Pontianak    

Bank Kalbar Tutup 2025 dengan Kinerja Cemerlang, Laba Capai Rp522,99 Miliar

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Selasa, 06 Januari 2026
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar


KALBARONLINE.com – PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Barat (Bank Kalbar) kembali menegaskan perannya sebagai pilar keuangan daerah. Sepanjang tahun 2025, bank kebanggaan Kalimantan Barat ini membukukan laba sebesar Rp522,99 miliar, tumbuh 7,66 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Direktur Utama Bank Kalbar, Rokidi, menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif yang solid, strategi bisnis yang terarah, serta kepercayaan nasabah yang terus menguat.

“Capaian ini menjadi bukti bahwa Bank Kalbar tidak hanya mampu bertahan di tengah tantangan, tetapi juga terus melangkah maju dengan keyakinan yang kuat,” tegas Rokidi saat konferensi pers kinerja Bank Kalbar, Selasa (6/1/2026).

Berdasarkan data kinerja unaudited 2025, total aset Bank Kalbar mencapai Rp27,84 triliun, tumbuh 5,02 persen dibandingkan 2024 sebesar Rp26,51 triliun. Pertumbuhan aset ini mencerminkan fondasi keuangan yang semakin kokoh serta ekspansi bisnis yang berjalan berkesinambungan.

Dari sisi penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK), Bank Kalbar mencatatkan dana sebesar Rp21,11 triliun, meningkat 3,73 persen dibandingkan tahun sebelumnya Rp20,35 triliun. Kinerja ini menunjukkan meningkatnya kepercayaan publik terhadap Bank Kalbar sebagai mitra keuangan strategis masyarakat Kalimantan Barat.

Sementara itu, penyaluran kredit juga tumbuh signifikan. Sepanjang 2025, kredit yang disalurkan mencapai Rp18,07 triliun, naik 7,18 persen dibandingkan 2024 sebesar Rp16,86 triliun. Pertumbuhan ini menegaskan komitmen Bank Kalbar dalam menjalankan fungsi intermediasi sekaligus mendorong perputaran ekonomi daerah.

Dari sisi profitabilitas, kenaikan laba 7,66 persen mencerminkan efisiensi operasional, ketajaman strategi bisnis, serta pengelolaan risiko yang disiplin. Penguatan permodalan juga terlihat jelas, dengan modal inti mencapai Rp4,4 triliun, tumbuh 7,32 persen dibandingkan 2024 sebesar Rp4,1 triliun. Modal yang kuat ini menjadi fondasi penting untuk menjaga ketahanan bank dan memperluas kapasitas ekspansi.

Sejumlah rasio keuangan Bank Kalbar berada pada level sangat sehat. BOPO tercatat 69,84 persen, LDR 85,59 persen, ROA 2,63 persen, dan ROE 12,50 persen. Sementara itu, rasio kredit bermasalah (NPL) tetap terjaga rendah di 1,85 persen, serta rasio CASA mencapai 57,90 persen, menunjukkan struktur pendanaan yang semakin kuat dan kompetitif.

Tak hanya unit konvensional, kinerja Bank Kalbar Syariah sepanjang 2025 juga mencatat pertumbuhan impresif. Total aset mencapai Rp2,95 triliun atau tumbuh 14,34 persen dibandingkan 2024. DPK meningkat 15,09 persen menjadi Rp1,22 triliun, sementara penyaluran pembiayaan tumbuh 4,14 persen mencapai Rp1,51 triliun.

Laba Bank Kalbar Syariah bahkan melonjak 34,24 persen menjadi Rp141,84 miliar, dengan kualitas pembiayaan tetap terjaga. Rasio NPF Gross berada di level rendah 0,58 persen, menegaskan pengelolaan risiko yang prudent dan berkelanjutan.

Rokidi menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang berkontribusi atas capaian tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah provinsi dan kabupaten/kota se-Kalimantan Barat, DPRD, regulator, nasabah setia, mitra kerja, serta seluruh insan Bank Kalbar yang telah bekerja dengan dedikasi dan semangat luar biasa,” ucapnya.

Dengan kinerja positif sepanjang 2025, Bank Kalbar optimistis menatap 2026 dengan penuh keyakinan. Capaian ini diyakini menjadi fondasi kuat untuk terus tumbuh, memperluas peran strategis, serta memberikan dampak nyata bagi pembangunan ekonomi Kalimantan Barat. (Lid)

Artikel Selanjutnya
Edi Rusdi Kamtono Hadiri Natal Nasional 2025 di Pontianak, Perkuat Pesan Toleransi dan Kebersamaan
Senin, 05 Januari 2026
Artikel Sebelumnya
Babinsa Koramil Puring Kencana Tanamkan Wawasan Kebangsaan ke Siswa SDN 01 Sui Mawang
Senin, 05 Januari 2026

Berita terkait