPLS
Wednesday, 08/07/2026

KALBARONLINE.com – Polsek Badau melalui Unit Binmas memberikan edukasi tentang bahaya kenakalan remaja kepada siswa-siswi SMP Tunas Sejahtera Seriang, Kecamatan Badau, Kabupaten Kapuas Hulu, dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Selasa (7/7/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 10.30 WIB itu dihadiri Kanit Binmas Polsek Badau Aiptu Akin Dores, Bhabinkamtibmas Bripka Trio Prajatmoko, Kepala SMP Tunas Sejahtera Seriang Alfeus Ardiansa Manurung, S.Pd., Gr., dewan guru, serta seluruh peserta MPLS.

Dalam penyuluhan tersebut, Bripka Trio Prajatmoko menjelaskan berbagai bentuk kenakalan remaja yang harus dihindari para pelajar, seperti membolos sekolah, merokok, mengonsumsi minuman keras, penyalahgunaan narkoba, tawuran, bullying, hingga balap liar.

Ia menerangkan bahwa kenakalan remaja merupakan perilaku menyimpang yang bertentangan dengan norma agama, norma sosial, maupun hukum yang berlaku.

Selain itu, para siswa juga diberikan pemahaman mengenai faktor-faktor yang dapat memicu kenakalan remaja, di antaranya kurangnya perhatian orang tua, pengaruh lingkungan dan teman sebaya, minimnya pendidikan agama dan moral, serta penyalahgunaan media sosial.

Bripka Trio juga memaparkan berbagai dampak negatif yang dapat ditimbulkan, mulai dari menurunnya prestasi belajar, rusaknya hubungan sosial, ancaman sanksi hukum, hingga terganggunya kesehatan dan masa depan remaja.

Sebagai langkah pencegahan, para siswa diajak memperkuat pendidikan agama dan karakter, memilih lingkungan pergaulan yang positif, memanfaatkan waktu luang dengan kegiatan yang bermanfaat, menjaga komunikasi dengan orang tua dan guru, serta menggunakan media sosial secara bijaksana.

Usai penyuluhan, Kanit Binmas Polsek Badau Aiptu Akin Dores memberikan materi Peraturan Baris Berbaris (PBB) yang meliputi gerakan sikap siap, lencang depan, hadap kanan dan kiri, hormat, serta istirahat di tempat.

Materi tersebut bertujuan menanamkan kedisiplinan, kekompakan, dan rasa tanggung jawab kepada para peserta didik baru.

Kegiatan berlangsung interaktif dan mendapat antusiasme dari para siswa hingga berakhir pada pukul 11.50 WIB. Seluruh rangkaian acara berjalan aman, tertib, dan kondusif.

Secara terpisah, Kasi Humas Polres Kapuas Hulu, IPTU Jamali, S.A.P., mengatakan kegiatan edukasi yang dilaksanakan jajaran Polsek Badau merupakan bagian dari komitmen Polres Kapuas Hulu dalam membina generasi muda agar terhindar dari berbagai bentuk kenakalan remaja.

"Melalui kegiatan MPLS ini, kami berharap para pelajar memiliki pemahaman yang baik mengenai dampak negatif kenakalan remaja, mampu membentengi diri dari pengaruh lingkungan yang buruk, serta tumbuh menjadi generasi yang disiplin, berprestasi, berakhlak mulia, dan bertanggung jawab sebagai penerus bangsa," ujarnya.

Ia menambahkan, Polres Kapuas Hulu akan terus mendukung kegiatan edukasi di lingkungan sekolah sebagai bentuk sinergi antara kepolisian, pihak sekolah, orang tua, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan kondusif bagi perkembangan generasi muda. (Haq)