Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Jumat, 13 Februari 2026 |
KALBARONLINE.com - Pasca ditemukannya menu ayam berulat dalam salah satu ompreng program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Simpang Hilir, Ketua Satuan Tugas (Satgas) MBG Kabupaten Kayong Utara (KKU), Erwin Sudrajat, angkat bicara.
Erwin yang juga menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kayong Utara menegaskan, bahwa kewenangan satgas MBG dalam pelaksanaan program Presiden RI tersebut sangat terbatas.
“Jadi terkait khususnya yang belatung di Simpang Hilir itu, yang sangat bertanggung jawab seharusnya pihak dapur, Kemudian di atasnya lagi ada yang mengawasi langsung dapur, yakni koordinator wilayah (korwil),” ujarnya kamis (12/02/2026).
Menurut Erwin, satgas MBG selama ini hanya menjalankan fungsi pengambilan sampel makanan untuk diuji. Sampel tersebut kemudian dikirim ke BPOM provinsi untuk dilakukan pengujian laboratorium. Namun, hasil uji tersebut tidak disampaikan kembali kepada pihak satgas.
“Kalau dari kami sendiri, kewenangan satgas selama ini seperti yang sudah-sudah, kita hanya mengambil sampel kemudian mengirimkannya ke BPOM provinsi. Selama ini hasil uji bukan ke satgas, artinya satgas tidak diberi tahu hasilnya,” jelasnya.
Ia menambahkan, berdasarkan aturan yang ada, satgas MBG juga tidak memiliki kewenangan untuk memberikan peringatan maupun sanksi.
“Kalau bicara kewenangan, kewenangan kita sebatas menghimbau. Kami juga tidak berwenang memberi peringatan atau sanksi, karena fungsi Satgas MBG sebenarnya hanya memastikan bahwa program ini berjalan sesuai dengan yang seharusnya,” tegasnya.
Dalam beberapa rapat sebelumnya yang melibatkan koordinator wilayah MBG dan pihak dapur, Erwin menekankan dua hal utama yang harus menjadi perhatian bersama.
“Hal pertama yang paling pokok, harus kita yakini bahwa makanan yang diberikan benar-benar dimakan oleh siswa. Kalau tidak dimakan, berarti tujuannya tidak akan tercapai. Yang kedua tentu makanan tersebut harus sesuai dengan standar gizi,” katanya.
Kasus temuan menu ayam berulat ini pun menjadi perhatian publik dan diharapkan menjadi evaluasi bersama bagi seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program MBG di Kabupaten Kayong Utara. (Sans)
KALBARONLINE.com - Pasca ditemukannya menu ayam berulat dalam salah satu ompreng program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Simpang Hilir, Ketua Satuan Tugas (Satgas) MBG Kabupaten Kayong Utara (KKU), Erwin Sudrajat, angkat bicara.
Erwin yang juga menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kayong Utara menegaskan, bahwa kewenangan satgas MBG dalam pelaksanaan program Presiden RI tersebut sangat terbatas.
“Jadi terkait khususnya yang belatung di Simpang Hilir itu, yang sangat bertanggung jawab seharusnya pihak dapur, Kemudian di atasnya lagi ada yang mengawasi langsung dapur, yakni koordinator wilayah (korwil),” ujarnya kamis (12/02/2026).
Menurut Erwin, satgas MBG selama ini hanya menjalankan fungsi pengambilan sampel makanan untuk diuji. Sampel tersebut kemudian dikirim ke BPOM provinsi untuk dilakukan pengujian laboratorium. Namun, hasil uji tersebut tidak disampaikan kembali kepada pihak satgas.
“Kalau dari kami sendiri, kewenangan satgas selama ini seperti yang sudah-sudah, kita hanya mengambil sampel kemudian mengirimkannya ke BPOM provinsi. Selama ini hasil uji bukan ke satgas, artinya satgas tidak diberi tahu hasilnya,” jelasnya.
Ia menambahkan, berdasarkan aturan yang ada, satgas MBG juga tidak memiliki kewenangan untuk memberikan peringatan maupun sanksi.
“Kalau bicara kewenangan, kewenangan kita sebatas menghimbau. Kami juga tidak berwenang memberi peringatan atau sanksi, karena fungsi Satgas MBG sebenarnya hanya memastikan bahwa program ini berjalan sesuai dengan yang seharusnya,” tegasnya.
Dalam beberapa rapat sebelumnya yang melibatkan koordinator wilayah MBG dan pihak dapur, Erwin menekankan dua hal utama yang harus menjadi perhatian bersama.
“Hal pertama yang paling pokok, harus kita yakini bahwa makanan yang diberikan benar-benar dimakan oleh siswa. Kalau tidak dimakan, berarti tujuannya tidak akan tercapai. Yang kedua tentu makanan tersebut harus sesuai dengan standar gizi,” katanya.
Kasus temuan menu ayam berulat ini pun menjadi perhatian publik dan diharapkan menjadi evaluasi bersama bagi seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program MBG di Kabupaten Kayong Utara. (Sans)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini