Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Kamis, 20 November 2025 |
KALBARONLINE.com – Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menegaskan bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kalbar tidak bisa disebut rendah, meskipun berada di posisi kelima atau paling rendah dibanding provinsi lain di Pulau Kalimantan. Menurutnya, jika dibandingkan dengan provinsi-provinsi di Indonesia secara umum, capaian IPM Kalbar justru termasuk kategori tinggi.
Norsan menjelaskan bahwa tahun ini IPM Kalbar kembali menunjukkan tren positif. Angkanya naik menjadi 72,09 persen, meningkat dari tahun sebelumnya yakni 72,01 persen, dan semakin mendekati rata-rata nasional yang berada di kisaran 75,09 persen.
“Sebenarnya IPM kita itu tidak rendah ya. Nilainya 72,09 persen. Cuma dari Kalimantan, kita yang terendah. Tapi kalau dengan provinsi lain, kita masuk tinggi juga ya,” ujarnya usai melantik Dewan Pendidikan Provinsi Kalbar di Pendopo Gubernur Kalbar, Kamis (20/11/25).
Ia menambahkan bahwa selisih IPM Kalbar dengan rata-rata nasional juga tidak terlalu besar. Menurutnya, jarak tiga poin tersebut masih sangat mungkin dikejar.
“Kita dengan nasional kalah sedikit saja. Nasional kan 75,09 persen. Kita 72,09 persen. Jadi, tiga poin kalahnya. Nah, mudah-mudahan kita bisa meningkatkan,” tuturnya.
Norsan memaparkan bahwa salah satu faktor yang membuat IPM Kalbar belum mampu menyamai angka rata-rata nasional adalah masih tingginya jumlah penduduk yang belum menamatkan pendidikan menengah. Ia menyebut 25 persen masyarakat Kalbar belum mengenyam pendidikan setingkat SMA.
Untuk menutup gap tersebut, Pemprov Kalbar akan memperluas akses pendidikan melalui peningkatan program vokasi dan Paket C, sehingga masyarakat yang putus sekolah tetap bisa memperoleh ijazah setara SD, SMP, hingga SMA.
“Salah satu tadi indikatornya kan saya sampaikan. Bahwa penduduk masyarakat Kalimantan Barat itu masih 25 persen yang belum mengecap Taman SMA. Nah, ini kita akan perbanyak vokasi Paket C tadi,” pungkasnya. (Lid)
KALBARONLINE.com – Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menegaskan bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kalbar tidak bisa disebut rendah, meskipun berada di posisi kelima atau paling rendah dibanding provinsi lain di Pulau Kalimantan. Menurutnya, jika dibandingkan dengan provinsi-provinsi di Indonesia secara umum, capaian IPM Kalbar justru termasuk kategori tinggi.
Norsan menjelaskan bahwa tahun ini IPM Kalbar kembali menunjukkan tren positif. Angkanya naik menjadi 72,09 persen, meningkat dari tahun sebelumnya yakni 72,01 persen, dan semakin mendekati rata-rata nasional yang berada di kisaran 75,09 persen.
“Sebenarnya IPM kita itu tidak rendah ya. Nilainya 72,09 persen. Cuma dari Kalimantan, kita yang terendah. Tapi kalau dengan provinsi lain, kita masuk tinggi juga ya,” ujarnya usai melantik Dewan Pendidikan Provinsi Kalbar di Pendopo Gubernur Kalbar, Kamis (20/11/25).
Ia menambahkan bahwa selisih IPM Kalbar dengan rata-rata nasional juga tidak terlalu besar. Menurutnya, jarak tiga poin tersebut masih sangat mungkin dikejar.
“Kita dengan nasional kalah sedikit saja. Nasional kan 75,09 persen. Kita 72,09 persen. Jadi, tiga poin kalahnya. Nah, mudah-mudahan kita bisa meningkatkan,” tuturnya.
Norsan memaparkan bahwa salah satu faktor yang membuat IPM Kalbar belum mampu menyamai angka rata-rata nasional adalah masih tingginya jumlah penduduk yang belum menamatkan pendidikan menengah. Ia menyebut 25 persen masyarakat Kalbar belum mengenyam pendidikan setingkat SMA.
Untuk menutup gap tersebut, Pemprov Kalbar akan memperluas akses pendidikan melalui peningkatan program vokasi dan Paket C, sehingga masyarakat yang putus sekolah tetap bisa memperoleh ijazah setara SD, SMP, hingga SMA.
“Salah satu tadi indikatornya kan saya sampaikan. Bahwa penduduk masyarakat Kalimantan Barat itu masih 25 persen yang belum mengecap Taman SMA. Nah, ini kita akan perbanyak vokasi Paket C tadi,” pungkasnya. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini