Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Jumat, 02 Januari 2026 |
KALBARONLINE.com – Perekonomian Kalimantan Barat (Kalbar) tetap menunjukkan kinerja yang solid hingga penghujung 2025. Di tengah dinamika ekonomi global, pertumbuhan ekonomi Kalbar tercatat sebesar 5,31 persen (year on year) hingga November 2025. Kinerja ini ditopang konsumsi masyarakat, sektor-sektor unggulan, serta optimalnya peran APBN di daerah.
Capaian tersebut disampaikan dalam Konferensi Pers APBN Kalbar Edisi Desember 2025 yang digelar Kementerian Keuangan Kalimantan Barat, Selasa (30/12/2025).
Struktur ekonomi Kalbar masih didominasi sektor pertanian dengan kontribusi 21,50 persen, disusul industri pengolahan sebesar 16,02 persen dan perdagangan 13,89 persen. Nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku tercatat mencapai Rp82,69 triliun.
Dari sisi sosial ekonomi, kondisi masyarakat relatif stabil. Tingkat Pengangguran Terbuka berada di angka 4,82 persen, Gini Rasio tercatat 0,316, dan garis kemiskinan berada pada level Rp622.882. Inflasi juga terkendali di angka 2,04 persen (yoy), dengan komoditas makanan, minuman, dan tembakau masih menjadi penyumbang utama.
Sementara itu, Nilai Tukar Petani (NTP) Kalimantan Barat mencapai 170,66 atau tertinggi keempat secara nasional. Angka ini menjadi indikator bahwa kesejahteraan petani di Kalbar relatif terjaga sepanjang 2025.
Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kalbar, Rahmat Mulyono menegaskan bahwa APBN memainkan peran penting dalam menjaga stabilitas ekonomi dan melindungi masyarakat.
“Kebijakan fiskal diarahkan untuk memperkuat ketahanan ekonomi daerah dan memastikan pembangunan berjalan optimal,” ujarnya.
Dari sisi fiskal, realisasi pendapatan negara hingga 30 November 2025 mencapai Rp11,08 triliun atau 89,31 persen dari target. Sementara realisasi belanja negara tercatat Rp26,64 triliun atau 85,99 persen, dengan fokus pada peningkatan layanan publik, kualitas sumber daya manusia, serta pembangunan infrastruktur.
Secara keseluruhan, kinerja APBN Kalimantan Barat hingga akhir 2025 menunjukkan pengelolaan fiskal yang sehat dan mampu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi daerah. (Lid)
KALBARONLINE.com – Perekonomian Kalimantan Barat (Kalbar) tetap menunjukkan kinerja yang solid hingga penghujung 2025. Di tengah dinamika ekonomi global, pertumbuhan ekonomi Kalbar tercatat sebesar 5,31 persen (year on year) hingga November 2025. Kinerja ini ditopang konsumsi masyarakat, sektor-sektor unggulan, serta optimalnya peran APBN di daerah.
Capaian tersebut disampaikan dalam Konferensi Pers APBN Kalbar Edisi Desember 2025 yang digelar Kementerian Keuangan Kalimantan Barat, Selasa (30/12/2025).
Struktur ekonomi Kalbar masih didominasi sektor pertanian dengan kontribusi 21,50 persen, disusul industri pengolahan sebesar 16,02 persen dan perdagangan 13,89 persen. Nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku tercatat mencapai Rp82,69 triliun.
Dari sisi sosial ekonomi, kondisi masyarakat relatif stabil. Tingkat Pengangguran Terbuka berada di angka 4,82 persen, Gini Rasio tercatat 0,316, dan garis kemiskinan berada pada level Rp622.882. Inflasi juga terkendali di angka 2,04 persen (yoy), dengan komoditas makanan, minuman, dan tembakau masih menjadi penyumbang utama.
Sementara itu, Nilai Tukar Petani (NTP) Kalimantan Barat mencapai 170,66 atau tertinggi keempat secara nasional. Angka ini menjadi indikator bahwa kesejahteraan petani di Kalbar relatif terjaga sepanjang 2025.
Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kalbar, Rahmat Mulyono menegaskan bahwa APBN memainkan peran penting dalam menjaga stabilitas ekonomi dan melindungi masyarakat.
“Kebijakan fiskal diarahkan untuk memperkuat ketahanan ekonomi daerah dan memastikan pembangunan berjalan optimal,” ujarnya.
Dari sisi fiskal, realisasi pendapatan negara hingga 30 November 2025 mencapai Rp11,08 triliun atau 89,31 persen dari target. Sementara realisasi belanja negara tercatat Rp26,64 triliun atau 85,99 persen, dengan fokus pada peningkatan layanan publik, kualitas sumber daya manusia, serta pembangunan infrastruktur.
Secara keseluruhan, kinerja APBN Kalimantan Barat hingga akhir 2025 menunjukkan pengelolaan fiskal yang sehat dan mampu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi daerah. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini