Internasional    

Kisah Sada, Siswa SMPN 3 Pontianak Kenalkan Budaya Suku Dayak Kayaan Mendalam di Jepang

Oleh : adminkalbaronline
Senin, 27 Oktober 2025
Kisah Sada, Siswa SMPN 3 Pontianak Kenalkan Budaya Suku Dayak Kayaan Mendalam di Jepang
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com - Sada Alma Arkarna, siswi kelas IX di SMP Negeri 3 Pontianak ini menorehkan prestasi membanggakan. Duta Budaya Kalimantan Barat tersebut mewakili Indonesia dalam kegiatan Cultural Mission to Japan: Art Exhibition, Cultural Exchange and Dissemination in Amakusa, yang berlangsung pada 15 - 21 Oktober 2025 di Amakusa, Prefektur Kumamoto, Jepang.

Dalam agenda misi budaya itu, Alma tampil memperkenalkan seni dan kearifan lokal Kalimantan Barat kepada anak-anak Jepang melalui pertunjukan budaya, lokakarya, serta sesi pertukaran seni.

Pada program tahun ini, Alma tidak berangkat sendiri. Duta budaya dari sejumlah daerah lain turut terpilih mewakili Indonesia, di antaranya berasal dari Bali, Jakarta, Jawa Barat, Sumatera Selatan, Yogyakarta, dan Jawa Tengah.

Remaja kelahiran Oktober 2010 itu tampil menawan membawakan tarian tradisional dengan mengenakan busana adat Suku Dayak Kayaan Mendalam dari Kapuas Hulu. Judul tarian yang ia bawakan adalah “Doh Kayaan Apang Aruu” dengan iringan musik karya Fery sape.

Busana yang ia kenakan tampak spesial yang terdiri atas ikat kepala khas, aksesori telinga, manik pada bagian pinggang dan kalung, serta rok tradisional.

Tak hanya tampil dengan tarian, Alma juga berkesempatan memperkenalkan budaya telinga panjang atau apang aruu’. Ini adalah tradisi perempuan Suku Dayak Kaayan Mendalam yang menjadi identitas budaya masyarakat adat di Kalimantan Barat.

Selain itu, Alma dan delegasi lainnya terlibat dalam presentasi budaya, sesi pertukaran Haiku Jepang dan Pantun Indonesia, serta belajar seni kerajinan porselen Jepang.

Respon orang Jepang sangat baik dan banyak yang memuji. “Mereka bilang keren,” ujar Alma menceritakan kesan masyarakat Jepang terhadap budaya yang ia tampilkan.

Keterlibatan Alma dalam misi budaya internasional bukan yang pertama. Sebelumnya, pada tahun 2024, ia juga terpilih mengikuti Misi Budaya Duta Budaya ke Italia, tepatnya di Roma dan Luca. Hal ini menjadikan Alma sebagai satu-satunya peserta yang telah dua kali dipercaya mewakili Indonesia di ajang serupa.

“Alma ini sudah ditunjuk dua kali. Dan satu-satunya yang pernah ikut dua kali,” ungkap sang ibu, Puji Rahayu.

Bakat seni yang dimilikinya bukan datang tiba-tiba, melainkan diwarisi dari kedua orang tuanya yang juga berkecimpung di dunia seni dan budaya. Minat Alma terhadap dunia seni, khususnya seni tari tradisional, sudah tampak sejak kecil. Saat ini ia banyak menggeluti tarian Tiongkok Dayak Melayu atau Tidayu.

Kini Alma aktif di salah satu sanggar tari yang ada di Kota Pontianak. Ia juga aktif dalam ekskul tari di sekolahnya. “Kadang Alma juga membuat gerakan tarian sendiri,” tuturnya.

Sang ibu menuturkan bahwa ia hanya berupaya mengarahkan dan mendukung passion putrinya.

Selain aktif di bidang seni, prestasi Alma di bidang akademik juga patut dibanggakan. Ia pernah meraih peringkat tiga besar di dikelasnya dan menjuarai lomba dalam bidang akademik. (Lid)

Artikel Selanjutnya
Bangunan SDN 14 Pontianak Peninggalan Belanda Akan Disulap Jadi Museum Kota
Senin, 27 Oktober 2025
Artikel Sebelumnya
Roadshow Green Islam di FISIP Untan, Ajak Mahasiswa Jaga Alam Lewat Ajaran Agama
Senin, 27 Oktober 2025

Berita terkait