Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Sabtu, 21 Februari 2026 |
KALBARONLINE.com - Suasana hangat terasa di dalam Masjid Nurul Iman, Gang HA Gani Kelurahan Parit Tokaya Kecamatan Pontianak Selatan, saat anak-anak mengenakan mukena bertemu Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono beserta istri, Yanieta Arbiastutie usai melaksanakan Salat Tarawih, Jumat (20/2/2026) malam.
Satu-persatu mereka bersalaman. Edi menyapa anak-anak dengan ramah, sesekali obrolan singkat menanyakan bagaimana puasa mereka setelah berjalan tiga hari Ramadan. Ia pun menyampaikan pesan motivasi agar mereka semakin semangat menjalankan ibadah di bulan suci Ramadan. Momen sederhana itu mencerminkan upaya menanamkan nilai-nilai keagamaan sejak dini.
Menurut Wali Kota Edi Kamtono, Ramadan merupakan momentum terbaik bagi orang tua untuk membentuk kebiasaan ibadah pada anak, terutama dalam menjalankan puasa dan Salat Tarawih di masjid. Ia menekankan bahwa pendidikan karakter religius tidak hanya dilakukan di rumah atau sekolah, tetapi juga melalui pengalaman langsung di lingkungan masjid.
“Bulan Ramadan adalah waktu yang sangat tepat untuk melatih anak-anak berpuasa dan membiasakan mereka melaksanakan Salat Tarawih berjemaah di masjid. Peran orang tua sangat penting dalam memberikan contoh dan pendampingan agar anak-anak tumbuh dengan kecintaan terhadap ibadah,” ujarnya.
Ia juga mengajak para orang tua, khususnya umat Muslim di Kota Pontianak, untuk menjadikan masjid sebagai ruang pembinaan spiritual keluarga. Kehadiran anak-anak di masjid, lanjutnya, bukan hanya sebagai bagian dari ibadah, tetapi juga sebagai sarana membangun kebersamaan, kedisiplinan dan akhlak yang baik.
Edi menambahkan, membiasakan anak beribadah sejak kecil akan memberikan dampak positif bagi perkembangan mental dan spiritual mereka. Suasana masjid yang ramah anak diharapkan mampu menumbuhkan rasa nyaman sehingga anak-anak tidak merasa terbebani dalam menjalankan ibadah.
“Kalau sejak kecil mereka sudah terbiasa datang ke masjid, berpuasa, dan Tarawih bersama, insyaallah ketika dewasa akan menjadi kebiasaan yang melekat dalam kehidupan mereka,” tuturnya yang juga selaku Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Pontianak ini.
Di tengah lantunan doa dan kebersamaan jamaah, kehadiran anak-anak yang antusias mengikuti rangkaian ibadah Ramadan menjadi gambaran optimisme akan tumbuhnya generasi yang religius. Melalui ajakan tersebut, Pemerintah Kota Pontianak berharap Ramadan tidak hanya menjadi ritual tahunan, tetapi juga momentum pembentukan karakter generasi muda yang berakhlak dan beriman. (Jau)
KALBARONLINE.com - Suasana hangat terasa di dalam Masjid Nurul Iman, Gang HA Gani Kelurahan Parit Tokaya Kecamatan Pontianak Selatan, saat anak-anak mengenakan mukena bertemu Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono beserta istri, Yanieta Arbiastutie usai melaksanakan Salat Tarawih, Jumat (20/2/2026) malam.
Satu-persatu mereka bersalaman. Edi menyapa anak-anak dengan ramah, sesekali obrolan singkat menanyakan bagaimana puasa mereka setelah berjalan tiga hari Ramadan. Ia pun menyampaikan pesan motivasi agar mereka semakin semangat menjalankan ibadah di bulan suci Ramadan. Momen sederhana itu mencerminkan upaya menanamkan nilai-nilai keagamaan sejak dini.
Menurut Wali Kota Edi Kamtono, Ramadan merupakan momentum terbaik bagi orang tua untuk membentuk kebiasaan ibadah pada anak, terutama dalam menjalankan puasa dan Salat Tarawih di masjid. Ia menekankan bahwa pendidikan karakter religius tidak hanya dilakukan di rumah atau sekolah, tetapi juga melalui pengalaman langsung di lingkungan masjid.
“Bulan Ramadan adalah waktu yang sangat tepat untuk melatih anak-anak berpuasa dan membiasakan mereka melaksanakan Salat Tarawih berjemaah di masjid. Peran orang tua sangat penting dalam memberikan contoh dan pendampingan agar anak-anak tumbuh dengan kecintaan terhadap ibadah,” ujarnya.
Ia juga mengajak para orang tua, khususnya umat Muslim di Kota Pontianak, untuk menjadikan masjid sebagai ruang pembinaan spiritual keluarga. Kehadiran anak-anak di masjid, lanjutnya, bukan hanya sebagai bagian dari ibadah, tetapi juga sebagai sarana membangun kebersamaan, kedisiplinan dan akhlak yang baik.
Edi menambahkan, membiasakan anak beribadah sejak kecil akan memberikan dampak positif bagi perkembangan mental dan spiritual mereka. Suasana masjid yang ramah anak diharapkan mampu menumbuhkan rasa nyaman sehingga anak-anak tidak merasa terbebani dalam menjalankan ibadah.
“Kalau sejak kecil mereka sudah terbiasa datang ke masjid, berpuasa, dan Tarawih bersama, insyaallah ketika dewasa akan menjadi kebiasaan yang melekat dalam kehidupan mereka,” tuturnya yang juga selaku Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Pontianak ini.
Di tengah lantunan doa dan kebersamaan jamaah, kehadiran anak-anak yang antusias mengikuti rangkaian ibadah Ramadan menjadi gambaran optimisme akan tumbuhnya generasi yang religius. Melalui ajakan tersebut, Pemerintah Kota Pontianak berharap Ramadan tidak hanya menjadi ritual tahunan, tetapi juga momentum pembentukan karakter generasi muda yang berakhlak dan beriman. (Jau)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini