Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Minggu, 08 Maret 2026 |
KALBARONLINE.com - Puskesmas Sukadana menjadi sorotan setelah keluarga pasien mengeluhkan ketiadaan prioritas bagi lansia hingga harus mengantre dalam kondisi lemah. Sementara pihak Puskesmas menyebut pasien tersebut telah ditangani sesuai prosedur triase, perbedaan fakta di lapangan ini kini memicu evaluasi menyeluruh terhadap SOP dan standar pelayanan kesehatan di sana.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Puskesmas Sukadana, Agung Gunawan menyampaikan, bahwa pihaknya telah melakukan evaluasi internal terhadap pelayanan yang diberikan pada hari kejadian tersebut.
Menurutnya, pada Sabtu, saat peristiwa itu terjadi, petugas kesehatan sebenarnya telah memberikan pelayanan kepada pasien, termasuk pasien lansia yang terlihat terbaring di kursi tunggu.
“Sekadar informasi, pada hari Sabtu tersebut para petugas sudah melakukan pelayanan terhadap para pasien, terutama pada pasien yang sedang terbaring tersebut. Pasien mengalami keluhan nyeri perut sehingga lebih nyaman dalam posisi berbaring untuk mengurangi keluhannya, dan kami memprioritaskan pasien tersebut,” ujar Agung kepada awak media, Minggu (08/03/2026).
Ia menegaskan, bahwa pihak puskesmas menjadikan kejadian tersebut sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Namun apa pun itu, ini menjadi evaluasi kami untuk memperbaiki dan meningkatkan pelayanan ke depannya. Pasien lansia dan pasien emergency akan menjadi prioritas pelayanan,” jelasnya.
Ia juga menerangkan, dalam penanganan pasien dengan kondisi darurat, tenaga medis menggunakan prosedur triase untuk menentukan tingkat kegawatdaruratan pasien.
“Untuk pasien emergency sendiri ada prosedur triase untuk menentukan derajat kegawatdaruratannya. Sementara pasien lansia akan diprioritaskan untuk didahulukan dalam pelayanan,” tambahnya.
Lebih lanjut, pihak Puskesmas Sukadana telah melakukan rapat evaluasi secara menyeluruh guna memperbaiki sistem pelayanan yang ada.
“Kami sudah melakukan evaluasi ketat terhadap peristiwa yang terjadi. Dalam rapat tersebut, pertama kami melakukan penggalangan komitmen terhadap mutu layanan, kedua peningkatan standar pelayanan dan SOP pelayanan, serta etika pelayanan. Terakhir adalah komitmen penerapan reward dan punishment,” ungkapnya.
Disisi lain, pihak keluarga pasien memiliki pandangan berbeda terkait pelayanan yang diterima. Menurut keluarga pasien, di lapangan pasien lansia tetap harus mengikuti antrean seperti pasien lainnya.
“Fakta di lapangan pasien lansia tetap mengantre sesuai antrean, tidak ada prioritas bagi pasien lansia, hingga akhirnya pasien terbaring lemah di kursi tunggu,” ujar Andi, keluarga pasien.
Peristiwa ini menjadi perhatian masyarakat dan diharapkan dapat menjadi momentum bagi pihak Puskesmas Sukadana untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, terutama bagi pasien lansia dan pasien dengan kondisi darurat. (Sans)
KALBARONLINE.com - Puskesmas Sukadana menjadi sorotan setelah keluarga pasien mengeluhkan ketiadaan prioritas bagi lansia hingga harus mengantre dalam kondisi lemah. Sementara pihak Puskesmas menyebut pasien tersebut telah ditangani sesuai prosedur triase, perbedaan fakta di lapangan ini kini memicu evaluasi menyeluruh terhadap SOP dan standar pelayanan kesehatan di sana.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Puskesmas Sukadana, Agung Gunawan menyampaikan, bahwa pihaknya telah melakukan evaluasi internal terhadap pelayanan yang diberikan pada hari kejadian tersebut.
Menurutnya, pada Sabtu, saat peristiwa itu terjadi, petugas kesehatan sebenarnya telah memberikan pelayanan kepada pasien, termasuk pasien lansia yang terlihat terbaring di kursi tunggu.
“Sekadar informasi, pada hari Sabtu tersebut para petugas sudah melakukan pelayanan terhadap para pasien, terutama pada pasien yang sedang terbaring tersebut. Pasien mengalami keluhan nyeri perut sehingga lebih nyaman dalam posisi berbaring untuk mengurangi keluhannya, dan kami memprioritaskan pasien tersebut,” ujar Agung kepada awak media, Minggu (08/03/2026).
Ia menegaskan, bahwa pihak puskesmas menjadikan kejadian tersebut sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Namun apa pun itu, ini menjadi evaluasi kami untuk memperbaiki dan meningkatkan pelayanan ke depannya. Pasien lansia dan pasien emergency akan menjadi prioritas pelayanan,” jelasnya.
Ia juga menerangkan, dalam penanganan pasien dengan kondisi darurat, tenaga medis menggunakan prosedur triase untuk menentukan tingkat kegawatdaruratan pasien.
“Untuk pasien emergency sendiri ada prosedur triase untuk menentukan derajat kegawatdaruratannya. Sementara pasien lansia akan diprioritaskan untuk didahulukan dalam pelayanan,” tambahnya.
Lebih lanjut, pihak Puskesmas Sukadana telah melakukan rapat evaluasi secara menyeluruh guna memperbaiki sistem pelayanan yang ada.
“Kami sudah melakukan evaluasi ketat terhadap peristiwa yang terjadi. Dalam rapat tersebut, pertama kami melakukan penggalangan komitmen terhadap mutu layanan, kedua peningkatan standar pelayanan dan SOP pelayanan, serta etika pelayanan. Terakhir adalah komitmen penerapan reward dan punishment,” ungkapnya.
Disisi lain, pihak keluarga pasien memiliki pandangan berbeda terkait pelayanan yang diterima. Menurut keluarga pasien, di lapangan pasien lansia tetap harus mengikuti antrean seperti pasien lainnya.
“Fakta di lapangan pasien lansia tetap mengantre sesuai antrean, tidak ada prioritas bagi pasien lansia, hingga akhirnya pasien terbaring lemah di kursi tunggu,” ujar Andi, keluarga pasien.
Peristiwa ini menjadi perhatian masyarakat dan diharapkan dapat menjadi momentum bagi pihak Puskesmas Sukadana untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, terutama bagi pasien lansia dan pasien dengan kondisi darurat. (Sans)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini