Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Monday, 29 June 2026 |
KALBARONLINE.com – Hari Berkabung Daerah Kalimantan Barat diperingati setiap 28 Juni sebagai momentum untuk mengenang salah satu tragedi kemanusiaan terbesar dalam sejarah daerah. Peringatan ini menjadi bentuk penghormatan kepada para tokoh dan masyarakat Kalimantan Barat yang menjadi korban kekejaman pendudukan Jepang pada masa Perang Dunia II.
Peringatan tersebut menjadi pengingat atas besarnya pengorbanan para pendahulu sekaligus mengajak generasi saat ini untuk menjaga nilai-nilai perjuangan, persatuan, dan semangat kebangsaan.
Tragedi bermula saat pasukan Jepang mendarat dan membombardir Pontianak pada 19 Desember 1941. Sejak saat itu, pendudukan militer Jepang membawa penderitaan yang mendalam bagi masyarakat Kalimantan Barat akibat berbagai tindakan represif yang dilakukan terhadap warga.
Berdasarkan data resmi Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, pembantaian massal tersebut merenggut 21.037 korban jiwa. Peristiwa berdarah itu kemudian diumumkan kepada publik pada 1 Juli 1944 melalui surat kabar Borneo Shinbun, yang menyebut Jepang telah menghukum mati sejumlah orang yang dituduh berkonspirasi.
Kekejaman penjajah pada masa itu tidak hanya merenggut ribuan nyawa, tetapi juga meninggalkan luka sosial, politik, dan trauma kolektif yang mendalam bagi masyarakat Kalimantan Barat. Karena itu, setiap 28 Juni diperingati sebagai Hari Berkabung Daerah sebagai bentuk penghormatan kepada para korban sekaligus menjaga memori sejarah agar tidak pernah dilupakan oleh generasi penerus.
Sebelumnya, dalam rangka memperingati Hari Berkabung Daerah Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2026, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Kapuas Hulu menggelar upacara dan ziarah rombongan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Manalo Marajuang, Kecamatan Putussibau Utara, Senin (29/6/2026).
Prajurit Kodim 1206/Putussibau turut mengikuti kegiatan tersebut yang dipimpin Kasdim 1206/Putussibau Mayor Inf Eriyadi Esnurdin mewakili Dandim 1206/Putussibau.
Upacara dihadiri Sekretaris Daerah Kapuas Hulu Ambrosius Saddau, Wakil Ketua II DPRD Kapuas Hulu Topan Ali Akbar, Danyonif TP 927/UK Letkol Inf Jamrizal, Wakapolres Kapuas Hulu Kompol Muslimin, Wadanyonif 644/Wls Mayor Inf Eriek Septa, perwakilan Kejaksaan Negeri Kapuas Hulu, perwakilan Pengadilan Negeri Putussibau, jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), serta tamu undangan lainnya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan penghormatan kepada arwah para pahlawan, dilanjutkan mengheningkan cipta, doa bersama, serta prosesi tabur bunga yang diikuti seluruh peserta ziarah.
Kasdim 1206/Putussibau Mayor Inf Eriyadi Esnurdin mengatakan kemerdekaan yang dinikmati saat ini merupakan hasil perjuangan dan pengorbanan besar para tokoh serta rakyat Kalimantan Barat.
"Kemerdekaan yang kita rasakan saat ini tidaklah datang begitu saja. Namun memerlukan perjuangan dan pengorbanan yang luar biasa yang ditunjukkan oleh para pejuang, tokoh, dan rakyat Kalimantan Barat," ujarnya.
Ia mengajak generasi muda untuk terus menghargai jasa para pahlawan dengan mengisi kemerdekaan melalui karya dan pengabdian kepada bangsa.
"Oleh karena itu, sebagai generasi penerus kita harus menghargai dan menghormati jasa-jasa mereka. Tanpa peran para pejuang, masyarakat Kalimantan Barat tidak akan dapat menikmati kemerdekaan seperti saat ini," pungkasnya. (Haq)
KALBARONLINE.com – Hari Berkabung Daerah Kalimantan Barat diperingati setiap 28 Juni sebagai momentum untuk mengenang salah satu tragedi kemanusiaan terbesar dalam sejarah daerah. Peringatan ini menjadi bentuk penghormatan kepada para tokoh dan masyarakat Kalimantan Barat yang menjadi korban kekejaman pendudukan Jepang pada masa Perang Dunia II.
Peringatan tersebut menjadi pengingat atas besarnya pengorbanan para pendahulu sekaligus mengajak generasi saat ini untuk menjaga nilai-nilai perjuangan, persatuan, dan semangat kebangsaan.
Tragedi bermula saat pasukan Jepang mendarat dan membombardir Pontianak pada 19 Desember 1941. Sejak saat itu, pendudukan militer Jepang membawa penderitaan yang mendalam bagi masyarakat Kalimantan Barat akibat berbagai tindakan represif yang dilakukan terhadap warga.
Berdasarkan data resmi Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, pembantaian massal tersebut merenggut 21.037 korban jiwa. Peristiwa berdarah itu kemudian diumumkan kepada publik pada 1 Juli 1944 melalui surat kabar Borneo Shinbun, yang menyebut Jepang telah menghukum mati sejumlah orang yang dituduh berkonspirasi.
Kekejaman penjajah pada masa itu tidak hanya merenggut ribuan nyawa, tetapi juga meninggalkan luka sosial, politik, dan trauma kolektif yang mendalam bagi masyarakat Kalimantan Barat. Karena itu, setiap 28 Juni diperingati sebagai Hari Berkabung Daerah sebagai bentuk penghormatan kepada para korban sekaligus menjaga memori sejarah agar tidak pernah dilupakan oleh generasi penerus.
Sebelumnya, dalam rangka memperingati Hari Berkabung Daerah Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2026, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Kapuas Hulu menggelar upacara dan ziarah rombongan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Manalo Marajuang, Kecamatan Putussibau Utara, Senin (29/6/2026).
Prajurit Kodim 1206/Putussibau turut mengikuti kegiatan tersebut yang dipimpin Kasdim 1206/Putussibau Mayor Inf Eriyadi Esnurdin mewakili Dandim 1206/Putussibau.
Upacara dihadiri Sekretaris Daerah Kapuas Hulu Ambrosius Saddau, Wakil Ketua II DPRD Kapuas Hulu Topan Ali Akbar, Danyonif TP 927/UK Letkol Inf Jamrizal, Wakapolres Kapuas Hulu Kompol Muslimin, Wadanyonif 644/Wls Mayor Inf Eriek Septa, perwakilan Kejaksaan Negeri Kapuas Hulu, perwakilan Pengadilan Negeri Putussibau, jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), serta tamu undangan lainnya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan penghormatan kepada arwah para pahlawan, dilanjutkan mengheningkan cipta, doa bersama, serta prosesi tabur bunga yang diikuti seluruh peserta ziarah.
Kasdim 1206/Putussibau Mayor Inf Eriyadi Esnurdin mengatakan kemerdekaan yang dinikmati saat ini merupakan hasil perjuangan dan pengorbanan besar para tokoh serta rakyat Kalimantan Barat.
"Kemerdekaan yang kita rasakan saat ini tidaklah datang begitu saja. Namun memerlukan perjuangan dan pengorbanan yang luar biasa yang ditunjukkan oleh para pejuang, tokoh, dan rakyat Kalimantan Barat," ujarnya.
Ia mengajak generasi muda untuk terus menghargai jasa para pahlawan dengan mengisi kemerdekaan melalui karya dan pengabdian kepada bangsa.
"Oleh karena itu, sebagai generasi penerus kita harus menghargai dan menghormati jasa-jasa mereka. Tanpa peran para pejuang, masyarakat Kalimantan Barat tidak akan dapat menikmati kemerdekaan seperti saat ini," pungkasnya. (Haq)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini