Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Sunday, 31 May 2026 |
KALBARONLINE.com – Bank Perekonomian Rakyat (BPR) dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Kota Pontianak, Amirullah, saat membuka kegiatan Funwalk dalam rangka Hari BPR-BPRS Nasional di Halaman Museum Kalbar, Minggu (31/5/2026) pagi.
Menurut Amirullah, BPR tidak hanya berfungsi sebagai lembaga perbankan, tetapi juga menjadi penghubung antara potensi masyarakat dengan berbagai peluang ekonomi, termasuk akses pembiayaan dan pengembangan usaha.
Ia mengungkapkan, lebih dari 60 persen nasabah BPR merupakan pelaku UMKM. Data tersebut menunjukkan bahwa BPR memiliki posisi penting sebagai garda terdepan dalam memperkuat ekonomi kerakyatan.
“Data menunjukkan lebih dari 60 persen nasabah BPR adalah pelaku UMKM. Ini membuktikan BPR adalah garda terdepan dalam memperkuat ekonomi kerakyatan,” ujarnya.
Dalam momentum Hari BPR-BPRS Nasional, Amirullah mengajak seluruh pihak untuk menjadikan peringatan tersebut tidak sekadar sebagai ajang seremonial, tetapi juga refleksi atas kontribusi BPR dalam mendukung masyarakat dan pelaku usaha selama ini.
Ia menilai, banyak kisah sukses UMKM yang lahir berkat dukungan BPR, meski peran tersebut sering kali tidak terlihat di ruang publik.
“Di balik setiap cerita sukses UMKM, sering kali ada BPR yang bekerja dalam diam tanpa sorotan kamera, namun dengan dedikasi yang luar biasa dan berkontribusi nyata,” katanya.
Amirullah juga menyoroti tiga hal penting yang perlu terus diperkuat oleh BPR dan BPRS agar tetap relevan di tengah perkembangan industri keuangan. Pertama, menjaga kedekatan dengan masyarakat. Kedua, terus menghadirkan inovasi pelayanan. Ketiga, memperkuat kualitas sumber daya manusia serta tata kelola lembaga.
Menurutnya, tantangan yang dihadapi BPR saat ini tidak ringan, mulai dari persaingan dengan bank umum hingga perubahan perilaku nasabah yang semakin mengandalkan layanan digital. Namun, BPR memiliki keunggulan yang tidak dimiliki banyak lembaga keuangan lainnya, yakni kedekatan emosional dan sosial dengan masyarakat.
“Inilah modal yang harus dimanfaatkan untuk membangun layanan yang lebih adaptif, inklusif, dan berkelanjutan,” tuturnya.
Amirullah berharap BPR dan BPRS terus memperkuat peran dalam mendukung pertumbuhan UMKM, memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat, serta mendorong terciptanya kemandirian ekonomi di daerah.
“Atas nama Pemerintah Kota Pontianak, saya mengucapkan selamat Hari BPR-BPRS Nasional kepada seluruh insan BPR dan BPRS, khususnya di Kalimantan Barat,” tutupnya. (*)
KALBARONLINE.com – Bank Perekonomian Rakyat (BPR) dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Kota Pontianak, Amirullah, saat membuka kegiatan Funwalk dalam rangka Hari BPR-BPRS Nasional di Halaman Museum Kalbar, Minggu (31/5/2026) pagi.
Menurut Amirullah, BPR tidak hanya berfungsi sebagai lembaga perbankan, tetapi juga menjadi penghubung antara potensi masyarakat dengan berbagai peluang ekonomi, termasuk akses pembiayaan dan pengembangan usaha.
Ia mengungkapkan, lebih dari 60 persen nasabah BPR merupakan pelaku UMKM. Data tersebut menunjukkan bahwa BPR memiliki posisi penting sebagai garda terdepan dalam memperkuat ekonomi kerakyatan.
“Data menunjukkan lebih dari 60 persen nasabah BPR adalah pelaku UMKM. Ini membuktikan BPR adalah garda terdepan dalam memperkuat ekonomi kerakyatan,” ujarnya.
Dalam momentum Hari BPR-BPRS Nasional, Amirullah mengajak seluruh pihak untuk menjadikan peringatan tersebut tidak sekadar sebagai ajang seremonial, tetapi juga refleksi atas kontribusi BPR dalam mendukung masyarakat dan pelaku usaha selama ini.
Ia menilai, banyak kisah sukses UMKM yang lahir berkat dukungan BPR, meski peran tersebut sering kali tidak terlihat di ruang publik.
“Di balik setiap cerita sukses UMKM, sering kali ada BPR yang bekerja dalam diam tanpa sorotan kamera, namun dengan dedikasi yang luar biasa dan berkontribusi nyata,” katanya.
Amirullah juga menyoroti tiga hal penting yang perlu terus diperkuat oleh BPR dan BPRS agar tetap relevan di tengah perkembangan industri keuangan. Pertama, menjaga kedekatan dengan masyarakat. Kedua, terus menghadirkan inovasi pelayanan. Ketiga, memperkuat kualitas sumber daya manusia serta tata kelola lembaga.
Menurutnya, tantangan yang dihadapi BPR saat ini tidak ringan, mulai dari persaingan dengan bank umum hingga perubahan perilaku nasabah yang semakin mengandalkan layanan digital. Namun, BPR memiliki keunggulan yang tidak dimiliki banyak lembaga keuangan lainnya, yakni kedekatan emosional dan sosial dengan masyarakat.
“Inilah modal yang harus dimanfaatkan untuk membangun layanan yang lebih adaptif, inklusif, dan berkelanjutan,” tuturnya.
Amirullah berharap BPR dan BPRS terus memperkuat peran dalam mendukung pertumbuhan UMKM, memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat, serta mendorong terciptanya kemandirian ekonomi di daerah.
“Atas nama Pemerintah Kota Pontianak, saya mengucapkan selamat Hari BPR-BPRS Nasional kepada seluruh insan BPR dan BPRS, khususnya di Kalimantan Barat,” tutupnya. (*)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini