Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Selasa, 06 Januari 2026 |
KALBARONLINE.com – Warga Kecamatan Sungai Laur, Kabupaten Ketapang, sempat dihebohkan dengan beredarnya video penggerebekan empat siswa SMP yang diduga mengonsumsi narkoba di dalam ruang kelas. Video tersebut viral di media sosial dan memicu beragam reaksi masyarakat.
Dalam rekaman yang beredar, sejumlah warga terlihat memergoki para siswa berada di ruang kelas. Di lokasi kejadian, ditemukan alat isap atau bong yang diduga berkaitan dengan penyalahgunaan narkoba.
Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Ketapang, IPTU Dewa Made Surita, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menegaskan keempat anak yang diamankan masih berstatus di bawah umur dan merupakan siswa kelas IX SMP.
“Benar, kami menerima pelimpahan penanganan dari Polsek Sungai Laur terkait empat anak sekolah yang diamankan warga karena diduga menggunakan sabu,” ujar IPTU Dewa Made saat dikonfirmasi, Selasa (06/01/2026) malam.
Ia menjelaskan, keempat siswa awalnya diamankan warga dan kemudian diserahkan ke Polsek Sungai Laur. Selanjutnya, penanganan perkara dilimpahkan ke Satresnarkoba Polres Ketapang. Seluruh proses pemeriksaan dilakukan dengan pendampingan orang tua masing-masing.
Untuk memastikan dugaan tersebut, polisi membawa keempat siswa menjalani tes urine di RS Agusdjam Ketapang. Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh siswa dinyatakan negatif dari zat narkotika.
“Berdasarkan hasil tes urine yang negatif, kami lakukan gelar perkara bersama Polsek Sungai Laur dan Satresnarkoba Polres Ketapang. Anak-anak tersebut kemudian dikembalikan kepada orang tua,” jelasnya.
Meski tidak terbukti mengonsumsi narkoba, polisi tetap mengambil langkah preventif. Keempat siswa diwajibkan menjalani wajib lapor secara berkala dengan pendampingan orang tua sebagai bentuk pengawasan dan pembinaan agar kejadian serupa tidak terulang.
Terkait barang bukti, IPTU Dewa Made menyebutkan tidak ditemukan narkotika jenis sabu. Namun, polisi mengamankan sejumlah barang berupa bong, pipet, plastik klip, dan korek api.
“Barang bukti narkoba tidak ada. Informasi yang kami terima, barang yang sempat dibeli diduga palsu, sehingga hasil tes urine seluruhnya negatif,” pungkasnya. (Adi LC)
KALBARONLINE.com – Warga Kecamatan Sungai Laur, Kabupaten Ketapang, sempat dihebohkan dengan beredarnya video penggerebekan empat siswa SMP yang diduga mengonsumsi narkoba di dalam ruang kelas. Video tersebut viral di media sosial dan memicu beragam reaksi masyarakat.
Dalam rekaman yang beredar, sejumlah warga terlihat memergoki para siswa berada di ruang kelas. Di lokasi kejadian, ditemukan alat isap atau bong yang diduga berkaitan dengan penyalahgunaan narkoba.
Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Ketapang, IPTU Dewa Made Surita, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menegaskan keempat anak yang diamankan masih berstatus di bawah umur dan merupakan siswa kelas IX SMP.
“Benar, kami menerima pelimpahan penanganan dari Polsek Sungai Laur terkait empat anak sekolah yang diamankan warga karena diduga menggunakan sabu,” ujar IPTU Dewa Made saat dikonfirmasi, Selasa (06/01/2026) malam.
Ia menjelaskan, keempat siswa awalnya diamankan warga dan kemudian diserahkan ke Polsek Sungai Laur. Selanjutnya, penanganan perkara dilimpahkan ke Satresnarkoba Polres Ketapang. Seluruh proses pemeriksaan dilakukan dengan pendampingan orang tua masing-masing.
Untuk memastikan dugaan tersebut, polisi membawa keempat siswa menjalani tes urine di RS Agusdjam Ketapang. Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh siswa dinyatakan negatif dari zat narkotika.
“Berdasarkan hasil tes urine yang negatif, kami lakukan gelar perkara bersama Polsek Sungai Laur dan Satresnarkoba Polres Ketapang. Anak-anak tersebut kemudian dikembalikan kepada orang tua,” jelasnya.
Meski tidak terbukti mengonsumsi narkoba, polisi tetap mengambil langkah preventif. Keempat siswa diwajibkan menjalani wajib lapor secara berkala dengan pendampingan orang tua sebagai bentuk pengawasan dan pembinaan agar kejadian serupa tidak terulang.
Terkait barang bukti, IPTU Dewa Made menyebutkan tidak ditemukan narkotika jenis sabu. Namun, polisi mengamankan sejumlah barang berupa bong, pipet, plastik klip, dan korek api.
“Barang bukti narkoba tidak ada. Informasi yang kami terima, barang yang sempat dibeli diduga palsu, sehingga hasil tes urine seluruhnya negatif,” pungkasnya. (Adi LC)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini