Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Thursday, 25 June 2026 |
KALBARONLINE.com – Perhelatan Kayong Fest 2026 yang digelar dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Kayong Utara ke-19 sekaligus Hari Bhayangkara ke-80 menuai sorotan dari pelaku seni lokal. Sejumlah musisi mengaku kecewa karena menilai panggung tersebut belum memberikan ruang yang cukup bagi talenta asli daerah.
Salah satu suara kekecewaan datang dari Hendri Rimba, personel Band Awan Senja asal Kecamatan Simpang Hilir. Ia menyayangkan panitia dan penyelenggara yang dinilainya lebih banyak melibatkan pengisi acara dari luar daerah dibandingkan musisi lokal.
"Band kami bukan hanya sekadar nge-band, tapi ada banyak karya original yang pernah dipublikasikan di berbagai media musik digital. Di momen HUT Kayong Utara ke-19 tahun ini, kami hanya dianggap sebelah mata," ujar Hendri.
Menurutnya, Kayong Fest semestinya menjadi momentum untuk memperkenalkan karya-karya kreatif anak daerah kepada masyarakat. Namun, ia menilai kesempatan tersebut belum dimanfaatkan secara maksimal karena panggung lebih banyak diisi oleh penampil dari luar Kabupaten Kayong Utara.
"Band lokal banyak tidak diberdayakan, selalu band di luar Kayong yang diakomodir," tambahnya.
Hendri mengatakan, perkembangan musisi lokal di Kayong Utara saat ini sudah semakin baik. Banyak band yang tidak hanya aktif tampil di berbagai kegiatan, tetapi juga telah menghasilkan karya orisinal yang dipublikasikan melalui berbagai platform musik digital.
Ia khawatir minimnya pelibatan musisi lokal dalam agenda besar seperti Kayong Fest dapat mengurangi semangat generasi muda, khususnya di Kecamatan Simpang Hilir, untuk terus berkarya dan mengembangkan potensi di bidang seni musik.
Karena itu, para pegiat seni berharap pemerintah daerah maupun pihak penyelenggara dapat memberikan perhatian yang lebih besar terhadap pelaku seni lokal pada penyelenggaraan kegiatan berikutnya.
Mereka berharap komitmen untuk memberdayakan seniman daerah dapat diwujudkan melalui pelibatan yang lebih luas, sehingga musisi lokal tidak hanya menjadi penonton di kampung halamannya sendiri. (Sans)
KALBARONLINE.com – Perhelatan Kayong Fest 2026 yang digelar dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Kayong Utara ke-19 sekaligus Hari Bhayangkara ke-80 menuai sorotan dari pelaku seni lokal. Sejumlah musisi mengaku kecewa karena menilai panggung tersebut belum memberikan ruang yang cukup bagi talenta asli daerah.
Salah satu suara kekecewaan datang dari Hendri Rimba, personel Band Awan Senja asal Kecamatan Simpang Hilir. Ia menyayangkan panitia dan penyelenggara yang dinilainya lebih banyak melibatkan pengisi acara dari luar daerah dibandingkan musisi lokal.
"Band kami bukan hanya sekadar nge-band, tapi ada banyak karya original yang pernah dipublikasikan di berbagai media musik digital. Di momen HUT Kayong Utara ke-19 tahun ini, kami hanya dianggap sebelah mata," ujar Hendri.
Menurutnya, Kayong Fest semestinya menjadi momentum untuk memperkenalkan karya-karya kreatif anak daerah kepada masyarakat. Namun, ia menilai kesempatan tersebut belum dimanfaatkan secara maksimal karena panggung lebih banyak diisi oleh penampil dari luar Kabupaten Kayong Utara.
"Band lokal banyak tidak diberdayakan, selalu band di luar Kayong yang diakomodir," tambahnya.
Hendri mengatakan, perkembangan musisi lokal di Kayong Utara saat ini sudah semakin baik. Banyak band yang tidak hanya aktif tampil di berbagai kegiatan, tetapi juga telah menghasilkan karya orisinal yang dipublikasikan melalui berbagai platform musik digital.
Ia khawatir minimnya pelibatan musisi lokal dalam agenda besar seperti Kayong Fest dapat mengurangi semangat generasi muda, khususnya di Kecamatan Simpang Hilir, untuk terus berkarya dan mengembangkan potensi di bidang seni musik.
Karena itu, para pegiat seni berharap pemerintah daerah maupun pihak penyelenggara dapat memberikan perhatian yang lebih besar terhadap pelaku seni lokal pada penyelenggaraan kegiatan berikutnya.
Mereka berharap komitmen untuk memberdayakan seniman daerah dapat diwujudkan melalui pelibatan yang lebih luas, sehingga musisi lokal tidak hanya menjadi penonton di kampung halamannya sendiri. (Sans)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini