Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Selasa, 10 Februari 2026 |
KALBARONLINE.com – Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Provinsi Kalimantan Barat memastikan akan melakukan investigasi dan evaluasi menyeluruh terhadap wasit pada laga final Liga 4 Piala Gubernur Kalimantan Barat 2025/2026.
Final yang mempertemukan Persiwah Mempawah melawan PS Kubu Raya di Lapangan GOR Sultan Syarif Abdurrahman (SSA) Pontianak, Minggu (08/02/2026), berakhir dengan kemenangan Persiwah Mempawah 2-0. Namun, usai pertandingan, muncul kritik dari berbagai pihak yang mempertanyakan profesionalitas wasit.
Sorotan terjadi pada keputusan wasit di babak pertama, saat terjadi dugaan pelanggaran handball di area penalti Persiwah Mempawah. Bola disebut mengenai tangan pemain belakang Persiwah, namun wasit tidak memberikan penalti. Situasi tersebut pun dinilai merugikan PS Kubu Raya.
Menanggapi kritik tersebut, Ketua PSSI Kalimantan Barat, Suyanto Tanjung, menegaskan pihaknya tidak akan tinggal diam dan akan menindaklanjuti seluruh laporan yang masuk.
Ia mengatakan, sehari sebelum laga final, telah memanggil seluruh wasit, memberikan arahan untuk memimpin pertandingan secara netral.
“Sehari sebelum partai final sudah memanggil seluruh wasit. Saya sampaikan dengan tegas agar menjaga integritas, memimpin pertandingan secara netral, tidak boleh disogok oleh siapa pun, dan tidak membawa perasaan suka atau tidak suka terhadap tim tertentu,” ujar Suyanto.
Ia bahkan menegaskan kepada para wasit untuk melaporkan jika ada upaya suap. “Kalau ada yang mencoba menyogok, ambil uangnya dan laporkan kepada saya, nanti saya kalikan dua. Itu saya sampaikan agar mereka benar-benar berani dan jujur,” katanya.
Meski demikian, Suyanto mengakui tekanan pertandingan final yang tinggi serta euforia suporter dari kedua kubu bisa memengaruhi konsentrasi wasit di lapangan.
“Dalam pertandingan dengan tensi tinggi, tekanan luar biasa dari penonton, tentu kita juga harus memaklumi jika ada keputusan wasit yang luput atau tidak sempurna. Menurut saya, itu bisa saja murni kesalahan manusia, bukan unsur kesengajaan,” jelasnya.
Namun, Suyanto menegaskan, apabila dalam hasil investigasi internal ditemukan adanya unsur kesengajaan yang merugikan salah satu tim, PSSI Kalbar tidak akan ragu mengambil tindakan tegas.
“Apapun kritik dan masukan dari masyarakat, kami di internal akan melakukan investigasi dan evaluasi. Jika memang ditemukan ada unsur kesengajaan yang merugikan tim lain, akan kami proses sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.
Saat ini, PSSI Kalbar masih mengumpulkan bahan evaluasi dan belum mengambil kesimpulan akhir terkait kepemimpinan wasit pada laga final tersebut.
"Saya belum berani berkomentar banyak karena evaluasi masih berjalan. Mudah-mudahan kesalahan yang terjadi tidak disengaja,” pungkas Suyanto. (Lid)
KALBARONLINE.com – Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Provinsi Kalimantan Barat memastikan akan melakukan investigasi dan evaluasi menyeluruh terhadap wasit pada laga final Liga 4 Piala Gubernur Kalimantan Barat 2025/2026.
Final yang mempertemukan Persiwah Mempawah melawan PS Kubu Raya di Lapangan GOR Sultan Syarif Abdurrahman (SSA) Pontianak, Minggu (08/02/2026), berakhir dengan kemenangan Persiwah Mempawah 2-0. Namun, usai pertandingan, muncul kritik dari berbagai pihak yang mempertanyakan profesionalitas wasit.
Sorotan terjadi pada keputusan wasit di babak pertama, saat terjadi dugaan pelanggaran handball di area penalti Persiwah Mempawah. Bola disebut mengenai tangan pemain belakang Persiwah, namun wasit tidak memberikan penalti. Situasi tersebut pun dinilai merugikan PS Kubu Raya.
Menanggapi kritik tersebut, Ketua PSSI Kalimantan Barat, Suyanto Tanjung, menegaskan pihaknya tidak akan tinggal diam dan akan menindaklanjuti seluruh laporan yang masuk.
Ia mengatakan, sehari sebelum laga final, telah memanggil seluruh wasit, memberikan arahan untuk memimpin pertandingan secara netral.
“Sehari sebelum partai final sudah memanggil seluruh wasit. Saya sampaikan dengan tegas agar menjaga integritas, memimpin pertandingan secara netral, tidak boleh disogok oleh siapa pun, dan tidak membawa perasaan suka atau tidak suka terhadap tim tertentu,” ujar Suyanto.
Ia bahkan menegaskan kepada para wasit untuk melaporkan jika ada upaya suap. “Kalau ada yang mencoba menyogok, ambil uangnya dan laporkan kepada saya, nanti saya kalikan dua. Itu saya sampaikan agar mereka benar-benar berani dan jujur,” katanya.
Meski demikian, Suyanto mengakui tekanan pertandingan final yang tinggi serta euforia suporter dari kedua kubu bisa memengaruhi konsentrasi wasit di lapangan.
“Dalam pertandingan dengan tensi tinggi, tekanan luar biasa dari penonton, tentu kita juga harus memaklumi jika ada keputusan wasit yang luput atau tidak sempurna. Menurut saya, itu bisa saja murni kesalahan manusia, bukan unsur kesengajaan,” jelasnya.
Namun, Suyanto menegaskan, apabila dalam hasil investigasi internal ditemukan adanya unsur kesengajaan yang merugikan salah satu tim, PSSI Kalbar tidak akan ragu mengambil tindakan tegas.
“Apapun kritik dan masukan dari masyarakat, kami di internal akan melakukan investigasi dan evaluasi. Jika memang ditemukan ada unsur kesengajaan yang merugikan tim lain, akan kami proses sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.
Saat ini, PSSI Kalbar masih mengumpulkan bahan evaluasi dan belum mengambil kesimpulan akhir terkait kepemimpinan wasit pada laga final tersebut.
"Saya belum berani berkomentar banyak karena evaluasi masih berjalan. Mudah-mudahan kesalahan yang terjadi tidak disengaja,” pungkas Suyanto. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini