Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Thursday, 11 June 2026 |
KALBARONLINE.com – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, akhirnya buka suara terkait anggaran renovasi Pendopo Gubernur Kalbar yang mencapai Rp10,26 miliar sepanjang tahun 2025 hingga 2026. Anggaran tersebut belakangan menjadi sorotan publik dan memunculkan berbagai pertanyaan.
Menurut Norsan, anggaran renovasi Pendopo Gubernur Kalbar itu dialokasikan selama dua tahun dan sebagian besar digunakan untuk memperbaiki bangunan mess yang berada di kawasan pendopo. Kondisi bangunan tersebut disebut sudah mengalami kerusakan cukup parah akibat banjir dan lama tidak difungsikan.
“Baik saya jelaskan. Itu kan dua tahun, Rp10 miliar. Sekarang wartawan boleh lihat langsung kondisi mess itu. Dari luar memang terlihat bagus, tetapi di dalam sudah tidak bisa ditempati. Setelah banjir kemarin tidak pernah diperbaiki lagi, sehingga berantakan dan akhirnya dijadikan gudang,” kata Norsan saat ditemui, Kamis (11/6/2026).
Ia menjelaskan, terdapat sekitar 15 kamar di bangunan mess tersebut yang saat ini dipenuhi barang-barang bekas dan tidak lagi layak digunakan. Karena itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat memutuskan melakukan renovasi agar fasilitas tersebut kembali berfungsi sebagaimana mestinya.
“Saya tidak mau bangunan yang masih bisa difungsikan dibiarkan rusak. Kita perbaiki supaya bisa ditempati lagi. Kalau ada kegiatan di pendopo, tamu atau peserta kegiatan bisa menginap di mess itu. Sayang kalau dibiarkan terbengkalai,” ujarnya.
Menanggapi kritik yang mengaitkan renovasi pendopo dengan masih banyaknya jalan rusak di Kalbar, Norsan menilai kedua hal tersebut tidak bisa disamakan. Menurutnya, perbaikan fasilitas pendopo juga merupakan bagian dari pelayanan publik karena saat ini kawasan pendopo telah dibuka untuk berbagai kegiatan masyarakat.
“Jalan rusak itu memang sudah lama. Tetapi ini juga fasilitas untuk masyarakat. Sekarang pendopo sudah dibuka untuk masyarakat. Bahkan kadang konsumsi kegiatan pun kami bantu. Jadi mess ini kita benahi agar bisa digunakan kembali,” katanya.
Norsan menegaskan, nilai anggaran renovasi sebesar Rp10,26 miliar masih tergolong wajar karena tidak hanya digunakan untuk membenahi mess, tetapi juga mencakup sejumlah pekerjaan perbaikan lain di kawasan Pendopo Gubernur Kalbar.
Ia juga menyinggung renovasi serupa yang pernah dilakukan pada masa pemerintahan sebelumnya dengan nilai anggaran yang jauh lebih besar.
“Dulu pernah ada anggaran mess hampir Rp60 miliar, tidak ribut. Sekarang Rp10 miliar malah ramai. Mungkin ada banyak faktor yang membuat ini menjadi perhatian,” pungkasnya. (Lid)
KALBARONLINE.com – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, akhirnya buka suara terkait anggaran renovasi Pendopo Gubernur Kalbar yang mencapai Rp10,26 miliar sepanjang tahun 2025 hingga 2026. Anggaran tersebut belakangan menjadi sorotan publik dan memunculkan berbagai pertanyaan.
Menurut Norsan, anggaran renovasi Pendopo Gubernur Kalbar itu dialokasikan selama dua tahun dan sebagian besar digunakan untuk memperbaiki bangunan mess yang berada di kawasan pendopo. Kondisi bangunan tersebut disebut sudah mengalami kerusakan cukup parah akibat banjir dan lama tidak difungsikan.
“Baik saya jelaskan. Itu kan dua tahun, Rp10 miliar. Sekarang wartawan boleh lihat langsung kondisi mess itu. Dari luar memang terlihat bagus, tetapi di dalam sudah tidak bisa ditempati. Setelah banjir kemarin tidak pernah diperbaiki lagi, sehingga berantakan dan akhirnya dijadikan gudang,” kata Norsan saat ditemui, Kamis (11/6/2026).
Ia menjelaskan, terdapat sekitar 15 kamar di bangunan mess tersebut yang saat ini dipenuhi barang-barang bekas dan tidak lagi layak digunakan. Karena itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat memutuskan melakukan renovasi agar fasilitas tersebut kembali berfungsi sebagaimana mestinya.
“Saya tidak mau bangunan yang masih bisa difungsikan dibiarkan rusak. Kita perbaiki supaya bisa ditempati lagi. Kalau ada kegiatan di pendopo, tamu atau peserta kegiatan bisa menginap di mess itu. Sayang kalau dibiarkan terbengkalai,” ujarnya.
Menanggapi kritik yang mengaitkan renovasi pendopo dengan masih banyaknya jalan rusak di Kalbar, Norsan menilai kedua hal tersebut tidak bisa disamakan. Menurutnya, perbaikan fasilitas pendopo juga merupakan bagian dari pelayanan publik karena saat ini kawasan pendopo telah dibuka untuk berbagai kegiatan masyarakat.
“Jalan rusak itu memang sudah lama. Tetapi ini juga fasilitas untuk masyarakat. Sekarang pendopo sudah dibuka untuk masyarakat. Bahkan kadang konsumsi kegiatan pun kami bantu. Jadi mess ini kita benahi agar bisa digunakan kembali,” katanya.
Norsan menegaskan, nilai anggaran renovasi sebesar Rp10,26 miliar masih tergolong wajar karena tidak hanya digunakan untuk membenahi mess, tetapi juga mencakup sejumlah pekerjaan perbaikan lain di kawasan Pendopo Gubernur Kalbar.
Ia juga menyinggung renovasi serupa yang pernah dilakukan pada masa pemerintahan sebelumnya dengan nilai anggaran yang jauh lebih besar.
“Dulu pernah ada anggaran mess hampir Rp60 miliar, tidak ribut. Sekarang Rp10 miliar malah ramai. Mungkin ada banyak faktor yang membuat ini menjadi perhatian,” pungkasnya. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini