Mengapa Perempuan Sering Merasa Sedih Sebelum Menstruasi?

KalbarOnline – Banyak perempuan mengungkapkan bahwa mereka merasa sedih atau emosional yang intens sebelum menstruasi.

Fenomena ini sering dikaitkan dengan sindrom pramenstruasi (PMS), sebuah kondisi yang memengaruhi fisik, emosi, dan perilaku akibat perubahan hormonal dalam tubuh.

Peran Hormon

Siklus menstruasi perempuan dikendalikan oleh fluktuasi hormon, terutama estrogen dan progesteron. Menjelang menstruasi, kadar kedua hormon ini menurun drastis, yang dapat memengaruhi produksi serotonin, zat kimia di otak yang mengatur suasana hati.

Baca Juga :  Kementerian Kesehatan RI Umumkan Cacar monyet Telah terkonfirmasi di Indonesia

Penurunan serotonin ini sering dikaitkan dengan munculnya perasaan sedih, cemas, atau mudah tersinggung.

Faktor Emosional dan Psikologis

Selain perubahan biologis, faktor emosional juga berperan. Beberapa perempuan mungkin merasa lebih sensitif terhadap stres selama periode ini, atau memiliki pengalaman pribadi yang memperburuk gejala emosional.

Sindrom Pramenstruasi (PMS) dan PMDD

Pada sebagian perempuan, gejala ini dapat lebih parah dan dikenal sebagai gangguan disforik pramenstruasi (PMDD).

Kondisi ini mirip dengan PMS, tetapi lebih berat dan dapat memengaruhi aktivitas sehari-hari. Gejalanya meliputi suasana hati yang sangat buruk, perasaan putus asa, dan kelelahan ekstrem.

Baca Juga :  Kasus DBD di Kota Pontianak Meningkat, Zulfydar Zaidar Minta Pemerintah Segera Bertindak

Apa yang Bisa Dilakukan?

  1. Olahraga dan Pola Makan Seimbang
    Aktivitas fisik teratur dan makanan bergizi dapat membantu menyeimbangkan hormon dan meningkatkan serotonin.
  2. Kelola Stres
    Teknik relaksasi seperti meditasi atau yoga bisa membantu mengurangi kecemasan.
  3. Konsultasi dengan Profesional
    Jika gejala dirasa sangat mengganggu, konsultasikan dengan dokter. Terapi hormon atau obat antidepresan mungkin direkomendasikan. (she)

Comment