Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Saturday, 20 June 2026 |
KALBARONLINE.com - Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menargetkan peserta Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-34 Kota Pontianak mampu mencapai kualitas yang setara dengan standar juara nasional. Menurutnya, nilai di atas 97 menjadi tolok ukur penting bagi qari dan qariah yang ingin bersaing di level lebih tinggi.
Hal itu disampaikan Edi saat membuka MTQ ke-34 Kota Pontianak di Taman Alun Kapuas, Jumat (19/6/2026) malam.
“Kalau bisa nilainya di atas 97, karena itu standar yang bisa bersaing di tingkat nasional. Kita ingin qari dan qariah Kota Pontianak mampu membawa nama harum tidak hanya di tingkat kota, tetapi juga provinsi, nasional, bahkan internasional,” ungkapnya.
Menurut Edi, Kota Pontianak telah memiliki sejumlah qari dan qariah yang sukses menorehkan prestasi di tingkat nasional maupun internasional. Capaian tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan yang berkelanjutan mampu melahirkan generasi Qurani yang berprestasi.
Karena itu, ia berpesan kepada dewan hakim dan pengawas agar menjaga objektivitas serta kualitas penilaian, sekaligus terus mendorong peningkatan kemampuan para peserta. MTQ Tingkat Provinsi Kalimantan Barat di Kabupaten Kayong Utara juga disebutnya menjadi momentum penting untuk mengukur kesiapan kafilah Kota Pontianak.
“Bukan hanya mengejar juara umum, tetapi bagaimana kualitas peserta kita benar-benar mampu membawa nama harum Kota Pontianak dan Kalimantan Barat,” jelasnya.
Selain sebagai ajang kompetisi, Edi menilai MTQ memiliki peran strategis dalam meningkatkan keimanan dan ketakwaan sekaligus memperkuat nilai sosial di tengah masyarakat. Di tengah berbagai tantangan sosial yang dihadapi Kota Pontianak, kolaborasi seluruh elemen masyarakat dinilai menjadi kunci menciptakan lingkungan yang aman, damai, harmonis, dan toleran.
“Kita harus bersama-sama berkolaborasi dan bersinergi untuk menciptakan Kota Pontianak yang aman, damai, harmonis dan toleran,” ucapnya.
Ia berharap penyelenggaraan MTQ tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi mampu menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat. Nilai-nilai Al-Quran diharapkan tidak hanya dibaca dan dilantunkan, tetapi juga dipahami serta diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Harapan kita, MTQ ini bisa meningkatkan ukhuwah Islamiah dan tali silaturahmi. Yang paling penting, bagaimana Al-Quran menjadi pedoman hidup masyarakat Kota Pontianak,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Panitia MTQ ke-34 Kota Pontianak, Yusnaldi, menjelaskan bahwa ajang tahun ini diikuti 269 peserta yang merupakan utusan dari enam kecamatan se-Kota Pontianak.
Perlombaan berlangsung selama lima hari, mulai 19 hingga 23 Juni 2026. Kegiatan dipusatkan di Taman Alun Kapuas, Aula Lingkungan Kantor Wali Kota Pontianak, Aula Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kota Pontianak, serta Masjid Al-Khalifah di Kompleks Kantor Wali Kota Pontianak.
Sebanyak tujuh cabang perlombaan dipertandingkan, yakni Tilawah Al-Quran kategori anak-anak, remaja, dewasa dan tuna netra, Qiraat Sab’ah dan usia emas, Hifzil Quran, Syarhil Quran, Fahmil Quran, Khattil Quran, serta Karya Tulis Ilmiah Hadis.
Untuk cabang Hifzil Quran, kategori yang dilombakan meliputi 1 juz ma’at tilawah, 5 juz ma’at tilawah, 10 juz, 20 juz, 30 juz, serta Tartil Anak. Sedangkan cabang Khattil Quran terdiri dari kategori naskah, mushaf, dekorasi, kontemporer, dan digital.
Menurut Yusnaldi, MTQ juga menjadi sarana untuk menumbuhkan budaya literasi dan dakwah Qurani di tengah masyarakat sekaligus memperkuat karakter religius dalam kehidupan sosial.
“Melalui MTQ ini, kita ingin budaya literasi dan dakwah Qurani semakin tumbuh di masyarakat. Nilai-nilai Al-Quran diharapkan tidak hanya dibaca, tetapi juga dipahami dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,” tutupnya. (*)
KALBARONLINE.com - Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menargetkan peserta Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-34 Kota Pontianak mampu mencapai kualitas yang setara dengan standar juara nasional. Menurutnya, nilai di atas 97 menjadi tolok ukur penting bagi qari dan qariah yang ingin bersaing di level lebih tinggi.
Hal itu disampaikan Edi saat membuka MTQ ke-34 Kota Pontianak di Taman Alun Kapuas, Jumat (19/6/2026) malam.
“Kalau bisa nilainya di atas 97, karena itu standar yang bisa bersaing di tingkat nasional. Kita ingin qari dan qariah Kota Pontianak mampu membawa nama harum tidak hanya di tingkat kota, tetapi juga provinsi, nasional, bahkan internasional,” ungkapnya.
Menurut Edi, Kota Pontianak telah memiliki sejumlah qari dan qariah yang sukses menorehkan prestasi di tingkat nasional maupun internasional. Capaian tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan yang berkelanjutan mampu melahirkan generasi Qurani yang berprestasi.
Karena itu, ia berpesan kepada dewan hakim dan pengawas agar menjaga objektivitas serta kualitas penilaian, sekaligus terus mendorong peningkatan kemampuan para peserta. MTQ Tingkat Provinsi Kalimantan Barat di Kabupaten Kayong Utara juga disebutnya menjadi momentum penting untuk mengukur kesiapan kafilah Kota Pontianak.
“Bukan hanya mengejar juara umum, tetapi bagaimana kualitas peserta kita benar-benar mampu membawa nama harum Kota Pontianak dan Kalimantan Barat,” jelasnya.
Selain sebagai ajang kompetisi, Edi menilai MTQ memiliki peran strategis dalam meningkatkan keimanan dan ketakwaan sekaligus memperkuat nilai sosial di tengah masyarakat. Di tengah berbagai tantangan sosial yang dihadapi Kota Pontianak, kolaborasi seluruh elemen masyarakat dinilai menjadi kunci menciptakan lingkungan yang aman, damai, harmonis, dan toleran.
“Kita harus bersama-sama berkolaborasi dan bersinergi untuk menciptakan Kota Pontianak yang aman, damai, harmonis dan toleran,” ucapnya.
Ia berharap penyelenggaraan MTQ tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi mampu menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat. Nilai-nilai Al-Quran diharapkan tidak hanya dibaca dan dilantunkan, tetapi juga dipahami serta diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Harapan kita, MTQ ini bisa meningkatkan ukhuwah Islamiah dan tali silaturahmi. Yang paling penting, bagaimana Al-Quran menjadi pedoman hidup masyarakat Kota Pontianak,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Panitia MTQ ke-34 Kota Pontianak, Yusnaldi, menjelaskan bahwa ajang tahun ini diikuti 269 peserta yang merupakan utusan dari enam kecamatan se-Kota Pontianak.
Perlombaan berlangsung selama lima hari, mulai 19 hingga 23 Juni 2026. Kegiatan dipusatkan di Taman Alun Kapuas, Aula Lingkungan Kantor Wali Kota Pontianak, Aula Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kota Pontianak, serta Masjid Al-Khalifah di Kompleks Kantor Wali Kota Pontianak.
Sebanyak tujuh cabang perlombaan dipertandingkan, yakni Tilawah Al-Quran kategori anak-anak, remaja, dewasa dan tuna netra, Qiraat Sab’ah dan usia emas, Hifzil Quran, Syarhil Quran, Fahmil Quran, Khattil Quran, serta Karya Tulis Ilmiah Hadis.
Untuk cabang Hifzil Quran, kategori yang dilombakan meliputi 1 juz ma’at tilawah, 5 juz ma’at tilawah, 10 juz, 20 juz, 30 juz, serta Tartil Anak. Sedangkan cabang Khattil Quran terdiri dari kategori naskah, mushaf, dekorasi, kontemporer, dan digital.
Menurut Yusnaldi, MTQ juga menjadi sarana untuk menumbuhkan budaya literasi dan dakwah Qurani di tengah masyarakat sekaligus memperkuat karakter religius dalam kehidupan sosial.
“Melalui MTQ ini, kita ingin budaya literasi dan dakwah Qurani semakin tumbuh di masyarakat. Nilai-nilai Al-Quran diharapkan tidak hanya dibaca, tetapi juga dipahami dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,” tutupnya. (*)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini