Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
polytron pontianak international challenge 2026
Edi Kamtono Sebut Polytron Pontianak International Challenge 2026 Jadi Motivasi Atlet Kalbar
Edi Kamtono Sebut Polytron Pontianak International Challenge 2026 Jadi Motivasi Atlet Kalbar
Sunday, 30/08/2026

KALBARONLINE.com - Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyebut penyelenggaraan Polytron Pontianak International Challenge 2026 di GOR Terpadu Ahmad Yani menjadi motivasi bagi atlet bulu tangkis Kalimantan Barat.

Menurut Edi, kehadiran turnamen internasional tersebut memberikan pengalaman berbeda bagi masyarakat Pontianak. Jika selama ini pertandingan bulu tangkis kelas dunia lebih sering disaksikan melalui televisi, kini masyarakat dapat melihat langsung kualitas permainan para atlet.

“Pertandingannya sangat kompetitif. Selama ini kita melihat di televisi, seperti olimpiade atau kejuaraan internasional, sekarang kita bisa melihat secara langsung,” ucapnya usai menyaksikan partai final ganda campuran, Minggu (30/8/2026) sore.

Menurutnya, event internasional seperti Polytron Pontianak International Challenge 2026 dapat menjadi motivasi tersendiri bagi atlet muda di Pontianak maupun Kalimantan Barat.

Apalagi, kata Edi, saat ini sudah banyak klub dan pemain berbakat yang terus berkembang di daerah.

“Tentu ini akan memberikan motivasi tersendiri, apalagi cabang bulu tangkis di Pontianak dan Kalbar sudah banyak klub serta pemain berbakat,” jelasnya.

Edi berharap para atlet muda semakin terpacu untuk berlatih dan mengejar prestasi. Dengan pembinaan yang baik, ia optimistis atlet Pontianak dapat menembus kompetisi yang lebih tinggi, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga internasional.

“Harapannya, pemain-pemain berbakat ini nantinya bisa ikut ke tingkat yang lebih tinggi, tidak hanya nasional tetapi juga internasional,” katanya.

Ia juga menilai pertandingan berlangsung lancar dan kompetitif serta mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat.

“Alhamdulillah pertandingan yang saya lihat berjalan lancar. GOR kita juga aman untuk penyelenggaraan bulu tangkis internasional, dan antusias masyarakat menonton sangat tinggi,” ujarnya.

Keberhasilan Pontianak menjadi tuan rumah agenda olahraga berskala internasional, lanjut Edi, menunjukkan bahwa fasilitas dan kesiapan daerah terus berkembang.

Ia berharap seluruh rangkaian pertandingan yang telah dijadwalkan dapat berjalan baik meski Kota Pontianak masih menghadapi kondisi kabut asap.

“Mudah-mudahan kabut asap tidak menghalangi kegiatan yang sudah berjalan dan sudah dijadwalkan menjadi agenda,” katanya.

Edi juga mengimbau masyarakat tetap menjaga kesehatan selama kondisi udara belum sepenuhnya membaik. Warga diminta waspada, mengurangi paparan asap, dan memperhatikan kondisi tubuh saat beraktivitas.

Untuk menjaga kepercayaan Pontianak sebagai tuan rumah berbagai kegiatan besar, Edi menegaskan pentingnya menjaga kondusivitas daerah. Pelayanan kepada tamu, peserta, dan masyarakat juga harus terus ditingkatkan.

Pemkot Pontianak, kata dia, terus mengembangkan infrastruktur kota yang humanis, tertata, ramah, dan aman. Menurutnya, suasana kota yang nyaman menjadi daya tarik tersendiri bagi penyelenggaraan berbagai event.

“Kita akan terus melanjutkan pembangunan infrastruktur yang humanis dan tertata. Pontianak ini kota yang ramah, aman, lingkungannya humanis, dan kulinernya juga terkenal enak,” pungkasnya.

Usai Polytron Pontianak International Challenge 2026 yang berlangsung 25-30 Agustus 2026, penggemar bulu tangkis di Kalimantan Barat masih dapat menyaksikan pertandingan internasional lainnya.

Polytron Pontianak Indonesia Masters Super 100 2026 dijadwalkan berlangsung di GOR Terpadu Ahmad Yani Pontianak pada 1-6 September 2026.

Kejuaraan yang masuk kalender resmi Badminton Asia dan Badminton World Federation (BWF) tersebut akan kembali menghadirkan persaingan para pebulutangkis dari berbagai negara. (*)

Suporter Bikin GOR Terpadu Bergemuruh, Apriyani: Mau Ngomong Saja Tidak Kedengaran
Suporter Bikin GOR Terpadu Bergemuruh, Apriyani: Mau Ngomong Saja Tidak Kedengaran
Sunday, 30/08/2026

KALBARONLINE.com - Dukungan penonton di GOR Terpadu Ahmad Yani Pontianak menjadi energi tersendiri bagi Dejan Ferdinansyah/Apriyani Rahayu saat menjalani partai final Polytron Pontianak International Challenge 2026.

Apriyani mengakui antusiasme suporter Indonesia, khususnya masyarakat Pontianak, memberikan pengaruh terhadap penampilan mereka saat menghadapi pasangan China Taipei, Sheng Ming Lin/Liang Ching Sun.

“Cukup berpengaruh ya. Terima kasih buat para penonton yang ada di Pontianak yang sudah meramaikan GOR ini,” ujar Apriyani.

Menurutnya, suasana di dalam GOR begitu meriah hingga komunikasi antara dirinya dengan Dejan maupun dengan pelatih sempat sulit terdengar.

“Sampai tadi kita main pun tidak kedengaran sama sekali, kita satu sama lain mau ngomong juga enggak kedengaran. Sama sekali. Pelatih juga ngomong enggak kedengaran,” katanya.

Meski komunikasi menjadi lebih sulit, Apriyani justru melihat atmosfer tersebut sebagai bentuk antusiasme luar biasa dari masyarakat Pontianak terhadap pertandingan bulu tangkis.

Dukungan penonton juga menjadi salah satu faktor yang membantu Dejan lebih percaya diri setelah mereka kehilangan gim pertama.

Dejan sebelumnya mengaku berusaha memanfaatkan atmosfer pertandingan untuk menambah semangat dan mengembalikan fokusnya setelah sempat tegang pada awal laga.

“Saya tambah semangat, saya lebih banyak fokus pada diri saya di match tadi,” ujar Dejan.

Dejan/Apriyani akhirnya mampu membalikkan keadaan dan mengalahkan Lin/Sun dalam tiga gim dengan skor 19-21, 27-25, 21-19.

Apriyani pun berharap atmosfer serupa kembali terlihat saat Pontianak menjadi tuan rumah Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026 Super 100 pada pekan berikutnya.

“Terima kasih antusiasnya, dan mudah-mudahan terus berlanjut sampai Super 100, ramaikan GOR Terpadu ini,” pungkas Apriyani. (Lid)

Sempat Tegang di Gim Pertama, Dejan/Apriyani Ungkap Kunci Kebangkitan di Final
Sempat Tegang di Gim Pertama, Dejan/Apriyani Ungkap Kunci Kebangkitan di Final
Sunday, 30/08/2026

KALBARONLINE.com – Kemenangan Dejan Ferdinansyah/Apriyani Rahayu pada final Polytron Pontianak International Challenge 2026 tidak diraih dengan mudah. Pasangan Indonesia tersebut sempat kehilangan gim pertama sebelum akhirnya membalikkan keadaan.

Dejan mengakui dirinya sempat merasakan ketegangan karena pertandingan berlangsung di partai final. Rasa nervous membuat mereka tidak langsung menemukan permainan terbaik sejak awal.

“Mungkin kalau saya rasa sih saya juga ada tegangnya juga, mungkin tegang karena final juga, karena kepengen banget. Maksudnya ada nervous lah, tapi coba fokus terus. Memang set pertama itu kita kurang dari awal, tapi coba berusaha, memang belum dapat set pertama,” ujar Dejan.

Setelah kehilangan gim pertama, Dejan berusaha mengembalikan fokus dengan lebih memikirkan permainan dirinya sendiri. Ia juga mencoba memanfaatkan dukungan penonton dan kehadiran pelatih untuk menambah kepercayaan diri.

“Set kedua dan set ketiga coba fokus. Saya sih coba fokus ke diri saya sendiri dulu. Maksudnya karena kan di sini suporternya juga banyak, ada pelatih juga, menambah kepercayaan diri untuk saya, saya tambah semangat,” katanya.

Dejan juga menyebut permainan Lin/Sun sempat membuat mereka tidak nyaman. Pasangan China Taipei tersebut dinilai memiliki pola permainan cepat yang mampu mengganggu ritme Dejan/Apriyani.

“Pola mereka juga bagus, maksudnya cepat-cepatnya, jadi nyaman di mereka, kurang nyaman di kita. Tapi kita coba antisipasi terus, cari jalan keluar, alhamdulillah bisa membuahkan hasil,” ujar Dejan.

Sementara itu, Apriyani Rahayu mengungkapkan rasa saling percaya menjadi salah satu kunci ketika mereka berada dalam tekanan.

“Saya dan Dejan cukup percaya satu sama lain, cukup memberi tahu aku yakin sama kamu. Aku percaya sama Dejan, aku percaya pada Apri. Pada akhirnya apapun kami tetap saling percaya,” ujar Apriyani.

Menurut Apriyani, mereka berusaha tetap fokus hingga bola benar-benar mati, terutama ketika pertandingan memasuki poin-poin krusial.

“Jadi sampai bola belum mati, pokoknya kami harus selalu siap saja. Jadi poin-poin seperti itu memang sangat krusial,” katanya.

Pada gim ketiga, Dejan/Apriyani juga sempat kehilangan momentum setelah lawan meraih lima poin beruntun. Namun, mereka kembali berusaha menjaga konsentrasi dan tidak terpaku pada perolehan angka.

“Lagi-lagi kami harus akui karena ini final, kami tegang juga, tapi kami tidak mau fokus dengan poinnya. Kami mau fokus bagaimana cara kami main di lapangan, satu poin demi poin,” tutur Apriyani.

Pendekatan tersebut akhirnya membantu Dejan/Apriyani merebut kembali momentum hingga mengamankan gim ketiga 21-19 sekaligus memastikan gelar juara.

Meski berhasil meraih kemenangan, Dejan menyebut masih banyak hal yang harus dievaluasi bersama pelatih setelah melewati pertandingan final yang berlangsung ketat.

“Evaluasi pasti banyak ya. Set pertama kalah, set kedua dan ketiga kan sengit. Evaluasi pasti, setelah ini kita pasti briefing dengan pelatih. Pasti ada,” kata Dejan.

Setelah menuntaskan Polytron Pontianak International Challenge 2026, Dejan/Apriyani tidak punya banyak waktu untuk beristirahat. Mereka dijadwalkan kembali bertanding pada Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026 Super 100 yang akan berlangsung pada pekan depan.

Apriyani mengatakan mereka akan lebih dulu memulihkan kondisi sebelum kembali menjalani pertandingan.

“Untuk minggu depan kami yang pastinya akan recovery dulu atas pertandingan minggu ini. Pikiran kami tetap harus on, karena Rabu mungkin kami akan tanding lagi, jadi memang kami harus terus fokus dan konsisten,” tuturnya. (Lid)

Dejan/Apriyani Juara Polytron Pontianak International Challenge 2026 Usai Final Sengit
Dejan/Apriyani Juara Polytron Pontianak International Challenge 2026 Usai Final Sengit
Sunday, 30/08/2026

KALBARONLINE.com - Pasangan ganda campuran Indonesia, Dejan Ferdinansyah/Apriyani Rahayu, berhasil keluar sebagai juara Polytron Pontianak International Challenge 2026 setelah melewati partai final yang berlangsung sengit.

Bertanding di GOR Terpadu Ahmad Yani Pontianak, Minggu (30/8/2026), Dejan/Apriyani mengalahkan pasangan China Taipei, Sheng Ming Lin/Liang Ching Sun, melalui pertarungan tiga gim dengan skor 19-21, 27-25, 21-19.

Dejan/Apriyani sebenarnya harus mengawali pertandingan dengan hasil kurang ideal setelah kehilangan gim pertama. Lin/Sun mampu mengamankan gim pembuka dengan skor 21-19.

Persaingan semakin ketat pada gim kedua. Dejan/Apriyani akhirnya mampu menyamakan kedudukan setelah memenangkan gim tersebut dengan skor 27-25.

Memasuki gim penentuan, kedua pasangan kembali terlibat kejar-kejaran angka. Dejan/Apriyani akhirnya mampu menjaga ketenangan di poin-poin akhir dan menutup gim ketiga dengan skor 21-19.

Kemenangan tersebut memastikan Dejan/Apriyani berdiri di podium tertinggi Polytron Pontianak International Challenge 2026.

Gelar ini juga menjadi hasil penting bagi Dejan/Apriyani setelah mampu melewati tekanan dalam pertandingan final dan membalikkan keadaan usai tertinggal pada gim pertama.

Gelar juara tersebut menjadi modal positif bagi Dejan/Apriyani untuk menghadapi turnamen berikutnya. Keduanya dijadwalkan kembali tampil pada Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026 Super 100 yang akan berlangsung pada pekan depan. (Lid)

Kalah Tipis dari Dejan/Apriyani, Ganda Campuran China Taipei Anggap Laga Final sebagai Pelajaran
Kalah Tipis dari Dejan/Apriyani, Ganda Campuran China Taipei Anggap Laga Final sebagai Pelajaran
Sunday, 30/08/2026

KALBARONLINE.com - Pasangan ganda campuran China Taipei, Sheng Ming Lin/Liang Ching Sun, harus mengakui keunggulan wakil Indonesia Dejan Ferdinansyah/Apriyani Rahayu dalam laga final Polytron Pontianak International Challenge 2026 yang berlangsung sengit.

Bertanding di GOR Terpadu Ahmad Yani Pontianak, Minggu (30/8/2026), Lin/Sun kalah tipis dalam pertarungan tiga gim dengan skor 21-19, 25-27, 19-21.

Lin/Sun mampu mengamankan gim pertama dengan skor 21-19. Dejan/Apriyani kemudian bangkit pada gim kedua dan merebutnya secara dramatis dengan skor 27-25.

Pertandingan semakin sengit pada gim penentuan. Dejan/Apriyani akhirnya mampu mengamankan kemenangan 21-19 sekaligus memastikan gelar juara Polytron Pontianak International Challenge 2026.

Meski harus puas sebagai runner up, Lin mengaku tetap bangga bisa menjalani pertandingan hingga tiga gim menghadapi pasangan Indonesia.

“Kami sangat merasa terhormat bermain melawan orang yang sangat profesional. Bisa main sampai 3 set itu adalah satu kebanggaan buat kami. Untuk selanjutnya (Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026 Super 100) kami akan lebih baik dari hari ini,” ujar Lin.

Menurutnya, pertandingan tersebut memberikan pengalaman berharga bagi mereka untuk menghadapi turnamen berikutnya.

Sementara itu, Sun mengaku dukungan suporter Indonesia yang memenuhi tribun tidak terlalu memengaruhi permainan mereka. Ia mengatakan fokus utama tetap diarahkan pada pertandingan.

“Kami tidak terlalu terpengaruh dengan suporter di lapangan, karena kami lebih fokus kepada permainan dan merasa tidak sangat terganggu dengan itu,” kata Sun.

Lin/Sun juga menjadi perhatian selama pertandingan karena beberapa kali terlihat tertawa dan menunjukkan gestur santai di tengah ketatnya perolehan angka.

Sun menjelaskan, sikap tersebut bukan semata-mata strategi untuk menghilangkan ketegangan. Ia mengatakan mereka sudah pernah menghadapi Dejan/Apriyani sebelumnya dan bahkan mengalami kekalahan.

“Sebenarnya, kami itu sudah pernah melawan Dejan dan Apriani dan memang sudah pernah kalah. Jadi menurut kami pertandingan ini kami anggap adalah latihan bagi kami,” ujarnya.

Meski pertandingan berakhir dengan kekalahan, Lin/Sun menunjukkan perlawanan hingga poin terakhir. Bahkan pada gim kedua, mereka mampu membawa pertandingan melewati angka 21 sebelum akhirnya kalah 25-27.

Hasil tersebut menjadi modal evaluasi bagi pasangan China Taipei sebelum kembali tampil pada Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026 Super 100. (Jau)

Kalah dari Pasangan Baru, Yeremia/Patra Akui Tertekan hingga Banyak Mati Sendiri
Kalah dari Pasangan Baru, Yeremia/Patra Akui Tertekan hingga Banyak Mati Sendiri
Sunday, 30/08/2026

KALBARONLINE.com - Pasangan ganda putra Indonesia, Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan/Patra Harapan Rindorindo, harus puas menjadi runner up Polytron Pontianak International Challenge 2026 setelah kalah dari pasangan baru Wahyu Agung Prasetyo/Pulung Ramadhan.

Tampil pada partai final di GOR Terpadu Ahmad Yani Pontianak, Minggu (30/8/2026), Yeremia/Patra harus mengakui keunggulan Wahyu/Pulung dalam dua gim langsung dengan skor 20-22, 15-21.

Yeremia mengakui mereka kesulitan keluar dari tekanan sepanjang pertandingan. Ia menilai status sebagai pasangan yang lebih senior justru membuat dirinya dan Patra merasa tidak ingin kalah ketika menghadapi pasangan yang lebih muda.

“Mungkin kendalanya kita ke-pressure, mungkin karena junior jadi kita kayak enggak mau kalah. Terus pas kita punya posisi sendiri, ke-pressure, tegangnya dapat, jadinya enggak kuat dan kita enggak bisa keluar dari permainan mereka,” ujar Yeremia.

Tekanan tersebut membuat Yeremia/Patra melakukan sejumlah kesalahan sendiri. Menurut Yeremia, mereka beberapa kali memberikan bola yang justru mudah dimanfaatkan Wahyu/Pulung untuk mengembangkan serangan.

“Banyak mati sendiri, ngenakin bola buat mereka, buat mereka bisa makan kita. Mungkin fokusnya kurang, komunikasi juga mungkin kurang,” katanya.

Yeremia juga mengakui permainan Wahyu/Pulung yang tampil percaya diri membuat mereka semakin sulit melepaskan diri dari tekanan.

“Kita ngerasa lawan kita pede banget mainnya, tulus banget mainnya, membuat kita enggak bisa keluar dari tekanan dan banyak sekali catatan lainnya,” ungkapnya.

Selain persoalan teknis dan mental, kondisi fisik juga menjadi salah satu faktor yang dirasakan Yeremia. Ia menyebut perjalanan mereka sejak babak awal turnamen cukup menguras tenaga karena harus menjalani pertandingan yang ketat.

“Ditambah lagi kondisi fisik yang sudah capek ya. Dari awal kan kita dari 64, mainnya juga rame-rame terus ya. Mungkin fisik habis, pasti juga capek,” ujarnya.

Kondisi tersebut menjadi bahan evaluasi bagi Yeremia/Patra. Ia mengatakan persiapan fisik dan komunikasi akan menjadi perhatian mereka untuk menghadapi turnamen berikutnya.

“Balik lagi kita dari latihannya, mungkin nanti persiapannya baik fisik dan komunikasi akan lebih baik,” kata Yeremia.

Sementara itu, Patra Harapan Rindorindo mengakui mereka tidak mampu bermain cukup tenang pada partai final sehingga kesulitan keluar dari pola permainan Wahyu/Pulung.

“Tadi kita kurang tenang, tidak bisa keluar dari permainan mereka,” ujar Patra.

Yeremia/Patra pun langsung mengarahkan fokus ke turnamen berikutnya, yakni Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026 Super 100. Patra mengatakan mereka akan melakukan sejumlah persiapan, terutama dari sisi komunikasi dan kondisi fisik.

“Mungkin di minggu depan kita akan lebih mempersiapkan dari segi komunikasi, lebih jaga badan lagi, karena kita kan sudah main sampai hari akhir-akhir ini,” katanya.

Patra juga mengungkapkan bahwa dirinya dan Yeremia baru mulai berpasangan pada tahun ini, tepatnya sejak Januari.

“Kita berdua baru tahun ini berpasangan sejak Januari,” ujarnya.

Hasil runner up di Polytron Pontianak International Challenge 2026 menjadi catatan sekaligus evaluasi bagi Yeremia/Patra untuk menghadapi turnamen selanjutnya. (Jau)

Baru Dua Bulan Dipasangkan, Wahyu/Pulung Langsung Juara di Pontianak
Baru Dua Bulan Dipasangkan, Wahyu/Pulung Langsung Juara di Pontianak
Sunday, 30/08/2026

KALBARONLINE.com – Baru sekitar dua bulan dipasangkan, Wahyu Agung Prasetyo/Pulung Ramadhan langsung mencetak prestasi dengan menjuarai Polytron Pontianak International Challenge 2026.

Pasangan ganda putra Indonesia tersebut memastikan gelar juara setelah menundukkan Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan/Patra Harapan Rindorindo pada partai final di GOR Terpadu Ahmad Yani Pontianak, Minggu (30/8/2026).

Wahyu/Pulung tampil solid dan mampu mengamankan kemenangan dua gim langsung dengan skor 22-20, 21-15.

Gelar tersebut terasa semakin spesial karena Polytron Pontianak International Challenge 2026 menjadi turnamen perdana yang dijalani Wahyu dan Pulung sebagai pasangan.

Wahyu Agung Prasetyo mengaku bersyukur atas pencapaian tersebut. Ia tak menyangka pasangan yang baru terbentuk bisa langsung meraih gelar juara pada turnamen perdana.

“Rasanya alhamdulillah senang. Apalagi kita pasangan baru, pertandingan perdana juga, tetapi kita bisa juara. Kita bersyukur,” ujar Wahyu.

Menurut Wahyu, sejak awal pertandingan dirinya bersama Pulung berusaha tampil tanpa beban berlebihan dan memberikan kemampuan terbaik hingga pertandingan berakhir.

“Di pertandingan ini nothing tulus, kita tampil memberikan yang terbaik dengan tekad juga,” katanya.

Namun, kemenangan tersebut tidak diraih dengan mudah. Wahyu menyebut kedua pasangan sudah saling mengetahui karakter permainan masing-masing sehingga perolehan poin berlangsung ketat, terutama pada gim pertama.

“Pertandingannya berat. Kita tahu mereka, mereka juga tahu kita. Jadi kita tahu satu sama lain, mendapatkan poin itu tidak mudah,” ungkapnya.

Kejar-kejaran angka terjadi hingga memasuki poin kritis pada gim pertama. Wahyu/Pulung akhirnya mampu mengamankan gim tersebut dengan skor 22-20.

Memasuki gim kedua, Wahyu/Pulung mulai menemukan ritme permainan. Mereka mampu menjaga keunggulan hingga menutup laga dengan kemenangan 21-15.

Di balik kemenangan tersebut, Pulung Ramadhan mengakui masih terdapat sejumlah hal yang harus dibenahi dari permainan mereka. Salah satunya menjaga fokus dan konsistensi sepanjang pertandingan.

“Di dalam pertandingan kita sempat kehilangan fokus dan agak terburu-buru juga. Fokus menurun dan kurang konsisten,” ujar Pulung.

Meski sempat kehilangan fokus, pasangan baru tersebut mampu melakukan evaluasi di tengah pertandingan dan menjaga momentum hingga akhir.

Pulung mengungkapkan, persiapan mereka sebagai pasangan baru telah dilakukan sekitar dua bulan. Waktu yang relatif singkat tersebut menjadi tantangan tersendiri untuk membangun chemistry dan pola permainan.

“Persiapan kita kurang lebih dua bulan. Kita pasangan baru,” katanya.

Gelar juara Polytron Pontianak International Challenge 2026 menjadi modal penting bagi Wahyu/Pulung untuk melanjutkan perjalanan mereka sebagai pasangan.

Keduanya membuktikan bahwa meski baru dipasangkan, komunikasi, keberanian bermain lepas, serta kemampuan beradaptasi mampu menjadi modal untuk bersaing.

Bagi Wahyu, gelar tersebut juga menjadi bukti bahwa mereka mampu memanfaatkan kesempatan dengan maksimal sejak pertandingan pertama sebagai pasangan.

Kemenangan Wahyu Agung Prasetyo/Pulung Ramadhan sekaligus menambah warna persaingan ganda putra Indonesia di Polytron Pontianak International Challenge 2026. Berstatus sebagai pasangan baru, mereka justru mampu berdiri di podium tertinggi setelah melewati final yang berlangsung ketat. (Lid)

Tampil Dominan, Ganda Putri Korea Selatan Juarai Polytron Pontianak International Challenge 2026
Tampil Dominan, Ganda Putri Korea Selatan Juarai Polytron Pontianak International Challenge 2026
Sunday, 30/08/2026

KALBARONLINE.com - Ganda putri Korea Selatan Kim Yu Jung/Lee Yu Lim tampil dominan dan berhasil menjuarai Polytron Pontianak International Challenge 2026.

Kim/Lee memastikan gelar juara setelah mengalahkan pasangan Chinese Taipei, Tsai Ruo Lin/Wang Yi Zhen, pada partai final yang berlangsung di GOR Terpadu A. Yani Pontianak, Minggu (30/8/2026).

Kim/Lee tampil agresif sejak awal pertandingan dan mampu mengendalikan permainan. Mereka akhirnya menyudahi perlawanan Tsai/Wang dalam dua gim langsung dengan skor 21-5, 21-14.

Gelar juara tersebut terasa istimewa bagi Kim/Lee. Kim mengaku sempat merasakan ketegangan karena mereka sudah cukup lama tidak mencapai partai final pada turnamen internasional.

“Hari ini kami sudah lama tidak mencapai final di turnamen internasional, jadi awalnya saya cukup tegang dan penasaran akan seperti apa jalannya pertandingan,” ujar Kim.

Namun, rasa tegang tersebut perlahan hilang setelah pertandingan berjalan sesuai dengan rencana. Kim/Lee mampu mengontrol permainan hingga akhirnya mengamankan gelar juara.

“Tapi semuanya berjalan sesuai dengan yang kami inginkan. Kami bisa memainkan pertandingan dengan baik dan akhirnya meraih kemenangan,” katanya.

Lee menilai strategi menjadi salah satu kunci keberhasilan mereka di partai final. Menurutnya, pasangan Chinese Taipei memiliki kekuatan dari sisi power sehingga Kim/Lee berusaha mengambil inisiatif serangan sejak awal.

“Para pemain Taiwan punya tenaga yang cukup kuat. Kami berpikir kalau kami kalah dari segi power, pertandingan akan menjadi sulit,” kata Lee.

Karena itu, Kim/Lee berusaha membangun serangan dengan baik dan tidak memberikan kesempatan kepada lawan untuk mengembangkan permainan.

“Kami juga berusaha membangun serangan dengan baik dan mengambil inisiatif untuk menyerang terlebih dahulu. Menurut saya, itu yang menjadi salah satu faktor kami bisa memenangkan pertandingan,” ujarnya.

Gelar juara Polytron Pontianak International Challenge 2026 menjadi modal positif bagi Kim/Lee untuk menghadapi turnamen berikutnya. Keduanya dijadwalkan kembali bertanding pada pekan depan.

Kim menilai pengalaman bertanding di Pontianak memberikan keuntungan tersendiri. Adaptasi terhadap kondisi pertandingan yang sudah mereka rasakan di Pontianak dinilai dapat membantu menghadapi turnamen selanjutnya.

“Untuk turnamen berikutnya, kami akan bertanding lagi minggu depan. Karena kami sudah lebih dulu beradaptasi dengan kondisi pertandingan seperti ini, saya pikir kami akan sedikit lebih unggul dalam hal adaptasi,” tuturnya.

Kim pun bertekad membawa momentum positif tersebut ke turnamen berikutnya.

“Kami akan berusaha menampilkan pertandingan yang bagus lagi,” pungkas Kim. (Lid)

Tontowi Ahmad dan Hendrawan Terpukau Antusiasme Warga di Polytron Pontianak International Challenge
Tontowi Ahmad dan Hendrawan Terpukau Antusiasme Warga di Polytron Pontianak International Challenge
Saturday, 29/08/2026

KALBARONLINE.com - Legenda bulu tangkis Indonesia, Tontowi Ahmad dan Hendrawan, dibuat terpukau melihat antusiasme masyarakat dalam gelaran Polytron Pontianak International Challenge 2026.

Keduanya hadir dalam agenda meet and greet di outdoor stage GOR Terpadu Pontianak, Sabtu (29/8/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Hendrawan dan Tontowi Ahmad mengapresiasi terselenggaranya Polytron Pontianak International Challenge 2026. Menurut mereka, semakin banyak dukungan sponsor dalam turnamen bulu tangkis akan ikut mendorong olahraga tersebut semakin populer.

Terlebih, turnamen di Pontianak mendapat dukungan dari banyak sponsor dengan Polytron sebagai sponsor utama yang merupakan perusahaan elektronik nasional.

Hendrawan menilai dukungan finansial yang lebih besar bagi dunia bulu tangkis juga dapat membuka peluang lebih luas bagi atlet untuk menjadikan olahraga tersebut sebagai masa depan.

“Dan salah satu yang pemain idamkan atau dunia badminton supaya lebih populer salah satunya adalah fresh money yang lebih besar. Dengan demikian maka orang tua untuk mensupport anaknya bermain badminton akan semakin besar dan bisa dijadikan masa depan,” kata Hendrawan.

Sementara itu, Tontowi Ahmad yang akrab disapa Owi mengaku terkejut ketika melihat langsung suasana Polytron Pontianak International Challenge 2026.

Tontowi Ahmad dan Hendrawan Terpukau Antusiasme Warga di Polytron Pontianak International Challengee
Legenda bulu tangkis Indonesia Tontowi Ahmad dan Hendrawan saat meet and greet Polytron Pontianak International Challenge 2026 di GOR Terpadu Pontianak, Sabtu (29/8/2026) (Foto: Jau/KALBARONLINE.com)​

Mantan pasangan Liliyana Natsir di sektor ganda campuran itu menilai penyelenggaraan turnamen berlangsung sangat baik, ditambah antusiasme masyarakat yang menurutnya luar biasa.

“Saya pas tadi datang kaget, wah ramai juga. Antusias masyarakat luar biasa. Penyelenggaraan Polytron Pontianak International Challenge juga bagus dan itu semua menjadi satu dan membuat saya menjadi amaze banget,” ujar Owi.

Besarnya dukungan penonton bahkan membuat Owi kembali teringat masa-masa ketika masih aktif bertanding. Sorakan penonton dari dalam stadion disebut membangkitkan kerinduannya untuk kembali merasakan atmosfer pertandingan.

“Kalau zaman saya dulu waktu main supporternya sebanyak ini dan penyelenggaranya luar biasa seperti ini wah makin semangat lagi pasti saya. Jadi kangen lagi. Apalagi pas begitu masuk ke stadion dengar sorak-sorak penonton itu bikin saya kangen pengen main lagi,” katanya.

Owi berharap masyarakat Indonesia terus memberikan dukungan kepada para atlet bulu tangkis yang tengah berjuang mengharumkan nama bangsa.

Menurutnya, setiap atlet tentu telah memberikan kemampuan terbaik dalam menjalani latihan maupun pertandingan. Karena itu, dukungan masyarakat tetap dibutuhkan, termasuk ketika hasil pertandingan belum sesuai harapan.

“Walaupun mereka kalah, saya yakin mereka tidak ada yang menginginkan kalah, karena mereka tiap hari latihan dan semangat. Kita harap masyarakat selalu bisa support teman-teman kita untuk terus mengharumkan nama Indonesia,” ujar Owi.

Usai berbincang dalam agenda meet and greet, Tontowi Ahmad dan Hendrawan langsung dikerumuni para pengunjung. Mereka antusias mengabadikan momen dengan berfoto bersama serta meminta tanda tangan kedua legenda bulu tangkis Indonesia tersebut.

Tampil Dominan, Richie Duta Richardo Tembus Final Polytron Pontianak
Tampil Dominan, Richie Duta Richardo Tembus Final Polytron Pontianak
Saturday, 29/08/2026

KALBARONLINE.com - Pebulutangkis tunggal putra Indonesia, Richie Duta Richardo, tampil dominan saat menghadapi wakil Malaysia, Tan Jia Jie, pada babak semifinal Polytron Pontianak International Challenge 2026 di GOR Terpadu Ahmad Yani Pontianak, Sabtu (29/8/2026).

Richie berhasil mengamankan tiket ke partai puncak setelah menang dua gim langsung dengan skor 21-16, 21-15.

Meski meraih kemenangan meyakinkan, Richie mengaku pertandingan pada gim pertama sempat berlangsung ketat dengan kejar-mengejar angka.

“Pertandingan tadi di awal sempat ramai, tapi selepas interval saya sudah lebih tahu harus bermain seperti apa. Dapat arahan dari pelatih juga. Saya mencoba lebih sabar dan tidak mati-mati sendiri,” ujar Richie usai pertandingan.

Tampil di hadapan publik sendiri, Richie mengakui ada sedikit beban psikologis yang dirasakan pada laga semifinal. Namun, ia memilih fokus mengelola emosi dan mengerahkan kemampuan terbaiknya di lapangan.

“Tekanan pasti ada, apalagi ini semifinal, tapi saya lebih memikirkan untuk kontrol diri supaya bisa main lebih all out,” katanya.

Kemenangan atas Tan Jia Jie mengantarkan Richie ke babak final Polytron Pontianak International Challenge 2026. Di partai puncak, ia bertekad tampil lebih prima dan menjaga konsistensi permainan demi memburu gelar keduanya.

Sebelumnya, atlet bulu tangkis Indonesia tersebut berhasil menjuarai Vietnam International Challenge 2025.

Untuk menjaga fokus menghadapi partai final, Richie mengaku tidak ingin terlalu memikirkan siapa lawan yang akan dihadapinya.

“Di final mau menunjukkan performa yang lebih baik lagi, lebih konsisten lagi. Siapapun lawannya saya tidak terlalu memikirkan, yang penting diri saya fokus dan siap,” tutupnya. (*)