Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Senin, 12 Januari 2026 |
KALBARONLINE.com – Banjir setinggi dada orang dewasa yang merendam wilayah Kecamatan Beduai, Kabupaten Sanggau, menghambat akses pemulangan dua jenazah warga Entikong, Minggu (11/01/2026). Kondisi tersebut membuat warga bersama aparat kepolisian terpaksa memanggul peti jenazah melewati genangan air demi memastikan pemulangan tetap terlaksana.
Proses evakuasi dipimpin langsung oleh Kapolsek Beduai, AKP Heri Triyana, didampingi Danramil Beduai Letda Resbondi, Kepala Desa Bereng Berkawat Agus Rahmaddani, unsur BPBD, personel Polsek Beduai, Koramil Beduai, serta dibantu masyarakat setempat.
Dalam proses evakuasi, tim harus melewati sedikitnya empat titik banjir dengan ketinggian air berkisar antara satu hingga satu setengah meter. Kondisi ini membuat jalur evakuasi tidak dapat dilalui kendaraan roda dua, roda empat, maupun kendaraan berat.
“Dengan kondisi air setinggi ini, kendaraan tidak bisa melintas sama sekali. Satu-satunya cara adalah dengan evakuasi manual,” ungkap Kapolsek Beduai, AKP Heri Triyana.
Dua jenazah dievakuasi secara bertahap menggunakan perahu karet, rakit darurat, serta digotong secara manual oleh tim gabungan. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan proses pemulangan tetap berjalan aman dan menghormati nilai-nilai kemanusiaan.
“Kami berupaya maksimal agar pemulangan jenazah dapat terlaksana dengan baik, meskipun harus menghadapi medan yang cukup berat akibat banjir,” ujarnya.
Setelah berhasil melewati seluruh titik genangan, kedua jenazah selanjutnya dipindahkan ke kendaraan ambulans dan armada pemadam kebakaran Kecamatan Beduai untuk diteruskan menuju rumah duka di Dusun Punti Kayan, Desa Nekan, Kecamatan Entikong.
AKP Heri Triyana menegaskan, keselamatan personel serta penghormatan terhadap jenazah menjadi perhatian utama selama proses evakuasi berlangsung.
“Kami memastikan setiap tahapan evakuasi dilakukan secara hati-hati, aman, dan tetap menjunjung tinggi rasa kemanusiaan,” tegasnya.
Diketahui, kedua jenazah merupakan warga Dusun Punti Kayan, Desa Nekan, Kecamatan Entikong, yang meninggal dunia akibat sakit saat menjalani perawatan medis di RSUD M.Th. Djaman, Kabupaten Sanggau.
Pemulangan jenazah sempat tertunda akibat jalan utama di wilayah Kecamatan Beduai terendam banjir, sehingga diperlukan koordinasi lintas sektor untuk memastikan proses evakuasi tetap dapat dilaksanakan. (Lid)
KALBARONLINE.com – Banjir setinggi dada orang dewasa yang merendam wilayah Kecamatan Beduai, Kabupaten Sanggau, menghambat akses pemulangan dua jenazah warga Entikong, Minggu (11/01/2026). Kondisi tersebut membuat warga bersama aparat kepolisian terpaksa memanggul peti jenazah melewati genangan air demi memastikan pemulangan tetap terlaksana.
Proses evakuasi dipimpin langsung oleh Kapolsek Beduai, AKP Heri Triyana, didampingi Danramil Beduai Letda Resbondi, Kepala Desa Bereng Berkawat Agus Rahmaddani, unsur BPBD, personel Polsek Beduai, Koramil Beduai, serta dibantu masyarakat setempat.
Dalam proses evakuasi, tim harus melewati sedikitnya empat titik banjir dengan ketinggian air berkisar antara satu hingga satu setengah meter. Kondisi ini membuat jalur evakuasi tidak dapat dilalui kendaraan roda dua, roda empat, maupun kendaraan berat.
“Dengan kondisi air setinggi ini, kendaraan tidak bisa melintas sama sekali. Satu-satunya cara adalah dengan evakuasi manual,” ungkap Kapolsek Beduai, AKP Heri Triyana.
Dua jenazah dievakuasi secara bertahap menggunakan perahu karet, rakit darurat, serta digotong secara manual oleh tim gabungan. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan proses pemulangan tetap berjalan aman dan menghormati nilai-nilai kemanusiaan.
“Kami berupaya maksimal agar pemulangan jenazah dapat terlaksana dengan baik, meskipun harus menghadapi medan yang cukup berat akibat banjir,” ujarnya.
Setelah berhasil melewati seluruh titik genangan, kedua jenazah selanjutnya dipindahkan ke kendaraan ambulans dan armada pemadam kebakaran Kecamatan Beduai untuk diteruskan menuju rumah duka di Dusun Punti Kayan, Desa Nekan, Kecamatan Entikong.
AKP Heri Triyana menegaskan, keselamatan personel serta penghormatan terhadap jenazah menjadi perhatian utama selama proses evakuasi berlangsung.
“Kami memastikan setiap tahapan evakuasi dilakukan secara hati-hati, aman, dan tetap menjunjung tinggi rasa kemanusiaan,” tegasnya.
Diketahui, kedua jenazah merupakan warga Dusun Punti Kayan, Desa Nekan, Kecamatan Entikong, yang meninggal dunia akibat sakit saat menjalani perawatan medis di RSUD M.Th. Djaman, Kabupaten Sanggau.
Pemulangan jenazah sempat tertunda akibat jalan utama di wilayah Kecamatan Beduai terendam banjir, sehingga diperlukan koordinasi lintas sektor untuk memastikan proses evakuasi tetap dapat dilaksanakan. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini