Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : adminkalbaronline |
| Jumat, 31 Oktober 2025 |
KALBARONLINE.com – Pemerintah Provinsi Kalbar di bawah Gubernur Ria Norsan dan wakilnya Krisantus Kurniawan terus menunjukkan komitmen dalam memperkuat sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) sebagai tulang punggung ekonomi daerah.
Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah dengan mempermudah penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) agar semakin banyak pelaku UMKM dapat naik kelas.
Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan akad massal KUR serentak nasional yang digelar di Aula Garuda, Kantor Gubernur Kalbar, belum lama ini.
Kegiatan tersebut dilaksanakan bersamaan dengan 38 provinsi di seluruh Indonesia dan diikuti ratusan pelaku UMKM dari berbagai kabupaten/kota di Kalimantan Barat.
Secara nasional, acara dibuka oleh Menteri Koperasi dan UKM bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, serta diikuti seluruh bank penyalur KUR di Indonesia.
Mewakili Gubernur Ria Norsan, Sekretaris Daerah Provinsi Kalbar, Harisson menyampaikan, bahwa total dana KUR yang disalurkan untuk wilayah Kalbar mencapai Rp 4 triliun, dengan Bank Kalbar menyalurkan sekitar Rp 700 miliar pada tahun 2025.
“Hari ini kita menandatangani secara serentak penyaluran KUR secara nasional. Untuk Kalimantan Barat, totalnya mencapai empat triliun rupiah, dan Bank Kalbar berperan besar dengan penyaluran sekitar tujuh ratus miliar rupiah bagi pelaku UMKM,” ujar Harisson.
Ia menjelaskan, KUR dengan plafon hingga Rp 100 juta dapat diakses tanpa agunan, sementara pinjaman di atas nominal tersebut tetap mengikuti ketentuan perbankan.
“Kebijakan tanpa agunan ini sangat membantu pelaku usaha kecil yang selama ini terkendala modal. Pemerintah berharap, program KUR dapat dimanfaatkan dengan bijak agar usaha terus tumbuh dan membuka lapangan kerja baru,” jelasnya.
Harisson menegaskan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat di bawah kepemimpinan Ria Norsan–Krisantus terus mendorong sinergi antara pemerintah daerah, perbankan dan pelaku UMKM, agar penyaluran KUR semakin mudah, tepat sasaran, dan berdampak nyata bagi masyarakat.
“Kami ingin agar UMKM Kalbar naik kelas, tidak hanya bertahan, tetapi berkembang, mandiri, dan menjadi motor penggerak ekonomi daerah,” tegasnya.
Sementara itu, Direktur Pemasaran Bank Kalbar, Yuse Chaidi Amzar mengungkapkan, bahwa hingga September 2025, Bank Kalbar telah menyalurkan Rp 580 miliar dari total alokasi Rp 700 miliar KUR kepada pelaku UMKM di Kalbar.
“Kami berkomitmen tidak hanya menyalurkan pembiayaan, tetapi juga melakukan pendampingan agar pelaku UMKM mampu mengelola usahanya secara berkelanjutan. KUR ini bukan sekadar bantuan modal, tapi langkah membangun kemandirian ekonomi masyarakat,” ungkap Yuse.
Melalui sinergi antara Pemprov Kalbar, Bank Kalbar, dan pelaku UMKM, diharapkan program KUR terus menjadi katalis untuk meningkatkan daya saing, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat ekonomi daerah menuju Kalbar yang maju, mandiri, dan sejahtera. (Red)
KALBARONLINE.com – Pemerintah Provinsi Kalbar di bawah Gubernur Ria Norsan dan wakilnya Krisantus Kurniawan terus menunjukkan komitmen dalam memperkuat sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) sebagai tulang punggung ekonomi daerah.
Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah dengan mempermudah penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) agar semakin banyak pelaku UMKM dapat naik kelas.
Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan akad massal KUR serentak nasional yang digelar di Aula Garuda, Kantor Gubernur Kalbar, belum lama ini.
Kegiatan tersebut dilaksanakan bersamaan dengan 38 provinsi di seluruh Indonesia dan diikuti ratusan pelaku UMKM dari berbagai kabupaten/kota di Kalimantan Barat.
Secara nasional, acara dibuka oleh Menteri Koperasi dan UKM bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, serta diikuti seluruh bank penyalur KUR di Indonesia.
Mewakili Gubernur Ria Norsan, Sekretaris Daerah Provinsi Kalbar, Harisson menyampaikan, bahwa total dana KUR yang disalurkan untuk wilayah Kalbar mencapai Rp 4 triliun, dengan Bank Kalbar menyalurkan sekitar Rp 700 miliar pada tahun 2025.
“Hari ini kita menandatangani secara serentak penyaluran KUR secara nasional. Untuk Kalimantan Barat, totalnya mencapai empat triliun rupiah, dan Bank Kalbar berperan besar dengan penyaluran sekitar tujuh ratus miliar rupiah bagi pelaku UMKM,” ujar Harisson.
Ia menjelaskan, KUR dengan plafon hingga Rp 100 juta dapat diakses tanpa agunan, sementara pinjaman di atas nominal tersebut tetap mengikuti ketentuan perbankan.
“Kebijakan tanpa agunan ini sangat membantu pelaku usaha kecil yang selama ini terkendala modal. Pemerintah berharap, program KUR dapat dimanfaatkan dengan bijak agar usaha terus tumbuh dan membuka lapangan kerja baru,” jelasnya.
Harisson menegaskan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat di bawah kepemimpinan Ria Norsan–Krisantus terus mendorong sinergi antara pemerintah daerah, perbankan dan pelaku UMKM, agar penyaluran KUR semakin mudah, tepat sasaran, dan berdampak nyata bagi masyarakat.
“Kami ingin agar UMKM Kalbar naik kelas, tidak hanya bertahan, tetapi berkembang, mandiri, dan menjadi motor penggerak ekonomi daerah,” tegasnya.
Sementara itu, Direktur Pemasaran Bank Kalbar, Yuse Chaidi Amzar mengungkapkan, bahwa hingga September 2025, Bank Kalbar telah menyalurkan Rp 580 miliar dari total alokasi Rp 700 miliar KUR kepada pelaku UMKM di Kalbar.
“Kami berkomitmen tidak hanya menyalurkan pembiayaan, tetapi juga melakukan pendampingan agar pelaku UMKM mampu mengelola usahanya secara berkelanjutan. KUR ini bukan sekadar bantuan modal, tapi langkah membangun kemandirian ekonomi masyarakat,” ungkap Yuse.
Melalui sinergi antara Pemprov Kalbar, Bank Kalbar, dan pelaku UMKM, diharapkan program KUR terus menjadi katalis untuk meningkatkan daya saing, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat ekonomi daerah menuju Kalbar yang maju, mandiri, dan sejahtera. (Red)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini