Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Kamis, 22 Januari 2026 |
KALBARONLINE.com - Kehadiran dua tokoh nasional, Mohammad Mahfud MD dan Rocky Gerung, menjadi sorotan utama dalam pelaksanaan Wisuda ke-2 Universitas OSO (Unoso) yang digelar di Pontianak Convention Center (PCC), Kota Pontianak, Kamis (22/01/2026).
Kehadiran keduanya tidak hanya menambah bobot akademik kegiatan wisuda, tetapi juga menghadirkan ruang refleksi intelektual bagi para wisudawan, sivitas akademika, dan para pemangku kepentingan daerah.
Mahfud MD hadir memberikan orasi ilmiah yang menekankan pentingnya integritas, pengalaman hidup, dan tanggung jawab moral kaum terdidik dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
Sementara Rocky Gerung hadir memberikan perspektif kritis mengenai cara berpikir, kebebasan intelektual, serta pentingnya keberanian intelektual dalam menghadapi tantangan zaman.
Dalam orasi ilmiahnya, Mahfud MD mengingatkan para wisudawan bahwa setelah menyelesaikan pendidikan formal, mereka akan memasuki fase kehidupan yang sesungguhnya, yang ia sebut sebagai “laboratorium kehidupan”.
“Di kampus, jika gagal masih bisa diperbaiki. Tapi di laboratorium kehidupan, kegagalan sering kali tidak bisa diulang. Kerusakannya bisa panjang dan berdampak luas,” ujar Mahfud MD di hadapan para wisudawan.
Ia menegaskan, bahwa kecerdasan akademik semata tidak cukup tanpa integritas dan kejujuran dalam bertindak. Menurutnya, banyak orang yang memiliki gelar tinggi, namun gagal memberi manfaat bagi masyarakat karena tidak mampu menjaga nilai-nilai moral dan etika.
“Gelar akademik hanya simbol keberhasilan akademik. Yang menentukan adalah integritas. Jangan jadikan ijazah sebagai berhala yang dikejar dengan cara-cara tidak benar. Itu justru berbahaya,” tegas Mahfud.
Mahfud juga menyoroti pentingnya pengalaman hidup sebagai bekal untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuan. Ia menekankan bahwa ilmu harus berpihak pada kepentingan publik dan keadilan sosial.
“Pengalaman hidup itu penting. Dari pengalaman lah ilmu diuji. Terutama bagi lulusan hukum, kalian harus menjadi gelombang baru dalam penegakan keadilan,” katanya.
Sementara itu, Rocky Gerung hadir sebagai figur intelektual yang mendorong keberanian berpikir kritis. Kehadirannya, sebagaimana disampaikan Ketua Pembina Yayasan Pendidikan OSO, Oesman Sapta Odang, dimaksudkan untuk memperkaya sudut pandang mahasiswa terhadap realitas sosial, budaya, dan politik.
“Rocky Gerung memiliki kemampuan mengaitkan ilmu yang ada di buku dengan realitas kehidupan. Itu yang kami harapkan bisa memberi kecerdasan berpikir bagi anak-anak yang lulus hari ini,” ujar OSO.
OSO menegaskan, bahwa kehadiran Mahfud MD dan Rocky Gerung merupakan bagian dari upaya Unoso menghadirkan pendidikan yang tidak hanya mengejar gelar, tetapi membangun kualitas sumber daya manusia yang berpihak pada daerah dan bangsa.
“Kami tidak mengejar jumlah, tapi kualitas. Sedikit tapi bermakna bagi daerah. Pendidikan harus menggunakan hati, bermartabat, dan berpihak kepada daerah,” tegasnya.
Menurut OSO, pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun daerah. Daerah yang maju adalah daerah yang mampu mendidik warganya, melahirkan ide-ide canggih, dan menciptakan masyarakat yang berdaya.
Kehadiran Mahfud MD dan Rocky Gerung dalam wisuda ini juga dinilai memberi warna tersendiri bagi Universitas OSO yang meskipun masih tergolong muda, namun terus berupaya membangun tradisi akademik yang kuat dan terbuka terhadap dialektika pemikiran.
Wisuda ke-2 Unoso ini meluluskan 46 wisudawan dari program studi Manajemen, Ilmu Kelautan, dan Hukum. Momentum ini menjadi tonggak penting bagi Unoso dalam mengantar para lulusan memasuki fase pengabdian nyata di tengah masyarakat.
Melalui orasi ilmiah Mahfud MD dan kehadiran Rocky Gerung, Universitas OSO menegaskan komitmennya untuk tidak hanya mencetak lulusan yang cerdas secara akademik, tetapi juga berintegritas, kritis, dan memiliki keberanian moral dalam menghadapi tantangan zaman. (Lid)
KALBARONLINE.com - Kehadiran dua tokoh nasional, Mohammad Mahfud MD dan Rocky Gerung, menjadi sorotan utama dalam pelaksanaan Wisuda ke-2 Universitas OSO (Unoso) yang digelar di Pontianak Convention Center (PCC), Kota Pontianak, Kamis (22/01/2026).
Kehadiran keduanya tidak hanya menambah bobot akademik kegiatan wisuda, tetapi juga menghadirkan ruang refleksi intelektual bagi para wisudawan, sivitas akademika, dan para pemangku kepentingan daerah.
Mahfud MD hadir memberikan orasi ilmiah yang menekankan pentingnya integritas, pengalaman hidup, dan tanggung jawab moral kaum terdidik dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
Sementara Rocky Gerung hadir memberikan perspektif kritis mengenai cara berpikir, kebebasan intelektual, serta pentingnya keberanian intelektual dalam menghadapi tantangan zaman.
Dalam orasi ilmiahnya, Mahfud MD mengingatkan para wisudawan bahwa setelah menyelesaikan pendidikan formal, mereka akan memasuki fase kehidupan yang sesungguhnya, yang ia sebut sebagai “laboratorium kehidupan”.
“Di kampus, jika gagal masih bisa diperbaiki. Tapi di laboratorium kehidupan, kegagalan sering kali tidak bisa diulang. Kerusakannya bisa panjang dan berdampak luas,” ujar Mahfud MD di hadapan para wisudawan.
Ia menegaskan, bahwa kecerdasan akademik semata tidak cukup tanpa integritas dan kejujuran dalam bertindak. Menurutnya, banyak orang yang memiliki gelar tinggi, namun gagal memberi manfaat bagi masyarakat karena tidak mampu menjaga nilai-nilai moral dan etika.
“Gelar akademik hanya simbol keberhasilan akademik. Yang menentukan adalah integritas. Jangan jadikan ijazah sebagai berhala yang dikejar dengan cara-cara tidak benar. Itu justru berbahaya,” tegas Mahfud.
Mahfud juga menyoroti pentingnya pengalaman hidup sebagai bekal untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuan. Ia menekankan bahwa ilmu harus berpihak pada kepentingan publik dan keadilan sosial.
“Pengalaman hidup itu penting. Dari pengalaman lah ilmu diuji. Terutama bagi lulusan hukum, kalian harus menjadi gelombang baru dalam penegakan keadilan,” katanya.
Sementara itu, Rocky Gerung hadir sebagai figur intelektual yang mendorong keberanian berpikir kritis. Kehadirannya, sebagaimana disampaikan Ketua Pembina Yayasan Pendidikan OSO, Oesman Sapta Odang, dimaksudkan untuk memperkaya sudut pandang mahasiswa terhadap realitas sosial, budaya, dan politik.
“Rocky Gerung memiliki kemampuan mengaitkan ilmu yang ada di buku dengan realitas kehidupan. Itu yang kami harapkan bisa memberi kecerdasan berpikir bagi anak-anak yang lulus hari ini,” ujar OSO.
OSO menegaskan, bahwa kehadiran Mahfud MD dan Rocky Gerung merupakan bagian dari upaya Unoso menghadirkan pendidikan yang tidak hanya mengejar gelar, tetapi membangun kualitas sumber daya manusia yang berpihak pada daerah dan bangsa.
“Kami tidak mengejar jumlah, tapi kualitas. Sedikit tapi bermakna bagi daerah. Pendidikan harus menggunakan hati, bermartabat, dan berpihak kepada daerah,” tegasnya.
Menurut OSO, pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun daerah. Daerah yang maju adalah daerah yang mampu mendidik warganya, melahirkan ide-ide canggih, dan menciptakan masyarakat yang berdaya.
Kehadiran Mahfud MD dan Rocky Gerung dalam wisuda ini juga dinilai memberi warna tersendiri bagi Universitas OSO yang meskipun masih tergolong muda, namun terus berupaya membangun tradisi akademik yang kuat dan terbuka terhadap dialektika pemikiran.
Wisuda ke-2 Unoso ini meluluskan 46 wisudawan dari program studi Manajemen, Ilmu Kelautan, dan Hukum. Momentum ini menjadi tonggak penting bagi Unoso dalam mengantar para lulusan memasuki fase pengabdian nyata di tengah masyarakat.
Melalui orasi ilmiah Mahfud MD dan kehadiran Rocky Gerung, Universitas OSO menegaskan komitmennya untuk tidak hanya mencetak lulusan yang cerdas secara akademik, tetapi juga berintegritas, kritis, dan memiliki keberanian moral dalam menghadapi tantangan zaman. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini