Kapuas Hulu    

Peringati Hari Berkabung Daerah, Forkopimda Kapuas Hulu Gelar Upacara dan Ziarah di TMP Manalo Marajuang

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Monday, 29 June 2026
Peringati Hari Berkabung Daerah, Forkopimda Kapuas Hulu Gelar Upacara dan Ziarah di TMP Manalo Marajuang
Forkopimda Kapuas Hulu menggelar upacara dan ziarah memperingati Hari Berkabung Daerah Kalbar di TMP Manalo Marajuang (Foto: Haq/KALBARONLINE.com)
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com – Dalam rangka memperingati Hari Berkabung Daerah Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2026, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Kapuas Hulu menggelar upacara dan ziarah rombongan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Manalo Marajuang, Kecamatan Putussibau Utara, Senin (29/6/2026).

Prajurit Kodim 1206/Putussibau turut mengikuti kegiatan tersebut yang dipimpin Kasdim 1206/Putussibau Mayor Inf Eriyadi Esnurdin mewakili Dandim 1206/Putussibau.

Upacara dihadiri Sekretaris Daerah Kapuas Hulu Ambrosius Saddau, Wakil Ketua II DPRD Kapuas Hulu Topan Ali Akbar, Danyonif TP 927/UK Letkol Inf Jamrizal, Wakapolres Kapuas Hulu Kompol Muslimin, Wadanyonif 644/Wls Mayor Inf Eriek Septa, perwakilan Kejaksaan Negeri Kapuas Hulu, perwakilan Pengadilan Negeri Putussibau, jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), serta tamu undangan lainnya.

Kegiatan ziarah dan tabur bunga tersebut menjadi bentuk penghormatan sekaligus penghargaan kepada para tokoh dan rakyat Kalimantan Barat yang gugur pada masa pendudukan Jepang. Peristiwa kelam itu kemudian dikenang setiap 28 Juni sebagai Hari Berkabung Daerah Provinsi Kalimantan Barat.

Tragedi tersebut bermula saat Jepang mendarat dan membombardir Pontianak pada 19 Desember 1941. Pendudukan militer Jepang membawa penderitaan besar bagi masyarakat Kalimantan Barat akibat berbagai tindakan represif yang dilakukan terhadap warga.

Berdasarkan data resmi Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, tragedi pembantaian massal tersebut menewaskan 21.037 orang. Peristiwa itu kemudian diumumkan kepada publik pada 1 Juli 1944 melalui surat kabar Borneo Shinbun yang menyebut Jepang telah menghukum mati sejumlah orang yang dituduh berkonspirasi.

Peristiwa berdarah tersebut tidak hanya merenggut ribuan nyawa, tetapi juga meninggalkan luka sejarah dan trauma mendalam bagi masyarakat Kalimantan Barat. Karena itu, Hari Berkabung Daerah terus diperingati sebagai bentuk penghormatan kepada para korban sekaligus upaya menjaga memori sejarah bagi generasi penerus.

Rangkaian upacara diawali dengan penghormatan kepada arwah para pahlawan yang dipimpin Sekretaris Daerah Kapuas Hulu Ambrosius Saddau selaku inspektur upacara, dilanjutkan mengheningkan cipta, doa bersama, serta prosesi tabur bunga yang diikuti seluruh peserta ziarah.

Kasdim 1206/Putussibau Mayor Inf Eriyadi Esnurdin mengatakan, kemerdekaan yang dinikmati saat ini merupakan hasil perjuangan dan pengorbanan besar para tokoh serta rakyat Kalimantan Barat.

"Kemerdekaan yang kita rasakan saat ini tidaklah datang begitu saja. Namun memerlukan perjuangan dan pengorbanan yang luar biasa yang ditunjukkan oleh para pejuang, tokoh, dan rakyat Kalimantan Barat," ujarnya.

Ia mengajak generasi muda untuk terus menghargai jasa para pahlawan dengan mengisi kemerdekaan melalui karya dan pengabdian kepada bangsa.

"Oleh karena itu, sebagai generasi penerus kita harus menghargai dan menghormati jasa-jasa mereka. Tanpa peran para pejuang, masyarakat Kalimantan Barat tidak akan dapat menikmati kemerdekaan seperti saat ini," pungkasnya. (Haq)

Artikel Selanjutnya
Diskominfo Pontianak Dorong Pemuda Jadi Agen Informasi dan Pelopor Literasi Digital
Monday, 29 June 2026
Artikel Sebelumnya
Peringatan Hari Berkabung Daerah Kalbar, Mengenang Tragedi Mandor yang Merenggut 21 Ribu Korban Jiwa
Monday, 29 June 2026

Berita terkait