Pontianak    

Ukur Stratifikasi Risiko, Kunci Aman Berpuasa bagi Penderita Diabetes

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Jumat, 02 Januari 2026
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar


KALBARONLINE.com – Puasa Ramadhan maupun puasa sunah memang sangat dianjurkan dan memiliki banyak manfaat. Namun bagi penderita diabetes, puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus. Ada kesiapan fisik, pengelolaan gula darah, serta pemahaman kondisi tubuh yang harus benar-benar diperhatikan.

Menyikapi hal itu, RSUD Sultan Syarif Muhammad Abdurrahman (SSMA) Kota Pontianak memberikan edukasi penting mengenai stratifikasi risiko puasa bagi penderita diabetes sebelum memutuskan untuk berpuasa, Jumat (2/1/2026).

Edukator Ns. Siti Rahima Harahap, S.Kep menjelaskan, stratifikasi risiko puasa adalah proses pengelompokan pasien diabetes berdasarkan tingkat risiko yang mungkin muncul selama menjalankan puasa.

“Secara umum, pasien diabetes dibagi ke dalam beberapa kategori risiko, yaitu risiko tinggi, risiko sedang, dan risiko rendah,” ungkapnya.

Menurutnya, kelompok risiko tinggi adalah pasien dengan skor lebih dari 6. Biasanya mereka memiliki gula darah yang belum terkontrol, sering mengalami hipoglikemia berat, memiliki komplikasi berat, atau menggunakan insulin campuran multipel harian. Pada kategori ini, sebaiknya pasien tidak menjalankan puasa.

Sementara untuk skor 3,5 – 6 masuk kategori risiko sedang. Kelompok ini biasanya memiliki gula darah yang kurang stabil, menderita komplikasi tertentu, rentan mengalami hipoglikemia, serta menggunakan obat yang dapat menurunkan gula darah secara drastis. Pada kondisi ini, puasa masih berisiko dan disarankan untuk tidak dilakukan.

“Namun, apabila diabetesi dengan kategori risiko tinggi dan sedang tetap memutuskan untuk berpuasa, maka perlu pengawasan ketat serta penyesuaian terapi oleh tenaga kesehatan,” tegasnya.

Adapun pasien dengan risiko rendah atau skor 0–3, umumnya memiliki kontrol gula darah yang baik, memahami cara pemantauan gula darah mandiri, patuh pada pengobatan, serta menjaga pola makan. Pada kelompok ini, pasien dinilai masih dapat berpuasa.

“Dengan mengetahui stratifikasi risiko puasa, membantu pasien diabetes untuk mengambil keputusan yang bijak dengan mempertimbangkan keselamatan diri,” pungkasnya. (Red)

Artikel Selanjutnya
Edi Minta OPD Segera Eksekusi Anggaran 2026, Ingatkan Soal Administrasi dan Mitigasi Bencana
Jumat, 02 Januari 2026
Artikel Sebelumnya
Ekonomi Kalbar Tumbuh 5,31 Persen hingga Akhir 2025, Stabil di Tengah Dinamika Global
Jumat, 02 Januari 2026

Berita terkait