Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Tuesday, 09 June 2026 |
KALBARONLINE.com – PT PLN (Persero) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Sistem Kalimantan Tahun 2026 dalam momentum Hari Lahir Pancasila sebagai upaya memperkuat sinergi, kolaborasi, dan semangat gotong royong seluruh PLN Group dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan di Pulau Kalimantan.
Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk menyatukan langkah berbagai unit dan subholding PLN guna memastikan pasokan listrik yang aman, andal, dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Rakor Sistem Kalimantan 2026 dihadiri jajaran PLN Group se-Kalimantan, mulai dari Unit Induk Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban (UIP3B) Kalimantan, Unit Induk Distribusi (UID), Unit Induk Pembangunan (UIP), hingga perwakilan subholding PLN. Kehadiran seluruh entitas tersebut menjadi bentuk kolaborasi nyata dalam menjaga stabilitas sistem kelistrikan Kalimantan.
Manager PLN UP2B Kalimantan Barat, Ahmad Edy, menegaskan bahwa Rakor Sistem Kalimantan merupakan agenda penting dalam memperkuat koordinasi antarunit demi menjaga kualitas pelayanan listrik kepada masyarakat.
“Melalui Rakor Sistem Kalimantan ini, PLN memperkuat sinergi dan kolaborasi seluruh unit serta subholding untuk memastikan kesiapan sistem kelistrikan tetap optimal. Kesamaan langkah dan koordinasi yang baik menjadi kunci dalam menjaga keandalan pasokan listrik bagi masyarakat di seluruh Kalimantan,” ujar Ahmad Edy.
Dalam forum tersebut, PLN membahas berbagai strategi penguatan sistem kelistrikan Kalimantan. Mulai dari kesiapan pasokan daya, keandalan jaringan transmisi dan gardu induk, pengamanan infrastruktur ketenagalistrikan, hingga langkah mitigasi terhadap potensi gangguan yang dapat memengaruhi pelayanan kepada pelanggan.
Berdasarkan proyeksi operasi sistem, beban puncak kelistrikan Kalimantan diperkirakan mencapai 590 MW. Karena itu, kesiapan personel, peralatan, dan sistem pengamanan menjadi perhatian utama untuk memastikan pasokan listrik tetap stabil.
“PLN terus memastikan kecukupan daya dan kesiapan sistem agar tetap dalam kondisi aman dan andal. Seluruh unit berkomitmen menjalankan langkah preventif dan responsif untuk menjaga kontinuitas pasokan listrik kepada pelanggan,” tambahnya.
Semangat kolaborasi yang menjadi ruh Rakor Sistem Kalimantan 2026 sejalan dengan nilai-nilai Pancasila, khususnya Persatuan Indonesia dan budaya gotong royong dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Melalui koordinasi yang semakin kuat antarunit, PLN memastikan setiap elemen sistem kelistrikan dapat bekerja secara terpadu guna mendukung kebutuhan masyarakat sekaligus menunjang pembangunan di Kalimantan.
Sementara itu, General Manager PLN UIP3B Kalimantan, Riko Ramadhano Budiawan, menegaskan bahwa keandalan sistem kelistrikan merupakan hasil kerja bersama seluruh insan PLN dalam melayani masyarakat.
“Rakor Sistem Kalimantan ini merupakan wujud nyata semangat gotong royong dan kolaborasi yang menjadi nilai luhur Pancasila. Keandalan sistem kelistrikan tidak dapat dibangun oleh satu unit saja, melainkan melalui kerja bersama seluruh insan PLN dan subholding. Dengan semangat tersebut, kami terus memperkuat koordinasi dan kesiapan sistem agar manfaat listrik dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat serta mendukung pertumbuhan ekonomi dan pembangunan di Kalimantan,” ujarnya.
Tak hanya membahas aspek teknis operasional, Rakor Sistem Kalimantan 2026 juga menjadi sarana penguatan budaya kerja, peningkatan kesiapsiagaan personel, serta wadah berbagi pengalaman dan praktik terbaik antarunit dalam pengelolaan sistem kelistrikan.
Melalui kegiatan ini, PLN kembali menegaskan komitmennya untuk menghadirkan layanan listrik yang andal, aman, dan berkualitas sebagai fondasi penting bagi pembangunan serta pertumbuhan ekonomi di Kalimantan. (*)
KALBARONLINE.com – PT PLN (Persero) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Sistem Kalimantan Tahun 2026 dalam momentum Hari Lahir Pancasila sebagai upaya memperkuat sinergi, kolaborasi, dan semangat gotong royong seluruh PLN Group dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan di Pulau Kalimantan.
Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk menyatukan langkah berbagai unit dan subholding PLN guna memastikan pasokan listrik yang aman, andal, dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Rakor Sistem Kalimantan 2026 dihadiri jajaran PLN Group se-Kalimantan, mulai dari Unit Induk Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban (UIP3B) Kalimantan, Unit Induk Distribusi (UID), Unit Induk Pembangunan (UIP), hingga perwakilan subholding PLN. Kehadiran seluruh entitas tersebut menjadi bentuk kolaborasi nyata dalam menjaga stabilitas sistem kelistrikan Kalimantan.
Manager PLN UP2B Kalimantan Barat, Ahmad Edy, menegaskan bahwa Rakor Sistem Kalimantan merupakan agenda penting dalam memperkuat koordinasi antarunit demi menjaga kualitas pelayanan listrik kepada masyarakat.
“Melalui Rakor Sistem Kalimantan ini, PLN memperkuat sinergi dan kolaborasi seluruh unit serta subholding untuk memastikan kesiapan sistem kelistrikan tetap optimal. Kesamaan langkah dan koordinasi yang baik menjadi kunci dalam menjaga keandalan pasokan listrik bagi masyarakat di seluruh Kalimantan,” ujar Ahmad Edy.
Dalam forum tersebut, PLN membahas berbagai strategi penguatan sistem kelistrikan Kalimantan. Mulai dari kesiapan pasokan daya, keandalan jaringan transmisi dan gardu induk, pengamanan infrastruktur ketenagalistrikan, hingga langkah mitigasi terhadap potensi gangguan yang dapat memengaruhi pelayanan kepada pelanggan.
Berdasarkan proyeksi operasi sistem, beban puncak kelistrikan Kalimantan diperkirakan mencapai 590 MW. Karena itu, kesiapan personel, peralatan, dan sistem pengamanan menjadi perhatian utama untuk memastikan pasokan listrik tetap stabil.
“PLN terus memastikan kecukupan daya dan kesiapan sistem agar tetap dalam kondisi aman dan andal. Seluruh unit berkomitmen menjalankan langkah preventif dan responsif untuk menjaga kontinuitas pasokan listrik kepada pelanggan,” tambahnya.
Semangat kolaborasi yang menjadi ruh Rakor Sistem Kalimantan 2026 sejalan dengan nilai-nilai Pancasila, khususnya Persatuan Indonesia dan budaya gotong royong dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Melalui koordinasi yang semakin kuat antarunit, PLN memastikan setiap elemen sistem kelistrikan dapat bekerja secara terpadu guna mendukung kebutuhan masyarakat sekaligus menunjang pembangunan di Kalimantan.
Sementara itu, General Manager PLN UIP3B Kalimantan, Riko Ramadhano Budiawan, menegaskan bahwa keandalan sistem kelistrikan merupakan hasil kerja bersama seluruh insan PLN dalam melayani masyarakat.
“Rakor Sistem Kalimantan ini merupakan wujud nyata semangat gotong royong dan kolaborasi yang menjadi nilai luhur Pancasila. Keandalan sistem kelistrikan tidak dapat dibangun oleh satu unit saja, melainkan melalui kerja bersama seluruh insan PLN dan subholding. Dengan semangat tersebut, kami terus memperkuat koordinasi dan kesiapan sistem agar manfaat listrik dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat serta mendukung pertumbuhan ekonomi dan pembangunan di Kalimantan,” ujarnya.
Tak hanya membahas aspek teknis operasional, Rakor Sistem Kalimantan 2026 juga menjadi sarana penguatan budaya kerja, peningkatan kesiapsiagaan personel, serta wadah berbagi pengalaman dan praktik terbaik antarunit dalam pengelolaan sistem kelistrikan.
Melalui kegiatan ini, PLN kembali menegaskan komitmennya untuk menghadirkan layanan listrik yang andal, aman, dan berkualitas sebagai fondasi penting bagi pembangunan serta pertumbuhan ekonomi di Kalimantan. (*)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini