Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Senin, 08 Desember 2025 |
KALBARONLINE.com – Sebuah poster pengobatan alternatif yang mengatasnamakan Brahmana Sanjaya beredar di media sosial Facebook dan mengklaim akan menggelar roadshow penyembuhan penyakit di Kota Pontianak. Dalam poster tersebut dicantumkan daftar penyakit yang disebut bisa disembuhkan serta informasi waktu dan lokasi pelaksanaan di Kantor Wali Kota Pontianak, Jalan Rahadi Usman Nomor 3.
Menanggapi hal tersebut, Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Pontianak, Yusnaldi, mengimbau masyarakat Pontianak dan sekitarnya agar tidak mempercayai informasi tersebut. Ia menegaskan bahwa poster tersebut merupakan modus penipuan, dan meminta masyarakat tidak melakukan pendaftaran maupun pembayaran apa pun.
“Masyarakat saya imbau untuk tidak percaya dan jangan sampai tertipu dengan mendaftar atau membayar sejumlah uang. Tim sudah melakukan konfirmasi kepada pihak Brahmana Sanjaya dan mereka menyatakan itu adalah modus penipuan,” tegas Yusnaldi, Senin (8/12/2025).
Yusnaldi mengingatkan masyarakat untuk semakin waspada di era perkembangan teknologi informasi saat ini. Menurutnya, banyak informasi yang beredar di media sosial tidak dapat dipertanggungjawabkan atau berpotensi hoaks, sehingga perlu dilakukan verifikasi sebelum mempercayai dan menyebarkannya.
“Kalau di lingkungan pemerintahan ada kegiatan atau informasi, tentu akan ada informasi resmi yang dipublikasikan oleh pemerintah dari portal website atau akun media sosial resmi pemerintah,” ujarnya.
Plt Kadiskominfo itu juga mengajak masyarakat untuk tidak turut menyebarkan hoaks agar dapat menekan jumlah korban yang terdampak.
“Jangan sebarkan hoax. Jika ingin menyebarkan informasi kepada orang lain, pastikan informasi tersebut valid dan benar adanya,” tutupnya. (Red)
KALBARONLINE.com – Sebuah poster pengobatan alternatif yang mengatasnamakan Brahmana Sanjaya beredar di media sosial Facebook dan mengklaim akan menggelar roadshow penyembuhan penyakit di Kota Pontianak. Dalam poster tersebut dicantumkan daftar penyakit yang disebut bisa disembuhkan serta informasi waktu dan lokasi pelaksanaan di Kantor Wali Kota Pontianak, Jalan Rahadi Usman Nomor 3.
Menanggapi hal tersebut, Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Pontianak, Yusnaldi, mengimbau masyarakat Pontianak dan sekitarnya agar tidak mempercayai informasi tersebut. Ia menegaskan bahwa poster tersebut merupakan modus penipuan, dan meminta masyarakat tidak melakukan pendaftaran maupun pembayaran apa pun.
“Masyarakat saya imbau untuk tidak percaya dan jangan sampai tertipu dengan mendaftar atau membayar sejumlah uang. Tim sudah melakukan konfirmasi kepada pihak Brahmana Sanjaya dan mereka menyatakan itu adalah modus penipuan,” tegas Yusnaldi, Senin (8/12/2025).
Yusnaldi mengingatkan masyarakat untuk semakin waspada di era perkembangan teknologi informasi saat ini. Menurutnya, banyak informasi yang beredar di media sosial tidak dapat dipertanggungjawabkan atau berpotensi hoaks, sehingga perlu dilakukan verifikasi sebelum mempercayai dan menyebarkannya.
“Kalau di lingkungan pemerintahan ada kegiatan atau informasi, tentu akan ada informasi resmi yang dipublikasikan oleh pemerintah dari portal website atau akun media sosial resmi pemerintah,” ujarnya.
Plt Kadiskominfo itu juga mengajak masyarakat untuk tidak turut menyebarkan hoaks agar dapat menekan jumlah korban yang terdampak.
“Jangan sebarkan hoax. Jika ingin menyebarkan informasi kepada orang lain, pastikan informasi tersebut valid dan benar adanya,” tutupnya. (Red)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini