Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Tuesday, 16 June 2026 |
KALBARONLINE.com – Keberadaan ruang terbuka hijau di Kota Pontianak menjadi salah satu pilihan masyarakat untuk menghabiskan waktu bersama keluarga tanpa harus bepergian jauh ke luar kota. Namun, sejumlah taman kota belakangan mendapat sorotan karena dinilai kurang terawat dan fasilitas pendukungnya belum memadai.
Menanggapi keluhan tersebut, Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, memastikan Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak telah menyiapkan langkah perbaikan. Salah satunya dengan mengalokasikan anggaran pada tahun 2027 untuk melakukan perawatan sejumlah taman yang mengalami kerusakan dan berpotensi membahayakan pengunjung.
Menurut Edi, komitmen pemerintah tidak hanya menghadirkan ruang terbuka hijau, tetapi juga memastikan taman kota dapat berfungsi sebagai ruang publik yang nyaman, aman, dan bermanfaat bagi masyarakat.
"Kita sudah berkomitmen bahwa ruang terbuka hijau bukan sekadar hijau, tetapi dilengkapi dengan taman, sarana olahraga, rekreasi, dan taman bermain," kata Edi.
Ia menjelaskan, beberapa taman yang saat ini ada di Kota Pontianak telah berusia lebih dari 10 tahun sehingga membutuhkan perawatan secara menyeluruh agar tetap layak digunakan masyarakat.
"Untuk taman-taman yang sudah jadi, apalagi usianya sudah lebih dari 10 tahun, tentu memang ada perawatan. Insyaallah tahun 2027 sudah kita alokasikan anggaran untuk perawatan taman yang rusak dan yang bisa membahayakan," ujarnya.
Selain melakukan perbaikan taman kota, Pemkot Pontianak juga berencana melengkapi berbagai sarana dan prasarana yang masih kurang. Fasilitas yang akan ditambah antara lain taman bermain anak, sarana olahraga, hingga toilet umum.
"Terus taman yang sudah ada, namun belum lengkap sarana dan prasarana pendukungnya akan kita lengkapi. Seperti taman bermain, sarana olahraganya termasuk fasilitas toilet umum," ucap Edi.
Tak hanya itu, pemerintah juga akan terus melakukan evaluasi terhadap kebutuhan fasilitas pendukung lainnya, mulai dari penerangan, sistem keamanan berbasis kamera pengawas (CCTV), hingga jaringan internet gratis atau wifi di area taman.
"Termasuk penerangan, kan kita selalu evaluasi taman-taman tersebut terus pengamanan CCTV-nya juga, bahkan jaringan wifi-nya juga," katanya.
Edi menegaskan bahwa berbagai kritik, saran, dan masukan dari masyarakat menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas ruang publik di Kota Pontianak.
Ia mencontohkan kondisi Taman Akcaya yang sempat menjadi perbincangan di media sosial karena parit di kawasan tersebut dipenuhi sampah daun dan ranting. Menurutnya, petugas langsung melakukan pembersihan setelah menerima laporan dari masyarakat.
"Setiap informasi, saran, masukan, dan kritikan dari masyarakat menjadi perhatian kami. Kita tidak alergi dengan kritikan dan masukan. Contohnya Taman Akcaya kemarin ada yang memviralkan paritnya, itu kan sampah daun dan ranting, hari itu juga kita bersihkan dan angkut sampah-sampahnya," tuturnya.
Ia menambahkan, pemeliharaan taman merupakan tanggung jawab pemerintah yang dilakukan secara rutin maupun berkala agar ruang terbuka hijau di Kota Pontianak tetap terjaga, aman, dan nyaman dimanfaatkan masyarakat. (Lid)
KALBARONLINE.com – Keberadaan ruang terbuka hijau di Kota Pontianak menjadi salah satu pilihan masyarakat untuk menghabiskan waktu bersama keluarga tanpa harus bepergian jauh ke luar kota. Namun, sejumlah taman kota belakangan mendapat sorotan karena dinilai kurang terawat dan fasilitas pendukungnya belum memadai.
Menanggapi keluhan tersebut, Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, memastikan Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak telah menyiapkan langkah perbaikan. Salah satunya dengan mengalokasikan anggaran pada tahun 2027 untuk melakukan perawatan sejumlah taman yang mengalami kerusakan dan berpotensi membahayakan pengunjung.
Menurut Edi, komitmen pemerintah tidak hanya menghadirkan ruang terbuka hijau, tetapi juga memastikan taman kota dapat berfungsi sebagai ruang publik yang nyaman, aman, dan bermanfaat bagi masyarakat.
"Kita sudah berkomitmen bahwa ruang terbuka hijau bukan sekadar hijau, tetapi dilengkapi dengan taman, sarana olahraga, rekreasi, dan taman bermain," kata Edi.
Ia menjelaskan, beberapa taman yang saat ini ada di Kota Pontianak telah berusia lebih dari 10 tahun sehingga membutuhkan perawatan secara menyeluruh agar tetap layak digunakan masyarakat.
"Untuk taman-taman yang sudah jadi, apalagi usianya sudah lebih dari 10 tahun, tentu memang ada perawatan. Insyaallah tahun 2027 sudah kita alokasikan anggaran untuk perawatan taman yang rusak dan yang bisa membahayakan," ujarnya.
Selain melakukan perbaikan taman kota, Pemkot Pontianak juga berencana melengkapi berbagai sarana dan prasarana yang masih kurang. Fasilitas yang akan ditambah antara lain taman bermain anak, sarana olahraga, hingga toilet umum.
"Terus taman yang sudah ada, namun belum lengkap sarana dan prasarana pendukungnya akan kita lengkapi. Seperti taman bermain, sarana olahraganya termasuk fasilitas toilet umum," ucap Edi.
Tak hanya itu, pemerintah juga akan terus melakukan evaluasi terhadap kebutuhan fasilitas pendukung lainnya, mulai dari penerangan, sistem keamanan berbasis kamera pengawas (CCTV), hingga jaringan internet gratis atau wifi di area taman.
"Termasuk penerangan, kan kita selalu evaluasi taman-taman tersebut terus pengamanan CCTV-nya juga, bahkan jaringan wifi-nya juga," katanya.
Edi menegaskan bahwa berbagai kritik, saran, dan masukan dari masyarakat menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas ruang publik di Kota Pontianak.
Ia mencontohkan kondisi Taman Akcaya yang sempat menjadi perbincangan di media sosial karena parit di kawasan tersebut dipenuhi sampah daun dan ranting. Menurutnya, petugas langsung melakukan pembersihan setelah menerima laporan dari masyarakat.
"Setiap informasi, saran, masukan, dan kritikan dari masyarakat menjadi perhatian kami. Kita tidak alergi dengan kritikan dan masukan. Contohnya Taman Akcaya kemarin ada yang memviralkan paritnya, itu kan sampah daun dan ranting, hari itu juga kita bersihkan dan angkut sampah-sampahnya," tuturnya.
Ia menambahkan, pemeliharaan taman merupakan tanggung jawab pemerintah yang dilakukan secara rutin maupun berkala agar ruang terbuka hijau di Kota Pontianak tetap terjaga, aman, dan nyaman dimanfaatkan masyarakat. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini