Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Selasa, 13 Januari 2026 |
KALBARONLINE.com – Komoditas perikanan unggulan Kalimantan Barat kembali menunjukkan tajinya di pasar internasional. Sebanyak 9 ton udang wangkang asal Kalbar berhasil diekspor dengan nilai mencapai Rp 441 juta. Pengiriman tersebut difasilitasi Karantina Kalimantan Barat melalui Satuan Pelayanan PLBN Entikong pada awal Januari 2026.
Keberhasilan ekspor udang wangkang ini tidak terlepas dari pengawasan ketat dan tindakan karantina yang dilakukan secara menyeluruh oleh Karantina Kalbar. Setiap tahapan dijalankan sesuai prosedur untuk memastikan komoditas yang dikirim memenuhi standar negara tujuan.
Mulai dari pemeriksaan kesehatan, jaminan mutu, hingga verifikasi dokumen ekspor dilakukan secara cermat. Seluruh proses tersebut bertujuan memastikan persyaratan ekspor terpenuhi, termasuk standar kesehatan dan biosekuriti internasional.
Peningkatan volume ekspor pada pekan pertama Januari 2026 ini menjadi sinyal positif bagi percepatan arus perdagangan lintas batas, khususnya melalui PLBN Entikong. Karantina Kalimantan Barat pun menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat layanan dan sistem pengawasan guna menjaga kualitas komoditas unggulan daerah.
Penanggung Jawab Karantina Kalbar Satpel PLBN Entikong, Swiet Sinay, menegaskan pihaknya akan terus mengawal setiap komoditas strategis yang melintas di wilayah perbatasan.
“Kami memastikan seluruh proses ekspor berjalan sesuai ketentuan. Udang wangkang yang kami lepas telah melalui rangkaian uji kesehatan dan mutu yang ketat, sehingga produk ini tidak hanya aman, tetapi juga memiliki kualitas premium yang layak bersaing di pasar internasional,” ujar Swiet.
Ia menambahkan, capaian ekspor udang wangkang Kalbar ini diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi pelaku usaha perikanan, sekaligus memperkuat posisi Kalimantan Barat sebagai salah satu daerah penyuplai komoditas perikanan unggulan.
Ke depan, Karantina Kalbar akan terus meningkatkan layanan serta pengawasan karantina di PLBN Entikong agar ekspor komoditas unggulan daerah semakin kompetitif, berkelanjutan, dan konsisten menembus pasar global. (Lid)
KALBARONLINE.com – Komoditas perikanan unggulan Kalimantan Barat kembali menunjukkan tajinya di pasar internasional. Sebanyak 9 ton udang wangkang asal Kalbar berhasil diekspor dengan nilai mencapai Rp 441 juta. Pengiriman tersebut difasilitasi Karantina Kalimantan Barat melalui Satuan Pelayanan PLBN Entikong pada awal Januari 2026.
Keberhasilan ekspor udang wangkang ini tidak terlepas dari pengawasan ketat dan tindakan karantina yang dilakukan secara menyeluruh oleh Karantina Kalbar. Setiap tahapan dijalankan sesuai prosedur untuk memastikan komoditas yang dikirim memenuhi standar negara tujuan.
Mulai dari pemeriksaan kesehatan, jaminan mutu, hingga verifikasi dokumen ekspor dilakukan secara cermat. Seluruh proses tersebut bertujuan memastikan persyaratan ekspor terpenuhi, termasuk standar kesehatan dan biosekuriti internasional.
Peningkatan volume ekspor pada pekan pertama Januari 2026 ini menjadi sinyal positif bagi percepatan arus perdagangan lintas batas, khususnya melalui PLBN Entikong. Karantina Kalimantan Barat pun menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat layanan dan sistem pengawasan guna menjaga kualitas komoditas unggulan daerah.
Penanggung Jawab Karantina Kalbar Satpel PLBN Entikong, Swiet Sinay, menegaskan pihaknya akan terus mengawal setiap komoditas strategis yang melintas di wilayah perbatasan.
“Kami memastikan seluruh proses ekspor berjalan sesuai ketentuan. Udang wangkang yang kami lepas telah melalui rangkaian uji kesehatan dan mutu yang ketat, sehingga produk ini tidak hanya aman, tetapi juga memiliki kualitas premium yang layak bersaing di pasar internasional,” ujar Swiet.
Ia menambahkan, capaian ekspor udang wangkang Kalbar ini diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi pelaku usaha perikanan, sekaligus memperkuat posisi Kalimantan Barat sebagai salah satu daerah penyuplai komoditas perikanan unggulan.
Ke depan, Karantina Kalbar akan terus meningkatkan layanan serta pengawasan karantina di PLBN Entikong agar ekspor komoditas unggulan daerah semakin kompetitif, berkelanjutan, dan konsisten menembus pasar global. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini