Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Jumat, 02 Januari 2026 |
KALBARONLINE.com – Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menegaskan kepada para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk segera mengeksekusi anggaran tahun 2026. Menurutnya, pengalaman tahun 2025 harus menjadi pelajaran, karena masih ada sejumlah program yang terlambat dilaksanakan dan perlu diperbaiki.
“Kepala dinas, kepala badan, yang menerima DPA, saya berharap segera dipelajari, dicermati dan dilaksanakan. Yang tidak jelas silakan dikoordinasikan,” kata Edi usai penyerahan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) di lingkungan Pemerintah Kota Pontianak, Jumat (2/1/2026).
Ia menjelaskan bahwa APBD merupakan investasi penting untuk pembangunan Kota Pontianak dengan tujuan akhir meningkatkan kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat. Momentum awal tahun, kata Edi, seharusnya menjadi energi baru bagi ASN untuk bekerja lebih optimal, profesional, dan memberi pelayanan terbaik bagi warga kota.
“Saya berharap 2026 ini ASN bekerja dengan ikhlas dan semangat sesuai dengan prinsip pelayanan prima. Saya ingin tidak ada permasalahan hukum yang disebabkan kelalaian dan kesalahan yang dilakukan,” tegasnya.
Di tahun 2026, Pemkot Pontianak juga melakukan realokasi anggaran sebagai respons atas efisiensi anggaran dari pemerintah pusat. Meski begitu, layanan publik yang langsung menyentuh masyarakat tetap menjadi fokus. Edi juga mendorong OPD untuk tetap berinovasi agar program bisa berjalan maksimal di tengah kondisi keuangan yang terbatas.
Tak hanya soal eksekusi anggaran 2026, Edi juga mengingatkan agar seluruh pertanggungjawaban anggaran tahun 2025 dipersiapkan dengan baik. Biasanya, pada akhir Januari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mulai melakukan audit laporan keuangan pemerintah daerah.
“Saya minta untuk dirapikan administrasi. Kalau pengadaan, dicek barangnya, apakah tersedia, berfungsi atau tidak, dan untuk proyek harus dituntaskan,” tambahnya.
Edi berharap tahun 2026 membawa perubahan yang lebih baik bagi Kota Pontianak. Ia menyoroti sejumlah catatan penting, termasuk mitigasi bencana rob. Berdasarkan perkiraan, ketinggian rob pada Januari ini bisa mencapai dua meter, lebih tinggi dari Desember 2025 yang mencapai 1,8 meter.
“Kita harap tidak dibarengi hujan dan angin,” ujarnya.
Selain rob, Edi juga menyoroti tingginya angka kebakaran rumah sepanjang tahun lalu yang mencapai 87 kasus, dengan sekitar 80 persen bangunan habis terbakar, serta kecelakaan lalu lintas akibat kelalaian yang menimbulkan korban jiwa. (Red)
KALBARONLINE.com – Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menegaskan kepada para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk segera mengeksekusi anggaran tahun 2026. Menurutnya, pengalaman tahun 2025 harus menjadi pelajaran, karena masih ada sejumlah program yang terlambat dilaksanakan dan perlu diperbaiki.
“Kepala dinas, kepala badan, yang menerima DPA, saya berharap segera dipelajari, dicermati dan dilaksanakan. Yang tidak jelas silakan dikoordinasikan,” kata Edi usai penyerahan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) di lingkungan Pemerintah Kota Pontianak, Jumat (2/1/2026).
Ia menjelaskan bahwa APBD merupakan investasi penting untuk pembangunan Kota Pontianak dengan tujuan akhir meningkatkan kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat. Momentum awal tahun, kata Edi, seharusnya menjadi energi baru bagi ASN untuk bekerja lebih optimal, profesional, dan memberi pelayanan terbaik bagi warga kota.
“Saya berharap 2026 ini ASN bekerja dengan ikhlas dan semangat sesuai dengan prinsip pelayanan prima. Saya ingin tidak ada permasalahan hukum yang disebabkan kelalaian dan kesalahan yang dilakukan,” tegasnya.
Di tahun 2026, Pemkot Pontianak juga melakukan realokasi anggaran sebagai respons atas efisiensi anggaran dari pemerintah pusat. Meski begitu, layanan publik yang langsung menyentuh masyarakat tetap menjadi fokus. Edi juga mendorong OPD untuk tetap berinovasi agar program bisa berjalan maksimal di tengah kondisi keuangan yang terbatas.
Tak hanya soal eksekusi anggaran 2026, Edi juga mengingatkan agar seluruh pertanggungjawaban anggaran tahun 2025 dipersiapkan dengan baik. Biasanya, pada akhir Januari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mulai melakukan audit laporan keuangan pemerintah daerah.
“Saya minta untuk dirapikan administrasi. Kalau pengadaan, dicek barangnya, apakah tersedia, berfungsi atau tidak, dan untuk proyek harus dituntaskan,” tambahnya.
Edi berharap tahun 2026 membawa perubahan yang lebih baik bagi Kota Pontianak. Ia menyoroti sejumlah catatan penting, termasuk mitigasi bencana rob. Berdasarkan perkiraan, ketinggian rob pada Januari ini bisa mencapai dua meter, lebih tinggi dari Desember 2025 yang mencapai 1,8 meter.
“Kita harap tidak dibarengi hujan dan angin,” ujarnya.
Selain rob, Edi juga menyoroti tingginya angka kebakaran rumah sepanjang tahun lalu yang mencapai 87 kasus, dengan sekitar 80 persen bangunan habis terbakar, serta kecelakaan lalu lintas akibat kelalaian yang menimbulkan korban jiwa. (Red)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini