Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Kamis, 12 Februari 2026 |
KALBARONLINE.com - Polresta Pontianak memperketat pengamanan rangkaian pawai obor dalam rangka menyambut Ramadan 2026 yang digelar di Masjid Raya Mujahidin pada pada 16 Februari 2026, guna mencegah terulangnya insiden yang sempat terjadi pada tahun sebelumnya.
Langkah ini dilakukan dengan menyiagakan ratusan personel serta memperkuat koordinasi lintas sektoral demi memastikan kegiatan masyarakat berlangsung aman, tertib, dan kondusif.
Kapolresta Pontianak, Kombes Pol Endang Tri Purwanto, mengatakan aparat juga menyiapkan pengamanan untuk rangkaian kegiatan Ramadan di Masjid Raya Mujahidin, termasuk lomba hadrah pada 14 Februari, pawai kendaraan hias pada 15 Februari, serta pawai obor pada 16 Februari 2026.
Pawai obor akan dimulai pukul 20.00 WIB dengan rute Masjid Mujahidin – Jalan Ahmad Yani – Bundaran Digulis – Untan – kembali ke Ahmad Yani dan berakhir di masjid sekitar pukul 22.30 WIB.
Panitia juga melaporkan adanya titik kumpul lain di Tugu Khatulistiwa dengan estimasi peserta sekitar 500 orang yang akan mulai bergerak sekitar pukul 19.30 WIB. Diperkirakan, massa akan terkonsentrasi di kawasan Jalan Gajah Mada setelah pawai.
Belajar dari pengalaman tahun sebelumnya yang sempat menimbulkan korban jiwa, pihak kepolisian menaruh perhatian khusus pada potensi kerawanan, terutama yang melibatkan anak-anak muda. Dalam pawai obor tahun ini, panitia turut melibatkan para ibu untuk membantu pengawasan dan mencegah terjadinya perkelahian maupun kenakalan remaja.
“Ini menjadi tantangan bagi kami untuk memastikan kegiatan berjalan aman, terlebih dengan jumlah peserta yang cukup banyak,” katanya.
Kembang Api Dipusatkan di Jalan Gajah Mada
Pemkot dan Polresta Pontianak juga menyepakati bahwa penyalaan kembang api hanya diperbolehkan di kawasan Jalan Gajah Mada. Rekayasa lalu lintas akan diberlakukan mulai pukul 17.00 hingga 23.00 WIB, dengan kemungkinan penutupan dan pengalihan arus jika terjadi penumpukan massa signifikan.
Kebijakan ini juga mempertimbangkan informasi dari BMKG terkait curah hujan yang rendah pada Februari, sehingga berpotensi meningkatkan risiko kebakaran, baik di permukiman maupun kebakaran hutan dan lahan.
“Kami sudah berkoordinasi dengan para pedagang kembang api dan tokoh masyarakat setempat. Kami juga menyiapkan alat pemadam api ringan (APAR) sebagai langkah antisipasi,” tegasnya.
Dengan sinergi lintas sektor dan dukungan masyarakat, Pemkot Pontianak berharap seluruh rangkaian perayaan dapat berlangsung aman, tertib, dan tetap menjunjung tinggi nilai toleransi serta kebersamaan di Kota Khatulistiwa.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan menyampaikan apresiasi atas sinergi seluruh pihak dalam mensukseskan agenda tahunan tersebut. Menurutnya, Pontianak sebagai kota yang majemuk membutuhkan dukungan dan partisipasi semua elemen masyarakat untuk menjaga kondusivitas.
“Pada prinsipnya Pemerintah Kota Pontianak siap berkoordinasi, membantu, dan mendukung sepenuhnya terlaksananya agenda-agenda seperti Imlek dan Cap Go Meh. Kota ini sangat beragam, sehingga dibutuhkan peran organisasi kepemudaan, keagamaan, paguyuban, serta seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga keberagaman tetap harmonis,” ujarnya.
Ia menegaskan, pengamanan kegiatan akan didukung penuh aparat penegak hukum dan aparat keamanan, baik TNI maupun Polri, demi memastikan seluruh rangkaian acara berjalan aman dan tertib. (Lid)
KALBARONLINE.com - Polresta Pontianak memperketat pengamanan rangkaian pawai obor dalam rangka menyambut Ramadan 2026 yang digelar di Masjid Raya Mujahidin pada pada 16 Februari 2026, guna mencegah terulangnya insiden yang sempat terjadi pada tahun sebelumnya.
Langkah ini dilakukan dengan menyiagakan ratusan personel serta memperkuat koordinasi lintas sektoral demi memastikan kegiatan masyarakat berlangsung aman, tertib, dan kondusif.
Kapolresta Pontianak, Kombes Pol Endang Tri Purwanto, mengatakan aparat juga menyiapkan pengamanan untuk rangkaian kegiatan Ramadan di Masjid Raya Mujahidin, termasuk lomba hadrah pada 14 Februari, pawai kendaraan hias pada 15 Februari, serta pawai obor pada 16 Februari 2026.
Pawai obor akan dimulai pukul 20.00 WIB dengan rute Masjid Mujahidin – Jalan Ahmad Yani – Bundaran Digulis – Untan – kembali ke Ahmad Yani dan berakhir di masjid sekitar pukul 22.30 WIB.
Panitia juga melaporkan adanya titik kumpul lain di Tugu Khatulistiwa dengan estimasi peserta sekitar 500 orang yang akan mulai bergerak sekitar pukul 19.30 WIB. Diperkirakan, massa akan terkonsentrasi di kawasan Jalan Gajah Mada setelah pawai.
Belajar dari pengalaman tahun sebelumnya yang sempat menimbulkan korban jiwa, pihak kepolisian menaruh perhatian khusus pada potensi kerawanan, terutama yang melibatkan anak-anak muda. Dalam pawai obor tahun ini, panitia turut melibatkan para ibu untuk membantu pengawasan dan mencegah terjadinya perkelahian maupun kenakalan remaja.
“Ini menjadi tantangan bagi kami untuk memastikan kegiatan berjalan aman, terlebih dengan jumlah peserta yang cukup banyak,” katanya.
Kembang Api Dipusatkan di Jalan Gajah Mada
Pemkot dan Polresta Pontianak juga menyepakati bahwa penyalaan kembang api hanya diperbolehkan di kawasan Jalan Gajah Mada. Rekayasa lalu lintas akan diberlakukan mulai pukul 17.00 hingga 23.00 WIB, dengan kemungkinan penutupan dan pengalihan arus jika terjadi penumpukan massa signifikan.
Kebijakan ini juga mempertimbangkan informasi dari BMKG terkait curah hujan yang rendah pada Februari, sehingga berpotensi meningkatkan risiko kebakaran, baik di permukiman maupun kebakaran hutan dan lahan.
“Kami sudah berkoordinasi dengan para pedagang kembang api dan tokoh masyarakat setempat. Kami juga menyiapkan alat pemadam api ringan (APAR) sebagai langkah antisipasi,” tegasnya.
Dengan sinergi lintas sektor dan dukungan masyarakat, Pemkot Pontianak berharap seluruh rangkaian perayaan dapat berlangsung aman, tertib, dan tetap menjunjung tinggi nilai toleransi serta kebersamaan di Kota Khatulistiwa.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan menyampaikan apresiasi atas sinergi seluruh pihak dalam mensukseskan agenda tahunan tersebut. Menurutnya, Pontianak sebagai kota yang majemuk membutuhkan dukungan dan partisipasi semua elemen masyarakat untuk menjaga kondusivitas.
“Pada prinsipnya Pemerintah Kota Pontianak siap berkoordinasi, membantu, dan mendukung sepenuhnya terlaksananya agenda-agenda seperti Imlek dan Cap Go Meh. Kota ini sangat beragam, sehingga dibutuhkan peran organisasi kepemudaan, keagamaan, paguyuban, serta seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga keberagaman tetap harmonis,” ujarnya.
Ia menegaskan, pengamanan kegiatan akan didukung penuh aparat penegak hukum dan aparat keamanan, baik TNI maupun Polri, demi memastikan seluruh rangkaian acara berjalan aman dan tertib. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini