Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
pontianak
Anak di Pontianak Jalan Kaki 2 Kilometer Cari Polisi, Ibunya Diduga Disekap dan Dianiaya Ayah
Anak di Pontianak Jalan Kaki 2 Kilometer Cari Polisi, Ibunya Diduga Disekap dan Dianiaya Ayah
Wednesday, 21/10/2026

KALBARONLINE.com – Seorang anak laki-laki di Pontianak Barat, Kota Pontianak, berjalan kaki sekitar 2 kilometer bersama temannya menuju kantor polisi untuk melaporkan dugaan kekerasan yang dialami ibunya oleh sang ayah.

Peristiwa tersebut terekam dalam video yang beredar di media sosial. Anak itu terlihat mendatangi Polsek Pontianak Barat pada Senin (19/10/2026) sekitar pukul 12.30 WIB. Ia bersama temannya berjalan dari rumah mereka di kawasan Jalan Kenari.

Mengenakan kaus kuning, celana pendek, dan sandal, anak tersebut menyampaikan kepada petugas bahwa ibunya mengalami kekerasan.

“Mama kena siksa, Pak,” ujarnya kepada petugas.

Kapolsek Pontianak Barat, AKP Basuki Arif Wibowo, membenarkan adanya laporan tersebut. Menindaklanjuti aduan itu, petugas langsung mendatangi rumah korban di Jalan Komyos Sudarso, Gang Kenari 2.

“Menindaklanjuti aduan tersebut, Unit Enggang Polsek Pontianak Barat langsung mendatangi tempat kejadian perkara di Jalan Komyos Sudarso,” jelas Basuki melalui keterangan tertulis, Rabu (21/10/2026).

Saat tiba di lokasi, petugas menemui suami korban, Muhammad Hassan. Ia menyampaikan bahwa tidak terjadi keributan dan istrinya sedang tidur di kamar.

Namun, setelah dipanggil, Noviana keluar dari kamar dalam kondisi syok. Petugas juga mendapati luka di bagian bibir korban.

Polisi kemudian berupaya melakukan mediasi untuk mengklarifikasi persoalan rumah tangga tersebut. Namun, suami korban justru melarikan diri. Petugas juga menemukan sejumlah barang di dalam rumah dalam kondisi berantakan.

Diduga Disekap dan Dianiaya

Berdasarkan keterangan Noviana kepada polisi, dirinya bersama anak perempuannya diduga dikurung di dalam kamar dan tidak diperbolehkan keluar rumah.

Ia juga mengaku mengalami kekerasan pada Minggu (18/10/2026) sekitar pukul 22.00 WIB, setelah suaminya pulang bekerja. Dugaan kekerasan tersebut disebut dipicu persoalan keterlambatan menjemput.

Menurut keterangan korban, ia mengalami pencekikan, pemukulan pada bagian wajah dan tubuh, serta diinjak. Akibat kejadian tersebut, bibir korban dilaporkan pecah.

Melihat kondisi korban, petugas membawanya ke Polsek Pontianak Barat untuk membuat laporan dugaan tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Korban kemudian menjalani visum di RS Bhayangkara.

Dalam keterangan kepolisian, anak tersebut berjalan kaki menuju kantor polisi karena khawatir terhadap kondisi ibunya. Ia juga disebut tidak memiliki telepon genggam untuk menghubungi petugas.

Polisi telah menerima laporan, mendatangi lokasi kejadian, membawa korban untuk menjalani visum, dan melaporkan penanganan perkara tersebut kepada pimpinan.

Hingga berita ini ditulis, kasus dugaan KDRT tersebut masih dalam penanganan kepolisian. (Lid)

Konsul Malaysia Sebut Pontianak Mirip Buenos Aires, Sama-Sama Punya Budaya Kopi yang Kuat
Konsul Malaysia Sebut Pontianak Mirip Buenos Aires, Sama-Sama Punya Budaya Kopi yang Kuat
Tuesday, 20/10/2026

KALBARONLINE.com – Konsul Malaysia di Pontianak, Idham Zuhri, menilai Pontianak memiliki kemiripan dengan Buenos Aires, Argentina, tempat ia pernah bertugas sebelumnya. Salah satu kesamaan yang menarik perhatiannya adalah budaya menikmati kopi yang kuat dan keberadaan kafe di berbagai sudut kota.

“Di sini saya lihat kafe ada di mana-mana. Ini mengingatkan saya pada Buenos Aires. Aroma kopinya juga sangat menyenangkan,” tuturnya setelah bersilaturahmi dengan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pontianak, Selasa (20/10/2026).

Idham bahkan menggambarkan Pontianak sebagai kota yang memiliki suasana seperti “seribu satu kafe” karena masyarakat begitu mudah menemukan tempat untuk menikmati kopi. Menurutnya, suasana tersebut menghadirkan rasa akrab sekaligus membantu proses adaptasinya selama menjalankan tugas di Kota Khatulistiwa.

“Jadi ada satu kesinambungan yang baik. Walaupun pindah dari Buenos Aires ke Pontianak, ada suasana yang terasa dekat melalui budaya kopinya,” katanya.

Kunjungan tersebut menjadi pertemuan perkenalan Idham dengan jajaran Pemerintah Kota Pontianak sekaligus membuka ruang komunikasi dan peluang kerja sama antara kedua pihak.

Terkait agenda ke depan, Idham mengatakan pihaknya masih menyusun dan menelaah berbagai kegiatan yang berpotensi dilaksanakan bersama. Salah satu kegiatan yang telah dilakukan Konsulat Malaysia adalah demonstrasi masakan Malaysia untuk memperkenalkan sejumlah hidangan khas kepada masyarakat.

“Baru-baru ini kami melaksanakan demonstrasi masakan Malaysia, seperti roti jala dan beberapa hidangan nasi. Itu salah satu inisiatif awal, dan insyaallah akan ada lebih banyak kegiatan bersama di Pontianak,” ungkapnya.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan, kunjungan tersebut merupakan perkenalan resmi Konsul Malaysia yang baru menggantikan pejabat sebelumnya.

Selain membahas agenda kelembagaan, pertemuan itu juga diisi dengan perbincangan mengenai berbagai hal, termasuk olahraga dan karakter Kota Pontianak.

Edi menyebut, dirinya dan Idham sempat membahas sepak bola serta pengalaman penugasan Idham di Buenos Aires. Dalam percakapan tersebut, keduanya menemukan kesamaan antara Buenos Aires dan Pontianak, yakni budaya menikmati kopi serta banyaknya kafe dan warung kopi.

“Prinsipnya tentu bukan hanya perkenalan. Ke depan kita berharap ada event-event dan bentuk kerja sama yang bisa kita lakukan bersama,” kata Edi.

Menurutnya, peluang kerja sama antara Pontianak dan Malaysia cukup terbuka mengingat kedekatan geografis Kalimantan Barat dengan Sarawak. Kedekatan tersebut menjadi potensi untuk mengembangkan hubungan di berbagai bidang, mulai dari sosial, ekonomi, hingga kebudayaan.

“Wilayah kita berbatasan langsung dengan Sarawak. Jadi secara hubungan dan akses memang dekat. Ini menjadi potensi yang bisa terus dikembangkan,” jelasnya.

Edi berharap komunikasi yang telah terbangun melalui kunjungan tersebut dapat ditindaklanjuti dengan kegiatan konkret yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Yang penting komunikasi tetap terjaga. Kalau ada peluang kolaborasi yang baik untuk kedua pihak, tentu kita terbuka,” pungkasnya. (*)

Kantor Pos Lama Pontianak Bakal Jadi Coffee Shop, Edi Kamtono Minta Keaslian Bangunan Dijaga
Kantor Pos Lama Pontianak Bakal Jadi Coffee Shop, Edi Kamtono Minta Keaslian Bangunan Dijaga
Monday, 12/10/2026

KALBARONLINE.com – Rencana alih fungsi Kantor Pos Lama di Jalan Rahadi Usman, Kota Pontianak, menjadi coffee shop atau kedai kopi menuai pro dan kontra di tengah masyarakat. Bangunan peninggalan kolonial Belanda tersebut diketahui berstatus sebagai cagar budaya di Kota Pontianak.

Menanggapi rencana itu, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menegaskan, pemanfaatan Kantor Pos Lama untuk kegiatan yang lebih produktif merupakan kewenangan PT Pos Indonesia selaku pemilik bangunan melalui anak usahanya, PT Pos Properti Indonesia.

Meski demikian, Edi mengingatkan bahwa status cagar budaya mengharuskan setiap pemanfaatan bangunan tetap memperhatikan nilai sejarah dan mempertahankan karakter aslinya.

Menurutnya, perubahan fungsi bangunan bersejarah tidak menjadi persoalan selama proses revitalisasi dilakukan dengan memperhatikan aspek pelestarian. Ia menegaskan, bangunan tersebut tidak boleh diubah secara sembarangan.

“Saya sudah meninjau dan fungsinya bisa saja berubah, tetapi bangunannya tidak boleh diubah sembarangan. Bangunan itu harus direvitalisasi,” kata Edi.

Ia mencontohkan sejumlah bangunan bersejarah di daerah lain, termasuk Jakarta, yang dimanfaatkan untuk kegiatan usaha agar memiliki nilai ekonomi. Pemanfaatan tersebut dinilai dapat membuat bangunan tetap hidup dan terawat, alih-alih terkesan gelap dan kusam.

Edi juga menyebutkan bahwa di kawasan Kantor Pos Lama nantinya masih akan terdapat gerai kantor pos dalam skala terbatas.

Ia menegaskan, hal terpenting dalam pemanfaatan bangunan cagar budaya tersebut adalah menjaga bentuk asli serta material bangunannya. Bahkan, material yang digunakan diharapkan dapat dikembalikan seperti semula.

“Selama tidak mengubah, apalagi bentuknya. Materialnya juga kita harapkan dikembalikan seperti semula,” ujarnya.

Rencana pemanfaatan Kantor Pos Lama menjadi Post Block pun menjadi perhatian masyarakat. Tantangannya adalah memastikan bangunan bersejarah tersebut tetap terjaga nilai dan keasliannya meski dimanfaatkan untuk kegiatan komersial. (Lid)

Ketemu Hewan Lucu di CFD Ayani Pontianak, Ada Golden Retriever hingga Ular
Ketemu Hewan Lucu di CFD Ayani Pontianak, Ada Golden Retriever hingga Ular
Sunday, 11/10/2026

KALBARONLINE.com – Olahraga di kawasan Car Free Day (CFD) Jalan Ahmad Yani, Pontianak, pada Minggu pagi (11/10/2026) tak hanya menjadi kesempatan bagi warga untuk menjaga kebugaran. Pengunjung juga bisa menemukan beragam hewan peliharaan yang menarik perhatian, mulai dari anjing hingga reptil.

Sejumlah hewan yang mencuri perhatian di antaranya anjing Golden Retriever, iguana, ular, hingga slender. Hewan-hewan tersebut dibawa oleh komunitas pencinta hewan maupun pemiliknya yang ikut meramaikan CFD.

Kehadiran mereka membuat suasana CFD semakin berwarna. Warga yang sedang berjalan santai atau jogging tampak tertarik untuk mendekat, melihat hewan-hewan tersebut dari dekat, hingga mengabadikan momen dengan berfoto bersama.

Bagi sebagian pengunjung, interaksi dengan hewan peliharaan ini menjadi hiburan tersendiri di sela-sela aktivitas olahraga. Tak hanya berolahraga, warga juga mendapat pengalaman berbeda dengan melihat beragam jenis hewan di ruang publik.

Kehadiran komunitas pencinta hewan turut menambah daya tarik CFD Ayani Pontianak sebagai tempat warga beraktivitas sekaligus menikmati suasana akhir pekan. (Lid)

Drainase Gang Pancasila 1 Pontianak Rampung, Warga Lega Tak Lagi Dihantui Genangan
Drainase Gang Pancasila 1 Pontianak Rampung, Warga Lega Tak Lagi Dihantui Genangan
Sunday, 04/10/2026

KALBARONLINE.com – Warga Gang Pancasila 1, Kota Pontianak, kini merasa lega setelah pengerjaan saluran air di lingkungan permukiman mereka rampung.

Perbaikan dan penataan saluran tersebut dinilai berhasil memperlancar aliran air serta mengurangi potensi genangan yang selama ini menjadi persoalan setiap kali hujan dengan intensitas tinggi.

Tokoh warga setempat, Lutfi, mewakili masyarakat menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pengerjaan infrastruktur drainase tersebut.

Menurut Lutfi, saluran yang telah diperbaiki kini dapat mengalirkan air dengan lebih lancar karena tidak lagi mengalami sumbatan seperti sebelumnya.

"Kami mewakili warga Gg. Pancasila 1 mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak pelaksana, Dinas Perkim Kota Pontianak, serta pihak konsultan yang sudah melakukan pengawasan dengan sangat baik. Pengerjaan saluran ini benar-benar sangat membantu lingkungan kami agar terhindar dari banjir," ujar Lutfi di Pontianak.

Warga juga mengapresiasi pihak pelaksana yang dinilai telah menyelesaikan pekerjaan dengan baik, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Pontianak atas perhatian terhadap kebutuhan infrastruktur warga, serta konsultan pengawas yang melakukan pengawasan selama proses pengerjaan.

Dengan rampungnya pembangunan saluran tersebut, warga berharap fungsi drainase dapat terus dijaga dan dirawat sehingga mampu bertahan dalam jangka panjang.

Warga juga berharap lingkungan Gang Pancasila 1 menjadi lebih bersih, sehat, nyaman, dan tidak lagi dihantui persoalan genangan saat hujan deras. (*)

Antrean Solar Subsidi Kendaraan Besar di Pontianak Mulai Dibatasi, Pertamina Pastikan Stok Aman
Antrean Solar Subsidi Kendaraan Besar di Pontianak Mulai Dibatasi, Pertamina Pastikan Stok Aman
Wednesday, 30/09/2026

KALBARONLINE.com – Antrean kendaraan besar yang membeli solar subsidi di sejumlah SPBU Kota Pontianak hingga mengular ke badan jalan bukan disebabkan kekurangan stok.

Sales Branch Manager Pertamina Kalimantan Barat, Irsan Firdaus Gasani, mengatakan stok BBM masih dalam kondisi aman. Salah satu faktor meningkatnya permintaan BBM subsidi adalah perpindahan konsumen dari BBM nonsubsidi akibat perbedaan harga.

“Sebenarnya untuk stok aman. Namun, kalau teman-teman media melihat, ada disparitas harga antara BBM subsidi dengan BBM nonsubsidi,” kata Irsan, Selasa (29/9/2026).

Ia mencontohkan harga Bio Solar Rp6.800 per liter, sedangkan Dexlite berada di kisaran Rp15 ribu per liter.

Menurutnya, selisih harga tersebut membuat sebagian konsumen yang sebelumnya menggunakan BBM nonsubsidi beralih membeli BBM bersubsidi.

“Karena ada perbedaan harga tersebut, terjadi shifting atau perpindahan konsumen yang sebelumnya membeli BBM nonsubsidi menjadi membeli BBM subsidi,” ujarnya.

Kondisi serupa, lanjut Irsan, juga terjadi pada BBM jenis bensin. Pertamina mencatat adanya peningkatan pembelian Pertalite seiring perpindahan sebagian konsumen dari Pertamax dan Pertamax Turbo.

Terkait distribusi Bio Solar, Irsan memastikan pengiriman dilakukan sesuai permintaan dan jadwal masing-masing SPBU.

Ia menambahkan, panjangnya antrean juga dipengaruhi keterbatasan area SPBU. Kondisi tersebut semakin terlihat pada SPBU yang berada dekat kawasan pelabuhan dan banyak didatangi kendaraan angkutan.

Sementara untuk pembelian BBM bersubsidi, kendaraan wajib terdaftar dalam Program Subsidi Tepat dan menggunakan QR Code saat melakukan transaksi di SPBU. (Lid)

Asosiasi Angkutan Kalbar Dukung Pembatasan Antrean Truk Solar di Pontianak
Asosiasi Angkutan Kalbar Dukung Pembatasan Antrean Truk Solar di Pontianak
Wednesday, 30/09/2026

KALBARONLINE.com – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pontianak mulai menertibkan antrean kendaraan yang membeli BBM jenis solar bersubsidi di sejumlah SPBU. Mulai 1 Oktober 2026, kendaraan besar tidak diperbolehkan mengantre hingga mengular dan mengganggu badan jalan.

Kebijakan tersebut mendapat dukungan dari sejumlah asosiasi angkutan, salah satunya Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Kalimantan Barat.

Perwakilan ALFI Kalbar, Darmayadi, mengatakan pihaknya akan bekerja sama dengan Dishub dan SPBU Gretak 1 untuk mengatur kendaraan anggotanya agar tidak memenuhi Jalan Kom Yos Sudarso.

“Dengan aturan yang baru ini, mudah-mudahan bisa membuat kondisi di sekitar SPBU Kerta 1 menjadi lebih tertib,” kata Darmayadi.

Menurutnya, pengaturan kendaraan akan mulai diuji coba pukul 21.00 WIB. Untuk antrean di Jalan Kom Yos Sudarso, jumlah kendaraan yang diperbolehkan masuk dalam antrean akan dibatasi sekitar 12 unit.

“Jalan Kom Yos Sudarso kita clear-kan dari antrean,” ujarnya.

Darmayadi menyebut terdapat sekitar 125 kendaraan trailer anggota ALFI yang melakukan pengisian BBM di SPBU Kerta 1. Karena itu, lokasi parkir bagi kendaraan yang menunggu giliran juga perlu disiapkan.

Salah satu alternatif yang dipertimbangkan adalah kawasan di sekitar tepi sungai yang memiliki area lebih luas dan tidak mengganggu arus lalu lintas.

Pembagian sesi pengisian nantinya diserahkan kepada pihak SPBU. Pelaksanaannya juga akan dievaluasi bersama Dishub apabila masih menimbulkan kemacetan atau persoalan lainnya.

Dukungan serupa disampaikan Ketua DPD Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (APTRINDO) Kalbar Al Amin.

“Kami dari asosiasi sangat mendukung hasil kesepakatan tersebut karena tujuannya adalah untuk menciptakan ketertiban bersama,” katanya.

Menurut Al Amin, kolaborasi antara pemerintah, Pertamina, SPBU, dan asosiasi angkutan diperlukan agar persoalan antrean solar bersubsidi tidak terus menimbulkan gangguan lalu lintas.

“Dengan adanya ketertiban, ke depannya diharapkan tidak ada lagi pihak yang saling menyalahkan. Jadi, dengan adanya kolaborasi antara instansi dan seluruh stakeholder yang ada, kami dari asosiasi sangat mendukung langkah ini demi terciptanya ketertiban bersama,” pungkasnya. (Lid)

Tak Boleh Lagi Mengular di Badan Jalan, Antrean Solar Subsidi di Pontianak Diatur
Tak Boleh Lagi Mengular di Badan Jalan, Antrean Solar Subsidi di Pontianak Diatur
Wednesday, 30/09/2026

KALBARONLINE.com – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pontianak mulai mengatur antrean kendaraan yang membeli bahan bakar minyak (BBM) jenis solar bersubsidi di sejumlah SPBU. Kendaraan nantinya tidak boleh lagi mengantre hingga mengular dan mengganggu badan jalan.

Kepala Dishub Kota Pontianak Rendrayani mengatakan, pengaturan tersebut merupakan tindak lanjut Surat Edaran Nomor 60 Tahun 2026 tentang ketentuan pembelian BBM jenis solar bersubsidi di wilayah Kota Pontianak.

Surat edaran tersebut diterbitkan setelah banyaknya laporan masyarakat mengenai antrean kendaraan yang menggunakan badan jalan.

“Surat edaran ini merupakan tindak lanjut dari rapat Forum LLAJ sebelumnya yang dilaksanakan pada 14 September 2026,” kata Rendrayani, Selasa (29/9/2026).

Dalam penanganannya, Dishub berkoordinasi dengan Pertamina, asosiasi, Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo), serta pemilik SPBU untuk mencari solusi agar antrean kendaraan tidak mengganggu lalu lintas.

Menurut Rendrayani, pengaturan antrean akan diserahkan kepada masing-masing SPBU dengan pengawasan dari Pertamina.

“Untuk pengaturan antrean, kita kembalikan kepada masing-masing SPBU dan nantinya akan diawasi oleh Pertamina,” ujarnya.

Perhatian utama berada pada kendaraan yang mengantre di luar area SPBU. Nantinya, area antrean di luar SPBU akan diberikan marka khusus.

Jumlah kendaraan yang diperbolehkan mengantre di luar area SPBU juga akan disesuaikan dengan kondisi masing-masing lokasi.

Sebagai contoh, di SPBU Gretak 1, Sungai Jawi, maksimal 12 kendaraan diperbolehkan mengantre di luar area SPBU.

Sementara di SPBU Imam Bonjol, pengaturan dilakukan oleh pihak SPBU dengan ketentuan maksimal delapan kendaraan dalam waktu setengah jam.

“Jadi, untuk antrean di luar, tidak boleh sampai mengganggu badan jalan. Masing-masing SPBU mengatur sendiri antreannya, tetapi yang menjadi perhatian adalah kendaraan yang mengantre di luar badan jalan hanya diperbolehkan pada area yang sudah ditandai dengan marka,” jelasnya.

Dengan aturan tersebut, Dishub menegaskan tidak boleh lagi ada antrean kendaraan yang memanjang hingga mengganggu arus lalu lintas.

“Jadi, tidak boleh lagi ada kendaraan yang mengantre sepanjang Jalan Kom Yos Sudarso,” tegas Rendrayani.

Selain itu, Dishub juga menyiapkan langkah terhadap kendaraan yang tetap melanggar aturan antrean.

Rendrayani mengatakan mekanisme sanksi masih akan dikoordinasikan lebih lanjut. Namun, salah satu langkah yang dapat diterapkan adalah kendaraan yang melanggar tidak dilayani untuk membeli BBM.

“Minimal, kendaraan yang melanggar tidak dilayani untuk pembelian BBM. Kalau tidak mendapatkan BBM, tentu mereka akan berpikir untuk tidak mengulangi pelanggaran tersebut,” katanya.

Selain pengaturan antrean, Dishub juga tengah menyiapkan sistem identifikasi kendaraan.

Nantinya, setiap kendaraan akan diberikan stiker yang memuat identitas pemilik kendaraan beserta kontak person.

Stiker tersebut diharapkan memudahkan petugas menghubungi pemilik kendaraan apabila ditemukan pelanggaran, seperti parkir atau mengantre di badan jalan.

“Jadi, ketika terjadi pelanggaran seperti parkir di badan jalan, kita bisa langsung berkoordinasi dengan pemilik kendaraan,” ujarnya.

Rendrayani mengatakan mekanisme pemberian stiker kendaraan tersebut masih dalam proses penyusunan bersama pihak terkait.

Ia berharap sistem tersebut dapat mencegah pemilik kendaraan meninggalkan kendaraannya begitu saja saat mengantre solar subsidi.

“Jangan sampai pemilik kendaraan beralasan sedang mengantre BBM, tetapi ternyata kendaraannya ditinggal tidur atau ditinggalkan begitu saja,” pungkasnya. (Lid)

Cegah Karhutla, 172 Personel TNI Diterjunkan ke Pontianak untuk Edukasi Warga
Cegah Karhutla, 172 Personel TNI Diterjunkan ke Pontianak untuk Edukasi Warga
Wednesday, 26/08/2026

KALBARONLINE.com – Sebanyak 172 personel TNI diterjunkan ke Kota Pontianak, Kalimantan Barat, untuk membantu upaya pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Personel tersebut tergabung dalam Satgas Penyuluh Pati dan Pamen TNI wilayah Kota Pontianak. Mereka akan menjalankan pendekatan nonfisik dengan memberikan edukasi kepada masyarakat terkait bahaya karhutla serta cara pembukaan lahan yang lebih aman.

Staf Khusus Kasad, Brigjen TNI Hari Mulyanto, mengatakan pengerahan personel tersebut merupakan tindak lanjut perintah Panglima TNI untuk membantu penanganan karhutla melalui kegiatan penyuluhan kepada masyarakat.

“Kami hadir di Kalimantan Barat, khususnya di Pontianak, untuk memberikan penyuluhan kepada masyarakat terkait kebakaran hutan dan lahan yang terjadi,” kata Hari saat sosialisasi penanganan dan pencegahan karhutla di Pontianak, Rabu (26/8/2026).

Menurut Hari, edukasi kepada masyarakat menjadi hal penting agar pembukaan lahan tidak dilakukan dengan cara yang berpotensi memicu kebakaran dan menimbulkan kerugian.

“Kalau membuka lahan ini diharapkan dengan cara-cara yang lebih baik sehingga tidak menimbulkan kerugian ataupun bencana yang berdampak kurang bagus, baik kepada masyarakat sekitar maupun dunia internasional,” ujarnya.

Sebanyak 172 personel tersebut nantinya akan dibagi ke dalam 14 tim yang bertugas melakukan penyuluhan di wilayah kabupaten/kota di Kalimantan Barat.

Hari menyebut, penanganan karhutla saat ini terus dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat, baik melalui langkah fisik maupun nonfisik.

“Saat ini sedang kita atasi dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat, baik secara fisik maupun nonfisik. Diharapkan kebakaran ini dapat segera teratasi,” katanya.

Selain penanganan di lapangan, evaluasi dan mitigasi juga akan terus dilakukan. Menurut Hari, pengalaman menghadapi karhutla pada tahun-tahun sebelumnya menjadi bahan untuk memperbaiki strategi pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

“Kita adakan evaluasi, analisa terhadap langkah-langkah yang sudah kita laksanakan. Kemungkinan kalau ada hal-hal yang perlu kita tingkatkan, ada hal yang perlu kita perbaiki supaya kejadian ini tidak berulang kembali,” pungkasnya. (Lid)

Kualitas Udara Pontianak Tidak Sehat, DLH Imbau Warga Kurangi Aktivitas di Luar
Kualitas Udara Pontianak Tidak Sehat, DLH Imbau Warga Kurangi Aktivitas di Luar
Friday, 21/08/2026

KALBARONLINE.com – Kualitas udara di Kota Pontianak berada pada level tidak sehat berdasarkan pemantauan alat kualitas udara milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pontianak.

Kepala DLH Kota Pontianak, Syarif Usmulyono, mengatakan berdasarkan pemantauan hingga Jumat (21/8/2026) pagi, kualitas udara Pontianak berada pada level tidak sehat. Meski demikian, kondisi tersebut masih mengalami perubahan atau fluktuasi.

“Jadi kami untuk kualitas udara kota Pontianak, kita berdasarkan alat AQMS kita yang berada di Pontianak Tenggara. Nah sampai pagi tadi, itu mengatakan kondisi kualitas udara kita pada posisi level tidak sehat,” ujar Syarif.

Syarif menyebut angka kualitas udara yang terpantau sempat berada di angka 87. Namun, angka tersebut masih dapat berubah mengikuti kondisi arah angin dan kelembapan udara.

“Di 87 sudah tidak sehat, tapi masih turun. Kadang-kadang 40, kadang-kadang 20 itu tergantung arah angin, kondisi kelembaban udara, dan sebagainya,” katanya.

Menurut Syarif, kualitas udara cenderung berada pada kondisi kurang baik pada waktu subuh hingga pagi hari. Kondisi tersebut disebut mencapai angka tertinggi sekitar pukul 06.00 hingga 07.00, kemudian mulai membaik sekitar pukul 08.00.

Kondisi kualitas udara yang masih naik turun membuat masyarakat perlu lebih memperhatikan aktivitas di luar ruangan. DLH mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara berada pada level tidak sehat.

Syarif juga menyoroti aktivitas anak-anak sekolah. Ia menyarankan kegiatan di luar kelas dikurangi dan anak-anak menggunakan masker ketika bepergian ke sekolah.

“Nah juga kalau pergi sekolah, ya pakai masker dan sebagainya,” katanya.

Ia menambahkan, kondisi kualitas udara yang fluktuatif saat ini masih menjadi pertimbangan dalam menentukan kebijakan terkait kegiatan belajar-mengajar.

Jika kondisi udara tidak sehat berlangsung secara terus-menerus, pemerintah daerah berpotensi mengambil kebijakan lebih lanjut.

“Kalau dia stagnan di posisi tidak sehat, kemungkinan akan ada kebijakan dari Bapak Wali Kota,” ujarnya. (Lid)