Sambas    

Hari Kedua Pencarian, Tim SAR Gabungan Masih Upayakan Temukan Kakek Toni di Sajingan

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Jumat, 02 Januari 2026
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar


KALBARONLINE.com – Tim SAR gabungan masih melanjutkan pencarian terhadap seorang kakek berusia 65 tahun bernama Toni, warga Desa Santaban, Kecamatan Sajingan, Kabupaten Sambas, yang dilaporkan hilang. Hingga Jumat (2/1/2026), pencarian telah memasuki hari kedua, namun korban belum berhasil ditemukan.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pontianak, I Made Junetra, menjelaskan kronologi awal hilangnya Kakek Toni. Peristiwa tersebut bermula pada Sabtu, 13 Desember 2025, sekitar pukul 13.00 WIB.

“Pada tanggal 13 Desember 2025 sekitar pukul 13.00 WIB, istri korban bernama Suriani mengecek ke pondok kebun sawah yang jaraknya kurang lebih empat kilometer dari rumah. Saat itu, Kakek Toni masih berada di pondok,” ujar I Made Junetra.

Namun pada sore harinya, Suriani kembali ke rumah dan meninggalkan Kakek Toni seorang diri di pondok tersebut. Selanjutnya, pada Minggu, 21 Desember 2025, Suriani kembali mendatangi pondok untuk memastikan kondisi suaminya.

“Setibanya di pondok, Suriani tidak menemukan Kakek Toni. Di lokasi hanya ditemukan sisa-sisa lauk pauk dan nasi yang sudah basi hingga berjamur,” jelasnya.

Atas kejadian tersebut, Suriani kemudian melaporkan hilangnya Kakek Toni kepada Kepala Desa Senipahan pada 26 Desember 2025. Sebelumnya, pencarian telah dilakukan oleh masyarakat setempat bersama pihak keluarga, namun belum membuahkan hasil.

“Karena hasil pencarian oleh warga dan keluarga masih nihil, maka kami menerima permohonan bantuan SAR untuk melakukan pencarian lebih lanjut,” tambah I Made Junetra.

Dalam operasi pencarian ini, Tim SAR Gabungan mengerahkan sejumlah sarana dan prasarana pendukung, di antaranya R. Car D-Max dan Rescue Trail. Tim juga dilengkapi alat pelindung diri (APD), perlengkapan evakuasi, perlengkapan medis, navigasi, serta perangkat komunikasi.

Meski demikian, proses pencarian dihadapkan pada kendala kondisi lapangan. Area sekitar lokasi hilangnya Kakek Toni diketahui tergenang banjir, sehingga menyulitkan pergerakan tim.

“Namun demikian, pencarian tetap kami lanjutkan melalui udara dengan menggunakan Drone Thermal, dengan tetap mengutamakan keselamatan personel serta memaksimalkan koordinasi seluruh unsur SAR gabungan,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, Tim SAR Gabungan masih melakukan penyisiran di sekitar pondok dan area sekitarnya dengan harapan Kakek Toni dapat segera ditemukan. (Red)

Artikel Selanjutnya
Utang Rp700 Ribu Berujung Maut, Polisi Ungkap Pembunuhan di Kamar Kos Sanggau
Jumat, 02 Januari 2026
Artikel Sebelumnya
Awal 2026, Bupati Ketapang Rotasi dan Lantik 12 Pejabat Eselon II
Jumat, 02 Januari 2026

Berita terkait