Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
wakil bupati ketapang
Wabup Jamhuri Letakkan Batu Pertama Masjid Jami Al-Huda, Ajak Warga Perkuat Persaudaraan
Wabup Jamhuri Letakkan Batu Pertama Masjid Jami Al-Huda, Ajak Warga Perkuat Persaudaraan
Tuesday, 20/10/2026

KALBARONLINE.com – Wakil Bupati Ketapang, Jamhuri Amir, S.H., meletakkan batu pertama pembangunan Masjid Jami Al-Huda di Desa Teluk Bayur, Kecamatan Sungai Laur, Kabupaten Ketapang, Senin (19/10/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Sungai Laur, perangkat desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga setempat yang menyambut pembangunan masjid dengan antusias.

Dalam kesempatan itu, Jamhuri menegaskan bahwa pembangunan rumah ibadah tidak semata-mata berorientasi pada berdirinya bangunan fisik. Lebih dari itu, pembangunan masjid diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat persaudaraan, kebersamaan, dan kerukunan antarwarga.

Menurutnya, pembangunan tempat ibadah juga menjadi bagian dari upaya mendukung visi pembangunan Kabupaten Ketapang yang berkeadilan, maju, dan mandiri, sekaligus membentuk masyarakat yang beriman, cerdas, maju, dan beradat.

“Ini semua guna mewujudkan pembangunan berkeadilan untuk Kabupaten Ketapang yang maju dan mandiri serta masyarakat yang beriman, cerdas, maju, dan beradat,” ujar Jamhuri.

Ia menyampaikan, Pemerintah Kabupaten Ketapang berkomitmen mendukung pembangunan rumah ibadah sebagai bagian dari upaya meningkatkan kehidupan keagamaan dan memperkuat nilai-nilai sosial di tengah masyarakat.

Namun, Jamhuri mengingatkan bahwa tanggung jawab masyarakat tidak berhenti setelah pembangunan masjid selesai. Masjid yang telah berdiri harus dimakmurkan melalui kegiatan ibadah, pendidikan keagamaan, dan aktivitas sosial kemasyarakatan.

“Tanggung jawab masyarakat tidak berhenti hanya pada penyelesaian konstruksi fisik bangunan. Setelah berdiri, tujuan selanjutnya adalah memakmurkan masjid tersebut dan tidak membiarkannya kosong,” pesannya.

Ia berharap Masjid Jami Al-Huda nantinya tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat kegiatan masyarakat, sarana mempererat silaturahmi, serta tempat pendidikan keagamaan untuk membentuk generasi muda yang Qurani.

Jamhuri juga berharap pembangunan masjid tersebut berjalan lancar hingga selesai dan dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat.

“Semoga proses pembangunan berjalan lancar tanpa hambatan, mulai dari peletakan batu pertama ini hingga kelak diresmikan. Semoga di akhir masa jabatan kami nantinya masjid ini bisa selesai 100 persen,” ujarnya.

Sebagai bentuk dukungan, Pemerintah Kabupaten Ketapang turut memberikan bantuan dana untuk pembangunan Masjid Jami Al-Huda. Jamhuri juga menyerahkan bantuan semen secara pribadi.

Dukungan tersebut turut diikuti oleh Staf Ahli Bupati, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), serta Camat Sungai Laur. Bantuan itu menjadi bagian dari semangat gotong royong dalam mendukung pembangunan sarana ibadah bagi masyarakat Desa Teluk Bayur.

Dengan dimulainya pembangunan masjid tersebut, masyarakat diharapkan terus menjaga kebersamaan dan berpartisipasi aktif agar Masjid Jami Al-Huda dapat segera berdiri serta menjadi pusat ibadah dan kegiatan keagamaan yang bermanfaat bagi warga sekitar. (Adi LC)

Wabup Ketapang Ikuti Bimtek ASWAKADA, Perkuat Sinergi Menuju Tata Kelola Pemerintahan yang Lebih Baik
Wabup Ketapang Ikuti Bimtek ASWAKADA, Perkuat Sinergi Menuju Tata Kelola Pemerintahan yang Lebih Baik
Friday, 24/07/2026

KALBARONLINE.com – Wakil Bupati Ketapang, Jamhuri Amir, mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Asosiasi Wakil Kepala Daerah (ASWAKADA) Tahun 2026 yang berlangsung di Planet Holiday Hotel & Residence, Kota Batam, Kepulauan Riau, pada 22–24 Juli 2026.

Bimtek mengusung tema "Penguatan ASWAKADA sebagai Mitra Strategis Pemerintah Daerah dalam Tata Kelola, Advokasi Kebijakan, dan Sinergi Pembangunan Nasional Tahun 2026". Kegiatan ini diikuti para wakil kepala daerah dari berbagai kabupaten dan kota di Indonesia.

Forum tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas kepemimpinan, memperkuat koordinasi antardaerah, serta menyelaraskan implementasi kebijakan nasional di tingkat daerah.

Kegiatan dibuka oleh Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Dede Yusuf Macan Effendi, bersama Ketua Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI), Bursah Zanubi.

Selama pelaksanaan bimtek, peserta mendapatkan berbagai materi dari pejabat Kementerian Dalam Negeri yang membahas tata kelola pemerintahan, pengelolaan keuangan daerah, sinkronisasi kebijakan pusat dan daerah, hingga penguatan peran wakil kepala daerah.

Wakil Bupati Ketapang, Jamhuri Amir, mengatakan forum tersebut menjadi momentum penting untuk mempererat komunikasi sekaligus memperkuat kolaborasi antarwakil kepala daerah di seluruh Indonesia.

"Melalui forum seperti ini, terbangun silaturahmi, komunikasi, dan kolaborasi yang semakin erat antarwakil kepala daerah di seluruh Indonesia. Kesamaan visi dan semangat kebersamaan menjadi modal penting dalam menghadapi tantangan pembangunan," ujarnya.

Menurut Jamhuri, sinergi yang kuat antara kepala daerah dan wakil kepala daerah menjadi faktor penting dalam menciptakan pemerintahan yang efektif sekaligus mampu menjawab berbagai kebutuhan masyarakat.

"Sinergi yang kuat antara kepala daerah dan wakil kepala daerah akan melahirkan tata kelola pemerintahan yang semakin baik, menghadirkan solusi bagi berbagai persoalan masyarakat, serta mendorong terwujudnya pembangunan daerah yang maju, berdaya saing, dan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045," katanya.

Ia menegaskan, keikutsertaan Pemerintah Kabupaten Ketapang dalam Bimtek ASWAKADA merupakan bentuk komitmen untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan melalui penguatan kapasitas aparatur serta sinergi dengan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah lainnya.

"Kami berkomitmen terus memperkuat kapasitas kepemimpinan daerah, meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan, mempererat sinergi dengan pemerintah pusat dan daerah lain, serta menghadirkan pelayanan publik yang semakin profesional demi terwujudnya Kabupaten Ketapang yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan," tegasnya.

Selain menjadi sarana peningkatan kompetensi, forum nasional tersebut juga menjadi wadah berbagi pengalaman dan praktik terbaik antarwakil kepala daerah yang diharapkan mampu melahirkan berbagai inovasi dalam penyelenggaraan pemerintahan di masing-masing daerah. (Adi LC)

Wabup Jamhuri Tutup PSBM Desa Mensubang, Dorong Seni Budaya Melayu Jadi Agenda Tahunan
Wabup Jamhuri Tutup PSBM Desa Mensubang, Dorong Seni Budaya Melayu Jadi Agenda Tahunan
Tuesday, 07/07/2026

KALBARONLINE.com – Pagelaran Seni Budaya Melayu (PSBM) Desa Mensubang, Kecamatan Nanga Tayap, resmi ditutup pada Sabtu (4/7/2026) malam. Penutupan berlangsung meriah dan menjadi puncak perayaan budaya yang mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat.

Prosesi penutupan ditandai dengan penekanan tombol sirene oleh Wakil Bupati Ketapang, Jamhuri Amir, didampingi Camat Nanga Tayap, Kepala Desa Mensubang, panitia penyelenggara, serta tamu undangan lainnya.

Kedatangan Wakil Bupati disambut melalui prosesi adat tepung tawar Melayu, atraksi pencak silat, hingga tradisi pemancungan sebatang tebu sebagai simbol penghormatan kepada tamu kehormatan sekaligus bentuk pelestarian adat istiadat Melayu.

Dalam sambutannya, Jamhuri Amir menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia penyelenggara, khususnya Camat Nanga Tayap, yang dinilai berhasil menginisiasi Pagelaran Seni Budaya Melayu hingga berjalan sukses.

“Terima kasih kepada Pak Camat beserta seluruh panitia yang telah menjaga marwah Melayu. Sesuai falsafah tak lekang Melayu dimakan zaman, warisan budaya yang ditinggalkan para leluhur jangan sampai hilang ditelan perkembangan zaman,” ujarnya.

Menurut Jamhuri, PSBM bukan sekadar menjadi hiburan masyarakat, tetapi juga memiliki peran penting dalam membangkitkan kembali ingatan kolektif terhadap permainan dan tradisi Melayu yang mulai jarang dikenal oleh generasi muda.

“Dengan adanya pagelaran seni budaya ini, kenangan masa kecil kita muncul kembali. Saya berharap kearifan lokal seperti ini dapat didorong menjadi bagian dari muatan lokal di sekolah sehingga anak-anak kita tetap mengenal budaya daerahnya,” katanya.

Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Ketapang berkomitmen mendukung berbagai kegiatan pelestarian budaya. Bahkan, ia berharap PSBM Desa Mensubang dapat menjadi agenda rutin tahunan sekaligus menjadi contoh bagi kecamatan lain di Kabupaten Ketapang.

“Saya berharap ke depan tidak hanya Kecamatan Nanga Tayap, tetapi kecamatan lainnya juga menggelar kegiatan seperti ini. PSBM menjadi role model bagi tumbuh dan berkembangnya khazanah budaya Melayu di Kabupaten Ketapang. Mari bersama-sama kita lestarikan kekayaan budaya yang diwariskan oleh para leluhur,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Mensubang, Ria Andriawan, berharap PSBM menjadi tonggak awal dalam memperkuat kolaborasi seluruh elemen masyarakat untuk membangun, membangkitkan, dan melestarikan budaya Melayu di Kabupaten Ketapang.

“Mudah-mudahan apa yang dimulai dari Desa Mensubang ini menjadi titik awal sekaligus tolok ukur kemajuan budaya Melayu di Kabupaten Ketapang,” ujarnya.

Menutup sambutannya, Ria Andriawan menyampaikan sebuah pantun yang disambut tepuk tangan meriah dari para hadirin.

“Bagaimana membelah pinang. Ambillah kacip parang untuk membelah. Bagaimana hati tak senang. Penyelenggaraan PSBM begitu meriah.”

Kemeriahan penutupan semakin terasa dengan penampilan tari khas Melayu Tajuk Rindu yang dibawakan para penari asal Desa Mensubang.

Malam puncak PSBM juga dihibur penampilan grup musik legendaris Kalimantan Barat, Arwana Band, yang sukses menghibur ribuan warga yang memadati lokasi kegiatan.

Usai acara, Wakil Bupati Ketapang turut mengunjungi sejumlah stan pameran yang menampilkan produk UMKM lokal, hasil kerajinan, serta berbagai potensi unggulan yang dipamerkan dalam kawasan Pagelaran Seni Budaya Melayu Desa Mensubang. (Adi LC)

Tradisi Pencucian Pusake Tanah Kayong Kembali Digelar, Wabup Ketapang Ajak Generasi Muda Lestarikan Budaya
Tradisi Pencucian Pusake Tanah Kayong Kembali Digelar, Wabup Ketapang Ajak Generasi Muda Lestarikan Budaya
Monday, 29/06/2026

KALBARONLINE.com – Tradisi Pencucian Pusake Tanah Kayong kembali digelar masyarakat Melayu-Bugis Kabupaten Ketapang di halaman Pendopo Bupati Ketapang, Minggu (28/6/2026) malam. Setelah puluhan tahun vakum, tradisi ini kembali dihidupkan sebagai upaya melestarikan adat dan budaya melalui prosesi pencucian senjata pusaka serta pembacaan sumpah setia Melayu-Bugis.

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Ketapang Jamhuri Amir, unsur Forkopimda, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan Melayu dan Bugis dari Kabupaten Ketapang maupun Kabupaten Kayong Utara, serta masyarakat umum.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Ketapang Jamhuri Amir mengapresiasi kembali digelarnya tradisi yang telah lama tidak dilaksanakan tersebut. Menurutnya, Pencucian Pusake Tanah Kayong bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk penghormatan terhadap sejarah, para leluhur, dan nilai-nilai budaya yang diwariskan kepada generasi penerus.

"Tradisi Pencucian Pusake Tanah Kayong bukan sekadar seremoni belaka, tetapi memiliki makna yang sangat mendalam. Kegiatan ini merupakan simbol penghormatan terhadap sejarah, leluhur, serta nilai-nilai kebudayaan yang diwariskan kepada generasi-generasi penerus," ujar Jamhuri.

Ia menilai warisan budaya lokal merupakan aset yang tidak ternilai karena menjadi identitas daerah sekaligus modal sosial dalam membangun masyarakat yang berkarakter. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Ketapang berkomitmen terus mendukung berbagai upaya pelestarian budaya agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

Jamhuri juga mengajak generasi muda untuk lebih mengenal, mencintai, dan menjaga tradisi leluhur agar nilai-nilai budaya Tanah Kayong tetap lestari.

"Saya berharap generasi muda dapat mengenal, mencintai, dan melestarikan tradisi-tradisi luhur yang menjadi warisan para leluhur kita, sehingga nilai-nilai budaya Tanah Kayong tetap hidup, lestari, dan terjaga sepanjang masa di tengah masyarakat," katanya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pencucian Pusake Tanah Kayong, Rion Sardi, mengatakan kegiatan tersebut merupakan inisiatif masyarakat Melayu-Bugis untuk menghidupkan kembali tradisi yang telah lama tidak dilaksanakan.

Pusaka yang dibersihkan merupakan peninggalan sejarah para leluhur yang selama bertahun-tahun tidak pernah disucikan maupun dirawat. Menurut Rion, pelaksanaan tahun ini menjadi momen bersejarah karena merupakan penyelenggaraan perdana setelah vakum selama puluhan tahun.

