Pontianak    

Membaca Bersama di Tengah Kota, Cara Baru Anak Muda Pontianak Menikmati Sore

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Senin, 12 Januari 2026
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar


KALBARONLINE.com – Tanpa obrolan dan tanpa handphone, ratusan anak muda Pontianak berkumpul di Taman Puzzle Waterfront untuk mengikuti kegiatan Silent Reading Party, Minggu (11/01/2026) sore. Di ruang terbuka kota, mereka memilih menikmati waktu sore dengan membaca buku secara hening dan fokus.

Kegiatan membaca bersama ini digelar oleh tiga komunitas literasi di Pontianak, yakni Clubpon, Pontibaca, dan Pablos. Konsep membaca tanpa distraksi gawai menjadi cara baru anak muda Pontianak mengisi waktu “nyore” dengan aktivitas yang positif, tenang, dan reflektif.

Salah satu peserta, Mia Islamidewi, mengaku antusias mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, Silent Reading Party menjadi pengalaman baru yang jarang ditemui di Pontianak.

“Kegiatan ini luar biasa sekali, karena setahu saya belum ada yang seperti ini di Pontianak. Walaupun sempat ada penundaan dan perubahan tempat, tapi tetap terlaksana dan seru banget,” ujar Mia.

Ia menilai kegiatan membaca bersama di ruang terbuka sangat bermanfaat untuk menumbuhkan semangat literasi, khususnya di kalangan anak muda. Pada kesempatan tersebut, Mia membaca buku berjudul Misi Menggagalkan Doa karya Yoga Palwaguna, kumpulan cerpen yang masuk nominasi Sastra Pilihan Tempo 2025.

“Harapannya kegiatan seperti ini nggak cuma sebulan sekali, tapi kalau bisa seminggu sekali,” harapnya.

Sementara itu, Rama, penggerak komunitas Pontibaca, menjelaskan bahwa Silent Reading Party mengajak peserta menikmati buku favorit masing-masing selama satu jam penuh tanpa berbicara dan tanpa bermain handphone.

Menurutnya, konsep tersebut bertujuan menumbuhkan kembali minat baca sekaligus membiasakan aktivitas literasi di ruang publik.

“Hari ini kami berkolaborasi dengan Clubpon dan Pablos mengadakan silent reading di Taman Puzzle Waterfront. Tujuan utamanya membiasakan membaca di ruang publik dan menghadirkan ruang berkumpul yang sehat untuk membaca bersama,” jelas Rama.

Ia mengungkapkan, antusiasme peserta, khususnya anak muda, terbilang sangat tinggi. Jumlah peserta yang hadir tercatat sekitar 119 orang, melampaui target awal panitia sebanyak 100 peserta.

“Antusiasmenya luar biasa. Sejak pamflet disebarkan di media sosial sampai hari pelaksanaan, jumlah pesertanya bahkan melebihi target,” kata Rama.

Ke depan, Rama berharap kegiatan literasi seperti ini mendapat perhatian lebih dari pemerintah, terutama dalam penyediaan ruang terbuka hijau yang ramah bagi aktivitas komunitas.

“Kemarin kami cukup kesulitan mencari ruang terbuka hijau di Pontianak. Harapannya ke depan pemerintah lebih peduli terhadap kegiatan literasi,” ujarnya.

Ia menambahkan, Silent Reading Party berpeluang menjadi agenda rutin setiap beberapa bulan. Selain itu, masing-masing komunitas juga memiliki kegiatan literasi rutin lainnya, seperti lapak baca gratis saat Car Free Day setiap Minggu pagi. (Lid)

Artikel Selanjutnya
Diserempet Rombongan Motor Bawa BBM, Dua Perempuan dan Seorang Bocah Luka di Jalan Pematang Buluh
Senin, 12 Januari 2026
Artikel Sebelumnya
Air Setinggi Dada, Warga dan Polisi Terpaksa Panggul Peti Jenazah Lewati Banjir di Beduai
Senin, 12 Januari 2026

Berita terkait