Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Thursday, 11 June 2026 |
KALBARONLINE.com – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, mengakui pemerataan dokter spesialis di seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Barat masih menjadi tantangan yang belum sepenuhnya terselesaikan. Keterbatasan jumlah tenaga medis spesialis hingga kini masih menjadi pekerjaan rumah dalam upaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan di berbagai daerah.
Hal itu disampaikan Norsan usai membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVI Asosiasi Rumah Sakit Daerah (ARSADA) se-Indonesia di Pontianak, Kamis (11/6/2026).
Menurut Norsan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat terus berupaya mencari solusi agar kebutuhan dokter spesialis di daerah dapat terpenuhi secara lebih merata. Meski berbagai langkah telah dilakukan, kebutuhan tenaga dokter spesialis masih cukup tinggi.
“Ini yang masih kita carikan jalan keluar. Memang untuk pemerataannya kita sudah berusaha semaksimal mungkin. Namun kita masih kurang dokter spesialis,” ujarnya.
Sebagai salah satu solusi, Pemprov Kalbar telah menjalankan program hospital base atau pendidikan dokter spesialis berbasis rumah sakit. Program ini diharapkan mampu mempercepat penambahan jumlah dokter spesialis yang nantinya dapat ditempatkan di berbagai wilayah yang masih kekurangan tenaga medis.
“Kita untuk menanggulangi itu juga sudah melaksanakan hospital base. Itu mengambil spesialis di rumah sakit,” katanya.
Selain menjalankan program hospital base, Pemprov Kalbar juga terus memperkuat kerja sama dengan Universitas Tanjungpura (Untan) dalam pengembangan pendidikan dokter spesialis di Kalimantan Barat.
Saat ini, program pendidikan dokter spesialis anestesi telah berjalan. Ke depan, program tersebut direncanakan akan diperluas ke sejumlah bidang spesialis lain yang juga sangat dibutuhkan masyarakat.
“Kemudian juga sudah membuka di Universitas Tanjungpura, itu dokter spesialis anestesi. Nanti juga akan melanjut ke yang lainnya. Mudah-mudahan nanti ke bedah, jantung,” tuturnya.
Norsan berharap langkah-langkah yang dilakukan pemerintah daerah bersama perguruan tinggi dapat membantu mengatasi kekurangan dokter spesialis di Kalbar. Dengan bertambahnya tenaga medis spesialis, kualitas layanan kesehatan di rumah sakit daerah maupun fasilitas kesehatan lainnya diharapkan semakin meningkat, terutama di wilayah yang selama ini masih mengalami keterbatasan tenaga dokter spesialis.
Menurutnya, pemerataan layanan kesehatan menjadi salah satu faktor penting untuk memastikan masyarakat di seluruh wilayah Kalimantan Barat mendapatkan akses pelayanan medis yang berkualitas tanpa harus dirujuk jauh ke daerah lain. (Lid)
KALBARONLINE.com – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, mengakui pemerataan dokter spesialis di seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Barat masih menjadi tantangan yang belum sepenuhnya terselesaikan. Keterbatasan jumlah tenaga medis spesialis hingga kini masih menjadi pekerjaan rumah dalam upaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan di berbagai daerah.
Hal itu disampaikan Norsan usai membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVI Asosiasi Rumah Sakit Daerah (ARSADA) se-Indonesia di Pontianak, Kamis (11/6/2026).
Menurut Norsan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat terus berupaya mencari solusi agar kebutuhan dokter spesialis di daerah dapat terpenuhi secara lebih merata. Meski berbagai langkah telah dilakukan, kebutuhan tenaga dokter spesialis masih cukup tinggi.
“Ini yang masih kita carikan jalan keluar. Memang untuk pemerataannya kita sudah berusaha semaksimal mungkin. Namun kita masih kurang dokter spesialis,” ujarnya.
Sebagai salah satu solusi, Pemprov Kalbar telah menjalankan program hospital base atau pendidikan dokter spesialis berbasis rumah sakit. Program ini diharapkan mampu mempercepat penambahan jumlah dokter spesialis yang nantinya dapat ditempatkan di berbagai wilayah yang masih kekurangan tenaga medis.
“Kita untuk menanggulangi itu juga sudah melaksanakan hospital base. Itu mengambil spesialis di rumah sakit,” katanya.
Selain menjalankan program hospital base, Pemprov Kalbar juga terus memperkuat kerja sama dengan Universitas Tanjungpura (Untan) dalam pengembangan pendidikan dokter spesialis di Kalimantan Barat.
Saat ini, program pendidikan dokter spesialis anestesi telah berjalan. Ke depan, program tersebut direncanakan akan diperluas ke sejumlah bidang spesialis lain yang juga sangat dibutuhkan masyarakat.
“Kemudian juga sudah membuka di Universitas Tanjungpura, itu dokter spesialis anestesi. Nanti juga akan melanjut ke yang lainnya. Mudah-mudahan nanti ke bedah, jantung,” tuturnya.
Norsan berharap langkah-langkah yang dilakukan pemerintah daerah bersama perguruan tinggi dapat membantu mengatasi kekurangan dokter spesialis di Kalbar. Dengan bertambahnya tenaga medis spesialis, kualitas layanan kesehatan di rumah sakit daerah maupun fasilitas kesehatan lainnya diharapkan semakin meningkat, terutama di wilayah yang selama ini masih mengalami keterbatasan tenaga dokter spesialis.
Menurutnya, pemerataan layanan kesehatan menjadi salah satu faktor penting untuk memastikan masyarakat di seluruh wilayah Kalimantan Barat mendapatkan akses pelayanan medis yang berkualitas tanpa harus dirujuk jauh ke daerah lain. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini