Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Senin, 05 Januari 2026 |
KALBARONLINE.com – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Kalbar untuk terus meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) pada 2026. Peningkatan IPM disebut menjadi fokus utama pembangunan daerah melalui penguatan sektor pendidikan, kesehatan, serta indikator pendukung lainnya.
Ria Norsan mengatakan, upaya peningkatan IPM tidak bisa dilakukan secara parsial. Karena itu, Pemprov Kalbar melibatkan berbagai elemen, mulai dari Tim Penggerak PKK hingga masyarakat di tingkat pedesaan, agar peningkatan kualitas sumber daya manusia berjalan merata.
“Yang pertama, kita tetap fokus kepada IPM, dengan meningkatkan kualitas pendidikan, kemudian kesehatan, dan juga indikator-indikator lain yang menunjang supaya IPM kita naik. Ini kita keroyokan, PKK juga kita libatkan, sampai ke masyarakat pedesaan,” ujar Norsan, Senin (06/01/2026).
Ia menargetkan, pada akhir masa kepemimpinannya pada 2030, IPM Kalbar tidak lagi tertinggal dibanding provinsi lain. Bahkan, Kalbar diproyeksikan mampu menempati peringkat dua nasional setelah Kalimantan Timur.
“Saya maunya nanti di berakhirnya saya, 2030, IPM kita tidak lagi keterbelakangan dari lima Kalimantan bahkan target kita itu nomor dua setelah Kaltim,” katanya.
Selain peningkatan kualitas sumber daya manusia, Ria Norsan juga menyoroti program strategis nasional di bidang infrastruktur. Menurutnya, pembangunan dan peningkatan ruas jalan menjadi faktor penting dalam menunjang konektivitas wilayah dan pemerataan pembangunan di Kalimantan Barat.
Beberapa ruas jalan strategis yang menjadi perhatian pemerintah daerah di antaranya Pesaguan–Kendawangan serta Sukadana–Teluk Batang. Khusus ruas Sukadana–Teluk Batang, Pemprov Kalbar menargetkan pengerjaan rampung pada 2026 sebelum Agustus, guna mendukung pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat nasional.
“Untuk jalan Sukadana–Teluk Batang, kita upayakan tahun 2026 ini sebelum Agustus sudah selesai,” jelasnya.
Sementara itu, ruas Ketapang–Sukadana disebut telah rampung sepenuhnya. Pemerintah daerah juga kembali membuka akses dari Prawas menuju Kayong Utara setelah sejumlah jembatan yang sebelumnya rusak selesai diperbaiki. Dengan seluruh jalur berfungsi optimal, waktu tempuh menuju Kayong Utara kini dapat dipangkas menjadi sekitar enam jam.
“Sekarang jembatan-jembatan yang sebelumnya rusak sudah kita perbaiki semua, sehingga akses sudah bisa dilalui kembali,” tutup Ria Norsan. (Lid)
KALBARONLINE.com – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Kalbar untuk terus meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) pada 2026. Peningkatan IPM disebut menjadi fokus utama pembangunan daerah melalui penguatan sektor pendidikan, kesehatan, serta indikator pendukung lainnya.
Ria Norsan mengatakan, upaya peningkatan IPM tidak bisa dilakukan secara parsial. Karena itu, Pemprov Kalbar melibatkan berbagai elemen, mulai dari Tim Penggerak PKK hingga masyarakat di tingkat pedesaan, agar peningkatan kualitas sumber daya manusia berjalan merata.
“Yang pertama, kita tetap fokus kepada IPM, dengan meningkatkan kualitas pendidikan, kemudian kesehatan, dan juga indikator-indikator lain yang menunjang supaya IPM kita naik. Ini kita keroyokan, PKK juga kita libatkan, sampai ke masyarakat pedesaan,” ujar Norsan, Senin (06/01/2026).
Ia menargetkan, pada akhir masa kepemimpinannya pada 2030, IPM Kalbar tidak lagi tertinggal dibanding provinsi lain. Bahkan, Kalbar diproyeksikan mampu menempati peringkat dua nasional setelah Kalimantan Timur.
“Saya maunya nanti di berakhirnya saya, 2030, IPM kita tidak lagi keterbelakangan dari lima Kalimantan bahkan target kita itu nomor dua setelah Kaltim,” katanya.
Selain peningkatan kualitas sumber daya manusia, Ria Norsan juga menyoroti program strategis nasional di bidang infrastruktur. Menurutnya, pembangunan dan peningkatan ruas jalan menjadi faktor penting dalam menunjang konektivitas wilayah dan pemerataan pembangunan di Kalimantan Barat.
Beberapa ruas jalan strategis yang menjadi perhatian pemerintah daerah di antaranya Pesaguan–Kendawangan serta Sukadana–Teluk Batang. Khusus ruas Sukadana–Teluk Batang, Pemprov Kalbar menargetkan pengerjaan rampung pada 2026 sebelum Agustus, guna mendukung pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat nasional.
“Untuk jalan Sukadana–Teluk Batang, kita upayakan tahun 2026 ini sebelum Agustus sudah selesai,” jelasnya.
Sementara itu, ruas Ketapang–Sukadana disebut telah rampung sepenuhnya. Pemerintah daerah juga kembali membuka akses dari Prawas menuju Kayong Utara setelah sejumlah jembatan yang sebelumnya rusak selesai diperbaiki. Dengan seluruh jalur berfungsi optimal, waktu tempuh menuju Kayong Utara kini dapat dipangkas menjadi sekitar enam jam.
“Sekarang jembatan-jembatan yang sebelumnya rusak sudah kita perbaiki semua, sehingga akses sudah bisa dilalui kembali,” tutup Ria Norsan. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini