Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Rabu, 09 September 2020 |
KalbarOnline.com–Dua Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang beroperasi di Timika, ibu kota Kabupaten Mimika, Provinsi Papua, saat ini menjadi klaster baru penularan Covid-19 di wilayah itu. Kedua kluster BUMN tersebut sudah terdapat lebih dari 20 pasien terkonfirmasi positif Covid-19.
Kepala Dinas Kesehatan Mimika yang juga Juru Bicara Tim Gugus Tugas Covid-19 Reynold Ubra mengatakan, pada Selasa (8/9) ada sembilan kasus positif baru. Satu merupakan klaster kantor berjumlah lima kasus baru dan satu klaster kantor lainnya sampai menular ke keluarga, ditemukan empat kasus baru.
Reynold meminta warga Mimika mewaspadai munculnya klaster baru penularan Covid-19 yang dimulai dari pelaku perjalanan ke luar daerah, kemudian menular ke rekan-rekan sekantor dan selanjutnya menular lagi sampai keluarga.
”Peningkatan kasus Covid-19 di Mimika dalam satu bulan terakhir, juga berasal dari wilayah Pelabuhan Portsite Amamapare, yang dialami para karyawan dan juga kru kapal pengangkut bahan tambang,” terang Reynold Ubra seperti dilansir dari Antara.
Reynold menyayangkan sikap kurang kooperatif pimpinan salah satu BUMN tersebut, saat petugas hendak menangani kasus Covid-19 di lingkungan perusahaan.
”Mereka meminta isolasi mandiri. Itu memang diperbolehkan, tapi ada intervensi yang diurus medis dimana siapapun tidak bisa mengintervensi hal itu. Semua pasien positif ketika dibawa ke RSUD Mimika harus terlebih dahulu bertemu dengan dokter spesialis paru. Pasien selanjutnya akan dinilai dan diberikan pertimbangan, apakah bisa melakukan isolasi mandiri ataukah harus dirawat di rumah sakit atau di shelter (Wisma Atlet Timika),” jelas Reynold Ubra.
Menurut Reynold, Pemkab Mimika melalui Tim Gugus Tugas Kesehatan bertanggung jawab penuh memberikan pelayanan pemeriksaan usap (swab) gratis, melakukan penelusuran kontak erat, serta pengobatan bagi pasien terpapar Covid-19.
”Yang disayangkan begitu kami menjelaskan semua mekanisme atau alur pelayanan penanganan pasien Covid-19, mereka menuduh seolah-olah bahwa kebijakan itu kami buat sesuka hati, ada konspirasi, dan lain-lain. Perusahaan tidak bisa mengintervensi seperti itu. Yang jelas, kami akan melaporkan permasalahan ini,” kata Reynold tanpa mau menyebut nama kedua BUMN dimaksud.
Pada Selasa (8/9), terdapat penambahan 13 kasus baru Covid-19 di Mimika. Sehingga, secara kumulatif total warga setempat yang telah terpapar virus korona jenis baru itu sudah mencapai 875 orang. Bersamaan dengan itu, terdapat penambahan sembilan pasien sembuh sehingga total jumlah pasien sembuh dari Covid-19 di Mimika sampai saat ini sudah mencapai 726 orang.
Adapun kasus aktif yang masih dirawat dan diisolasi di rumah sakit sebanyak 138 pasien dan jumlah pasien meninggal dunia akibat terpapar Covid-19 di Mimika sampai saat ini sebanyak tujuh orang.
Saksikan video menarik berikut ini:
KalbarOnline.com–Dua Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang beroperasi di Timika, ibu kota Kabupaten Mimika, Provinsi Papua, saat ini menjadi klaster baru penularan Covid-19 di wilayah itu. Kedua kluster BUMN tersebut sudah terdapat lebih dari 20 pasien terkonfirmasi positif Covid-19.
Kepala Dinas Kesehatan Mimika yang juga Juru Bicara Tim Gugus Tugas Covid-19 Reynold Ubra mengatakan, pada Selasa (8/9) ada sembilan kasus positif baru. Satu merupakan klaster kantor berjumlah lima kasus baru dan satu klaster kantor lainnya sampai menular ke keluarga, ditemukan empat kasus baru.
Reynold meminta warga Mimika mewaspadai munculnya klaster baru penularan Covid-19 yang dimulai dari pelaku perjalanan ke luar daerah, kemudian menular ke rekan-rekan sekantor dan selanjutnya menular lagi sampai keluarga.
”Peningkatan kasus Covid-19 di Mimika dalam satu bulan terakhir, juga berasal dari wilayah Pelabuhan Portsite Amamapare, yang dialami para karyawan dan juga kru kapal pengangkut bahan tambang,” terang Reynold Ubra seperti dilansir dari Antara.
Reynold menyayangkan sikap kurang kooperatif pimpinan salah satu BUMN tersebut, saat petugas hendak menangani kasus Covid-19 di lingkungan perusahaan.
”Mereka meminta isolasi mandiri. Itu memang diperbolehkan, tapi ada intervensi yang diurus medis dimana siapapun tidak bisa mengintervensi hal itu. Semua pasien positif ketika dibawa ke RSUD Mimika harus terlebih dahulu bertemu dengan dokter spesialis paru. Pasien selanjutnya akan dinilai dan diberikan pertimbangan, apakah bisa melakukan isolasi mandiri ataukah harus dirawat di rumah sakit atau di shelter (Wisma Atlet Timika),” jelas Reynold Ubra.
Menurut Reynold, Pemkab Mimika melalui Tim Gugus Tugas Kesehatan bertanggung jawab penuh memberikan pelayanan pemeriksaan usap (swab) gratis, melakukan penelusuran kontak erat, serta pengobatan bagi pasien terpapar Covid-19.
”Yang disayangkan begitu kami menjelaskan semua mekanisme atau alur pelayanan penanganan pasien Covid-19, mereka menuduh seolah-olah bahwa kebijakan itu kami buat sesuka hati, ada konspirasi, dan lain-lain. Perusahaan tidak bisa mengintervensi seperti itu. Yang jelas, kami akan melaporkan permasalahan ini,” kata Reynold tanpa mau menyebut nama kedua BUMN dimaksud.
Pada Selasa (8/9), terdapat penambahan 13 kasus baru Covid-19 di Mimika. Sehingga, secara kumulatif total warga setempat yang telah terpapar virus korona jenis baru itu sudah mencapai 875 orang. Bersamaan dengan itu, terdapat penambahan sembilan pasien sembuh sehingga total jumlah pasien sembuh dari Covid-19 di Mimika sampai saat ini sudah mencapai 726 orang.
Adapun kasus aktif yang masih dirawat dan diisolasi di rumah sakit sebanyak 138 pasien dan jumlah pasien meninggal dunia akibat terpapar Covid-19 di Mimika sampai saat ini sebanyak tujuh orang.
Saksikan video menarik berikut ini:
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini