Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : adminkalbaronline |
| Senin, 27 Oktober 2025 |
KALBARONLINE.com - Ironi di Hari Listrik Nasional. Saat seluruh negeri memperingati momentum penting sektor ketenagalistrikan, warga Desa Sungai Bakau, Kecamatan Matan Hilir Selatan, Kabupaten Ketapang, justru harus berjuang dengan listrik bertegangan lemah yang tak kunjung diperbaiki oleh PT PLN (Persero) UP3 Ketapang.
Sudah berbulan-bulan, warga mengeluhkan tegangan rendah yang menyebabkan aktivitas terganggu dan peralatan rumah tangga rusak. Namun, hingga kini belum ada langkah konkret dari PLN.
Satu di antara warga Desa Sungai Bakau, Firdaus, mengaku kecewa karena kondisi listrik di desanya tidak kunjung membaik. Sementara pihak PLN seperti tidak perduli.
"Listrik kami sangat lemah. Menyalakan mesin air saja harus matikan semua lampu. Kulkas sudah dua bulan tidak bisa dipakai. PLN seolah membiarkan kami hidup dalam gelap di Hari Listrik Nasional ini,” ujarnya, Senin (27/10/2025).
Firdaus menilai, kondisi tersebut mencerminkan buruknya pelayanan PLN kepada masyarakat di pelosok daerah.
"Hari ini katanya Hari Listrik Nasional, tapi di desa kami listriknya justru makin lemah. Ini bukan perayaan, tapi penderitaan,” tegasnya.
Kepala Desa Sungai Bakau, Ahmat Nasir membenarkan banyak warganya yang mengeluh. Ia menjelaskan bahwa pemerintah desa telah menyurati PLN UP3 Ketapang untuk meminta penambahan tiang dan gardu listrik, namun belum juga ada tindak lanjut.
"Kami sudah kirim surat resmi. Tegangan rendah ini sudah lama. Warga berharap PLN segera turun tangan, jangan menunggu rusak semua baru bertindak,” ujarnya melalui sambungan telepon.
Sementara itu, pihak PLN Kantor Jaga Sungai Besar mengonfirmasikan, bahwa persoalan tegangan rendah di Sungai Bakau terjadi karena gardu listrik di wilayah tersebut masih menumpang dari Desa Pematang Gadung.
"Kami sudah mendata dan melaporkan ke PLN UP3 Ketapang. Diperlukan perluasan jaringan dan penambahan gardu untuk menormalkan daya,” jelas salah satu petugas.
Namun hingga berita ini diterbitkan, PLN UP3 Ketapang belum memberikan tanggapan resmi. Ketika wartawan mendatangi kantor PLN UP3 Ketapang, petugas keamanan menyebut pimpinan sedang rapat. Upaya konfirmasi melalui pesan juga belum direspons.
Warga kini hanya berharap, di balik peringatan Hari Listrik Nasional, PLN tidak sekadar merayakan pencapaian, tetapi benar-benar memperhatikan nasib masyarakat yang masih hidup dalam keterbatasan daya listrik. (Adi LC)
KALBARONLINE.com - Ironi di Hari Listrik Nasional. Saat seluruh negeri memperingati momentum penting sektor ketenagalistrikan, warga Desa Sungai Bakau, Kecamatan Matan Hilir Selatan, Kabupaten Ketapang, justru harus berjuang dengan listrik bertegangan lemah yang tak kunjung diperbaiki oleh PT PLN (Persero) UP3 Ketapang.
Sudah berbulan-bulan, warga mengeluhkan tegangan rendah yang menyebabkan aktivitas terganggu dan peralatan rumah tangga rusak. Namun, hingga kini belum ada langkah konkret dari PLN.
Satu di antara warga Desa Sungai Bakau, Firdaus, mengaku kecewa karena kondisi listrik di desanya tidak kunjung membaik. Sementara pihak PLN seperti tidak perduli.
"Listrik kami sangat lemah. Menyalakan mesin air saja harus matikan semua lampu. Kulkas sudah dua bulan tidak bisa dipakai. PLN seolah membiarkan kami hidup dalam gelap di Hari Listrik Nasional ini,” ujarnya, Senin (27/10/2025).
Firdaus menilai, kondisi tersebut mencerminkan buruknya pelayanan PLN kepada masyarakat di pelosok daerah.
"Hari ini katanya Hari Listrik Nasional, tapi di desa kami listriknya justru makin lemah. Ini bukan perayaan, tapi penderitaan,” tegasnya.
Kepala Desa Sungai Bakau, Ahmat Nasir membenarkan banyak warganya yang mengeluh. Ia menjelaskan bahwa pemerintah desa telah menyurati PLN UP3 Ketapang untuk meminta penambahan tiang dan gardu listrik, namun belum juga ada tindak lanjut.
"Kami sudah kirim surat resmi. Tegangan rendah ini sudah lama. Warga berharap PLN segera turun tangan, jangan menunggu rusak semua baru bertindak,” ujarnya melalui sambungan telepon.
Sementara itu, pihak PLN Kantor Jaga Sungai Besar mengonfirmasikan, bahwa persoalan tegangan rendah di Sungai Bakau terjadi karena gardu listrik di wilayah tersebut masih menumpang dari Desa Pematang Gadung.
"Kami sudah mendata dan melaporkan ke PLN UP3 Ketapang. Diperlukan perluasan jaringan dan penambahan gardu untuk menormalkan daya,” jelas salah satu petugas.
Namun hingga berita ini diterbitkan, PLN UP3 Ketapang belum memberikan tanggapan resmi. Ketika wartawan mendatangi kantor PLN UP3 Ketapang, petugas keamanan menyebut pimpinan sedang rapat. Upaya konfirmasi melalui pesan juga belum direspons.
Warga kini hanya berharap, di balik peringatan Hari Listrik Nasional, PLN tidak sekadar merayakan pencapaian, tetapi benar-benar memperhatikan nasib masyarakat yang masih hidup dalam keterbatasan daya listrik. (Adi LC)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini