Pontianak    

Hari Berkabung Daerah Kalbar, Cucu Korban Tragedi Mandor Kenang Sosok Saliman Sastro Loekito

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Monday, 29 June 2026
Hari Berkabung Daerah Kalbar, Cucu Korban Tragedi Mandor Kenang Sosok Saliman Sastro Loekito
Cucu Saliman Sastro Loekito mengenang sang kakek yang gugur dalam Tragedi Mandor saat Hari Berkabung Daerah Kalbar (Foto: Lid/KALBARONLINE.com)
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com – Suasana haru menyelimuti peringatan Hari Berkabung Daerah Kalimantan Barat yang digelar di Taman Makam Juang Mandor, Kabupaten Landak, Minggu (28/6/2026). Momen tersebut menjadi pengingat akan salah satu tragedi paling kelam dalam sejarah Kalimantan Barat.

Di antara para peziarah, Hermawan Soewono bersama adiknya, Heru Soewono, hadir untuk mengenang sang kakek, Saliman Sastro Loekito, yang menjadi salah satu korban Tragedi Mandor.

Berdiri di antara deretan makam para tokoh masyarakat, tokoh politik, cendekiawan, bangsawan, dan masyarakat umum yang menjadi korban kekejaman penjajahan Jepang, Hermawan tampak larut dalam suasana penuh khidmat.

Baginya, kehadiran di lokasi bersejarah tersebut bukan sekadar mengikuti seremoni tahunan, melainkan menjadi momen untuk mengenang sejarah sekaligus luka yang pernah dialami keluarganya.

"Ini rasa yang campur aduk. Sedih, bangga, sekaligus berterima kasih. Melihat langsung tempat para pejuang gugur, salah satunya adalah kakek kami bernama Saliman Sastro Loekito yang merupakan salah satu kepala sekolah di SDN Kota Singkawang sekaligus tokoh masyarakat, rasanya seperti dipanggil untuk tidak melupakan," ungkap Hermawan dengan suara bergetar.

Saliman Sastro Loekito dikenal sebagai salah satu kepala sekolah di SDN Kota Singkawang sekaligus tokoh masyarakat yang turut menjadi korban dalam Tragedi Mandor.

Tragedi Mandor yang terjadi pada 1943–1944 tercatat merenggut sekitar 21.037 jiwa, termasuk tokoh masyarakat, cendekiawan, bangsawan, pemimpin daerah, hingga rakyat biasa. Untuk mengenang para korban, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menetapkan setiap 28 Juni sebagai Hari Berkabung Daerah melalui Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2007.

Peringatan Hari Berkabung Daerah menjadi momentum untuk mengenang jasa para korban sekaligus mengingatkan generasi penerus agar tidak melupakan sejarah kelam yang pernah terjadi di Kalimantan Barat. (Lid)

Artikel Selanjutnya
Polda Kalbar Selesaikan 816 Kasus Selama Semester I 2026, Curat Masih Dominasi Kejahatan
Monday, 29 June 2026
Artikel Sebelumnya
Perpustakaan Kota Pontianak Raih Nilai 92,23, Berpeluang Kantongi Akreditasi A dari Perpusnas
Monday, 29 June 2026

Berita terkait