Ia berharap tradisi tersebut dapat menjadi agenda tahunan Pemerintah Kabupaten Ketapang setiap bulan Muharam.

"Harapan kami, ke depan kegiatan ini dapat menjadi agenda tahunan Pemerintah Kabupaten Ketapang agar anak cucu kita jangan pernah melupakan adat budaya Melayu yang telah lahir dari nenek moyang kita," ujarnya.

Rion menjelaskan, tradisi pencucian pusaka masyarakat Melayu tidak ditentukan pada tanggal tertentu, melainkan dilaksanakan setiap bulan Muharam. Ia berharap kegiatan ini semakin memperkuat persatuan masyarakat Melayu-Bugis di Kabupaten Ketapang sekaligus menjaga kelestarian warisan budaya bagi generasi mendatang. (*)

MTQ XXXIII Kabupaten Ketapang Resmi Ditutup, Kecamatan Delta Pawan Raih Juara Umum
MTQ XXXIII Kabupaten Ketapang Resmi Ditutup, Kecamatan Delta Pawan Raih Juara Umum
Thursday, 18/06/2026

KALBARONLINE.com – Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) XXXIII Tingkat Kabupaten Ketapang resmi ditutup oleh Wakil Bupati Ketapang, Jamhuri Amir, SH, di Kecamatan Muara Pawan, Selasa (16/6/2026) malam.

Penutupan berlangsung khidmat dan menjadi penanda berakhirnya rangkaian syiar Islam yang telah berlangsung sejak 13 Juni 2026. Berdasarkan Surat Keputusan Dewan Hakim MTQ XXXIII Tahun 2026, Kecamatan Delta Pawan berhasil meraih predikat Juara Umum setelah mencatatkan prestasi terbaik di berbagai cabang perlombaan.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Ketapang Jamhuri Amir menyampaikan ucapan selamat kepada para peserta yang berhasil meraih prestasi pada MTQ XXXIII Kabupaten Ketapang.

"Selamat kepada para peserta yang telah meraih prestasi. Jadikan keberhasilan ini sebagai motivasi untuk terus belajar, berlatih, dan meningkatkan kemampuan sehingga mampu mengharumkan nama Kabupaten Ketapang di ajang yang lebih tinggi," ujarnya.

Jamhuri juga memberikan semangat kepada peserta yang belum berhasil meraih gelar juara agar tetap optimistis dan terus mengasah kemampuan.

"Partisipasi dan semangat yang telah ditunjukkan merupakan prestasi tersendiri. Teruslah belajar dan berlatih, karena kesempatan untuk meraih keberhasilan selalu terbuka di masa mendatang," katanya.

Selain itu, ia memberikan apresiasi kepada Dewan Hakim yang telah menjalankan tugas secara profesional, objektif, dan penuh tanggung jawab selama pelaksanaan MTQ.

Menurutnya, semangat MTQ harus terus menjadi sarana untuk meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur'an sekaligus melahirkan generasi Qurani yang berakhlak mulia, cerdas, dan berdaya saing.

Sementara itu, Ketua I Panitia MTQ XXXIII, Sapwan Noor, S.Pd.I., M.E., mengatakan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar berkat dukungan berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Kabupaten Ketapang, LPTQ, Pemerintah Kecamatan Muara Pawan, hingga masyarakat setempat.

"Kami menyampaikan permohonan maaf apabila selama penyelenggaraan masih terdapat kekurangan, baik dalam pelayanan kepada kafilah, pelaksanaan perlombaan, maupun komunikasi selama kegiatan berlangsung. Segala kekurangan menjadi tanggung jawab kami sebagai panitia," ucap Sapwan Noor.

Prosesi penutupan MTQ XXXIII ditandai dengan penurunan bendera LPTQ oleh pasukan Paskibraka. Selanjutnya, bendera LPTQ diserahkan kepada Kecamatan Matan Hilir Utara yang akan menjadi tuan rumah MTQ XXXIV Tingkat Kabupaten Ketapang pada tahun 2027.

Acara penutupan juga dimeriahkan dengan penampilan Juara I Tilawah Dewasa MTQ XXXIII serta penyanyi cilik Imam Robian dari SDN 2 Delta Pawan.

Sebagai penutup, panitia menyerahkan hadiah dan penghargaan kepada para pemenang seluruh cabang perlombaan. Momen tersebut sekaligus menandai berakhirnya MTQ XXXIII Kabupaten Ketapang Tahun 2026 yang sukses mempererat ukhuwah Islamiyah dan meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur'an. (Adi LC)

Tinjau RSUD Agoesdjam, Wabup Ketapang Jamhuri Amir Tekankan Pelayanan Kesehatan yang Ramah dan Humanis
Tinjau RSUD Agoesdjam, Wabup Ketapang Jamhuri Amir Tekankan Pelayanan Kesehatan yang Ramah dan Humanis
Tuesday, 09/06/2026

KALBARONLINE.com – Wakil Bupati Ketapang, Jamhuri Amir, melakukan kunjungan kerja ke RSUD dr. Agoesdjam Ketapang untuk memastikan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat terus meningkat, khususnya pada pelayanan administrasi dan pelayanan publik yang menjadi garda terdepan rumah sakit, Senin (8/6/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Jamhuri meninjau langsung area pendaftaran pasien, ruang resepsionis, hingga sejumlah unit pelayanan yang menjadi titik awal masyarakat saat mengakses layanan kesehatan. Ia juga berdialog dengan manajemen rumah sakit, petugas administrasi, serta warga yang sedang berobat.

Menurut Jamhuri, pelayanan kesehatan yang cepat, ramah, dan responsif merupakan salah satu faktor penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap fasilitas kesehatan milik pemerintah.

“Rumah sakit bukan hanya tempat berobat, tetapi juga tempat masyarakat mencari harapan dan kepastian. Karena itu, setiap petugas, terutama yang berada di garda terdepan seperti resepsionis dan pendaftaran, harus mampu memberikan pelayanan yang humanis, ramah, dan membantu masyarakat dengan sepenuh hati,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa transformasi pelayanan kesehatan tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan sarana dan prasarana maupun sistem digital yang modern. Kualitas interaksi antara petugas dan masyarakat juga menjadi bagian penting dalam menciptakan pelayanan publik yang berkualitas.

“Teknologi seperti Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) tentu sangat membantu mempercepat pelayanan. Namun yang tidak kalah penting adalah sikap dan etika dalam melayani. Senyum, sapaan yang baik, serta kesediaan membantu masyarakat merupakan bagian dari pelayanan yang harus terus dibangun,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Jamhuri juga meminta manajemen RSUD dr. Agoesdjam Ketapang untuk terus melakukan evaluasi dan pembinaan terhadap seluruh sumber daya manusia yang bertugas memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Menurutnya, setiap keluhan yang disampaikan masyarakat harus dijadikan bahan evaluasi guna meningkatkan kualitas layanan secara berkelanjutan.

Perhatian khusus juga diberikan kepada kelompok lanjut usia (lansia) serta masyarakat yang belum terbiasa menggunakan sistem pelayanan berbasis digital. Ia meminta petugas aktif memberikan pendampingan agar masyarakat tidak mengalami kesulitan saat mengakses layanan kesehatan.

“Jangan biarkan masyarakat kebingungan dengan prosedur. Tugas kita adalah membantu, mengarahkan, dan memberikan solusi. Pelayanan publik yang baik harus mampu memberikan rasa nyaman dan kemudahan bagi seluruh lapisan masyarakat,” tegasnya.

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Ketapang dalam memperkuat reformasi birokrasi di sektor kesehatan sekaligus memastikan pelayanan publik berjalan sesuai prinsip profesional, cepat, transparan, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.

Melalui sinergi antara manajemen rumah sakit, tenaga kesehatan, tenaga administrasi, serta dukungan teknologi yang terus dikembangkan, Pemerintah Kabupaten Ketapang berharap RSUD dr. Agoesdjam Ketapang semakin meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan menjadi rumah sakit yang dipercaya serta dibanggakan masyarakat. (Adi LC)

Hari Lahir Pancasila 2026, Wabup Ketapang Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan dan Semangat Gotong Royong
Hari Lahir Pancasila 2026, Wabup Ketapang Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan dan Semangat Gotong Royong
Monday, 01/06/2026

KALBARONLINE.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ketapang menggelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di halaman Kantor Bupati Ketapang, Senin (1/6/2026). Upacara berlangsung khidmat dan diikuti Aparatur Sipil Negara (ASN), unsur TNI-Polri, serta berbagai elemen pemerintahan di Kabupaten Ketapang.

Wakil Bupati Ketapang, Jamhuri Amir, bertindak sebagai Inspektur Upacara. Turut hadir Wakil Ketua DPRD Ketapang, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah, para asisten, staf ahli, kepala perangkat daerah, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Jamhuri Amir membacakan pidato Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia yang mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”.

Melalui pidato itu ditegaskan bahwa Pancasila tetap menjadi pedoman sekaligus kekuatan utama bangsa Indonesia dalam menjaga persatuan di tengah keberagaman yang dimiliki.

“Pancasila adalah bintang penuntun yang telah membuktikan ketangguhannya. Di tengah dunia yang diwarnai berbagai ketidakpastian dan ancaman perpecahan, Indonesia tetap berdiri kokoh sebagai bangsa yang mampu menjaga persatuan di tengah keberagaman,” ujar Jamhuri saat membacakan pidato Kepala BPIP.

Lebih lanjut disampaikan, Pancasila tidak hanya berfungsi sebagai dasar negara, tetapi juga menjadi jangkar moral bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan global, mulai dari perkembangan teknologi yang semakin cepat hingga dinamika geopolitik internasional yang terus berubah.

Sebagai negara yang menjalankan politik luar negeri bebas aktif, Indonesia juga memiliki tanggung jawab untuk ikut menciptakan ketertiban dunia yang berlandaskan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Momentum Hari Lahir Pancasila 2026 ini, menurut Pemkab Ketapang, menjadi pengingat penting bagi seluruh masyarakat untuk terus mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Semangat persatuan, toleransi, dan gotong royong dinilai menjadi modal utama dalam membangun daerah sekaligus memperkuat ketahanan bangsa.

Melalui peringatan tersebut, masyarakat diajak untuk terus menjaga kebersamaan dan memperkuat nilai-nilai kebangsaan agar mampu menghadapi berbagai tantangan zaman dengan tetap berpegang pada ideologi Pancasila.

Upacara kemudian ditutup dengan doa bersama sebagai harapan agar nilai-nilai Pancasila senantiasa menjadi kekuatan pemersatu bangsa dalam mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, makmur, serta mampu menjaga perdamaian di tengah dinamika global. (Adi LC)

Wabup Ketapang Salurkan Hewan Kurban, Tegaskan Komitmen Pemerintah Meski Anggaran Terbatas
Wabup Ketapang Salurkan Hewan Kurban, Tegaskan Komitmen Pemerintah Meski Anggaran Terbatas
Friday, 29/05/2026

KALBARONLINE.com – Wakil Bupati Ketapang, Jamhuri Amir, menyerahkan bantuan hewan kurban dari Pemerintah Kabupaten Ketapang kepada Pondok Pesantren Nur Ilahi di Kelurahan Sukaharja, Kecamatan Delta Pawan, serta kepada Pengurus Masjid Al Fallah di Desa Ratu Elok, Kecamatan Manis Mata, dalam rangka menyambut Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.

Penyerahan hewan kurban tersebut berlangsung di lingkungan Pondok Pesantren Nur Ilahi dan dihadiri pengasuh pondok pesantren, unsur pemerintah kecamatan dan kelurahan, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga warga setempat.

Dalam sambutannya, Jamhuri Amir menegaskan bahwa bantuan hewan kurban tersebut menjadi bentuk kepedulian Pemerintah Kabupaten Ketapang kepada masyarakat, sekaligus mendukung pelaksanaan ibadah kurban pada momentum Hari Raya Iduladha.

Menurutnya, di tengah kondisi efisiensi anggaran yang saat ini dihadapi pemerintah daerah, pelayanan kepada masyarakat tetap menjadi prioritas utama.

“Kami menyadari masih banyak kebutuhan masyarakat yang harus dipenuhi. Namun dalam kondisi saat ini, pemerintah daerah tetap berupaya semaksimal mungkin memberikan pelayanan dan dukungan kepada masyarakat, termasuk melalui bantuan hewan kurban,” ujarnya.

Jamhuri menjelaskan, dalam dua tahun terakhir Pemerintah Kabupaten Ketapang mengalami pengurangan anggaran akibat kebijakan efisiensi dari pemerintah pusat. Kondisi tersebut berdampak terhadap sejumlah program pembangunan yang harus disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah.

“Pengurangan anggaran yang cukup besar tentu mempengaruhi berbagai program pembangunan dan pelayanan yang telah direncanakan. Namun pemerintah daerah terus berupaya mencari solusi dan peluang pendanaan agar pembangunan tetap berjalan,” katanya.

Meski begitu, ia memastikan pemerintah daerah tetap berupaya memperjuangkan pembangunan infrastruktur, terutama pembangunan jalan yang menjadi kebutuhan penting masyarakat di berbagai wilayah Kabupaten Ketapang.

“Alhamdulillah, melalui berbagai upaya yang dilakukan, pemerintah daerah berhasil memperoleh dukungan anggaran untuk pembangunan sejumlah ruas jalan. Ini menjadi kabar baik bagi masyarakat karena infrastruktur jalan sangat penting untuk mendukung aktivitas ekonomi dan mobilitas warga,” ungkapnya.

Ia juga mengakui, jumlah bantuan hewan kurban tahun ini mengalami penyesuaian dibandingkan tahun sebelumnya akibat kondisi keuangan daerah yang masih terdampak efisiensi anggaran.

Walaupun demikian, dirinya berharap bantuan tersebut tetap memberikan manfaat sekaligus mempererat hubungan antara pemerintah daerah dengan masyarakat.

“Jumlah bantuan yang kami salurkan memang tidak sebanyak tahun sebelumnya, namun kami berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat dan menjadi bagian dari semangat berbagi serta kebersamaan dalam menyambut Hari Raya Iduladha,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Jamhuri Amir turut mengapresiasi peran pondok pesantren, tokoh agama, dan tokoh masyarakat yang selama ini ikut menjaga kehidupan sosial dan keagamaan di Kabupaten Ketapang.

Menurutnya, pondok pesantren memiliki peran penting dalam membina generasi muda sekaligus memperkuat persatuan masyarakat.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada para ulama, pengasuh pondok pesantren, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat yang terus berkontribusi membangun kehidupan sosial dan keagamaan yang baik di Kabupaten Ketapang,” ucapnya.

Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Nur Ilahi menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas bantuan hewan kurban dari Pemerintah Kabupaten Ketapang. Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat terus terjalin demi mendukung kemajuan daerah.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan hewan kurban secara simbolis oleh Wakil Bupati Ketapang kepada pihak pondok pesantren dan pengurus masjid yang disaksikan tamu undangan serta masyarakat.

Melalui momentum Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Ketapang berharap semangat berbagi, gotong royong, dan kepedulian sosial terus tumbuh di tengah masyarakat guna memperkuat persatuan dan mendukung pembangunan daerah yang lebih maju serta sejahtera. (Adi LC)

Wabup Ketapang Sambut Pangdam XII/Tanjungpura, Perkuat Sinergi TNI dan Pemda
Wabup Ketapang Sambut Pangdam XII/Tanjungpura, Perkuat Sinergi TNI dan Pemda
Thursday, 21/05/2026

KALBARONLINE.com – Pemerintah Kabupaten Ketapang menggelar ramah tamah bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dalam rangka kunjungan kerja Pangdam XII/Tanjungpura, Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito, di Pendopo Bupati Ketapang, Rabu (20/05/2026) malam.

Kegiatan berlangsung hangat dan penuh keakraban. Sejumlah unsur Forkopimda, jajaran pemerintah daerah, tokoh masyarakat, hingga tamu undangan turut hadir dalam agenda tersebut. Kunjungan Pangdam XII/Tanjungpura ini menjadi momentum memperkuat sinergi antara TNI dan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan serta menjaga stabilitas keamanan di Kabupaten Ketapang.

Wakil Bupati Ketapang, Jamhuri Amir, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas kunjungan Pangdam XII/Tanjungpura ke Kabupaten Ketapang.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Pangdam XII/Tanjungpura yang telah berkunjung ke Kabupaten Ketapang. Mudah-mudahan kunjungan yang pertama ini bukanlah kunjungan yang terakhir,” ujar Jamhuri.

Dalam kesempatan itu, Jamhuri juga memaparkan kondisi geografis Kabupaten Ketapang yang memiliki wilayah sangat luas, yakni sekitar 31 ribu kilometer persegi dengan jumlah penduduk kurang lebih 600 ribu jiwa yang tersebar di 20 kecamatan, 253 desa, dan 9 kelurahan.

“Kalau dibandingkan dengan daerah di Pulau Jawa, luas Kabupaten Ketapang hampir sama dengan luas Provinsi Jawa Tengah,” katanya.

Menurut Jamhuri, luas wilayah tersebut membuat kebutuhan pelayanan pemerintahan dan pembangunan menjadi semakin kompleks. Karena itu, Pemkab Ketapang telah mengusulkan pemekaran wilayah kepada pemerintah pusat.

“Kami telah mengusulkan kepada Kementerian Dalam Negeri untuk pemekaran wilayah Kabupaten Ketapang menjadi tiga daerah baru. Mudah-mudahan pemerintah pusat dapat mengabulkannya,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan bahwa Kabupaten Ketapang merupakan daerah dengan keberagaman suku, agama, dan budaya yang sangat kuat, sehingga layak disebut sebagai miniatur Indonesia.

“Ketapang ini boleh disebut miniatur Indonesia karena multi-etnis, multi-agama, dan multi-budaya lengkap ada di sini. Oleh karena itu, Ketapang selama ini menjadi kabupaten yang aman, terkendali, dan kondusif,” ujarnya.

Sementara itu, Pangdam XII/Tanjungpura Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat yang diberikan Forkopimda Kabupaten Ketapang dan Kabupaten Kayong Utara selama kunjungannya.

Ia menegaskan komitmen jajaran TNI melalui Kodim 1203/Ketapang dan Yonif TP 832/Pawan Asasta untuk terus mendukung program pemerintah daerah sekaligus menjaga situasi keamanan tetap kondusif.

“Saya melalui satuan teritorial Kodim 1203/KTP dan Yonif TP 832/Pawan Asasta akan selalu berkomitmen mendukung program pemerintah daerah Kabupaten Ketapang dan Kabupaten Kayong Utara, serta semaksimal mungkin memberikan rasa aman dan nyaman,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati Ketapang turut menyerahkan cinderamata berupa miniatur ikon Tugu Ale-Ale dan batu kecubung khas Ketapang kepada Pangdam XII/Tanjungpura. Penyerahan cinderamata juga dilakukan secara simbolis dari Pangdam kepada Pemerintah Kabupaten Ketapang.

Acara kemudian ditutup dengan sesi foto bersama seluruh tamu undangan sebagai simbol kebersamaan dan komitmen menjaga sinergitas demi mendukung pembangunan dan kemajuan Kabupaten Ketapang. (Adi LC)

Wabup Ketapang Dorong Kolaborasi Pendidikan Lewat Program KREASI Tahun Kedua
Wabup Ketapang Dorong Kolaborasi Pendidikan Lewat Program KREASI Tahun Kedua
Wednesday, 20/05/2026

KALBARONLINE.com – Wakil Bupati Ketapang, Jamhuri Amir, menghadiri kick-off Program KREASI (Kolaborasi untuk Edukasi Anak Indonesia) tahun kedua yang digelar bersama Pemerintah Kabupaten Ketapang, Pemerintah Kabupaten Kayong Utara, Save the Children Indonesia, serta Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Selasa (19/05/2026).

Peluncuran ini menjadi penanda dimulainya kembali Program KREASI di Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara setelah pelaksanaan tahun pertama dinilai memberi dampak positif bagi dunia pendidikan di daerah.

Dalam sambutannya, Jamhuri Amir mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam keberlanjutan program tersebut. Menurutnya, Program KREASI merupakan bentuk nyata kolaborasi lintas sektor dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak di Kalimantan Barat, khususnya di Ketapang dan Kayong Utara.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Ketapang, kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menjalankan Program KREASI ini. Kehadiran program ini menjadi bentuk nyata kolaborasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan bagi anak-anak kita,” kata Jamhuri.

Ia menegaskan, pendidikan bukan hanya soal proses belajar di ruang kelas, tetapi juga berkaitan dengan harapan, kesempatan, dan masa depan generasi penerus bangsa. Karena itu, akses pendidikan yang merata dan berkualitas harus menjadi tanggung jawab bersama.

“Ketika pendidikan dapat diakses secara adil dan bermutu oleh seluruh masyarakat, maka sejatinya kita sedang membangun fondasi yang kuat bagi masa depan daerah dan bangsa,” ujarnya.

Jamhuri juga menyoroti tema “Kolaborasi Semesta” yang diangkat dalam Program KREASI tahun kedua. Menurutnya, pembangunan sektor pendidikan tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah semata. Dibutuhkan keterlibatan semua pihak, mulai dari sekolah, keluarga, masyarakat, dunia usaha, media, hingga generasi muda.

“Pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Ketika semua elemen bergerak bersama, tantangan sebesar apa pun akan lebih mudah kita hadapi,” tambahnya.

Program KREASI tahun kedua ini menghadirkan sejumlah inovasi, mulai dari pendampingan sekolah, penguatan kapasitas guru, hingga gerakan kolaboratif antar pemangku kepentingan pendidikan. Pemerintah Kabupaten Ketapang berharap program tersebut dapat memberikan dampak yang lebih luas dan berkelanjutan terhadap peningkatan mutu pendidikan di daerah.

Dalam kesempatan itu, Jamhuri juga menyinggung tantangan geografis Kabupaten Ketapang yang memiliki wilayah sekitar 31 ribu kilometer persegi dengan 20 kecamatan dan lebih dari 250 desa. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam pemerataan layanan pendidikan.

“Kalau di Pulau Jawa mungkin 30 menit sudah bertemu kabupaten lain, di Ketapang bisa berjam-jam perjalanan baru sampai ke kecamatan. Karena itu kami merasa sangat terbantu dengan hadirnya Program KREASI ini,” ungkapnya.

Sementara itu, Chief of Party Program KREASI Save the Children Indonesia, Alifa Sri Lestari, menjelaskan bahwa program tersebut berfokus pada peningkatan metode pengajaran literasi dan numerasi yang lebih efektif di tingkat TK/RA hingga SD/MI.

“Kami ingin memastikan bahwa pendidikan yang diterima anak-anak bukan hanya teori, tetapi benar-benar dipahami dan memberikan manfaat jangka panjang,” ujarnya.

Selain memperkuat metode pembelajaran, Program KREASI juga diarahkan untuk mendukung penguatan kebijakan pendidikan, penerapan kurikulum, sistem asesmen, serta peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru sebagai ujung tombak pendidikan.

Dalam kegiatan itu juga disampaikan bahwa Program KREASI di Ketapang dan Kayong Utara baru saja menerima penghargaan dari Balai Guru dan Tenaga Kependidikan Provinsi Kalimantan Barat atas sinergi dan kolaborasi dalam peningkatan kompetensi guru dan tenaga kependidikan.

Acara kemudian ditutup dengan peluncuran simbolis Program KREASI tahun kedua melalui peletakan logo bersama para pimpinan dan mitra program, dilanjutkan sesi foto bersama seluruh peserta dan tamu undangan. (Adi LC)