Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Kamis, 12 Februari 2026 |
KALBARONLINE.com - Wakil Bupati Ketapang, Jamhuri Amir, menghadiri peringatan Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama (NU) ke-103 tahun Hijriyah atau 100 tahun Masehi yang digelar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Ketapang, Selasa (10/02/2026) malam, di Gedung Bintang 9 PCNU Ketapang.
Dalam sambutannya, Jamhuri Amir menyampaikan ucapan selamat atas nama Pemerintah Kabupaten Ketapang kepada seluruh warga nahdliyin. Ia menegaskan, bahwa usia 103 tahun menjadi bukti konsistensi NU sebagai pilar kebangsaan.
“Usia 103 tahun bukanlah usia yang muda. NU telah terbukti konsisten menjadi pilar kebangsaan, merawat tradisi, serta membimbing umat dengan ajaran Ahlussunnah wal Jama’ah an-Nahdliyah yang moderat, toleran, dan seimbang,” ujar Jamhuri.
Wabup menjelaskan, tema Harlah NU tahun ini, “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Mulia”, mengandung makna komitmen aktif dalam menjaga kedaulatan bangsa, baik secara moral, fisik, maupun budaya, sekaligus ikhtiar membawa Indonesia menjadi negara maju dan bermartabat.
Menurutnya, tema tersebut merupakan seruan untuk mengisi kemerdekaan melalui penguasaan ilmu pengetahuan, penguatan akhlakul karimah, serta kontribusi nyata dalam membangun peradaban yang adil dan beradab.
“Hal ini sejalan dengan tekad kita bersama untuk menjadikan NU sebagai mitra strategis pemerintah dalam memacu pembangunan daerah, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, dan menjaga kondusivitas wilayah,” ungkapnya.
Lebih lanjut Jamhuri Amir menilai, NU di Kabupaten Ketapang memiliki peran strategis sebagai benteng persatuan. Ia mengapresiasi peran NU yang selama ini aktif menyejukkan suasana, mendidik umat dengan karakter berakhlak mulia, serta konsisten dalam kegiatan sosial keagamaan.
Pada momentum harlah ke-103 ini, Wabup Jamhuri berharap, NU terus menjadi teladan dalam toleransi dan kerukunan umat beragama di tengah keberagaman masyarakat Ketapang.
“Sinergi antara NU dan Pemerintah Kabupaten Ketapang perlu terus diperkuat, khususnya dalam program pemberdayaan ekonomi umat, pengembangan pendidikan pesantren, serta peningkatan layanan kesehatan,” katanya.
Ia juga mendorong warga nahdliyin untuk terus berpikir futuristik agar NU tidak hanya kuat dalam tradisi, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kemajuan zaman.
“Semoga di usia yang baru ini, NU semakin kokoh, jaya, dan terus memberi manfaat, tidak hanya bagi warga Nahdliyin, tetapi juga bagi seluruh masyarakat Kabupaten Ketapang dan Indonesia,” pungkas Jamhuri.
Rangkaian peringatan harlah NU ke-103 di Kabupaten Ketapang ditutup dengan prosesi pemotongan tumpeng sebagai simbol komitmen PCNU Ketapang dalam merawat persatuan dan kesatuan di daerah tersebut. (Adi LC)
KALBARONLINE.com - Wakil Bupati Ketapang, Jamhuri Amir, menghadiri peringatan Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama (NU) ke-103 tahun Hijriyah atau 100 tahun Masehi yang digelar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Ketapang, Selasa (10/02/2026) malam, di Gedung Bintang 9 PCNU Ketapang.
Dalam sambutannya, Jamhuri Amir menyampaikan ucapan selamat atas nama Pemerintah Kabupaten Ketapang kepada seluruh warga nahdliyin. Ia menegaskan, bahwa usia 103 tahun menjadi bukti konsistensi NU sebagai pilar kebangsaan.
“Usia 103 tahun bukanlah usia yang muda. NU telah terbukti konsisten menjadi pilar kebangsaan, merawat tradisi, serta membimbing umat dengan ajaran Ahlussunnah wal Jama’ah an-Nahdliyah yang moderat, toleran, dan seimbang,” ujar Jamhuri.
Wabup menjelaskan, tema Harlah NU tahun ini, “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Mulia”, mengandung makna komitmen aktif dalam menjaga kedaulatan bangsa, baik secara moral, fisik, maupun budaya, sekaligus ikhtiar membawa Indonesia menjadi negara maju dan bermartabat.
Menurutnya, tema tersebut merupakan seruan untuk mengisi kemerdekaan melalui penguasaan ilmu pengetahuan, penguatan akhlakul karimah, serta kontribusi nyata dalam membangun peradaban yang adil dan beradab.
“Hal ini sejalan dengan tekad kita bersama untuk menjadikan NU sebagai mitra strategis pemerintah dalam memacu pembangunan daerah, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, dan menjaga kondusivitas wilayah,” ungkapnya.
Lebih lanjut Jamhuri Amir menilai, NU di Kabupaten Ketapang memiliki peran strategis sebagai benteng persatuan. Ia mengapresiasi peran NU yang selama ini aktif menyejukkan suasana, mendidik umat dengan karakter berakhlak mulia, serta konsisten dalam kegiatan sosial keagamaan.
Pada momentum harlah ke-103 ini, Wabup Jamhuri berharap, NU terus menjadi teladan dalam toleransi dan kerukunan umat beragama di tengah keberagaman masyarakat Ketapang.
“Sinergi antara NU dan Pemerintah Kabupaten Ketapang perlu terus diperkuat, khususnya dalam program pemberdayaan ekonomi umat, pengembangan pendidikan pesantren, serta peningkatan layanan kesehatan,” katanya.
Ia juga mendorong warga nahdliyin untuk terus berpikir futuristik agar NU tidak hanya kuat dalam tradisi, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kemajuan zaman.
“Semoga di usia yang baru ini, NU semakin kokoh, jaya, dan terus memberi manfaat, tidak hanya bagi warga Nahdliyin, tetapi juga bagi seluruh masyarakat Kabupaten Ketapang dan Indonesia,” pungkas Jamhuri.
Rangkaian peringatan harlah NU ke-103 di Kabupaten Ketapang ditutup dengan prosesi pemotongan tumpeng sebagai simbol komitmen PCNU Ketapang dalam merawat persatuan dan kesatuan di daerah tersebut. (Adi LC)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini