Pontianak    

Banyak Taman Kota Dikeluhkan Warga, Pemkot Pontianak Siapkan Anggaran Perbaikan pada 2027

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Tuesday, 16 June 2026
Banyak Taman Kota Dikeluhkan Warga, Pemkot Pontianak Siapkan Anggaran Perbaikan pada 2027
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono saat diwawancarai wartawan (Foto: Prokopim For KALBARONLINE.com)
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com – Keberadaan ruang terbuka hijau di Kota Pontianak menjadi salah satu pilihan masyarakat untuk menghabiskan waktu bersama keluarga tanpa harus bepergian jauh ke luar kota. Namun, sejumlah taman kota belakangan mendapat sorotan karena dinilai kurang terawat dan fasilitas pendukungnya belum memadai.

Menanggapi keluhan tersebut, Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, memastikan Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak telah menyiapkan langkah perbaikan. Salah satunya dengan mengalokasikan anggaran pada tahun 2027 untuk melakukan perawatan sejumlah taman yang mengalami kerusakan dan berpotensi membahayakan pengunjung.

Menurut Edi, komitmen pemerintah tidak hanya menghadirkan ruang terbuka hijau, tetapi juga memastikan taman kota dapat berfungsi sebagai ruang publik yang nyaman, aman, dan bermanfaat bagi masyarakat.

"Kita sudah berkomitmen bahwa ruang terbuka hijau bukan sekadar hijau, tetapi dilengkapi dengan taman, sarana olahraga, rekreasi, dan taman bermain," kata Edi.

Ia menjelaskan, beberapa taman yang saat ini ada di Kota Pontianak telah berusia lebih dari 10 tahun sehingga membutuhkan perawatan secara menyeluruh agar tetap layak digunakan masyarakat.

"Untuk taman-taman yang sudah jadi, apalagi usianya sudah lebih dari 10 tahun, tentu memang ada perawatan. Insyaallah tahun 2027 sudah kita alokasikan anggaran untuk perawatan taman yang rusak dan yang bisa membahayakan," ujarnya.

Selain melakukan perbaikan taman kota, Pemkot Pontianak juga berencana melengkapi berbagai sarana dan prasarana yang masih kurang. Fasilitas yang akan ditambah antara lain taman bermain anak, sarana olahraga, hingga toilet umum.

"Terus taman yang sudah ada, namun belum lengkap sarana dan prasarana pendukungnya akan kita lengkapi. Seperti taman bermain, sarana olahraganya termasuk fasilitas toilet umum," ucap Edi.

Tak hanya itu, pemerintah juga akan terus melakukan evaluasi terhadap kebutuhan fasilitas pendukung lainnya, mulai dari penerangan, sistem keamanan berbasis kamera pengawas (CCTV), hingga jaringan internet gratis atau wifi di area taman.

"Termasuk penerangan, kan kita selalu evaluasi taman-taman tersebut terus pengamanan CCTV-nya juga, bahkan jaringan wifi-nya juga," katanya.

Edi menegaskan bahwa berbagai kritik, saran, dan masukan dari masyarakat menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas ruang publik di Kota Pontianak.

Ia mencontohkan kondisi Taman Akcaya yang sempat menjadi perbincangan di media sosial karena parit di kawasan tersebut dipenuhi sampah daun dan ranting. Menurutnya, petugas langsung melakukan pembersihan setelah menerima laporan dari masyarakat.

"Setiap informasi, saran, masukan, dan kritikan dari masyarakat menjadi perhatian kami. Kita tidak alergi dengan kritikan dan masukan. Contohnya Taman Akcaya kemarin ada yang memviralkan paritnya, itu kan sampah daun dan ranting, hari itu juga kita bersihkan dan angkut sampah-sampahnya," tuturnya.

Ia menambahkan, pemeliharaan taman merupakan tanggung jawab pemerintah yang dilakukan secara rutin maupun berkala agar ruang terbuka hijau di Kota Pontianak tetap terjaga, aman, dan nyaman dimanfaatkan masyarakat. (Lid)

Artikel Selanjutnya
Petinju Muda Kubu Raya Irnanda Firmanda Tembus Pelatnas, Bidik Prestasi di Asian Boxing U-19 dan U-23
Tuesday, 16 June 2026
Artikel Sebelumnya
Pasokan BBM di Ketapang Masih Aman, Sejumlah SPBU Alami Penyesuaian Kuota Solar
Tuesday, 16 June 2026

Berita terkait