Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Jumat, 02 Januari 2026 |
KALBARONLINE.com – Tim SAR gabungan masih melanjutkan pencarian terhadap seorang kakek berusia 65 tahun bernama Toni, warga Desa Santaban, Kecamatan Sajingan, Kabupaten Sambas, yang dilaporkan hilang. Hingga Jumat (2/1/2026), pencarian telah memasuki hari kedua, namun korban belum berhasil ditemukan.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pontianak, I Made Junetra, menjelaskan kronologi awal hilangnya Kakek Toni. Peristiwa tersebut bermula pada Sabtu, 13 Desember 2025, sekitar pukul 13.00 WIB.
“Pada tanggal 13 Desember 2025 sekitar pukul 13.00 WIB, istri korban bernama Suriani mengecek ke pondok kebun sawah yang jaraknya kurang lebih empat kilometer dari rumah. Saat itu, Kakek Toni masih berada di pondok,” ujar I Made Junetra.
Namun pada sore harinya, Suriani kembali ke rumah dan meninggalkan Kakek Toni seorang diri di pondok tersebut. Selanjutnya, pada Minggu, 21 Desember 2025, Suriani kembali mendatangi pondok untuk memastikan kondisi suaminya.
“Setibanya di pondok, Suriani tidak menemukan Kakek Toni. Di lokasi hanya ditemukan sisa-sisa lauk pauk dan nasi yang sudah basi hingga berjamur,” jelasnya.
Atas kejadian tersebut, Suriani kemudian melaporkan hilangnya Kakek Toni kepada Kepala Desa Senipahan pada 26 Desember 2025. Sebelumnya, pencarian telah dilakukan oleh masyarakat setempat bersama pihak keluarga, namun belum membuahkan hasil.
“Karena hasil pencarian oleh warga dan keluarga masih nihil, maka kami menerima permohonan bantuan SAR untuk melakukan pencarian lebih lanjut,” tambah I Made Junetra.
Dalam operasi pencarian ini, Tim SAR Gabungan mengerahkan sejumlah sarana dan prasarana pendukung, di antaranya R. Car D-Max dan Rescue Trail. Tim juga dilengkapi alat pelindung diri (APD), perlengkapan evakuasi, perlengkapan medis, navigasi, serta perangkat komunikasi.
Meski demikian, proses pencarian dihadapkan pada kendala kondisi lapangan. Area sekitar lokasi hilangnya Kakek Toni diketahui tergenang banjir, sehingga menyulitkan pergerakan tim.
“Namun demikian, pencarian tetap kami lanjutkan melalui udara dengan menggunakan Drone Thermal, dengan tetap mengutamakan keselamatan personel serta memaksimalkan koordinasi seluruh unsur SAR gabungan,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, Tim SAR Gabungan masih melakukan penyisiran di sekitar pondok dan area sekitarnya dengan harapan Kakek Toni dapat segera ditemukan. (Red)
KALBARONLINE.com – Tim SAR gabungan masih melanjutkan pencarian terhadap seorang kakek berusia 65 tahun bernama Toni, warga Desa Santaban, Kecamatan Sajingan, Kabupaten Sambas, yang dilaporkan hilang. Hingga Jumat (2/1/2026), pencarian telah memasuki hari kedua, namun korban belum berhasil ditemukan.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pontianak, I Made Junetra, menjelaskan kronologi awal hilangnya Kakek Toni. Peristiwa tersebut bermula pada Sabtu, 13 Desember 2025, sekitar pukul 13.00 WIB.
“Pada tanggal 13 Desember 2025 sekitar pukul 13.00 WIB, istri korban bernama Suriani mengecek ke pondok kebun sawah yang jaraknya kurang lebih empat kilometer dari rumah. Saat itu, Kakek Toni masih berada di pondok,” ujar I Made Junetra.
Namun pada sore harinya, Suriani kembali ke rumah dan meninggalkan Kakek Toni seorang diri di pondok tersebut. Selanjutnya, pada Minggu, 21 Desember 2025, Suriani kembali mendatangi pondok untuk memastikan kondisi suaminya.
“Setibanya di pondok, Suriani tidak menemukan Kakek Toni. Di lokasi hanya ditemukan sisa-sisa lauk pauk dan nasi yang sudah basi hingga berjamur,” jelasnya.
Atas kejadian tersebut, Suriani kemudian melaporkan hilangnya Kakek Toni kepada Kepala Desa Senipahan pada 26 Desember 2025. Sebelumnya, pencarian telah dilakukan oleh masyarakat setempat bersama pihak keluarga, namun belum membuahkan hasil.
“Karena hasil pencarian oleh warga dan keluarga masih nihil, maka kami menerima permohonan bantuan SAR untuk melakukan pencarian lebih lanjut,” tambah I Made Junetra.
Dalam operasi pencarian ini, Tim SAR Gabungan mengerahkan sejumlah sarana dan prasarana pendukung, di antaranya R. Car D-Max dan Rescue Trail. Tim juga dilengkapi alat pelindung diri (APD), perlengkapan evakuasi, perlengkapan medis, navigasi, serta perangkat komunikasi.
Meski demikian, proses pencarian dihadapkan pada kendala kondisi lapangan. Area sekitar lokasi hilangnya Kakek Toni diketahui tergenang banjir, sehingga menyulitkan pergerakan tim.
“Namun demikian, pencarian tetap kami lanjutkan melalui udara dengan menggunakan Drone Thermal, dengan tetap mengutamakan keselamatan personel serta memaksimalkan koordinasi seluruh unsur SAR gabungan,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, Tim SAR Gabungan masih melakukan penyisiran di sekitar pondok dan area sekitarnya dengan harapan Kakek Toni dapat segera ditemukan. (Red)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini