Pontianak    

Aksi Nyata Mahasiswa Magister FISIP Untan: Ubah Limbah Jadi Eco Enzyme di Desa Dungun Laut

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Kamis, 12 Februari 2026
Aksi Nyata Mahasiswa Magister FISIP Untan: Ubah Limbah Jadi Eco Enzyme di Desa Dungun Laut
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com - Sebanyak 10 mahasiswa Program Studi Ilmu Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak sukses melaksanakan kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) di Desa Dungun Laut, Kecamatan Jawai, Kabupaten Sambas. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai 6 hingga 8 Februari 2026.

​Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sambas, Budi Iswanto, di Aula Kantor Kecamatan Jawai pada Jumat (06/02/2026).

Dalam sambutannya, Budi menekankan pentingnya dedikasi mahasiswa terhadap masyarakat lokal.

​"Berikan informasi dan dedikasi terbaik kepada masyarakat. Ingatlah prinsip di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung," pesannya di hadapan para mahasiswa dan tamu undangan.

Turut hadir dalam pembukaan tersebut Kapolsek Kecamatan Jawai, IPTU Beni Agus Trianto, Camat Jawai, Dedi Setiana, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Untan, Herlan, Ketua Panitia Kegiatan PPM, Elyta, para dosen pembimbing dan tim monitoring dari Untan.

Kemudian hadir pula Kepala Desa Sentebang, Kepala Desa Dungun Laut, Kepala Desa Bakau, Kepala Desa Parit Setia, Kepala Desa Pelimpaan, Kepala Desa Lambau, Kepala Desa Sungai Nyirih, dan peserta tiap kelompok PPM Tahun 2026.

​Edukasi Sampah Berkelanjutan

Sejalan dengan pesan Kadis Sosial, Kelompok 2 PPM FISIP Untan mengusung misi strategis melalui tema “Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat untuk Mewujudkan Desa Dungun Laut yang Bersih, Sehat, dan Berkelanjutan”.

Sebagai bentuk keseriusan, dilakukan Penandatanganan Komitmen Pengelolaan Sampah antara Kepala Desa Dungun Laut, Indra, bersama Dosen Pembimbing Zulkarnaen dan Tim Monitoring Untan, Martoyo, perangkat Desa Dungun Laut, Ibu-ibu PKK dan perwakilan masyarakat Dungun Laut.

Komitmen ini juga disaksikan oleh perangkat desa serta tokoh masyarakat setempat.

​Inovasi Eco Enzyme

​Fokus utama kegiatan ini adalah mengedukasi warga mengenai pemilahan sampah dan pemanfaatan limbah organik. Mahasiswa mengajak Ibu-Ibu PKK mempraktikkan langsung pembuatan Eco Enzyme, sebuah cairan multiguna hasil fermentasi limbah dapur.

​"Kami menggunakan perbandingan 3:1:10 untuk kulit buah atau sayur, gula merah, dan air. Cairan ini nantinya bisa menjadi pembersih alami, pupuk organik, hingga disinfektan," jelas salah satu anggota tim.

​Masyarakat tampak antusias mengikuti praktik tersebut, mengingat solusi ini dinilai praktis dan memiliki nilai ekonomis bagi rumah tangga.

​Dukungan Fasilitas

​Sebagai penutup rangkaian aksi nyata, Ketua Kelompok 2, Fachmy Haddad, menyerahkan bantuan tempat sampah secara simbolis kepada pemerintah desa.

Fasilitas ini nantinya akan ditempatkan di area kantor desa dan titik-titik fasilitas umum untuk menjaga kebersihan lingkungan secara jangka panjang.

Melalui kolaborasi ini, diharapkan Desa Dungun Laut dapat bertransformasi menjadi desa yang lebih mandiri dalam mengelola lingkungan secara sehat dan berkelanjutan. (Jau)

Artikel Selanjutnya
Kepala Kantah Mempawah: PTSL Itu Seperti Sekolah Gratis, Proses BPN Nol Rupiah
Kamis, 12 Februari 2026
Artikel Sebelumnya
Hadiri Harlah NU ke-103, Wabup Ketapang Tekankan Peran NU Jaga Persatuan dan Peradaban
Kamis, 12 Februari 2026

Berita terkait